Danrem WB Buka Latihan Gladi Posko I Kodim Inhil

Dandrem 031 Wirabima, Brigjen TNI, Teguh Rahardjo
Dandrem 031 Wirabima, Brigjen TNI, Teguh Rahardjo

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Danrem 031/Wirabima, Brigjen TNI Teguh Rahardjo, membuka secara resmi latihan Gladi Posko I Kodim 0314 Indragiri Hilir (Inhil), Senin (29/7).

Kegiatan pembukaan yang dipusatkan di Makodim 0314 Inhil, Jalan Jendral Ahmad Yani Tembilahan juga dihadiri Sekdakab Inhil, H Alimuddin RM, unsur pimpinan daerah dan unsur pimpinan Kodim 0314 Inhil.

Dalam amanatnya Danrem menyampaikan, pelatihan ini dimaksudkan untuk menyiapkan satuan jajaran Korem 031 Wirabima agar memiliki kesiapan operasional dalam rangka melaksanakan tugas pokok baik pada Operasi Militer untuk Perang (OMP) maupun pada Operasi Militer Selain Perang (OMSP), upaya yang dilakukan diantaranya dengan melaksanakan pembinaan latihan.

“Pembinaan latihan diwujudkan dalam bentuk latihan yang direncanakan, disiapkan, dilaksanakan, diawasi, dikendalikan dan dievaluasi,” kata Danrem.

Dengan demikian, latihan itu diharapkan dapat mencapai tujuan dan sasaran latihan yang ditetapkan dengan berbagai macam metode latihan yang diterapkan. Gladi Posko I merupakan salah satu metode latihan taktis tanpa pasukan untuk melatih para Komandan dan Staf dalam merencanakan operasi dan menerapkan taktik dan teknik operasi.

Tujuanya, lanjut danrem agar bisa meminimalisir jatuhnya korban jiwa maupun harta benda pada saat terjadi bencana alam. Selain itu, perlu disadari bahwa keberadaan aparat komando kewilayahan dituntut untuk berperan aktif  khususnya dalam mendekteksi dan menyelesaikan berbagai permasalahan yang berkembang di wilayah.

Diujung amanatnya, orang nomor satu di tubuh TNI angkatan darat Riau itu mengatakan, latihan Gladi Posko I diharapkan dapat meningkatkan profesionalitas Komandan dan Staf Kodim dalam melaksanakan prosedur hubungan kerja terutama pada penyelenggaraan operasi perbantuan kepada Pemerintah Daerah.

“bantuan yang dimaksud saat mengatasi berbagai permasalahan diantaranya bencana alam berupa banjir dan sejenisnya. Maka itu pada latihan ini dimulai dari tahap perencanaan sampai pelaksanaan operasi,”pungkasnya.(dro/*1)




Hingga Juli 2013, Kejaksaan Tembilahan Tangani 11 Kasus Pencabulan

cabulTembilahan (www.detikriau.org) – Hingga bulan Juli 2013, Kejaksaan Negeri Tembilahan telah menangani 11 kasus perkara pencabulan. Dari jumlah itu, 4 perkara sudah diputus dan 7 perkara masih dalam proses persidangan.

Berdasarkan penjelasan Kepala Kejaksaan Negri (Kajari) Tembilahan, Ferziansyah Sesunan SH melalu Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum), Boy Martin SH. Dari 11 kasus ini, 10 diantaranya pelakunya adalah orang dewasa dan hanya 1 kasus yang pelakunya anak-anak.

“Kebanyakan korban adalah anak dibawah umur. Meski terbilang cukup banyak tapi tidak bisa dikatakan ada peningkatan karena jumlah kasus pencabulan setiap tahunnya terbilang merata. Dari jumlah itu, 4 kasus sudah diputus pengadilan dan 7 lainnya masih dalam proses persidangan,” Terang Boy Martin akhir pekan kemaren ketika ditemui diruang kerjanya.

