Jampersal diakui Masyarakat Sangat Membantu

jampersal1Tembilahan (www.detikriau.org) – Program Jaminan Persalinan (Jampersal)  di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) walaupun masih mendapatkan kritikan kenyataannya juga dirasakan sangat membantu.

.“Alhamdulillah seluruh biaya persalinan anak kedua saya tidak dikenai biaya sepeserpun. Kalaulah seandainya program ini tidak ada, kemana saya harus memenuhi seluruh pembiayaannya.” Syukur Madi (31) ketika sempat berbincang dengan detikriau.org di ruang perawatan kebidanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada (PH) Tembilahan, selasa (14/5)

JAMPERSALDengan hanya berprofesi sebagai buruh tani dikatakan Asmadi, persalinan istrinya melalui jalan operasi ini tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Warga Desa Pelanduk Kecamatan Mandah ini berharap agar program seperti ini dapat terus dijalankan karena sebagai masyarakat kecil, ia mengaku sangat terbantu.”prosesnyapun sangat mudah, saya hanya diminta KTP istri dan Kartu Keluarga, hanya itu,”Ujar Madi.

Wanto, salah seorang keluarga pasien lainnya juga mengungkapkan pernyataan yang hampir senada. Walaupun dikatakannya belum sempurna, namun hal itu menurutnya lebih kepada oknum bukan programnya.”kalau dari sisi pelayanan, jika ada satu atau dua orang perawat yang terlihat agak cemberut saya rasa itu tidak bisa disamakan dengan jalannya program ini, itu tentunya lebih kepada oknumnya. Secara keseluruhan, saya mengaku sangat puas,” Puji Wanto.

Untuk kebersihan ruang perawatan, Wanto juga menyampaikan kepuasan. Dalam sehari pengakuannya pengepelan dilakukan dua kali dan yang lebih membuat masyarakat kecil dikatakannya sangat terbantu, kebutuhan pakan pasien, anak dan obat-obatan juga diberikan secara cuma-cuma.(dro)




Lima Unit Rumah Nyaris Terjun Ke Sungai

Beginilah salah satu sudut pemandangan pemukiman penduduk di Kuala Enok Kecamatan Tanah Merah kabupaten Indragiri Hilir
Beginilah kondisi salah satu sudut pemandangan pemukiman penduduk di Kuala Enok Kecamatan Tanah Merah kabupaten Indragiri Hilir

Tembilahan (www.detikriau.org) – Sebanyak lima unit rumah di Jalan AEC Gang Berkat, Kampung Baru, Kelurahan Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah nyaris terjun ke sungai akibat tanah longsor yang terjadi Ahad (12/5) sekitar pukul 12.00 WIB.

Beruntung akibat kejadian itu tidak terdapat korban jiwa. Karena musibah tanah longsor itu terjadi pada siang  hari dan tidak menyebabkan rumah penduduk yang ada disana terjun kelaut seperti longsor yang pernah terjadi sebelumnya.

Camat Tanah Merah Nurmasyah mengatakan, musibah kali ini tidak separah musibah sebelumnya. Saat ini dikatakan mantan Camat Gaung Anak Serka (GAS) ini yang terjadi hanya keretakan pada bagian tanah sehingga rumah-rumah tersebut tidak sampai jatuh kesungai.

“Hanya retak saja. Namun rumah warga belum sampai terjatuh,”ungkap Nurmasyah saat dikomfirmasi melalui sambungan telepon gengamnya, Senin (13/5). Kendati demikian dia berharap agar warga yang berada disekitar lokasi untuk berhati-hati agar tidak terjadi korban jiwa.

Akibat adanya musibah tersebut, Nurmasyah telah mengkoordinasikanya dengan satuan kerja (Satker) dilingkungan Pemkab Inhil. Sehingga apa yang benar-benar menjadi kebutuhan warga disana dapat dipenuhi. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah pembangunan turab sepanjang 61 meter.

“Harapan kita setidaknya pembangunan turab yang direncanakan sepanjang 61 meter bisa dilanjutkan. Kalau memang tidak ada dana APBN ya diupayakan melalui APBD,” tuturnya.

Kapolres Inhil AKBP Dedi Rahman Dayan, saat dikomfirmasi melalui Paur humas Ipda Warno menyebutkan dua dari lima rumah yang nyaris terjun kelaut itu dapat dikatakan dalam keadaan rusak berat dan nyaris ambruk. Sedangkan tiganya lagi dalam keadaaan rusak ringan.

