Tembilahan, Kecamatan Pertama Penerima BLSM

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kecamatan Tembilahan, menjadi kecamatan pertama penerima program pemerintah sebagai kompensasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) BLSM.  

Berdasarkan daftar distribusi sebaran Kartu Perlindungan Sosial (KPS) Inhil, tercatat 27.565 jiwa warga miskin penerima program tersebut. Sedangkan kecamatan terbesar penyumbang data ini adalah Kecamatan Mandah yang mecapai 2.767 jiwa.

Kepala Kantor Pos Tembilahan, Ade Novel mengatakan pihaknya hanya bersipat sebagai penyalur. Sedangkan kebijakan lahirnya data merupakan kewenangan pemerintah. Meski demikian, pihaknya siap menjalankan tugas yang sudah diembankan.

“KPS-nya sudah ada, kami hanya menjalankan. Daerah penerima pertama, adalah Kecamatan Tembilahan, kemudian dilanjutkan dengan Kecamatan Tembilahan Hulu,” kata Ade, Selasa (2/7).

Waktu penyaluran BLSM tahap awal tahun 2013 ini masih terbilang cukup lama hingga sampai Desember  mendatang. Kendati demikian, pihak Pos menargetkan penyaluran BLSM kepada rumah tangga sasaran (RTS) ditargetkan selesai secepatnya.

“Meski waktunya masih lama, kami berusaha maksimal agar penyaluranya bisa cepat dan uangnya bisa langsung dimanfaatkan oleh penerima,” tuturnya.

Setelah Kecamatan Mandah, sebagai penyumbang angka terbesar untuk penerima BLSM. Ditempat kedua diikuti Kecamatan Gaung dengan angka 2.066 RTS dan posisi ketiga ada pada Kecamatan Enok dengan angka 2.060 RTS.

“Berdasarkan data, Kecamatan Sungai Batang penerima BLSM yang terkecil yakni sebesar 731 RTS. Lalu kemudian disusul dengan Kecamatan Teluk Belengkong sebesar 747 dan Kecamatan Concong yang berjumlah 748 RTS,” jelas Ade.

Jumri, salah seorang penerima BLS dari Kelurahan Sungai Beringin, Tembilahan mengaku senang mendapatkan bantuan BLSM sebsar Ro 300 ribu. Dengan dana tersebut dia mengaku bisa membeli beberapa kebutuhan yang sangat mendesak. Terutama menjelang masuknya bulan Puasa.

Meski demikian, Jumri menambahkan jika melihat dengan kondisi seperti ini uang senilai itu masih sangat kurang. Sebab, hampir dari seluruh harga kebutuhan pokok sudah mengalami kenaikan.”Yang pasti kami tetap bersyukur. Paling tidak bisa membeli sesuatu. Tapi kalau boleh jujur angka ini masih sangat kecil, kalau dibandingkan dengan tingginya kebutuhan saat ini,” nilainya.(dro/*1)




74 Personil Polres Inhil Naik Pangkat. 8 Pama dan 66 Bintara

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sebanyak 74 Anggota Polres Indragiri Hilir naik pangkat, prosesi upacara kenaikan pangkat digelar di Aula Mapolres Indragiri Hilir, Selasa (2/7) dipimpin langsung oleh Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK. M.si.

Dalam amanatnya Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.Msi, menyebutkan bahwa kenaikan pangkat merupakan bentuk apresiasi yang sudah dilakukan melalui penilaian secara selektif, berdasarkan kinerja dan dedikasi masing-masing personil itu sendiri, dalam menjalankan tugasnya.

“Kenaikan pangkat bagi personil Polisi bukanlah suatu hal yang otomatis, namun perlu melalui proses  serta prestasi yang bersangkutan, sesuai dengan dedikasi dan kinerja yang baik, loyalitas dalam setiap  tugas yang diembannya” tegas Kapolres

Bahkan Kapolres juga menjelaskan untuk mencapai sebuah hasil prestasi yang baik bagi setiap anggota yang bisa berpengaruh pada kenaikan pangkat itu sendiri, diperlukan sebuah kerja keras yang bisa dipertanggung jawabkan, sesuai dengan tugas pokok dan jabatannya masing-masing.

“Makanya kenaikan pangkat sangat dipandang perlu sebagai wujud kualitas dan kuantitas, baik tingkat profesional, intelektual, serta keteladanan dan rasa tanggung jawab terhadap tugas yang telah diberikan” tambah Kapolres.

Pada kesempatan ini, Kapolres juga mengingatkan kepada seluruh Jajarannya agar tetap meningkatkan mutu kenerjanya sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Polri yakni mengayomi, melayani, dan melindungi masyarakat.

