BLH : Karhutla di Luar HGU PT BNS

hutanTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Hasil investigasi  Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Indragiri Hilir bersama Kantor Kementrian Lingkungan Hidup, KLH Riau  dan petugas dari Polda Riau terkait Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang disebutkan terjadi di areal  PT.Bhumireksa Nusa Sejati (BNS) Kecamatan Pelangiran disebutkan tidak benar. Titik api yang sempat terpantau satelit NOAA 18 beberapa waktu lalu terjadi di luar HGU milik PT.BNS.

Penegasan itu disampaikan oleh Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Inhil melalui Kepala Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan, Ardi Yusuf, Ahad (30/6). Ia katakan sesuai dengan hasil vertifikasi hotsport di PT.BNS yang sudah dilakukan, ternyata adanya titik api tersebut berada diluar HGU artinya dilakukan oleh masyarakat setempat. Diduga untuk membuka lahan guna menanam seperti jagung dan tanaman lainnya.

“Dari hasil investigasi lapangan yang sudah dilakukan oleh Tim pemantau pada sekitar HGU milik PT.BNS tidak ditemukan adanya titik api. Diduga timbulnya titik api yang sempat terpantau oleh satelit NOAA 18  dilakukan warga setempat guna membuka lahan,”ujar Ardi Yusuf.

Bahkan dari hasil turun langsung kelapangan di PT.BNS Kecamatan Pelangiran, untuk menghindari terjadinya kebakaran, Kini perusahaan tersebut sudah membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA) sebanyak 5 kelompok yang sudah terlatih, selain itu pada kawasan HGU juga sudah didirikan 11 titik menara api, guna memantau jika terjadi kebakaran lahan.

Ardi Yusuf meminta kepada seluruh pihak, Perusahaan maupun warga masyarakat, terutama yang akan membuka areal lahan perkebunan hendaknya tetap memikirkan dampak dari kerusakan lingkungan. Apalagi seperti kabut asap yang ditimbulkan akibat pembakaran hutan selalu menjadi isu nasional, sampai-sampai kita mendapat teguran dari Negara tetangga.

“Saya berharap kepada seluruh pihak, Perusahaan maupun warga masyarakat khususnya di Kabupaten Indragiri Hilir, harus tetap menjaga lingkungan jangan sampai membakar hutan tanpa memikirkan dampaknya,”tegas Ardi Yusuf.

Sumono (42) warga Desa Parit Asia Kecamatan Pelangiran wilayah terdekat kawasan HGU PT.BNS membenarkan bahwa di dekat kebunnya diluar HGU PT.BNS, telah terjadi pembakaran hutan namun siapa pelakunya  ia mengaku tidak mengetahui.

“Memang betul, kurang lebih seminggu yang lalu persis didepan kebun saya ini terjadi kebakaran hutan, tapi pelakunya saya tidak tahu. Pada saat terjadi kebakaran sayapun sempat panik karena asapnya cukup pekat   hingga anak saya yang kecil sempat sesak nafas,”kata Sumono.(dro/*e)




Ribuan Personil dan Bhayangkari Polres Inhil Ikuti Jalan Santai

Bersempena  HUT Bhayangkara ke-67

Kapolres Inhil AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si ketika memberangkatkan peserta jalan santaiTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Ribuan peserta Keluarga Besar Mapolres Inhil,  mengikuti kegiatan jalan dalam acara rangkaian HUT Bhayangkara ke-67, pada Sabtu pagi (29/6).

Kegiatan ini selain dihadiri oleh Kapolres Indragiri Hilir, AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si dan Waka Polres Kompol Yuniar Ari SIK, Kabag, Kasat, Kapolsek serta seluruh personil Polres Inhil bersama keluarganya.

Dalam kegiatan tersebut, bagi peserta yang beruntung, mendapatkan Doorprize hadiah utama berupa 1 unit sepeda motor.

Dalam sambutannya Kapolres Inhil melalui Ketua Panitia Pelaksana, Kasat Pol Air AKP.Supandy mengatakan pada intinya kegiatan ini dilaksanakan untuk lebih meningkatkan kemitraan dan ajang silahturahmi khususnya bagi keluara Polri Polres Inhil.