“Rumah yang rusak adalah milik M Ramli (45) dan H Roaidah (55). Sedangkan rumah lainnya dalam keadaan rusak ringan yaitu rumah milik Musmulyadi (30),  Khaidir (50) dan terakhir adalah rumah milik Amirullah (55),” terangnya.(dro/*1)




Anggota Fraksi Golkar Inhil KPUD

golkarTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Angota Fraksi Golongan Karya (Golkar) DPRD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Ilyas Haris protes Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pasalnya permintaannya untuk pindah daerah pemilihan (Dapil) belum diakomodir.

“Kita minta KPU aktif menyikapi masalah ini. Sementara kami tahu bahwa KPU pusat sudah mengeluarkan surat edaran terkait temuan hasil verifikasi administrasi pemenuhan syarat pengajuan bakal calon anggota DPRD,”tanya Ilyas, Senin (13/5).

Dalam surat edaran yang dikeluarkan KPU pusat tanggal 6 Mei kemarin dikatakan Ilyas, ada beberapa poin yang menjadi catatan KPU pusat  seperti, parpol dalam masa perbaikan verifikasi dapat merubah daftar bakal calon dengan beberapa ketentuan. Kenapa hal itu tidak diindahkan oleh  KPU kabupaten Inhil.

“Kami sudah pertanyakan masalah ini kepada KPU. Mereka mengaku belum menerima surat resmi dari KPU Pusat. Yang menjadi kekawatiran kita, tenggat waktu perbaikan berkas hanya tinggal 8 hari sementara surat resmi belum mereka terima, siapa nanti yang bertanggung akan jawab,”tanya Ilyas,

Sementara itu, Ketua Pokja Pencalonan KPU Inhil Herdian Asmi saat dikomfirmasi menyebutkan hingga saat ini pihaknya masih menunggu kepastian makna dari surat edaran KPU pusat tersebut.  Kalau memang sudah mendapat klarifikasi, maka secara otomatis pihaknya akan menjalankan surat edaran itu.

“Kalau memang sudah kami terima secara resmi maka kami langsung menyampaikannya kepada semua parpol peserta pemilu,”jelasnya Senin (13/5).

Untuk mendapat kepastian mengenai persolan itu lanjut Herdian, pihaknya terus berkomunikasi dengan KPU Provpinsi Riau. Tidak mungkin selaku lembaga penyelenggara pemilu yang bersipat independen dia mendiamkan masalah ini. Apalagi hal itu menyangkut hak masing-masing caleg dari setiap parpol.(dro/*1)




Hati-Hati. Jalan Pekan Arba Banyak Ranjau!

Graphic1Tembilahan (www.detikriau.org) – Warga Kelurahan Pekan Arba Kecamatan Tembilahan mengeluhkan perbaikan ruas jalan Pekan Arba yang kini sedang dilakukan pihak Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir. Pasalnya, pekerjaan yang dinilai  tidak memikirkan keselamatan pengguna jalan ini sudah beberapa kali menimbulkan korban kecelakaan lalu lintas.

“Kurang lebih sejak seminggu yang lalu saat awal perbaikan jalan ini dilakukan, setahu saya sudah dua kali terjadinya kecelakaan lalulintas. Yang terakhir terjadi dua hari yang lalu, akibat suasana malam yang gelap ditambah tidak adanya lampu penerang jalan, seorang pengendara kendaraan roda dua terjungkal saat berusaha mengelakkan lubang jalan. Akibatnya, kendaraannya ringsek serta bagian wajah dan beberapa bagian tubuh pengendara berdarah akibat luka,” Tutur seorang warga Jalan Pekan Arba, Ahad (12/5)

Ia mengaku sebenarnya sangat gembira dengan perbaikan jalan yang dilakukan. Hanya saja, proses pengerjaan yang dinilainya kurang direncanakan dengan baik serta kurang memperhatikan keselamatan pengguna jalan ini tentunya menimbulkan keluhan masyarakat.

Keluhan senda juga disampaikan Aman, warga jalan Pekan Arba lainnya ketika ditemui di lokasi. Aman berpendapat, seharusnya penggalian badan jalan yang menimbulkan lobang mengangga ini dilakukan secara bertahap. Usai digali, pekerjaan penimbunan sesegera mungkin dilakukan. “Keadaan seperti ini tentunya sangat rawan untuk terjadinya kecelakaan lalin. Apalagi papan peringatan yang terpasang sangat minim.” Ujar Aman sambil berharap kondisi seperti ini harus mendapatkan perhatian segera dari pihak rekanan pelaksana dan Dinas terkait.

Berdasarkan pantauan dilapangan, lubang mengangga dibadan jalan beraspal hotmix ini memakan lebih dari separo ruas jalan. Dalam situasi terang benderang disiang hari saja, kalau kurang hati-hati, sangat mungkin akan menimbulkan kecelakaan lalin apalagi disaat malam hari.

