Dishub Inhil Larang Matrial PLTU Lintasi Jalan Kota

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dinas Perhubungan Komunikasi dan informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melarang matrial bangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Parit 23 Tembilahan, melintas dijalan dalam kota khusunya bagi jalan-jalan provinsi.

Sebelumnya, menurut Kepala Dishubkominfo Inhil, H Pahrolrozi, pihak kontraktor berjanji untuk membawa matrial bangunan mereka akan menempuh jalur perairan. Tapi tiba-tiba kontraktor akan menggunakan jalur darat.

“Kalau mereka ingin tetap melintas di jalur darat, silahkan minta rekomendasi dulu kepada Pemerintah Provinsi (Pemrov) Riau. Karena jalur Rumbai Jaya hingga Sungai Beringin merupakan jalan  yang dibangun dengan dana Pemrov,” jelas Pahrolrozi, Selasa (19/3).

Matrial banguan PLTU Parit 23 Tembilahan, ungkap Pahrolrozi berbobot sekitar 5000 ton. Kalau dipaksakan tetap melintasi jalur darat maka dampak buruknya bisa merusak fasilitas jalan. Sedangkan kondisi jalan yang ada saat ini sudah cukup memprihatikan, jadi tidak mungkin pihaknya membiarkan kendaraan tonase besar bebas masuk dalam kota.

“Bagi kami pribadi tidak ada masalah. Tapi yang kita pikirkan ini adalah untuk kepentingan masyarakat banyak. Solusinya mereka harus mengangkut matrial melalui jalur sungai,” tegasnya.

Kalau rekomendasi sudah mereka terima dari provinsi, Dihubkominfo ingin sebelum melintas di jalur itu, pihak kontraktor melakukan peninjauan bersama-sama. Sehingga mana-mana titik jalan yang rusak bisa ditimbun terlebih dahulu. Kemudian jika ada yang rusak parah perbaiki sesuai dengan MoU.

“Kalau ada rekomendasi, silahkan saja melintas. Kami tidak akan melarang, apalagi demi kepentingan bersama,” katanya lagi.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Inhil, H Tengku Edy Efrizal, mengaku pihaknya tidak dapat memberikan rekomendasi terkait persoalan diatas. Sebab, untuk kelas jalan provinsi, kewenangan pada Dinas PU Provinis Riau. (dro/*1)




Duga Ada Kelalaian, MPI Laporkan pembangunan Venue PON Futsal ke Kejaksaan Negri Tembilahan

aktivis Masyarakat Peduli Inhil (MPI), Zakiyun dan T Suhandri  diterima Kasi intel Kejaksaan Negri Tembilahan, Ivan Siahaan saat menyampaikan laporan terkait pembangunan Venue PON Futsal. senin (18 maret 2013)
aktivis Masyarakat Peduli Inhil (MPI), Zaky Hasan dan T Suhandri diterima Kasi intel Kejaksaan Negri Tembilahan, Ivan Siahaan saat menyampaikan laporan terkait pembangunan Venue PON Futsal. senin (18 maret 2013)

Tembilahan (www.detikriau.org) – Aktivis Masyarakat Peduli Inhil (MPI) mendesak pihak Kejaksaan Negri Tembilahan untuk memeriksa adanya dugaan pengerjaan pondasi Venue PON Futsal yang tidak sesuai perencanaan.

Berdasarkan penjelasan Aktivis MPI, TS Suhandri yang saat itu didampingi rekannya, Zacky Hasan, timbulnya dugaan ini mencuat setelah terjadinya keretakan dibeberapa bagian dinding bangunan. “ Pada sisi barat, keretakan cukup parah terjadi akhir februari 2013 yang lalu atau belum genap dua bulan sejak berakhirnya masa pengerjaan. Bahkan menurut keterangan masyarakat sekitar, kerusakan serupa juga pernah terjadi sebelum. Hari ini, kerusakan serupa juga mulai terlihat pada sisi utara bangunan. Kita menduga hal ini lebih disebabkan pengerjaan pondasi yang tidak baik,” Sebut TS Suhandri

Alasan yang disampaikan Kepala Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Kepariwisataan (Disporabudpar) Inhil, H Mukhtar T dengan Pengkambing hitaman kondisi geografis Inhil menjadi alasan yang dikatakannya lucu. Dinilai Comel, jauh hari sebelum pekerjaan dimulai, bukankah struktur pondasi yang dirancang memang diperuntukan untuk alam Inhil?.”Hanya ada dua dugaan kuat, perencanaan struktur pondasi yang salah atau memang pekerjaannya yang tidak sesuai dengan perencanaan,” Duganya.

