Polres Inhil Pinta Masyarakat Sikapi Kenaikan BBM dengan Bijak.
Wakapolres Inhil, Kompol Yuniar Ari Darmawan, Sik
Tembilahan (www.detikriau.org) – Pihak kepolisian resort Indragiri Hilir meminta masyarakat bijak dalam menyikapi kenaikan harga BBM termasuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang akan mengganggu ketentraman masyarakat.
“Apapun kebijakan yang sudah diputuskan oleh pemerintah tentunya harus kita dukung karena itu semua untuk kepentingan bersama dan menjadi tugas kepolisian untuk melakukan pengawalan terutama untuk mengantisipasi timbulnya hal-hal yang dapat mengganggu ketentraman masyarakat,” Ujar Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, Sik, M.Si melalui Wakapolres Inhil, Kompol Yuniar Ari Darmawan Sik ketika dikomfirmasi melalui sambungan telepon selularnya, Selasa (18/6)
Tindakan pengawalan yang dilakukan pihak kepolisian terutama di SPBU, dikatakan Wakapolres lebih sebagai upaya untuk mengantisipasi timbulnya gejolak ditengah masyarakat. Namun ia berharap hal ini tidak terjadi di wilayah hukum Polres Inhil.
Dalam kesempatan itu, Wakapolres juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan penimbuhan BBM. Jika itu dilakukan tentunya akan dapat mengganggu ketentraman masyarakat.”Sikapilah kenaikan harga ini dengan bijak. Untuk pedagang kita minta jangan sampai melakukan tindakan penimbunan. Jika ini dilakukan tentunya akan merugikan masyarakat termasuk diri sendiri karena jika didapati, kita pasti akan tindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” Ingatkan Wakapolres. (dro)
Jelang Kenaikan, BBM Mulai Langka di Pasaran
Petugas kepolisian melakukan pengawasan disalah satu SPBU dalam upaya mengantisipasi timbulnya gejolak masyarakat terkait kebijakan kenaikan harga sekaligus mengamankan pendistribusian BBM.
Tembilahan (www.detikriau.org) – Kebijakan pemerintah menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), meski belum diberlakukan, mulai memberikan dampak ditengah masyarakat. Meski diakui pihak pertamina persediaan BBM khususnya Bensin untuk wilayah Inhil masih aman, namun dipasaran sudah terlihat mulai langka.
Dari pantauan lapangan di Kota Tembilahan, sejak tiga hari belakangan ini, pemilik kendaraan bermotor terlihat mulai kesulitan mendapatkan kebutuhan bahan bakar. “sulit bang. Kalaupun ada, harganya juga sudah naik. Bisanya kalau kita beli dipedagang eceran, untuk ukuran 1 botol aqua ukuran 1,5 liter diperjualbelikan dengan harga Rp. 10 ribu. Hari ini, dengan harga yang sama, kita hanya bisa mendapatkan bensin separohnya,” Ujar Erwin seorang warga Tembilahan, Selasa (18/6)
Dikatakan Erwin, meskipun harga eceran di 3 pompa bensin yang ada di kota Tembilahan dan Tembilahan Hulu belum terjadi kenaikan harga, namun untuk mendapatkannya bukanlah persoalan mudah. Yang jelas, mereka harus rela untuk mengantri. Terlambat sedikit, dipastikan tidak akan kebagian jatah.
Dari puluhan jejeran pedagang bensin eceran disepanjang jalan Baharuddin Jusuf, memang hanya satu dua yang terlihat masih melayani pembeli. Sisanya tutup karena kehabisan persediaan.”Stok habis, makanya kita tidak bisa melayani pembeli,” Ujar seorang pedagang bensin eceran di Jalan Baharuddin Jusuf.
Sementara itu, Operation Head (OH) Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) seberang Tembilahan, Abdul Halim menegaskan bahwa distribusi kebutuhan BBM masyarakat tetap disalurkan sesuai kebutuhan.”Sampai hari ini kita masih salurkan sesuai kuota. Tidak ada kelangkaan. Stok kita masih aman sampai 10 hari kedepan,”Ujar Abdul Halim melalui sambungan telepon selularnya, Selasa (18/6).
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Indragiri Hilir, Rudiansyah membenarkan adanya kelangkaan Bensin ditingkat pedagang pengecer. Hal ini menurutnya lebih disebabkan karena diperketatnya penjualan kepada pedagang eceran.
Dijelaskan mantan Kabag ekonomi Setdakab Inhil ini, untuk seluruh wilayah Kab Inhil hanya terdapat 4 buah SPBU dan 8 APMS. Jumlah ini diakuinya tidak mampu untuk menjangkau seluruh masyarakat.