“Kegiatan ini, sekaligus ajang silaturrahim antara Polisi Polres Inhil dengan masyarakatnya dalam membangun kemitraan. Dengan begitu diharapkan akan tercipta kedekatan untuk bersama-sama membangun ketertiban umum dan kenyamanan lingkungan, sesuai dengan tugas pokok Polisi dalam melayani, mengayomi dan melindungi masyarakat” kata Supandy.

Ditambahkannya, dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke 67 ini, Jajaran Polres Inhil menggelar beberapa rangkaian kegiatan mulai dari pertandingan olah raga seperti bulu tangkis, permainan domino, kegiatan sosial berupa gotong royong, anjang sana di panti asuhan dan malam renungan suci di makam Pahlawan serta kegiatan lainnya.

Hadiah utama Doorprize berupa 1 unit sepada motor yang pencabutannya dilakukan langsung oleh Kapolres Inhil AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si berhasil dimenangkan oleh Briptu Petrus Anggota Satuan Lalu Lintas Polres Indragiri Hilir.(dro/*e)




FPI Himbau Semua Pihak Hormati Bulan Suci Ramadhan

fpiTembilahan (www.detikriau.org) – Front Pembela Islam (FPI) kabupaten Indragiri Hilir menghimbau kepada semua pihak untuk menjaga kesucian bulan ramadhan yang akan tiba tidak lama lagi.

“Himbauan ini juga sudah kita sampaikan dalam aksi konvoi damai rabu malam kemaren. kita hanya mengingatkan  kepada masyarakat khususnya umat muslim agar benar-benar menghormati dan menjaga kesucian bulan ramadhan. Kami tegaskan agar tidak adanya praktik maksiat selama bulan suci bagi umat islam ini,”Sampaikan Ketua Dewan Syuro FPI Inhil, H Ali Azhar yang saat itu didampingi Ketua Dewan Tanfizs FPI, Asmadi Dubli dan Panglima Laskar, M, Margono, Jum’at (28/6) di Tembilahan.

Dalam kesempatan itu, Ustadz Ali Azhar juga menegaskan bahwa FPI tidak akan mentolerir berbagai perbuatan maksiat apalagi yang berpotensi dapat mengganggu kesucian bulan ramadhan dan merusak kekhusukan ibadah umat islam.

Pesan ini diaktakannya nantinya juga akan disampaikan secara tertulis kepada pihak-pihak terkait terutama pengelola penginapan, tempat-tempat hiburan dan warung-warung kopi untuk menghentikan semua aktifitas yang dapat mengotori kesucian bulan ramadhan. “Kita berharap hikmbauan ini agar dapat ditaati dan dipatuhi,” Tutup Ustadz Ali Azhar.(dro)




Polres Inhil Musnahkan 37,6 Gram Sabu-Sabu

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)  –  Bersempena peringatan Hari Narkotika Sedunia, Sedikitnya 37,6 gram narkotika jenis sabu-sabu dimusnahkan oleh Satuan Unit Narkoba Polres Indargiri Hilir yang pelaksanaannya sekaligus disejalankan dengan kegiatan penutupan Pondok Pesantren Kilat dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke 67.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Mapolres Indragiri Hilir, dihadiri Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si, Waka Polres Kompol Yuniar Ari Darmawan SIK, Ketua PN Tembilahan Djoni Witanto SH.MH, Kasipidum Boy Martin SH , para Kabag dan Kasat serta 47 peserta pesantren kilat.