Untuk kasus pencabulan, sesuai ketentuan aturan hukum yang berlaku, rata-rata pihak kejaksaan melakukan tuntutan 10 tahun keatas dan dari  kasus yang sudah diputus, pelaku mendapatkan hukuman diatas 6 tahun kurungan penjara . “Tetapi jika pelakunya anak-anak maka hukumannya hanya separo dari orang dewasa,” Tambahkan Boy

Dari sebelas perkara pencabulan yang masuk di Kejaksaan Negri Tembilahan, 4 perkara yang sudah diputus yakni kasus atas nama terdakwa, Ponidin bin Muriadi (pasal 82 UU RI No 23 Tahun 2002), selanjutnya Muhipudin Alias Udin bin Kasim (pasal 81 (2) UU RI No 23 tahun 2002 atau pasal 82 UU RI No 23 Tahun 2003, Kemudian, Donal Simbolon Alias Donal bin Marlon Simbolon (pasal 81 (1) atau (2) UU RI No 23 Tahun 2002) dan terakhir perkara yang sudah diputus pengadilan atas nama terdakwa Ahmad Toha bin Matkusmin (pasal 82 UU RI No 23 tahun 2002).

Sementara 7 kasus lainnya yang dalam persidangan yakni atas nama, Suyatno bin Kaslan (pasal 81 (1) atau (2) UU RI No 23 Tahun 2002), Kemudian Leo Siringgo ringgo (pasal 82 UU RI No 23 tahun 2002), Bukhari Alis Abu bin Rozali (pasal 82 UU RI No 23 tahun 2002), Randi Panggila Alias Randi bin Surip (pasal 82 UU RI No 23 tahun 2002), Rahmad Hidayat  Alias Amat bin Imis (pasal 81 (2) UU RI No 23 tahun 2002), dan Bustami Alias Tami bin Jakfar (pasal 82 (2) UU RI No 23  tahun 2002 jo 64 (1) KUHP). Kemudian satu kasus yang masih dalam proses persidangan yang pelakunya dilakukan oleh anak-anak yakni Adrian Mandala Putra Alias Iyan Bin Edi Chandra (pasal 81 (1) UU RI No 23 tahun 2002).

“Selain 11 kasus yang sudah ditangani pihak kita ini, 2 kasus pencabulan lainnya kini masih dalam pemeriksaan oleh pihak kepolisian.”Pungkas Boy Martin. (dro)




Operasi Ketupat dan Amankan Arus Mudik, Polres Inhil bersama Instansi Terkait dirikan 8 Pos

12 014TEMBILAHAN (ww.detikriau.org) – Polres Inhil bersama Instansi Terkait dirikan 7 Pos pengamanan serta 1 Pos Induk Pemantau. Pendirian Pos ini dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat dan pengamanan Arus Mudik Lebaran 1434 H yang akan difungsikan mulai H-7 dan H+7, mulai dari 2 hingga 16 Agustus mendatang.

Kebijakan ini merupakan hasil keputusan rapat yang berlangsung di Aula Polres Inhil, Kamis (25/7), bersama Instansi terkait diantaranya Asisten II Pemkab Inhil, Kodim 0314 /Inhil, Dinas Perhubungan dan Informatika, Sat Pol PP, Dinas Kesehatan Pelabuhan, Polsek Pelabuhan, Jasa Raharja,  PMI, Pelindo dan beberapa Kapolsek.

“Dimasing-masing pos pengamanan tersebut, terdiri dari beberapa petugas gabungan yang sudah ditentukan. Bahkan untuk di Pos Pengamanan lebaran yang ada di Pelabuhan Pelindo Tembilahan nantinya juga dilengkapi adanya petugas Kesehatan yang akan melayani pemudik bila mendadak sakit,” Ujar Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan SIK, M.Si melalu Kabag Ops, AKP Kurnia SIK

Lanjut Kabag Ops, dalam waktu dekat demi suksesnya pengamanan arus mudik lebaran, seperti biasa, bertempat di lapangan upacara jalan Gajah Mada Tembilahan, akan digelar apel bersama dalam persiapan kegiatan Operasi Ketupat dan arus mudik lebaran

“Untuk mengetahui sampai sejauhmana persiapan petugas gabungan, maka sebelum pelaksanaan hari H, akan digelar apel bersama,” tambahnya.

Ia juga menambahkan khusus untuk pos pengamanan yang ada didaerah nantinya dibawah pengendalian Polsek setempat. Untuk Kota Tembilahan menjadi tanggung jawab kita bersama.

