Hati-Hati. Jalan Pekan Arba Banyak Ranjau!

Graphic1Tembilahan (www.detikriau.org) – Warga Kelurahan Pekan Arba Kecamatan Tembilahan mengeluhkan perbaikan ruas jalan Pekan Arba yang kini sedang dilakukan pihak Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir. Pasalnya, pekerjaan yang dinilai  tidak memikirkan keselamatan pengguna jalan ini sudah beberapa kali menimbulkan korban kecelakaan lalu lintas.

“Kurang lebih sejak seminggu yang lalu saat awal perbaikan jalan ini dilakukan, setahu saya sudah dua kali terjadinya kecelakaan lalulintas. Yang terakhir terjadi dua hari yang lalu, akibat suasana malam yang gelap ditambah tidak adanya lampu penerang jalan, seorang pengendara kendaraan roda dua terjungkal saat berusaha mengelakkan lubang jalan. Akibatnya, kendaraannya ringsek serta bagian wajah dan beberapa bagian tubuh pengendara berdarah akibat luka,” Tutur seorang warga Jalan Pekan Arba, Ahad (12/5)

Ia mengaku sebenarnya sangat gembira dengan perbaikan jalan yang dilakukan. Hanya saja, proses pengerjaan yang dinilainya kurang direncanakan dengan baik serta kurang memperhatikan keselamatan pengguna jalan ini tentunya menimbulkan keluhan masyarakat.

Keluhan senda juga disampaikan Aman, warga jalan Pekan Arba lainnya ketika ditemui di lokasi. Aman berpendapat, seharusnya penggalian badan jalan yang menimbulkan lobang mengangga ini dilakukan secara bertahap. Usai digali, pekerjaan penimbunan sesegera mungkin dilakukan. “Keadaan seperti ini tentunya sangat rawan untuk terjadinya kecelakaan lalin. Apalagi papan peringatan yang terpasang sangat minim.” Ujar Aman sambil berharap kondisi seperti ini harus mendapatkan perhatian segera dari pihak rekanan pelaksana dan Dinas terkait.

Berdasarkan pantauan dilapangan, lubang mengangga dibadan jalan beraspal hotmix ini memakan lebih dari separo ruas jalan. Dalam situasi terang benderang disiang hari saja, kalau kurang hati-hati, sangat mungkin akan menimbulkan kecelakaan lalin apalagi disaat malam hari.

Disepanjang ruas jalan Pekan Arba yang saat ini sedang dilakukan perbaikan, detikriau.org tidak mendapati adanya lampu penerangan jalan. Ditambah lagi papan peringatan yang dipasang pihak pelaksana pekerjaan memang sangat minim.(dro)




Lim, Akhiri Hidup Dengan Cara Gantung Diri

gantungTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Marianto (30) alias Lim Suping warga Jalan Ahmad Yani Parit 10 Tembilahan Hulu, pada Sabtu (11/5) sekitar pukul 09.00 Wib, Nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri didalam kamar tidurnya menggunakan seutas tali rafia (plastik).

Pertama kali, meninggalnya pemuda pengangguran keturunan tiongha tersebut ditemukan orang tuanya sendiri yakni Arif (62) alias Lim Cecai. Ketika itu orang tua korban merasa curiga sebab korban tidak biasanya bangun siang pasalnya setiap hari korban sudah harus bangun pagi untuk membantu orang tuanya berjualan di toko yang ada dirumahnya.

“Setelah korban dipanggil berulang kali tidak menjawab, kemudian orang tua korban akhirnya langsung membuka paksa pintu kamar korban dengan cara didobrak. Begitu pintu kamar korban terbuka, ternyata korban sudah tidak bernyawa dengan posisi tergantung seutas tali yang diikatkan pada palang kayu didalam kamar,”ujar Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si melalui Paur Humas Ipda Warno Akman, Ahad (12/5).

Mengatahui anaknya sudah meninggal dunia dalam posisi tergantung serta lidah menjulur keluar dan matanya melotot. Orang tua korban langsung berteriak minta tolong memanggil keluarga lainnya, lalu memutus tali yang menjerat leher korban dengan sebuah parang dan seketika itu juga langsung melapor ke Polsek Tembilahan Hulu.