Dalam sambutannya Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si sebelum pelaksanaan pemusnahan mengakui bahwa untuk kasus narkoba selama dirinya bertugas di Polres Inhil, ternyata angkanya selalu mengalami peningkatan. Sebab hampir setiap bulan selalu ada pengungkapan kasus narkoba dan pelakunya mulai dari pengedar serta pemakai barang haram tersebut

“Acara pemusnahan barang bukti sabu hari ini sungguh istimewa, sebab bersamaan dengan penutupan kegiatan pesantren kilat yang diikuti 47 personil yang pelaksanaannya selama 3 hari kemaren,”kata Kapolres Inhil AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si

Selain itu, Kapolres juga meminta kepada jajarannya untuk selalu konsisten dalam rangka memberantas peredaran narkoba. Untuk itu diperlukan jalinan kemitraan dengan masyarakat, sebab jika sudah ada hubungan baik dengan masyarakat nantinya bisa memberi segala informasi terkait dengan pelaku kejahatan narkoba di lingkungan masyarakat

“Pola kemitraan dengan masyarakat harus lebih kita tingkatkan, sebab melalui informasi dari masyarakat pihak Kepolisian bisa mengetahui aktifitas terjadinya kejahatan narkoba, sehingga pemberantasan narkoba akan semakin terungkap pelakunya” tambah Kapolres.

Usai acara penutupan, Kasat Narkoba AKP Imron Teheri S.sos menambahkan kejahatan narkoba di wilayah hukum Polres Inhil termasuk sudah cukup sifinikan. Pasalnya hingga saat ini hingga memasuki triwulan I dan II, sudah terdapat 30 LP dengan berkas perkara 43 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 43 orang.

Bahkan dari jumlah tersangka tersebut diatas, 3 orang diantaranya perempuan serta yang berstatus Pegewai negai Sipil sebanyak 2 orang. Lalu untuk sisanya dari masyarakat kalangan umum. Tegasnya.(dro/*e)




Tabrakan Maut, Dua Balita Meninggal Dunia

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sebuah kecelakaan maut adu kambing antara sepeda motor dengan mobil Kijang Inova terjadi di Jalan Lintas RT.04 tepatnya di depan Pondok Pesantren Darus Salam Desa Sungai Salak Kecamatan Tempuling, Selasa (25/6) sekitar pukul 08.45 Wib. Akibat kejadian ini, 2 orang balita kehilangan nyawa.

Dua orang korban yang meninggal dunia, diketahui bernama Taibatus Soleha (6) menghembuskan nafas ketika dilarikan ke Puskesmas Tempuling. Sedangkan korban Bunaeya Salamah (3) meninggal di TKP. Kedua korban naas tersebut, sebelum terjadi kecelakaan di bonceng sepeda motor Honda Astrea Grand BA 2110 GA yang dikendarai orang tuanya, Eliyas Muktar (42) warga Kecamatan Tempuling.

Berdasarkan keterangan Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si melalui Paur Ipda Warno Akman mengatakan krnologi kecelakaan maut yang merenggut 2 korban jiwa  berawal saat motor Astrea Grand Astrea melintas dari arah Rumbai Jaya hendak menuju arah ke Tembilahan.

Pada saat itu pengendara motor Eliyas membonceng tiga penumpang,  yakni Syahyadi (37) warga Desa Sungai Salak duduk dibelakang, kemudian duduk ditengah Bunaeya Salamah (3) dan duduk didepan Taibatus Soleha (6).

Namun naas ketika sampai di TKP, tiba-tiba dari arah depan secara berlawanan melintas sebuah mobil Inova BM 1991 LS warna hitam yang dikemudikan oleh Miswar (53) warga Lorong Blida Kecamatan Tembilahan Hulu.

Akibat kelalaian, laga adu kambing tidak bisa dihindarkan dan terjadi benturan keras. Akibatnya, pengendara motor berikut ketiga penumpangnya harus terpelanting di tengah jalan aspal.

“Diduga akibat terbentur aspal setelah jatuh, akhirnya korban Taibatus Soleha meninggal dunia ditempat, sedangkan satu korban meninggal lainnya ketika dalam perjalanan menuju Puskesma yaitu Bunaeya Salamah (3),”ujar Paur Humas Ipda Warno Akman.