Dengan alasan itu, keberadaan pedagang pengecer sebagai perpanjangtanganan pendistribusian kepada masyarakat diakuinya masih memegang peran yang cukup penting.
“dengan 4 SPBU dan 8 APMS kita pastikan tidak akan mampu untuk mensuplay kebutuhan BBM masyarakat secara merata di seluruh wilayah Inhil, khususnya untuk daerah-daerah yang keberadaannya cukup jauh dari SPBU dan APMStersebut. 2 SPBU berada di Kota Tembilahan, 1 Tembilahan Hulu dan 1 di Rumbai Jaya. dengan kondisi ini, diakui atau tidak peran pedagang pengecer tentunya cukup memiliki arti,” Ujar Rudianysah sambil mengatakan bahwa Pemkab Inhil dalam waktu dekat akan melaksanakan rapat untuk membicarakan persoalan ini.
Ditambahkan Rudianysah, untuk mengantisipasi kejadian seperti ini tidak terus berulang, Pemkab Inhil akan mengupayakan untuk kembali mengaktifkan pangkalan-pangkalan BBM.
“sudah lima harian ini SPBU tidak lagi melayani pembelian pedagang pengecer. Pengawalan dilakukan petugas kepolisian bekerjasama dengan pihak pertamina. Namun akibatnya, masyarakat kita kesulitan untuk mendapatkan kebutuhan bensin” Pungkas Rudianysah. (dro)
Warga Gaung Tewas Kesentrum di PT Pulau Sambu
Gbr ilustrasi, merdeka.com
TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Armain (30) Warga Desa Belantak Raya, Kecamatan Gaung, tewas seketika akibat tersetrum saat akan menjual kelapa di PT Pulau Sambu, Desa Air Tawar, Kecamatan Kateman, Ahad (16/6) sekitar pukul 02.00 WIB.
Kejadian bermula ketika korban yang datang dari kampung halamanya naik ke atas ponton dengan maksud hendak menghidupkan lampu. Namun entah karena apa tiba-tiba saat itu korban langsung kestrum dan akhirnya jatuh kedalam air.
“Diduga korban kesetrum saat ingin mencolokan lampu disekitar ponton dekat pompong korban berlabuh,”kata Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, melalui Kapolsek Kateman, Kompol Hotasi Purba, Senin (17/6).
Korban adalah warga Gaung yang ingin menjual kelapa hasil kebunnya ke PT Pulau Sambu. Namun nasib berkata lain, saat pulang bukannya uang hasil penjualan kelapa yang keluarganya dapat. Tapi korban yang merupakan tulang punggung keluarga pulang dalam keadan sudah tak bernyawa.
“Setelah dilakukan pemeriksaa, korban akhirnya dibawa pulang keluarga ke kampung untuk di kuburkan sebagai mana mestinya,” kata Hotasi.(dro/*1)
Bazda Inhil Terima Rp 300 Juta Zakat PT. THIP
TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Badan Amil Zakat Daerah (BAZDA) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menerima penyaluran Zakat dari PT Tabung Haji Indo Plantations (THIP) Kecamatan Pelangiran, sekitar Rp 300 juta.
Penyerahan Zakat tahunan oleh perusahaan tersebut merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya mereka juga pernah melakukan hal serupa pada tahun 2012 dengan dana sebesar kurang lebih Rp 2 Milyar. Dana itu merupakan sekian persen dari hasil keuntung perusahaan pada tahun sebelumnya.
Ketua BAZDA Inhil, H Syamsurizal Awie berjanji akan menjalankan amanah dari pihak yang menyerahkan dan menyalurkannya kepada pihak yang benar-benar membutuhkan bantuan. Dengan pola yang ada seperti pola konsumtif, ekonomi produktif dan bantuan bagi siswa miskin yang kurang mampu.
“Inikan amanah yang wajib kita jalankan. Mudah-mudahan kedepan menjelang bulan suci Ramadhan ada perusahaan-perusahaan lain melakukan hal serupa. Dengan itu bisa meringankan beban masyarakat tidak mampu,”ungkapnya Ahad (16/6).
Lanjutnya, BAZDA Inhil dalam waktu dekat akan melakukan sosialisasi dan himbauan kepada perusahaan maupun unit-unit kerja yang selama ini belum berpartisipasi menyalurkan zakat dan sebagainya.”Mudah-mudahan hal positif ini bisa ditiru oleh pihak-pihak lainya,” harap Syamsurizal Awie.
General Manager (GM) Keuangan PT THPI, Asmat mengungkapkan sebagai perusahaan berbasis islam sudah sepatunya ia memberikan zakat yang diperoleh dari sisa keuntungan perusahaan selama satu tahun. Dia mengakui menurunya jumlah zakat yang disalurkan kali ini akibat pengaruh laba perusahaan.
