Suara Petasan Ganggu Taraweh, Warga Minta Aparat Lakukan Penertiban

petasanTembilahan (www.detikriau.org) — Sejumlah masyarakat di kota Tembilahan mulai resah dengan suara ledakan petasan yang terdengar pada saat aktifitas ibadah sholat Taraweh. Pasalnya, suara ledakan petasan yang cukup memekakkan pendengaran tersebut membuat ibadah sholat menjadi tidak khusu’. Mereka meminta pihak berwenang untuk lebih memperketat peredaran petasan.

Pengakuan salah seorang masyarakat Tembilahan, Sirajuddin Burhan, suara ledakan petasan pada saat ibadah sholat taraweh berlangsung terasa sangat mengganggu. Suaranya yang bising  membuat jamaah taraweh menjadi tidak nyaman beribadah. “Kami meminta kepada pihak kemanan agar turun melakukan razia petasan sebab bunyi petasan sangat mengganggu ibadah sholat taraweh,” pinta Sirajuddin.

Sementara itu, Akmal Warga Tembilahan lainnya mengaku untuk mendapatkan petasan di kota Tembilahan tidaklah terlalu sulit. Bahkan untuk jenis petasan ukuran ekstra besar dan suara keras juga cukup mudah.”Banyak bang. Hampir disemua tempat ada.”Jawab Akmal.

Diakui Akmal, memainkan petasan disetiap bulan Ramadan dianggapnya sudah menjadi tradisi. Malam Ramadan tanpa ledakan petasan dikatakannya terasa sepi. Menurut Akmal jika mau ditertibkan ya harus penjualnya yang dibersihkan. “Kita kan hanya pemakai bang. Kalau barangnya sulit untuk didapatkan tentunya kami akan berhenti sendiri. Tapi saat ini barang cukup mudah kita dapat dan hargapun tidak terlalu mahal,” Akui Akmal saat sempat berbincang-bincang dengan detikriau.org di Jalan Jendral Sudirman Tembilahan, Rabu (17/7) malam. (dro)




Pengurangan Kuota, 64 JCH Inhil Ditunda Berangkat

jamaah hajiTEMBILAHAN (www.detikriau.org)  – 64 orang Jemaah Calon Haji asal Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dipastikan ditunda keberangkatanya pada musim haji tahun 2013. Hal ini diketahui dari hasil pengurangan 20 persen kuota haji Riau.

Dari 651 JCH Inhil, hanya 587 JCH yang masuk dalam alokasi porsi haji tahun 2013. 64 JCH yang pemberangkatannya ditunda akan diprioritaskan untuk pemberangkatan pada musim haji 2014 mendatang.

“64 JCH ini mendapatkan prioritas berangkat pada tahun haji mendatang,” jelas Kepala Seksi (Kasi) Haji dan Umrah Kantor Kementrian Agama (Kemanag) Inhil,Harun, kemaren di Tembilahan.

CJH yang ditunda Sesuai dengan Juknis yang di terima bahwa pengurangan kuota jemaah haji berdasarkan urutan nomor haji porsi tinggi. “pertimbangan lain adalah status haji. Terutama yang sudah pernah menjalankan haji pada tahun sebelumnya. Pemerintah hanya memprioritaskan mereka yang belum pernah haji,” ungkap Harun lagi. Sambil mengatakan bahwa pengurangan tersebut segera diberitahukan kepada para jemaah yang keberangkatannya ditunda.

Diharapkan JCH tidak terkejut dan memakluminya. Karena pengurangan kuota ini memang berlaku secara nasional. Sehingga aturan itu harus dipatuhi dan harap dimaklumi oleh semua pihak termasuk JCH itu sendiri. “Kami berharap CJH yang ditunda keberangakatannya pada tahun ini dapat bersabar, tahun depan Insya Allah diproritaskan,”pungkasnya.(dro/*1)




Disdik Inhil Belum Terima Laporan Adanya Buku Teks Berbau Cabul

45buku_berbauporno_beritaTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengaku belum menerima laporan terkait beredarnya buku teks Bahas Indonesia terbitan CV Grapia Buana untuk Kelas VI Sekolah Dasar (SD) yang dikabarkan didalamnya terkandung materi porno.