7 pos pengamanan lebaran yang dimaksud antara lain, pos utama ditempatkan di lapangan parkir yang ada dikawasan jalan Sudirman, dan pos pengamanan pendukung lainnya di pelabuhan Pelindo, pos Pengamanan Jembatan Rumbai, pos Desa Selensen, pos pengamanan pelabuhan Kuala Enok, pos pengamanan pelabuhan Reteh dan pos pengamanan Sungai Guntung.

Adapun untuk jumlah petugas gabungan yang akan terlibat dalam pengamanan arus mudik dan arus balik lebaran berjumlah 351 personil yang disipakan untuk antisipasi terjadinya hal-hal yang tidak dinginkan, serta meminimalisir terjadinya tindak kejahatan dan kelancaran arus mudik, pungkasnya.(dro/*e)




Telor Ayam Ras juga Naik, Produsen Kue Lebaran Urut Dada

Telur AyamTembilahan (www.detikriau.org) – Pengusaha rumahan kue lebaran di kota Tembilahan mulai mengeluh. Harga telur ayam ras yang menjadi bahan utama pembuat dagangan mereka, kinipun mulai ikut-ikutan meroket menyusul naiknya harga beberapa kebutuhan lainnya.

Ani, seorang pembuat kue kering untuk lebaran mengaku kenaikan harga telur ini akan sangat berpengaruh dengan omset penjualannya. Naiknya jumlah modal yang dibutuhkan tentunya akan meningkatkan harga jual. Sayangnya, kondisi ekonomi masyarakat saat ini justru dalam kondisi keterpurukan.

“saya agak pesimis bisnis kue kering tahun ini akan memberikan keuntungan bagus. Biaya produksi kita meningkat seiring kenaikan beberapa kebutuhan bahan baku. Terutama telur. Kenaikan modal tentunya mengharuskan kita untuk menaikan harga jual. Namun ironisnya, kondisi ekonomi masyarakat saat ini sedang tidak bagus,” Ungkap rasa kekhawatiran Ani.

Namun usaha pembuatan kue merupakan usaha rutin yang menjadi salah satu penambah penghasilan keluarganya, kondisi apapun memaksanya harus berani mengambil resiko. Untuk mengantisipasi timbulnya kerugian, pengalaman selama bertahun-tahun dalam bisnis musiman ini menurutnya sangatlah menjadi faktor penentu.

“yang terpenting kita harus pandai-pandai mengantisipasi. Kalau biasanya kita memproduksi beranekaragam kue, tahun ini mungkin kita hanya memproduksi kue yang memiliki pasaran bagus agar tidak ada kue yang tersisa atau tidak habis dijual agar modal tidak terlalu lama terhenti. Disinilah diperlukan pengalaman untuk memprediksi kue-kue yang berkemungkinan mendapatkan banyak minat pembeli,” Kata Ani.

Yusuf, salah seorang pedagang di Kota Tembilahan mengakui mulai meningkatnya harga telor ayam ras. Menurut Usuf, sebelumnya harga perpapan telor ayam ras (30 butir. Red) hanya dipasarkan Rp26 hingga Rp 28 ribu. Namun hari ini harga perpapannya sudah mencapai Rp 36 ribu. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan telor apalagi menjelang tibanya hari raya idul fitri, menurutnya harga telor akan terus meningkat.

“Setiap tahunnya harga telor fluktuasinya hampir sama. Harga cendrung akan mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya permintaan pembeli terutama untuk berbagai kebutuhan menjelang lebaran. Mudah-mudahan kenaikan harga yang saya nilai sudah cukup tinggi ini tidak semakin melambung.” Harap Yusuf.

Erna, seorang Ibu warga Kecamatan Tembilahan Hulu pun membenarkan berbagai kebutuhan setiap menjelang lebaran setiap tahunnya akan selalu melambung. Namun ia mengaku tidak ingin ikut-ikutan pusing. Menurutnya yang terpenting adalah kesiapan diri sendiri untuk menerima apapun kondisi yang harus dilalui.

“Rasanya tak perlu pusinglah bang. Kebutuhan lebaran seperti kue, memang penting. Tapi kalau harganya tinggi, tahun dulu kita beli banyak, ya tahun ini dikurangilah yang tentunya sesuai dengan anggaran yang kita miliki. Kalau harus diikutkan kemauan, semua juga mau, tapi akhirnya tentu kita sendiri yang menjadi pusing,” Ujarnya dengan bahasa bijak.