Bahkan ketika pengendara motor berikut penumpangnya sudah jatuh di tengah jalan setelah terjadi tabrakan, dari arah belakang juga melintas sebuah kendaraan motor Honda Supra X BM 6673 GS yang dikendari Edy Purwanto (36) dari arah Rumbai menuju Tembilahan. “Karena pengendaranya berusaha mengelak akhirnya juga terjatuh dan mengalami luka lecet,”tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Tempuling, AKP P.Pardosi juga membenarkan terjadinya kecelakaan maut hingga memakan 2 korban jiwa. Untuk kondisi kedua kendaraan terutama sepeda motor korban mengalami kerusakan cukup serius, sedangkan mobil Inova pada bagian kacanya juga rusak.(dro/*e)




Pemprov Riau Diminta Serius Tuntaskan Persoalan Tapal Batas Inhil-Inhu

Tembilahan (www.detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Pemkab Inhil) melalui Camat Kecamatan Keritang, A Ramani meminta Pemerintah Provinsi Riau untuk segera menyikapi dengan tindakan nyata terkait penanganan tapal batas kab Inhil dan kab inhu. Jika persoalan yang sebelumnya sudah berbuntut jatuhnya korban jiwa ini tidak segera diselesaikan, dikhawatirkan peristiwa serupa yang tentunya sama-sama tidak diinginkan akan kembali berulang.

Pernyataan ini disampaikan Camat saat bertemu harian vokal di kantor Bupati inhil, kemaren. Menurut Camat, Pemprov Riau melalui bagian tata Pemerintahan (Tapem) sebelumnya sudah menjanjikan untuk langsung turun ke lapangan untuk segera menyelesaikan persoalan ini. Namun hingga hampir 1 bulan melewati batas yang sudah dijanjikan, janji itu tidak juga dipenuhi.

“Ini persoalan yang sangat krusial dan sepatutnya mendapatkan perhatian serius. Kalau sekedar rapat, kita sudah beberapa kali melakukan bersama pihak pemprov. Tapi ini tidak cukup sebatas itu. Saat ini yang kita butuhkan adalah tindakan nyata,” Kritik Camat.

Disamping hal itu, ditambahkan Camat, tapal batas kedua kabupaten itu hingga hari ini terus mendapatkan pengawalan dari aparatur kepolisian. dinilai camat, jika penyelesaian persoalan ini bisa disegerakan kenapa harus dibiarkan berlarut-larut.”Mohon segera turun kelokasi. Jangan hanya janji. Kami siap memberikan bantuan untuk segera menyelesaikan persoalan ini,” Pinta Camat.

Terkait persoalan ini, kabag tapal batas tata pemerintahan Provinsi Riau, Huzaimi Ibrahim ketika dikomfirmasi melalui sambungan telepon selularnya menjelaskan bahwa belum direalisasikannya kunjungan kelokasi dikarenakan kesibukan berbagai agenda. Namun untuk hal itu, ia menyatakan sudah menugaskan kepada kasubag untuk segera menjadwalkan.” Sudah, kita sudah perintahkan kasubag, Suhardiman untuk segera menjadwalkan,” Jawab Huzaimi.

Kasubag Komplik lahan tata pemerintahan pemprov Riau, Suhardiman ketika dikomfirmasi melalui sambungan telepon selularnya membenarkan. Menurutnya, kunjungan diagendakan sekira tanggal 2 bulan juli 2013 mendatang.

Keseriusan pihak Pemprov Riau untuk segera menyelesaikan persoalan ini juga dimintakan salah seorang masyarakat Inhil, Rahman. Ia meminta persoalan ini jangan dianggap enteng dan dibiarkan berlarut-larut. Bahkan kesan tidak serius Pemprov Riau ini menrut penilaiannya bisa saja menimbulkan dugaan dikarenakan rasa sungkan dengan pihak perusahaan. “kecurigaan masyarakat mengarah kesana, saya rasa tidak ada salahnya. Soalnya kan mungkin saja karena sudah menerima imbal jasa tertentu, rasa sungkan membuat segala upaya menjadi canggung dan berat untuk dilakukan.” Kata Rahman.

Diakhir kata, rahman kembali mempertegas agar semua pihak menyikapi penyelesaian persoalan ini dengan serius dan segera sebelum hal-hal yang tidak diinginkan kembali mencuat dan tentunya masyarakat juga yang pada akhirnya akan menjadi korban. (dro)