“Buku panduan belajar biasanya pihak sekolah yang langsung memesan  sekolah lekarena mereka yang lebih mengetahui apa yang menjadi dibutuhkan,” Ujar Kepala Dinas Pendidikan Inhil, HM Fauzar, Senin (15/7).

Sejauh ini, ditambahkan Fauzar, Inhil belum menerima adanya laporan terkait beredarnya buku panduan tersebut. Namun demikian kami akan pantau kemasing-masing sekolah.

Dalam kesempatan itu, Mantan Kepala Bappeda Inhil mengharapkan agar pihak sekolah lebih seletif sebelum memesan buku-buku cetak yang akan dipergunakan bagi anak didik dalam kegiatan belajar mengajar. Pasalanya jika itu terjadi tentu merupakan preseden buruk bagi dunia pendidikan terlebih lagi bagi mental anak.

“Kalau didalamnya ada pidana tentu menjadi domainnya petugas kepolisian. Tapi kami sangat berharap agar masalah demikian tidak sampai terjadi di Inhil,” tandas Fauzar.

Dialog antar tokoh dalam buku itu juga dianggap mendiskrimasikan perempuan. Salah satunya kala menjabarkan kehidupan perempuan penjajah seks di warung remang-remang. Dalam judul buku ‘Aku Senang Belajar Bahasa Indonesia. Untuk SD/MI Kelas 6′ di halaman 55 hingga 60, siswa diminta untuk membaca soal cerita ‘Anak Gembala dan Induk Serigala’

Buku teks Bahasa Indonesia tersebut sudah beredar lama hingga di kalangan anak-anak dan orang tua siswa. Tidak hanya menyinggung soal kata-kata yang tak layak, buku pendamping teks pelajaran tersebut di antaranya berisi cerita yang tak layak untuk siswa SD, seperti konteks lelaki pujaan.

“Melupakan deritanya pada sosok lelaki yang menistahkan dirinya pada sosok jabang bayi yang meruak dari celah selangkangannya, pada kesadaran bahwa dia adalah yang sewaktu-waktu mudah dihempas oleh jerat nafsu..”

Itulah potongan kalimat dari buku teks Bahasa Indonesia untuk SD dan MI kelas 6 terbitan CV Graphia Buana yang dianggap mengandung sisi pornografi.(dro/*1)




Jelang Berbuka, Jalan Protokol Tembilahan Macet

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Jelang datangnya waktu berbuka puasa,  beberapa ruas jalan kota Tembilahan mengalami kemacetan, pemandangan ini terlihat mulai dari kawasan jalan M.Boya, kemudian Jalan sudirman, Jalan Telaga Biru, serta Jalan Abdul Manaf dan beberapa ruas jalan protokol lainnya. Pada umumnya kemacetan ini di sebabkan banyaknya warga dengan mengendarai kendaraan roda dua untuk membeli menu buka puasa.

“Setiap jelang buka puasa hari pertama kemarin, beberapa titik ruas jalan di kota Tembilahan mengalami kemacetan cukup parah, hal ini tentu menyulitkan para pengguna jalan, dikarenakan banyaknya warga membeli kuliner untuk berbuka,”kata Rama (20) Mahasiswa Unisi Tembilahan.

Kemacetan pada beberapa kawasan tersebut, terlihat semakin parah mulai pukul 16.00 Wib sampai menjelang waktu berbuka puasanya pukul 18.00 WIB. Meski demikian pihak   Satuan Lalu Lintas Polres Inhil di bantu dengan petugas dari Dinas Perhubungan sudah menempatkan personil untuk menertibkan alur kendaraan yang melintas.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Indragiri Hilir H.Rudiansyah mengatakan bahwa pada Ramadhan 1434 H, untuk pasar Wadai dipusatkan di sepanjang  Jalan Gajah Mada, dengan disediakan tenda yang ada.

“Kita sudah sediakan, tempat khusus dan tenda bagi pedagang yang berjualan menu jajanan selama di bulan suci Ramadhan. Untuk menjaga kebersihan kita juga sudah bekerja sama dengan petugas Dinas Pekerjaan Umum (PU),”kata H.Rudiansyah.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si melalui Paur Humas Ipda Warno Akman menyatakan untuk menghindari kemacetan beberapa personil Satlantas sudah ditempatkan pada beberapa titik rawan macet, agar jalur lalu lintas bisa lancar seperti yang diharapkan.