Adapun untuk jumlah personil yang naik pangkat, dari Ipda naik menjadi Iptu sebanyak 8 orang, kemudian dari pangkat Bripda ke Briptu ada 2 orang, lalu dari pangkat Briptu naik ke Brigadir terdapat 36 orang, sedangkat dari Brigadir naik Bripka ada 7 orang, berikutnya dari Aipda ke Aiptu terdapat 16 personil. (dro/*e)




Masyarakat Nilai Program Wajib Hanya Sebatas Slogan

Tembilahan (www.detikriau.org) – Keputusan yang diterapkan Madrasyah Aliyah Negri (MAN) Tembilahan untuk menyetorkan biaya bagi siswa baru secara sekaligus dirasakan sangat memberatkan. Dengan kondisi ekonomi yang sulit seperti saat ini, mereka berharap ada kebijakan dari pihak sekolah agar orang tua tidak terlalu terbebani.

“Kita hanya ingin mempertanyakan saja program wajib belajar 12 tahun pemerintah. Kalau seperti ini, saya menilai program ini hanyalah sebatas slogan.” Ungkapan kekesalan yang disampaikan salah seorang wali murid, Boby Darsani di Tembilahan, Selasa (2/7).

Dikatakan Boby, sebagai orang tua dirinya tidak menampik bahwa kewajiban untuk menyekolahkan anak menjadi tanggungjawabnya dalam kondisi apapun. Tapi selaku masyarakat dengan kemampun ekonomi menengah kebawah, tentunya ia berharap pemerintah sebagai pengayom masyarakat memberikan perhatian.

“Hanya dalam hitungan hari kita sudah memasuki bulan ramadhan ditambah perayaan idul fitri seusainya. Semuanya membutuhkan persiapan biaya. Kalaulah sekolah bijak, bukankah tidak sulit jika hanya sekedar memberikan kelonggaran seperti melakukan pembayaran secara angsuran besaran biaya Rp, 2,9 juta itu.” Harap Boby.

Sekjend Forum Komunikasi Organisasi Non Pemerintah (Fokus Ornop) Kab Inhil menyatakan permasalahan seperti ini bukan hanya terjadi di sekolah MAN tetapi juga disebagian besar lembaga pendidikan khususnya di Kab Inhil. Hampir setiap tahun, persoalan yang bisa dikatakan klasik yang sebenarnya tidak terlalu sulit ini seakan terus menjadi persoalan. Ia juga membenarkan gembar-gembor program wajib belajar pemerintah terkesan hanya isapan jempol.

“Harusnya ini menjadi perhatian serius dari semua pihak. Termasuk anggota DPRD kita. Mereka banyak memberikan komentar tetapi hemat saya, hanya sebatas komentar. Yang masyarakat perlukan bukan sekedar omongan tetapi tindakan nyata yang mampu memberikan efek perubahan,” Ujar Indra melalui sambungan telepon selularnya

Persoalan seperti ini menurut Indra sudah menjadi catatan tersendiri bagi organisasi yang mengayomi LSM dan Ormas di Inhil ini. Dalam waktu dekat Ia berjanji akan segera membahas persoalan ini ditingkat kepengurusan Fokus Ornop untuk mencarikan alternative penyelesaian.”Insyaalah kita akan segera tindaklanjuti. Bentuk aksinya akan kita bicarakan terlebih dahulu di tingkat kepengurusan,” Kata Indra. (dro)




Petani Tewas Gantung Diri di Pohon Rambutan

gantungTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Entah karena apa, Ujang Supriadi (30) petani Desa Rotan Semelur, Kecamatan Pelangiran ditemukan tewas gantung diri dipohon rambutan lahan perkebunanya sendiri, Ahad (30/6) sekitar pukul 23.35 WIB.
Menurut pengakuan istri korban dihadapan petugas, sekitar pukul 19.00 WIB korban berpamitan dengan istrinya untuk keluar rumah. Tanpa menyebutkan tujuanya, korban langsung meninggalkan rumahnya. Sekitar pukul 21.00 WIB, sang istri mencoba menghubungi, namun seluler korban dalam keadaan tidak aktif.

“Keluarga berupaya mencari dengan meminta bantuan para tetangga sekitar. Akhirnya sekitar pukul 23.35 WIB korban ditemukan sudah meninggal dunia dalam kondisi tergantung di sekitar perkebunan tersebut,”kata Kapolres Inhil AKBP Dedi Rahman Dayan melalui Kapolsek Pelangiran Ipda Syaiful, Senin (1/7).

Berdasarkan hasil penyelidikan petugas, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan akibat penganiayaan. Kuat dugaan korban murni gantung diri akibat masalah pribadi yang dialaminya selama ini. Setelah itu, petugas langsung menyerahkan jasad korban kepada pihak keluarganya untuk dimakamkan.

“Beberapa saksi juga sudah kami periksa, termasuk keluarga korban. Demikian pula dari hasil visum, kami tidak menemukan bekas atapun tanda-tanda penganiayaan yang menyebabpkan korban meninggal,” jelasnya.(dro/*1)




PN Tembilahan Kebanjiran Kasus Narkoba

TEMBIALAHAN (www.detikriau.org) – Kasus narkotika dan obat-obatan  terlarang (Narkoba) kembali mendominasi. Pasalnya kurang dari enam bulan, Pengadilan Negeri Tembilahan telah menerima 50 berkas perkara kejahatan narkoba dari 159 kasus yang masuk.

