Operasi Pekat Jelang Ramadan, Polisi Jaring Pesakitan

Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, SIK, M.Si(foto: Lucky Humas)
Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, SIK, M.Si(foto: Lucky Humas)

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Operasi Pekat ( Penyakit Masyarakat) yang dilakukan secara serentak oleh Jajaran Polres Inhil, membuahkan hasil.

Dalam keterangannya, Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si melalui Kasat Reskrim AKP Ade Zamrah SIK, mengatakan sesuai dengan intruksi pimpinan dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan kita sudah melakukan Operasi Pekat secara serentak termasuk di tingkat Polsek.

Adapun sasaran kita yakni, mulai dari razia perhotelan dan penginapan guna memberantas pasangan mesum bukan suami istri, serta warung penjual minuman keras dan penjual petasan tanpa ijin.

“Kita berharap dengan dilakukan Operasi Pekat ini, khususnya di Kabupaten Indragiri Hilir bagi umat muslim bisa tercipta kenyamanan dan ketertiban, selama menjalankan ibadah puasa Ramadhan,”ujar Kasat Reskrim AKP Ade Zamrah SIK.

Adapun hasil Operasi Pekat yang sudah dilaksanakan, untuk tingkat Polres Indragiri Hilir sudah melakukan razia seperti di Pasar Rakyat serta beberapa hotel dan penginapan yang ada di Kota Tembilahan. Dalam kegiatan ini kita sudah berhasil mengamankan barang bukti berupa minuman keras tanpa ijin.

Sedangkan untuk tingkat Polsek, antara lain untuk Polsek Kateman Operasi Pekat yang sudah dilakukan berhasil mengamankan barang bukti berupa ratusan petasan tanpa ijin. Kemudian untuk Polsek Kempas berhasil mengamankan pelaku perjudian togel.

“Untuk Polsek Kateman berhasil mengamankan ratusan petasan tanpa ijin lalu untuk di Polsek Kempas berhasil menangkap pelaku judi togel yakni Sabirin (39). Dari tangan pelaku berhasil diamankan barang bukti berupa uang tunai Rp255.000,- dan kertas rekapan serta sebuah Hp milik pelaku,”jelasnya. (dro/*e)




59 Brigadir Jalani Tes Keterampilan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dalam rangka meningkatkan keterampilan diri, 59 personil Polisi berpangkat Brigadir di jajaran Polres Inhil mengikuti tes menjadi pendamping calon Bupati dan Wakil Bupati Inhil priode 2013-2018.

Tes tersebut terdiri dari beberapa materi seperti tes kesehatan dan jasamani, uji kemahiran menembak, teknik mengendaraai kendaraan roda empat dan roda dua serta penampilan (Perporman) dan pisikotes.

Kapolres Inhil, AKBP Dedy Rahman Dayan melalui Kasat Lanatas Polres Inhil, AKP Karyono saat menguji kepampuan mengedaraai kendaraan roda dua dan roda empat terhadap sejumlah Brigadir, di Jalan Veteran, Sabtu (6/7) petang mengatakan tes itu khusus bagi Polisi yang berpangkat Brigadir.

“Satu orang calon akan diberikan dua pendamping, baik yang bertugas menjadi sopir maupun ajudan. Intinya kedua personil ini harus siap menjadi sopir maupun ajudan. Makanya kami awali dengan seleksi semacam ini,”kata Kasat Lantas Polres Inhil.

Para pendamping calon Bupati dan Wakil Bupati, ungkap Karyono harus memiliki keterampilang yang lebih. Sebab, yang bersangkutan bertugas menjadi pengawal ketika calon bupati terpilih menjadi kepala daerah. Namun dengan itu, Calon Bupati dan Wakil Bupati tidak bisa memilih siapa personil dari kepolisian yang akan mendampingi mereka kelak.

Karena sesuai mekanisme, Polres yang akan menunjuk langsung siapa anggota ditugaskan. “Kecuali calon Bupati dan Wakil Bupati terpilih masih mau memakai jasa personil tersebut saat sudah menjabat. Semua tergantung beliau,” tuturnya.

Personil yang  mengikuti seleksi tidak hanya diambil dari berbagai kesatuan dan bagian-bagaian di Polres Inhil, tetapi juga diambil dari seluruh Polsek  yang ada dimasing-masing kecamatan se Inhil. Tujuanya memberikan keadilan dan kesempatan sama bagi setiap anggota. Namun hasilnya merekalah yang menentukan.(dro/*1)




155 Unit Kendaraan Terjaring Operasi Patuh, 72 diantaranya Ranmor

raziaTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Hingga memasuki Ahad (7/7) pelaksanaan Operasi Patuh Siak, oleh Jajaran Polres Indragiri Hilir tercatat sudah ada 155 unit kendaraan yang ditilang lantaran melakukan pelanggaran lalulintas.