”Kita sudah tempatkan beberapa personil di kawasan yang biasanya terjadi kemacetan lalu lintas pada saat sore hari, terutama menjelang waktu berbuka puasa. Termasuk kawasan lainnya,”ujarnya.(dro/*e)




Srikandi Air Buka Jalur Penerbangan, Batam-TBH-PKU

Suasan ekspose Srikandi Air diruang Balai Utama Kantor Bupati Inhil, jum'at (12 juli 2013)
Suasan ekspose Srikandi Air diruang Balai Utama Kantor Bupati Inhil, jum’at (12 juli 2013)

Tembilahan (www.detikriau.org) – Setelah sempat vakum beberapa waktu, Indragiri Airport di Kecamatan Tempuling dalam waktu dekat kembali akan beroperasional. Hal ini terjadi sejalan dengan segera akan beroperasinya maskapai penerbang “Srikandi Air” dengan pesawat Foker 50 dibawah naung bendera PT Srikandi Mahardika Mandiri.

Pernyataan ini disampaikan juru bicara PT SMM, Agus dalam exposenya di hadapan pejabat Inhil bertempat di aula utama kantor Bupati Inhil, Jum’at (12/7).

Menurut Agus, pesawat Foker dengan kapasitas 50 penumpang ini nantinya akan dioperasionalkan untuk rute penerbangan Batam Tembilahan dan Pekanbaru. “jadwal keberangkatan kita rencanakan selama 6 hari. terhitung dari hari senin hingga sabtu. Untuk hari minggu pelaksanaan maintaenance.” Ujar Agus dalam exposenya.

Untuk jam pemberangkatan dijelaskan Agus, direncanakan setiap harinya, pesawat sudah bertolak dari Batam sekira pukul 08.00 Wib dan tiba di Bandara Tempuling (Indragiri Airport . red) sekira pukul 08.40 Wib. Selanjutnya penerbangan dari Tembilahan menuju bandara di pekanbaru sekira pukul 09.10 Wib dan diperkirakan sudah tiba di Pekanbaru pukul 09.50 Wib.

Kemudian pesawat kembali akan terbang dari Pekan Baru menuju Tembilahan sekira pukul 10.20 Wib, tiba di Tembilahan jam 11.00 Wib kemudian kembali berangkat dari Indragiri Airport menuju Batan sekira pukul 11.30 Wib dan tiba di batam pukul 12.10 Wib.

“Untuk besaran biaya, kita perkirakan kisaran Rp. 500 riabuan untuk sekali penerbangan. Namun yang perlu diingat, karena pesawat relative kecil, kapasitas barang bawaan setipa penumpang hanya kita batasi maksimal 10 Kg,” Sampaikan Agus.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Indragiri Hilir, H Fahrolrozy berharapa operasional maskapi srikandi dapat terus eksis memberikan pelayanan kepada masyarakat Inhil.

“Dari awal kalau dimintakan kita memberikan subsidi untuk kuris seperti maskapai sebelumnya kami tegaskan kami tidak akan bersedia. Namun pastinya kami berkeyakinan peluang ini akan memberikan keuntungan ekonomi yang sangat menjanjikan,” Ujar Fahrolrozi.

Sebagai bahan pertimbangkan dikatakan mantan Kadisperindag Inhil ini, untuk jalur tranportasi laut menggunakan speedboat batam Tembilahan setiap hanrinya dengan biaya Rp. 470 ribuan, dari dua kendaraan air berkapasitas 150 penumpang per unitnya, selalu penuh terisi penumpang.  “Jadi kalau hanya untuk menisci 50an kursi, saya berkeyakinan tidak akan ada halangan,” Jelaskan Fajrolrozy.

Expose Srikandi Air yang awalnya direncanakan akan dihandiri secara langsung oleh Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan, dikarenakan sesuatuhal diwakilkan kepada Asisten II Setdakan Inhil.

Disamping dihadiri asisten II, kegiatan ini juga dihadiri Asisten I setdakab Inhil, Djamilah, Kepala Dinas, Kantor dan Badan dilingkungan Pemerintahan Kabupaten Indragiri Hilir.




Lagi-lagi Larangan Pemkab Inhil Hanya dianggap Pepesan Kosong

puasaTembilahan (www.detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir diminta untuk tegas menegakkan aturan. Keputusan operasional rumah makan diatas jam 15.00 Wib di bulan ramadan setiap tahunnya disampaikan, namun setiap tahun pula edaran pemkab inhil ini dianggap tak lebih dari pepesan kosong.