Erna mengaku bersyukur, apapun rezky yang diberikan Tuhan kepada keluarganya tahun ini, sekecil apapun menurutnya telah cukup untuk membiaya berbagai kebutuhan hidup.” Alhamdulillah. Yang terpenting kita diberikan kesehatan dan bisa menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan baik. Perayaan lebaran hanya sebuah perayaan kegembiraan dan tentunya tidak perlu harus bermewah-mewah,”Ungkap syukurnya.(dro)




Satpol PP Garuk 24 PNS Tak Berpuasa.

Hingga  Akhir Minggu Kedua Ramadan, Belum Satupun Pengusaha Rumah Makan Yang Diberikan Sanksi.

imagesTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sedikitnya 24 Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Sekdakab Indragiri Hilir terjaring razia yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja saat nongkrong di warung makan  pada jam dinas di bulan suci Ramadhan 1434 H. Senin (23/7) kemaren. Sayangnya, hingga memasuki akhir minggu kedua. Belum ada satupun pengusaha rumah makan bandel yang diberikan sanksi tegas.

“Kita hargai kinerja satpol PP untuk menertibkan PNS. Namun sayangnya, hingga hari ini belum ada satupun pengusaha rumah makannya yang diberikan sanksi. Padahal edaran Pemkab Inhil juga sangat jelas akan adanya larangan operasional dibawah jam 15.00 Wib. Sebagai penegak wibawa Pemerintah, bukankah Satpol juga seharusnya menindak pelaku bisnisnya yang nyata juga sudah melakukan pelanggaran?.” Tanya seorang Warga Tembilahan, Anto.

Dalam pemberitaan sebelumnya, warga Tembilahan lainnya, Rudy juga menyayangkan kesan pilih kasih Satpol PP ini. Bahkan ia menaruh kecurigaan adanya unsur kesengajaan. Menurutnya, setiap tahun pengusaha rumah makan yang membandel sepertinya tidak pernah berubah. Kalau mereka hingga saat ini masih bebas berbuat seenaknya, mungkin saja memang ada peran, aturan dan mungkin juga jumlah kompensasi tertentu yang sudah disepakati.

“setiap tahun penegakkan kesannya hanya bohong-bohongan. Gertak-gertak, dapat kompensasi lalu ramadanpun bubar. Aturan tinggal aturan yang penting biaya kebutuhan lebaran terpenuhi. Mungkin,” Sindir Anto.

Dalam razia kali ini, Oknum PNS yang ketangkap tangan lalu didata oleh BKD untuk mendapatkan sanksi sesuai dengan aturan yang sudah berlaku. Karena selama menjalankan razia khusus kalangan PNS, pihak Sat Pol PP juga melibatkan pegawai dari BKD.

Kasat Pol PP Martha Haryadi melalui Kasi penegakan Hukum Hadi Rahman kepada wartawan menuturkan bahwa razia yang digelar kali ini sasarannya hanya untuk kalangan PNS yang mangkir menjalankan ibadah puasa dan kedapatan nongkrong diwarung pada saat jam Dinas.

“Sesuai dengan Perintah dari Pimpinan, kita hanya menjalankan tugas khususnya bagi kalangan PNS dan honorer, untuk menjaga kondisi ketertiban dan ketentraman umum selama bulan suci Ramadhan,”ujar Hadi Rahman.

sebelumnya, Selain untuk kalangan PNS, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) juga sudah mengeluarkan aturan untuk membatasi aktivitas warung makan dan restoran selama bulan puasa. Pemilik usaha hanya diberi ijin membuka usahanya di atas pukul 15.00 WIB hingga waktu sahur.

Sekretaris Daerah (Sekda) Inhil, H Alimuddin RM mengemukakan himbauan tersebut bertujuan untuk menghormati umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa.  Supaya kekhusukan dan kelancaran  ibadah tetap terjaga hingga berakhirnya bulan puasa.

“Hal inikan hanya setahun sekali bukan setiap hari. Jadi kami mohon para pemulik usaha benar-benar mematuhinya. Semua ini demi kepentingan kita bersama,” ungkap Alimuddin RM, Selasa (9/7) yang lalu sambil mengatakan apapun alasanya peraturan  itu harus dipatuhi.

Tidak hanya itu, Sekda juga mengatakan tempat hiburan malam juga dillarang beroperasi seperti biasanya.  Apabila ada pengelola tempat hiburan malam yang tetap beroperasi selama Ramadan maka akan mendapat tindakan tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tindakan yang dimaksud bisa sampai dengan pencabutan izin usaha.