Untuk kegiatan tersebut, dilakukan oleh petugas gabungan antara lain di kawasan Jalan Sudirman, Jalan Mandala serta kawasan Jalan Telaga Biru Kota Tembilahan.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si melalui Paur Humas Ipda Warno Akman mengatakan bahwa sampai saat ini, pelaksanan Operasi Patuh Siak masih berjalan aman dan lancar.

“Total kendaraan yang terkena tilang akibat melanggar lalulintas tercatat sudah ada 155 kendaraan. Jumlah tersebut dipastikan akan terus bertambah mengingat pelaksaan Operasi Patuh Siak masih terus berlangsung,”ujar Ipda Warno Akman.

Adapun untuk barang bukti yang ditilang  yakni pelanggaran Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) ada 52, kemudian pelanggaran Ranmor sebanyak 72 dan terakhir Surat Ijin Mengemudi (SIM) 52 kendaraan, serta 1 ranmor kendaraan roda empat.

Operasi Patuh 2013 yang dilaksanakan selama 14 hari, terhitung sejak  tanggal 4 hingga 17 Juli mendatang. Operasi ini bertujuan untuk mengurangi angka keelakaan lalulintas (lalin) di wilayah hukum Polres setempat.

Mengawali operasi patuh jajaran Polres Inhil beberapa hari lalu tepatnya 4 Juli, menggelar apel operasi patuh yang dipusatkan di Mapolres Inhil, Jalan Gajah Mada Tembilahan. Menurut Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, melalui Kasat Lantas Polres Inhil, AKP Karyono, dilaksanakan operasi patuh sesuai dengan perintah Korlantas Mabes Polri.

“Dalam ranggka menciptakan kondisi situasi ketertiban berlalulintas yang kondusif menjelang Bulan suci Ramadhan dan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1434 H tahun 2013 kita menggelar Operasi Patuh 2013 selama kurang lebih 14 hari kedepan,” ungkap mantan Kasat Lantas Inhu ini, Jumat (5/7) yang lalu.

Operasi Patuh 2013 ini juga bermaksud menurunkan tingkat pelanggaran yang terjadi dan menurunkan angka kecelakaan lalu lintas. Sehingga jajaran Polres Inhil menempatkan anggota-anggota di titik kemacetan. Selanjutnnya mereka bertugas mengurai kemacetan pada jam-jam padat lalulintas.

“Petugas mengedepankan tertib berlalulintas serta penindakan jika terjadi pelanggaran. Kita juga akan mencoba meminimalisir kecelakaan berlalu lintas di jalan dan kami harapkan agar masyarakat penguna jalan mematuhi peraturan lalu lintas yang ada,”harapnya.

Secara selektif prioritas terhadap pengemudi yang berpotensi menyebabkan kemacetan dan laka lantas. Serta penekanan dalam keamanan. Dimana operasi patuh ini di laksanakan secara serentak di seluruh indonesia maka itu operasi ini akan dilakukan di sejumlah titik yang selama ini dianggap rawan kecelakaan.(dro/*e)




Dua Pasangan Balonbup Jalani Tes Kesehatan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dua pasangan Bakal Calon (Balon) Bupati dan Wakil Bupati Indragiri Hilir (Inhil) priode 2013-2018 menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Acmad, Selasa (2/7).

“Sesuai jadwalnya hari ini, dua pasan Balon Bupati dan Wakil Bupati Inhil mengikuti prosesi pemeriksaan kesehatan jasmani dan rohani,” jelas Ketua Pokja Pencalonan KPU Inhil, H Herdian Asmi, SH.

Kedua pasangan tersebut yakni H Syamsudin Uti – H Muslimin (Sumbawa). Mereka diusung oleh dua Partai Politik (Parpol), yakni Partai Demokrat dan Partai Bintang Reformasi (PBR) dengan kekuatan 8 kursi di DPRD Inhil.

Sedangkan pasangan berikutnya yakni, H Edy Syafwannur – Agus Salim (Cerdas). Balon tersebut diusung oleh tiga Parpol Parlemen, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dengan 13 kursi di DPRD.

“Hari kedua giliran pasangan HM Wardan – H Rosman Malomo (Warohmah) dan H Zaenal Abidin – H Said Ismail. Ketentuan urutan ini berdasarkan waktu pendaftaran mereka. Siapa yang duluan mendaftar, maka pasangan itupula yang mendapat kesempatan duluan,” katanya.

Pasangan Wahrohmah, diusung oleh Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Amanat Nasional (PAN )dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan 19 kurdi di Parlemen.

Sedangkan pasangan terkahir Zaenal Abidin dan Said Ismali diusung gabungan 8 Parpol, yakni Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB), Partai Gerindra, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Patriot, Partai Pembangunan Nasional (PPN), Partai Pembangunan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Partai Kebangkitan Nahdatul Ulama (PKNU) dan Partai Republikan.