Kemudian urutan kedua ditempati oleh kasus tindak pidanan pencurian dengan rincian 32 perkara, selanjutnya penganiayaan 24 perkara, perjudian 11 perkara, penadahan 10 perkra, asusila 9 perkara, kehutanan 7 perkara, laka lantas 6 perkara kemudian pengancaman, dan KDRT masing-masing 2 perkara.

“Yang terkahir adalah kasus penipuan dan undang-undang kesehatan. Masing-masingnya satu perkara,” jelas Ketua Pengadilan Negeri Tembilahan, Djoni Witanto, Senin (1/7).

Menurut dia, kasus yang mendominasi persidangan di PN adalah kasus narkoba sekitar 60 persen. Disusul kasus penipuan dan penggelapan sekitar 30 persen. Sisanya, kasus-kasus lainnya seperti pencurian dan lain-lainya. Umumnya kasus narkoba yang masuk persidangan adalah jenis sabu dan ganja.

“Beda-bedan ada yang terdakwanya hanya sebagai pemakai adapula sebagai bandar. Semua tergantung bukti-bukti yang telah diajukan oleh penyidik dari Kepolisian mapun Kejaksaan,” tuturnya.

Berdasarkan undang-undang narkonba nomor 35 tahun 2009, apabila terbukti pelaku dapat dihukum berat sesuai dengan penerapan UU tersebut.Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran.

“Sebagai mana kita ketahui dampak dari pengaruh narkoba selain menghilangkan rasa sadar juga membuat seseorang menjadi ketergantungan,” imbuhnya.(dro/*1)




HUT Bhayangkara Ke 67 di Polres Inhil Berjalan Khidmat

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si ketika menjadi Inspektur Upacara Peringatan HUT Bhyangkara ke 67
Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si ketika menjadi Inspektur Upacara Peringatan HUT Bhyangkara ke 67

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)  – Jajaran Polres Indragiri Hilir menggelar Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke 67 di halaman Mapolres Inhil, pada Senin, (01/7). Bertindak selaku Inspektur Upacara Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si dan Komandan upacara Iptu Faisal Syam SH.

Peringatan perayaan HUT ke 67 Tahun 2013 ini bertemakan “ Sinergitas Kemitraan dan Anti KKN, Wujudkan Pelayanan Prima, Penegakan Hukum, dan Keamanan Dalam Negeri, Mantap Sukseskan Pemilu 2014”.

Tampak hadir pada acara tersebut, Dandim 0314 Inhil, Letkol Inf. Firalta Paksana Tarigan, Ketua Pengadilan Negeri Tembilahan Djoni Witanto SH.MH, Kepala Kejaksaan Negeri Tembilahan Ferziansyah Sesunan SH, Sekdakab Indragiri Hilir H Alimuddin, Waka Polres Kompol Yuniar Ari Darmawan SIK, seluruh Kabag dan Kasat, Bhayangkari, serta sejumlah tokoh masyarakat dan purnawirawan Polri.

Dalam amanatnya Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si ketika  membacakan  amanat Kapolri Jenderal Timur Pradopo berharap Polri mengoptimalkan kemampuan dan mengembangkan polmas dengan kemitraan masyarakat. Diharapkan melalui pendekatan polmas masyarakat dapat ikut berpartipasi sekaligus dapat bersinergi dengan masyarakat.

Selain itu Kapolres juga mengajak kepada seluruh Jajarannya, untuk selalu meningkatkan kemitraan dengan masyarakat, sebab dengan kondisi jumlah personil yang ada di Polres Inhil dibandingkan dengan jumlah penduduk yang ada sudah tidak ideal, oleh karena hubungan kemitraan dengan masyarakat sangat diperlukan

“Kemitraan bersama masyarakat kedepan perlu terus ditingkatkan, sebab jika melihat jumlah Personil yang ada serta letak georafis Kabupaten Inhil dan jumlah penduduk sudah tidak sesuai, makanya demi terciptanya keamanan yang kondusif peran dari masyarakat sangat diperlukan” ujar Kapolres.

Usai pelaksanaan upacara resmi, diisi dengan peragaan aksi ketangkasan mengendarai roda dua Satlantas, dan peragaan Unit Shabara menghalau masa. Kemudian acara dilanjutkan dengan acara syukuran serta pemotongan nasi tumpeng di Aula Polres Inhil oleh Kapolres didampingi oleh Ibu.

Pada kesempatan itu juga dilaksanakan pemberian hadiah dan tropi bagi mereka yang sudah berhasil menjadi juara pada kegiatan perlombaan yang sudah digelar oleh Polres Inhil diantaranya,   domino, bulu tangkis dan tenis meja serta juara lainnya.(dro/*e)