Zacky Hasan juga membenarkan. Diakuinya, selama masa pemeliharaan (6 bulan. Red), segala kerusakan yang terjadi merupakan tanggungjawab pihak kontraktor pelaksana. Namun perbaikan yang dilakukan dengan cara tambal sulam menurutnya tidak akan menyelesaikan masalah. Ia meyakini, jika tidak dilakukan perbaikan pada inti persoalan(pondasi. Red) , kejadian serupa akan terus berulang.”yang lebih menjadi kekhawatiran kita, jika terlambat disikapi, mungkin tidak akan lama, bangunan ini akan ambruk dan tidak menutup kemungkinan akan menimbulkan korban jiwa,”Kata Zaky.

Kepala Kejaksaan Negri (Kajari) Tembilahan, Ferziansyah Sesunan melalui Kasi Intel, Ivan Siahaan menyatakan kelanjutan laporan ini menunggu arahan dari Kajari.” Yang jelas pengaduan ini kita terima. Tindaklanjutnya kami menunggu arahan dari atasan.” Ungkap Ivan.

Dalam Kesempatan itu, Ivan juga mengucapkan terimakasih atas peran aktif MPI untuk bersama-sama melakukan pengawasan. Dengan keterbatasan personil kejaksaan, diakuinya pihak Kejaksaan tentunya berharap banyak dukungan dari semua pihak terutama masyarakat. (dro)




Meski Belum Dikenal, Yusran diharap Lebih Mampu Majukan Dunia Olahraga

Sekretaris PRSI Kabupaten Indragiri Hilir, Zainal Arifin
Sekretaris PRSI Kabupaten Indragiri Hilir, Zainal Arifin

Tembilahan (www.detikriau.org) – Sekretaris Cabang olahraga (Cabor)Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kabupaten Indragiri Hilir, Zainal Arifin berharap terpilihnya Yusran sebagai Ketua KONI periode 2013-2017 dapat lebih mampu berkiprah dalam memajukan dunia keolahragaan di bumi Sri Gemilang.

Harapan ini disampaikan Zainal Arifin melalui sambungan telepon selular, senin (18/3). “Saya ucapkan selamat atas terpilihnya saudara Yusran. Meskipun sosok Yusran dirasakan belum dikenal di kalangan pengurus Cabor Inhil namun secara pribadi saya berharap dirinya kedepan akan mampu menujukkan prestasi baik khususnya bagi dunia olahraga di Inhil,” Harap Zainal.

Menurut penilaian Zainal, kepengurusan KONI sebelumnya dirasakan tertutup dan kurang mampu merangkul Cabor sebagai induk olahraga. Ia berharap upaya perubahan hal ini juga menjadi sesuatu yang diutamakan.

H Yusran berhasil terpilih sebagai Ketua KONI periode 2013 – 2017 menggantikan H Indra Muchlis Adnan setelah berhasil mengungguli dukungan mutlak mengalahkan dua calon lainnya, H Syamsurizal Awi dan H Yusuf dalam Musyawarah olahraga KONI Inhil bertempat di Hotel Telaga Puri, Akhir pekan kemaren di Tembilahan.(dro)




KPUD Sosialisasikan Penyelengaraan Pemilu 2014

Ketua KPUD Inhil, Joni Suhaidi
Ketua KPUD Inhil, Joni Suhaidi

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Demi suksesnya pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2014, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar sosialisasi, Senin (18/3)

Sosialisasi yang digelar di gedung KPUD Inhil ini dihadiri sejumlah tokoh masyarakat,  perwakilan partai politik (Parpol) dan aparat terkait baik dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) mapun unsur kepolisian.

Ketua KPUD Inhil, Joni, menegaskan, tujuan dari sosialisasi ini, untuk memberikan pemahaman pelaksanaan pemilu tahun 2014 kepada seluruh unsur masyarakat, baik yang terkait langsung maupun yang tidak terkait secara langsung. Mengingat pelaksaaan Pemilu sudah semakin dekat.

“Kegitan ini juga bagian dari tahapan yang harus kita lakukan menjelang pelaksanaan pemilu. Melalui sosialisisi semacam ini kami yakin bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat. Apalagi kami juga melibatkan narasumber yang berkompeten,” sebut Joni.(dro/*1)




Sensus Pertanian 2013, BPS Inhil Siapkan 856 Petugas

sensus pertanianTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dalam rangka mendukung program pemerintah secara Nasional, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menyiapakan 856 petugas pencacah lapangan sensus pertanian (ST 2013)

Ada beberapa tahapan sebelum petugas pencecah lapangan (PCL) menjadi bagian dari tim BPS. Antara lain, mereka (calon PCL, red) mengikuti prosedur yang sudah ditentukan, seperti mendaftar dan mengikuti tes maupun seleksi yang akan dibagi menjadi dua tahapan.