“Lima hari setelah pemeriksaan kesehatan ini kami baru menerima rekomendasi dari tim dokter pemeriksa kesehatan. Kemudian baru dilanjutkan dengan tahap berkutnya, seperti pengumuman dan penetapan pasangan,”ungkapnya.(dro/*1)




Harga Premiun di Tingkat Pengecer Bervariatif

bensinTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar dan Premium, saat ini harga ditingkat pengecer dijual bervariatif  mulai dari Rp 7.500 sampai dengan 8.000 perliternya.

Ada yang menilai harga tersebut mahal dan ada pula yang mengaku harga itu masih sebatas wajar. Umumnya mayoritas pengecer premium di Kota Tembilahan menjual kepada konsumen dengan harga Rp8.000 perliter.

“Memang beginilah kondisinya. Habis kita mau gimana lagi, minyak sangat kita butuhkan. Saya rasa wajar saja kalau pengecer menjual Rp 7.500 sampai Rp 8.000 perliter. Karena mereka juga beli dengan harga mahal,” ungkap Iza warga Tembilahan.

Berbeda dengan Anggi, Mahasiswa Semester IV Fakultas FKIP Unisi Tembilahan. Sebagai seorang mahasiswa harga Rp 8.000 perliter terbilang cukup tinggi. Apalagi bagi dirinya yang belum menghasilkan uang sendiri.

“Kalau saya pribadi lebih memilih membeli premium ke SPBU. Walau sedikit ngantri. Sebab, di pengecer mahal bagi saya,” jawabnya, Selasa (2/7).

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindag) harus mengambil sikap terhadap sikap para pengecer BBM yang sengaja mempermainkan harga. Sebelum pemerintah menaikan harga BBM, ditingkat pengecer BBM jenis premiun hanya Rp 6.000 perliter.

Kepala Disperindag Inhil, H Rudiansyah mengatakan untuk mengantisipasi terjadinya penjualan BBM dengan harga tinggi pihaknya akan menggelar rapat teknis soal tersebut. Bersama pihak terkait dirinya mencoba mencarikan solusi, supaya pembeli dan penjual sama-sama tidak keberatan.

Pada umumnya konsumen atau pembeli di Kota Tembilahan tidak semuanya memilih SPBU atau APMS. Apalagi kendaraan roda dua, mereka lebih suka membeli premium di pedagang eceran yang ada dipinggir jalan.

“Kami tetap melakukan pengawasan. Biasanya masyarakat kita tidak terlalu mempersoalkan harga yang masih mereka anggap wajar. Kecuali sudah terlalu mahal baru banyak yang mengeluhkan,” imbuhnya sambil mengatakan pengawasan harus dilakukan secara bersama agar tak terjadi penyimpangan.(dro/*1)




RSUD PH Tembilahan Tangani 204 Kasus ISPA.

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)  – Setidaknya sejak Januari hingga akhir Juni 2013 sudah tercatat 204 kasus penyakit Infeksi Saluaran Pernapasan Akut (ISPA). Biasanya kasus ini meningkat akibat kabut asap.

Namun untuk di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kasus ISPA yang menimpa warga kecil kemungkinan disebabkan bencana kabut asap yang cukup meningkat pada pekan-pekan lalu. Pasalnya, berdasarkan data yang diperoleh dari RSUD Puri Husada Tembilahan, Juni hanya tercatat 22 kasus ISPA.

“18 pasien diantaranya hanya rawat jalan. Sisanya 4 pasien harus kita rawat inap. Tetapi mereka sudah diperbolehkan pulang oleh petugas medis yang merawat,” sebut Kepala Tata Usaha (KTU) RSUD Puri Husada Tembilahan, Asnawi, Selasa (2/7).

Umumnya, penderita penyakit yang diakibatkan asap diantaranya, ISPA, batuk pilek, Ashma, iritasi mata dan iritasi kulit. Walau bagaimanapun, masyarakat hendaknya waspada pada berbagai macam jenis penyakit. Pola hidup bersih salah satu faktor terkuat mencegah datangnya penyakit.

“Dengan meningkatkan sistim kewaspadaan dini (SKD) juga merupakan upaya dalam mencegah penyakit,” tuturnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Inhil, Rasul Alim menyebutkan asap yang bercampur dengan udara di Inhil belum lama ini tidak terlalu mengganggu kesehatan masyarakat. Walau demikian, dia meminta saat asap mulai terlihat dan tercium warga jangan terlalu banyak melakukan aktivitas diluar rumah.

Apalagi bagi masyarakat yang memang memiliki riwayat penyakit asma atau sesak napas. Lebih  tepat mengenakan masker kalau hendak beraktivitas.”Yang paling rentan adalah anak-anak dan balita. Karena daya tahan tubuh anak tidak sama dengan daya tahan tubuh orang dewasa,”tandasnya.(dro/*1)