Disepanjang ruas jalan Pekan Arba yang saat ini sedang dilakukan perbaikan, detikriau.org tidak mendapati adanya lampu penerangan jalan. Ditambah lagi papan peringatan yang dipasang pihak pelaksana pekerjaan memang sangat minim.(dro)




Lim, Akhiri Hidup Dengan Cara Gantung Diri

gantungTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Marianto (30) alias Lim Suping warga Jalan Ahmad Yani Parit 10 Tembilahan Hulu, pada Sabtu (11/5) sekitar pukul 09.00 Wib, Nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri didalam kamar tidurnya menggunakan seutas tali rafia (plastik).

Pertama kali, meninggalnya pemuda pengangguran keturunan tiongha tersebut ditemukan orang tuanya sendiri yakni Arif (62) alias Lim Cecai. Ketika itu orang tua korban merasa curiga sebab korban tidak biasanya bangun siang pasalnya setiap hari korban sudah harus bangun pagi untuk membantu orang tuanya berjualan di toko yang ada dirumahnya.

“Setelah korban dipanggil berulang kali tidak menjawab, kemudian orang tua korban akhirnya langsung membuka paksa pintu kamar korban dengan cara didobrak. Begitu pintu kamar korban terbuka, ternyata korban sudah tidak bernyawa dengan posisi tergantung seutas tali yang diikatkan pada palang kayu didalam kamar,”ujar Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si melalui Paur Humas Ipda Warno Akman, Ahad (12/5).

Mengatahui anaknya sudah meninggal dunia dalam posisi tergantung serta lidah menjulur keluar dan matanya melotot. Orang tua korban langsung berteriak minta tolong memanggil keluarga lainnya, lalu memutus tali yang menjerat leher korban dengan sebuah parang dan seketika itu juga langsung melapor ke Polsek Tembilahan Hulu.

Kontan saja, kabar meninggalnya korban meninggal dunia akibat bunuh diri menjadi heboh.  Terutama bagi warga yang tinggal tidak jauh dari TKP, sebab mereka merasa penasaran dan ingin melihat dari dekat perbuatan nekat yang dilakukan korban.

Menurut Paur Humas, setelah mendapat laporan dari warga, petugas Polsek Tembilahan Hulu langsung menuju kerumah korban untuk melakukan olah TKP. Karena korban sudah meninggal dunia lalu korban dibawa ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk di visum.

“Sesuai dengan hasil visum yang sudah dilakukan petugas medis RSUD Puri Husada Tembilahan, pada diri korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Kuat dugaan korban meninggal akibat murni bunuh diri dengan menggunakan sebuah tali raffia,”tegas Ipda Warno Akman.(dro/*5)




Dari 12 Parpol, Baru 40 Caleg Lengkapi Syarat Administrasi

Ketua KPUD Inhil, Joni Suhaidi menyerahkan berkas hasil verifikasi administrasi calon Anggota DPRD dari 12 Parpol kepada pihak panwaslu Kabupatan, rabu (8/5/2013)
Ketua KPUD Inhil, Joni Suhaidi menyerahkan berkas hasil verifikasi administrasi calon Anggota DPRD dari 12 Parpol kepada pihak panwaslu Kabupatan, rabu (8/5/2013)

Tembilahan (www.detikriau.org) – dari total 540 Calon Anggota DPRD yang diajukan 12 Partai Politik (Parpol) peserta Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) kabupaten Indragiri Hilir (Kab Inhil), hanya sebanyak 40 caleg yang dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi.

Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Pokja KPUD Inhil, Herdian Hasmi, SH kepada wartawan usai menyerahkan hasil verifikasi administrasi oleh pihak KPUD kepada masing-masing perwakilan 12 Parpol di Kantor KPUD Inhil jalan Ki Hajar Dewantara Tembilahan, Rabu (8/5/13)

data 006Dikatakan Herdian, kekurangan persyaratan administrasi terbanyak terjadi pada persoalan legalisir dokumen.”Hari ini kita menyerahkan hasil verifikasi administrasi terhadap berkas caleg. Hasilnya, baru sekitar 40an caleg yang memenuhi  persyaratan administrasi.” Jelas Herdian Hasmi.

Sesuai jadwal, ditambahkannya, Parpol masih diberikan kesempatan untuk melengkapi kekurangan persyaratan dimaksud dalam jangka waktu 2 minggu atau terhitung sejak, Kamis, Tanggal 9 – 22 Mei 2013 mendatang. “disamping persoalan legalisir, dua caleg tidak memenuhi batasan usia minimal.” Pungkas Herdian.(dro)