Kontan saja, kabar meninggalnya korban meninggal dunia akibat bunuh diri menjadi heboh.  Terutama bagi warga yang tinggal tidak jauh dari TKP, sebab mereka merasa penasaran dan ingin melihat dari dekat perbuatan nekat yang dilakukan korban.

Menurut Paur Humas, setelah mendapat laporan dari warga, petugas Polsek Tembilahan Hulu langsung menuju kerumah korban untuk melakukan olah TKP. Karena korban sudah meninggal dunia lalu korban dibawa ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk di visum.

“Sesuai dengan hasil visum yang sudah dilakukan petugas medis RSUD Puri Husada Tembilahan, pada diri korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Kuat dugaan korban meninggal akibat murni bunuh diri dengan menggunakan sebuah tali raffia,”tegas Ipda Warno Akman.(dro/*5)




Dari 12 Parpol, Baru 40 Caleg Lengkapi Syarat Administrasi

Ketua KPUD Inhil, Joni Suhaidi menyerahkan berkas hasil verifikasi administrasi calon Anggota DPRD dari 12 Parpol kepada pihak panwaslu Kabupatan, rabu (8/5/2013)
Ketua KPUD Inhil, Joni Suhaidi menyerahkan berkas hasil verifikasi administrasi calon Anggota DPRD dari 12 Parpol kepada pihak panwaslu Kabupatan, rabu (8/5/2013)

Tembilahan (www.detikriau.org) – dari total 540 Calon Anggota DPRD yang diajukan 12 Partai Politik (Parpol) peserta Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) kabupaten Indragiri Hilir (Kab Inhil), hanya sebanyak 40 caleg yang dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Pokja KPUD Inhil, Herdian Hasmi, SH kepada wartawan usai menyerahkan hasil verifikasi administrasi oleh pihak KPUD kepada masing-masing perwakilan 12 Parpol di Kantor KPUD Inhil jalan Ki Hajar Dewantara Tembilahan, Rabu (8/5/13)

data 006Dikatakan Herdian, kekurangan persyaratan administrasi terbanyak terjadi pada persoalan legalisir dokumen.”Hari ini kita menyerahkan hasil verifikasi administrasi terhadap berkas caleg. Hasilnya, baru sekitar 40an caleg yang memenuhi  persyaratan administrasi.” Jelas Herdian Hasmi.

Sesuai jadwal, ditambahkannya, Parpol masih diberikan kesempatan untuk melengkapi kekurangan persyaratan dimaksud dalam jangka waktu 2 minggu atau terhitung sejak, Kamis, Tanggal 9 – 22 Mei 2013 mendatang. “disamping persoalan legalisir, dua caleg tidak memenuhi batasan usia minimal.” Pungkas Herdian.(dro)




Mahasiswa Pelaku Ranmor Terancam diberhentikan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pemberhentian seorang mahasiswa bisa dilakukan jika yang bersangkutan melakukan pelanggaran berat dan pelanggaran kode etik. Keputusan itu bisa dilakukan melalui pertimbangan rapat senat.

Hal disampaikan oleh Pembantu Rektor (Purek) Satu bidang Akademi Universitas Islam Indragiri (UNISI) Dr Edy Susrianto menjawab komfirmasi wartawan terkait tindak pidana pencurian kendaraan bermotor oleh salah seorang Mahasiswa UNISI baru-baru ini

“Untuk kasus yang satu itu, kami akan mengambil tindakan tegas hingga ketahap pemecatan,” jelasnya.

Sementara itu Pembantu Rektor tiga Bidang Kemahasiswaan, HM Yunus Hasby menambahkan, pelaku ranmor, Afrinal Gunawan adalah mahasiswa Unisi Tembilahan. Yang bersangkutan tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi semester 8.

“Kami selaku dosen mereka tetap akan menyerahkan masalah ini kepada  pihak yang berwajib. Kalau memang terbukti, tentunya sanksi pemberhentian bisa saja dilakukan. Sebab tidakannya sudah mecoreng nama baik Unisi,” cetusnya.(dro/*1)




Pertamina Jamin Stok BBM Masih Aman

stok bbm pertamina seberang tembilahanTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sementara ditunda,  meski demikian Pertamina Rayon Tembilahan, menjamin stok BBM  jenis solar, premium dan minyak tanah (Mitan) aman hingga beberapa hari kedepan.