Dari pantauan lapangan, baru memasuki hari kedua pelaksanaan ibadah puasa ramadhan, seperti biasa, pengusaha rumah makan sudah mulai membuka usahanya sejak pagi. Walaupun hanya sedikit pintu terbuka dan itupun masih ditutupi dengan lembaran kain, namun aktifitas didalamnya berjalan normal sebagaimana hari-hari biasa diluar ramadan.  Sang pemilik usaha seakan tidak pernah mendengar larangan operasional dibawah jam 15.00 wib selama bulan ramadhan.

Kejadian hari ini, pun sudah terjadi pada ramadhan tahun-tahun sebelumnya. Skenariopun masih sama. Aturan masih dianggap himbauan kosong. Pura-pura tidak tau, disepelekan dan usahapun terus berlanjut.

“Polisi pamong Praja sebagai penjaga wibawa pemerintah kesannya sama saja, masuk dalam skenario seperti tahun-tahun sebelumnya. Dikabaripun, tahap awal paling hanya menjawab akan segera kita pantau. Berikutnya jika benar ditemukan ada rumah makan membandel, dikatakan akan segera diberikan teguran tertulis, kemudian, jika masih tidak mengikuti segera akan ditindak dan, bla..bla..bla dan akhirnya ramadanpun berlalu. Kita menduga semua mendapatkan peran dan kompensasi tertentu untuk memainkan skenario ini.” Sampaikan seorang warga Tembilahan, Anto di Tembilahan, kamis (11/7).

Ungkap kecurigaan Anto juga tidak jauh berbeda dengan apa yang disampaikan Rudy (38) warga Tembilahan lainnya. Menurut Rudy, kalau mau jujur, setiap tahun pengusaha rumah makan yang membandel sepertinya tidak pernah berubah. Kalau mereka hingga saat ini masih bebas berbuat seenaknya, sudah pasti memang ada peran, aturan dan jumlah setoran tertentu yang sudah disepakati.

“Rasanya siapa yang tidak mengetahui permainan seperti ini. Mau tunggu ketegasan pamong sebagai pengawal aturan pemerintah, setiap tahun penegakkan kesannya hanya bohong-bohongan. Gertak-gertak, dapat kompensasi dan ramdanpun bubar. Aturan tinggal aturan yang penting biaya kebutuhan ramadhan dan lebaran terpenuhi. Entahlan” Sindir Anto.

Dua hari sebelumnya, seperti juga kejadian pada ramadan tahun-tahun sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) sudah mengeluarkan aturan untuk membatasi aktivitas warung makan dan restoran selama bulan puasa. Pemilik usaha wajib membuka usahanya di atas pukul 15.00 WIB hingga waktu sahur.

Sekretaris Daerah (Sekda) Inhil, H Alimuddin RM mengemukakan himbauan tersebut bertujuan untuk menghormati umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa.  Supaya kekusukan dan kelancaran tetap terjaga hingga berakhirnya bulan puasa.

“Hal inikan hanya setahun sekali bukan setiap hari. Jadi kami mohon para pemulik usaha benar-benar mematuhinya. Semua ini demi kepentingan kita bersama,” ungkap Alimuddin RM, Selasa (9/7) kemaren sambil mengatakan apapun alasanya peraturan  itu harus dipatuhi.

Tidak hanya itu, Sekda juga mengatakan tempat hiburan malam juga dillarang beroperasi seperti biasanya.  Apabila ada pengelola tempat hiburan malam yang tetap beroperasi selama Ramadan maka akan mendapat tindakan tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tindakan yang dimaksud bisa sampai dengan pencabutan izin usaha.

“Bagi siapa yang melanggar akan ditindak sesuai peraturan yang berlaku. Karena kita ingin kesucian bulan puasa benar-benar terjaga. Jangan sampai bulan itu ternoda oleh berbagai aktivitas yang menyesatkan,”Ancam Sekda.

Skenario permainan seperti ramadan sebelumnya kinipun kembali dimulai. Kita hanya menunggu apakah peran Pemerintah Daerah khususnya Polisi Pamong Praja tetap sama seperti tahun-tahun sebelumnya? (dro)