“Yang pertama tentu mereka harus menguasai wilayah tugas. Tapi itu setelah mereka bisa melewati dua tahapan seleksi baik dari petugas BPS di kecamatan hingga tim seleksi korwil,”ungkap Kepala BPS Inhil, H Irfarial, Senin (18/3).

Dari 856 petugas yang dibutuhkan, 214 diantaranya menjadi koordinator tim sedangkan sisanya sebanyak 642 adalah petugas PCL. Setelah petugas dianggap benar-benar berlkualitas dan mampudengan bekal  bimbingan teknis (Bimtek) selama tiga baru diterjunkan kelapangan.

“TC-nya ada beberapa lokasi. Untuk wilayah Utara di pusatkan di Guntung, Kecamatan Kateman. Sedangkan wilayah Selatan di Pulau Kijang, Kecamatan Reteh. Kemudian untuk bagian Tengah, di Kota Tembilahan,”jelasnya.

Adapun materi yang akan diberkan dalam pelatihan nanti meliputi simulasi wawancara dengan petani. Sehingga pada saat tanggal mainnya semua pencacah sudah siap menjalankan tugas. Sensus yang diakukan itu sangat menetukan terhadap masa depan dunia pertanian Indonesia secara umum.

“Kita menghimbau petani tidak kaget. Karena nantinya petugas akan mendatangi satu persatu rumah para petani. Mohon diberikan jawaban yang sejujur-jujurnya,”harap Irfarial.(dro/*1)




DBD Menyerang. Warga Desa Pengalihan Enok Resah

dbdTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Warga Desa Pengalihan Kecamatan Enok kini mulai resah. Pasalnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai menyerang. Bahkan sudah tercatat sebanyak 3 orang meninggal dunia dalam kurun waktu 3 bulan terakhir.

Dalam keterangannya, Jum’at (15/3), Ponidi (31) salah seorang tokoh pemuda warga Desa Pengalihan Kecamatan Enok mengatakan sebenarnya penyakit DBD sudah merebak sejak pertengan Januari lalu, namun warga tidak sadar dan tidak mengerti akan keberadaan penyakit tersebut.

“Rata-rata warga tidak tanggap dan hanya menganggap jika itu hanya panas biasa, sehingga mereka tidak risau. Namun sejak ada korban yang meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSUD Puri Husada Tembilahan yakni Jonanda Pratama tinggal di Dusun Gemilang Desa Pengalihan Kecamatan Enok, kini warga mulai resah,”ujar Ponidi.

Dirinya mengharapkan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir atau Dinas terkait secepatnya mengambil tindakan untuk pencegahan agar tidak menyebar dan menjangkit warga yang lain hingga menanmbah korban yang lebih banyak lagi.

”Kita sangat berharap kepada pemerintah atau Dinas terkait secepatnya melakukan penyemprotan (Foging). Agar warga juga tidak merasa resah. Apalagi sampai sekarang belum ada tindakan yang dilakukan pemerintah, yang ada masyarakat melakukan penyemprotan sendiri dirumah masing-masing,”tambahnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehata,n Rasul Alim M.kes. SKM, sudah jauh hari selalu mengintruksikan kepada masyarakat untuk waspada terhadap bahaya DBD, sebab Kabupaten Indragiri Hilir adalah salah satu daerah Endemis rawan akan terjangkit penyakit demam berdarah.

“ Kita sangat berharap kepada seluruh warga masyarakat untuk selalu menjaga lingkungan dengan membudayakan 3 M pada masing-masing lingkungannya sendiri, untuk antisipasi berkembangnya jentik-jentik nyamuk demam berdarah agar tidak menyerang warga” pinta Rasul Alim.

Menurutnya kebersihan lingkungan yang dimaksudkan oleh Kadiskes tersebut yakni masyarakat haruas membuang bekas kaleng kosong, termasuk botol air minum dengan cara menimbun, kemudian pengurasan bak mandi dan genangan air lainnya yang bisa berpotensi berkembangnya nyamuk demam berdarah.

Dijelaskan Rasul Alim untuk tindakan fogging atau pengasapan  itu hanya bersipat mengusir sementara. Nyamuk yang terkena fogging hanya menghindar sementara, setelah itu nyamuk akan datang kembali. maka yang paling efektif adalah dengan membudayakan program 3 M dari pada hanya mengandalkan fogging dari Pemerintah.(dro/*4)