“Bagi siapa yang melanggar akan ditindak sesuai peraturan yang berlaku. Karena kita ingin kesucian bulan puasa benar-benar terjaga. Jangan sampai bulan itu ternoda oleh berbagai aktivitas yang menyesatkan,”Ancam Sekda kala itu. (dro/*e)




Tabung GAS tidak mencukupi. Ketersediaan GAS dipasaran sering alami kekosongan

tabung gasTembilahan (www.detikriau.org) – Ketersediaan Gas Elpiji di Kota Tembilahan sering mengalami kekosongan. Hal ini diduga disebabkan kurangnya ketersediaan tabung GAS.

“Sudah dua hari ini saya kehabisan GAS. Beberapa tempat agen penjualan elpiji yang saya hubungi semuanya kehabisan stok. Mereka hanya bisa menjanjikan satu atau dua hari kedepan baru bisa memenuhi permintaan pelanggan.” Keluh Agustina, warga Jalan Batang Tuaka Tembilahan.

Kondisi seperti ini menurutnya sangat merepotkan. Sejak adanya konversi  minyak tanah ke GAS, kebutuhan memasak di dapur sepenuhnya bergantung ke bahan bakar GAS.

Aida, ibu rumah tangga jalan H Arief Tembilahan Hulu juga mengungkapkan keluhan yang hampir senada. Ia juga mengaku, kebutuhan GAS untuk keperluan dagangannya sejak kemaren kosong.” Dari kemaren mau tidak mau saya terpaksa mempergunakan kembali kompor berbahan mitan. Memang boros tapi mau gimana lagi. Tidak memasak artinya sebagai pedagang lauk pauk saya harus kehilangan penghasilan.” Ungkap Aida.

Juga diakui Aida, terjadinya kekosongan GAS dipasaran bukanlah terjadi satu dua kali ini saja. kejadian ini sudah cukup sering berulang. Ia berharap agar kondisi ini tidak terus merepotkan masyarakat, pihak-pihak terkait diminta untuk lebih serius melakukan pengawasan.

“Apapun bahasanya, sejak program konversi mitan ke GAS, katanya pemerintah menjamin ketersedian GAS bagi kebutuhan masyarakat akan lancar. Kita berharap tentunya janji-janji pemerintah ini janganlah terlalu mudah untuk diucapkan jika tidak berani untuk mempertanggung jawabkan” Kesal Aida.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Rudiansyah ketika di komfirmasi melalui sambungan telepon selularnya, selasa (23/7) mengaku juga sudah mendengar adanya kesulitan masyarakat untuk mendapatkan pasokan GAS yang kejadiannya cukup berulang-ulang ini.

Ia menduga kekosongan ini lebih disebabkan adanya peningkatan kebutuhan GAS selama bulan Ramadan. Interval waktu pengisian dengan ketersediaan tabung tidak sebanding. Akibatnya, ketersediaan GAS ditingkat pedagang mengalami kekosongan.

“Harusnya ketersediaan jumlah tabung GAS setidaknya 2 kali jumlah yang dikonversi. Untuk sekarang, ini yang belum terpenuhi. Akibatnya, para agen akan kesulitan untuk melakukan pengisian ulang. Ini yang saya duga menjadi penyebab seringnya pasokan GAS hilang dipasaran,” Ujar Rudiansyah.

Apalagi selama bulan Ramadan, ditambahkan mantan Kabag Ekonomi Setdakab Inhil ini, kebutuhan rumah tangga akan bahan bakar GAS semakin meningkat. Termasuk kebutuhan GAS untuk keperluan pedagang musiman lauk pauk yang tumbuh cukup subur di bulan Ramadan. Menurut Rudiansyah, kebutuhan GAS yang mengalami peningkatan ini tentunya membutuhkan ketersediaan tabung yang mencukupi agar tidak terjadinya kesenjangan antara waktu pengisian ulang elpiji dengan tingkat permintaan masyarakat. “Kekurangan tabung gas ini sudah kita sampaikan kepada pihak terkait. kita berharap hal ini segera mendapatkan tanggapan dan kekurangan tersebut bisa dipenuhi,” Pungkas Rudiansyah.(dro)