“Meski tak sebesar tahun lalu, tapi kami tulus untuk memberikannya. Mudah-mudahan bisa membantu orang yang benar berhak menerimanya,” tukas Asmat.
Penyerahan zakat itu dilakukan oleh Asmat didampingi beberapa staf dijajaranya dan langsung diterima oleh Ketua BAZDA serta para anggota dan pihak BNI. Karena dana yang diserahkan dalam bentuk Giro.(dro/*1)
Dari 1.898 Peserta UN di Kecamatan Kateman, Hanya 1 Siswa yang dinyatakan Tidak Lulus
Kateman (www.detikriau.org) – Pelaksanaan Ujian Negara (UN) 2013 di Kecamatan Kateman membuahkan hasil sangat menggembirakan. Dari total 1.898 peserta UN setingkat SLTA, SLTP dan SD sederajat, hanya 1 siswa yang dinyatakan tidak lulus.
Pernyataan ini disampaikan oleh Sekretaris UPTD Disdik Kecamatan Kateman, Amirullah di Guntung akhir pekan kemaren.
“Alhamdulillah hasil kelulusan peserta UN kita tahun ini sangat menggembirakan. Kita berharap hal ini dapat dipertahankan dan kalau mungkin kedepannya dapat lebih ditingkatkan”Syukuri Amirullah
Hasil gemilang ini ditambahkan Amirullah tentunya tidak terlepas dari usaha keras dan kerjasama yang baik dari semua pihak. Kepada para siswa yang telah berhasil menyelesaikan pendidikannya, ia berharap agar dapat meneruskan pendidikan ketingkat yang lebih tinggi dan terus menggantungkan cita-cita setinggi-tingginya.
“Kita dari pihak UPTD tentunya hanya bisa menyampaikan ucapan terimakasih atas keberhasil meraih prestasi yang sangat membanggakan ini. Terutama untuk para orang tua siswa, tenaga pendidik dan tidak lupa pihak Disdik Kabupaten yang selalu memberikan bimbingan terbaik bagi kami.” Pungkas Amirullah.
Peserta UN setingkat SLTA sederajat Kecamatan kateman berjumlah 391 siswa dengan tingkat kelulusan 100 persen. Kemudian untuk tingkat SLTP sederajat sebanyak 576 siswa dan hanya 1 orang siswa yang dinyatakan tidak lulus.
Untuk peserta UN tingkat SD sederajat diikuti oleh 931 orang siswa dan tingkat kelulusan juga 100 persen. “untuk tingkat SD, nilai UN tertinggi berhasil diraih oleh SD Abadi Desa Air Tawar dengan nilai UN rata-rata 8,15.” Pungkas Amirullah. (dro/Kadir)
Pemeriksaan di Jum’at Ke Tiga, RZ Akhirnya Resmi di Tahan
Jakarta (www.detikriau.org) – Setelah menjalani pemeriksaan selama kurang lebih enam jam dihari jum’at ketiga, Gubernur Riau, Rusli Zainal (RZ) akhirnya resmi ditahan KPK. Jum’at (14/6). Sebelumnya, KPK sudah dua kali memeriksa Rusli sebagai tersangka. Dalam dua kali pemeriksaan tersebut, Rusli tidak ditahan.
Pemeriksaan RZ oleh KPK sebagai tersangka untuk dua kasus sekaligus. Dalam kasus dugaan korupsi PON Riau, Rusli diduga memberikan uang sekaligus menerima uang terkait perubahan Perda PON Riau. Sedangkan dalam kasus dugaan korupsi kehutanan, Rusli diduga melakukan perbuatan melawan hukum atau penyalahgunaan wewenang terkait pengesahan bagan kerja IUPHHK-HT 2001-2006 di Pelalawan, Riau.
Petinggi Partai Golkar ini diduga mengesahkan rencana kerja tahunan atau RKT UPHHKHT untuk 10 perusahaan di Pelalawan pada 2004. Kasus ini telah menjerat mantan Bupati Pelalawan, Tengku Azmun Jafar, dan mantan Bupati Siak, Arwin AS, yang divonis bersalah beberapa waktu lalu.
Keluar dari gedung KPK Rusli terlihat mengenakan pakaian tahanan resmi KPK berupa rompi berwarna oranye dan seperti biasa masih terlihat santai sembari menebar senyum. “Ini sebuah proses yang harus dijalani. Karena sudah ditetapkan sebagai tersangka tentunya proses penahanan ini tetap dijalankan.” Ujar Rusli.
Rusli ditahan KPK di rumah tahanan yang berlokasi di basement Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.(dro)