“Dari catatan kami belum ada lonjakan serius konsumsi BBM.. Pasokan berjalan normal seperti biasa, kita tidak mengalami kekurangan distribusi,”kata Kepala Pertamina Rayon Tembilahan Abd Halim, Selasa (7/5).

Saat ini saja Pertamina Rayon Tembilahan, masih memiliki stok BBM jenis Premium sebanyak 797 ton yang diperkirakan akan mampu bertahan sekitar 10 hari kedepan. Sedangkan BBM jenis Solar masih terdapat 3.500 ton dan kekuatannya diperkirakan bisa mencapai hingga 15 hari kedepan.

“Kalau untuk minyak tanah (Mitan) masih sangat banyak, belum laku-laku. Mungkin ini karena pengaruh dicabutnya subsidi oleh pemerintah,”jelasnya.

Dalam waktu  dekan kata Abd Halim, pihaknya akan kembali mendapat jatah BBM jenis Premium sebanyak 1.000 ton dan Solar sebanyak 1.400 ton. Hal itu menunjukan bahwa untuk stok BBM tidak berpengaruh terhadap rencana pemerintah untuk menaikan harga bahan bakar tersebut.

“Tanggal 12 Mei nanti Premiun dan Solar masuk lagi.Untuk itu, masyarakat tidak usah terlalu khawatirlah mengenai pasokan BBM,”harapnya.

Saat ditanya mengenai pembatasan BBM, kata Abd Halim semua itu merupakan wewenangan bagian Retail Feul Marketing Pertamina. Sedangkan pihaknya hanya sebatas menjalankan stok yang sudah ada. Sehingga tidak terlalu etis kalau dirinya terlalu berkomentar mengenai masalah yang bukan menjadi kewenanganya.

“Pembatasan itu sudah di plot oleh bagian ritail, kalau kita disini sipatnya menjaga stok gudang untuk keperluan masyarakat sekitar,”pungkasnya.




Masyarakat Petalongan Butuh Pengerasan Jalan

KERITANG (Inhil)– Sepanjang 5 Km jalan Desa Petalongan, Kecamatan Keritang dalam keadaan rusak parah dan butuh pengerasan. Hingga saat itu warga setempat masih memanfaatkan jalan tanah yang kalau hujan menjadi becek dan susah untuk dilalui.

Menurut keterangan warga jalan desa setempat sudah sangat membutuhkan perhatian pemerintah, mengingat kondisnya yang rusak. Apalagi desa tersebut merupakan desa baru hasil pemekaran dari Desa Sencalang Kecamatan Keritang.

“Pernah kami perbaiki dengan cara swadaya tapi hasilnya tentu tidak akan maksimal,” jelas Poniman warga Desa Petalongan, Selasa (7/5).

3.700 warga Desa Petalongan, mayoritasnya berprofesi sebagi petani sawit. Maka itu sangat memerlukan akses jalan darat yang dapat menunjang perekonomian. Jalan yang saat ini berupa batuan dan bergelombang sangat sulit dilalui apalagi dalam keadaan musim hujan.

Sekretaris Desa Petalongan Toni Fuddin, ketika dihubungi mengatakan, jalan yang perlu dilakukan pengerasan dengan sirtu sekitar 10 Km, namun untuk tahap awal, dia berharap jika ada pengerasan cukup 5 Km dulu. “Mau kami seluruhnya. Tapi kalau pemkab tidak mampu setengahnya saja pun tak apa,” harap Toni.

Apa yang disampaikanya itu, merupakan aspirasi warga Petalongan dan perlu ditindak lanjuti. Sebab, selam ini warga mengalami kesulitan untuk mengangkut hasil-hasil bumi seperti sawit, karet, sayuran dan lainnya.

“Kondisi sebagian jalan masih berupa tanah dan setiap datang hujan ibarat kubangan,” ungkapnya. Lebih lanjut dikatakannya, dana desa mandiri saat ini baru bisa mereka manfaatkan untuk pembangunan fasilitas perkantoran desa.(dro/*1)