Kapolres Pimpin Apel Gelar Pasukan Pengamanan Lebaran 1434 H

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si memimpin apel gabungan gelar pasukan  pengamanan lebaran 1434 H bertempat di halaman Kantor Bupati Inhil, Kamis (1/7).

Kapolri dalam amanatnya yang disampaikan oleh Kapolres Inhil, mengatakan untuk mengantisipasi tugas mulia dalam rangka pengamanan operasi ketupat 2013 yang digelar secara serentak diseluruh tanah air, maka pada kesempatan itu ada beberapa hal yang harus ditekankan antara lain,

Perlu disiapkan mental dan fisik dilandasi komitmen moral dan disiplin kerja yang tinggi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, serta hindari tindakan-tindakan tidak simpatik yang tidak mencerminkan karakter jati diri sebagai sosok pengayom dan pelayan masyarakat.

Kemudian setiap petugas harus bertindak tegas namun humanis terhadap setiap pelanggaran hukum yang berpotensi menimbulkan gangguan Kamtibmas, Lantas serta juga diminta untuk tetap menjalin kerjasama yang harmonis dengan instansi terkait dalam rangka mewujudkan sinergi Polisional yang proaktif untuk memberikan pelayanan yang terbaik.

Budayakan peralatan utama Polri semaksimal mungkin untuk memantau arus lalu lintas jalan raya dan patroli perairan serta pelayanan menyiapkan ambulance agar bisa dengan cepat menolong dan menyelamatkan korban kecelakaan maupun pada situasi darurat.

Usai pelaksanaan upacara, Kapolres mengatakan bahwa pihaknya dalam pengamanan lebaran, sesuai dengan intruksi Kapolri akan mengerahkan seluruh personil yang dimiliki, serta dibantu dengan petugas lainnya termasuk dari TNI, Sat Pol PP, petugas Kesehatan Kelautan, petugas pemadam kebakaran dan instansi lainnya yang terlibat.

“Kita mulai H-7 hingga H+7 dengan mengerahkan seluruh personil yang ada dan masih dibantu dengan personil Intansi lainnya yang berjumlah 150 personil, hal ini dimaksudkan untuk memberikan kenyamanan bagi umat muslim saat merayakan lebaran,”jelasnya.

Khusus untuk di Jajaran Polres Inhil, dalam pengamanan lebaran 1434 H,  sudah membentuk sebanyak 7 pos pengaman diantaranya Pos parkir yang ada dikawasan Sudirman, Pos pengamnan di Pelabuhan Pelindo, Pos Pengamanan Jembatan Rumbai, Pos Desa Selensen, Pos Pengamanan pelabuhan Kuala Enok, Pos pengamanan Pelabuhan Reteh dan pos Pengamanan Sungai Guntung.

Kegiatan gelar apel gabungan ini juga tampak dihadiri oleh Dandim 0314 Inhil Letkol Inf Firalta Paksana Tarigan , Kepala Kejaksaaan Negeri Tembilahan, Ketua pengadilan Agama, Ketua PN Tembilahan, Dinas Perhubungan, serta seluruh Kabag dan Kasat, serta Kapolsek dijajaran Polres Inhil. (dro/*e)




Hindari Kerusuhan, Lapas Tembilahan Utamakan Penuhi Kebutuhan Dasar Warga Binaan

Kepala Lapas Tembilahan Tommy K
Kepala Lapas Tembilahan Tommy K

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) –  Menghindari terjadinya konflik dan kerusuhan antara penghuni lapas, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tembilahan punya cara tersendiri. Meski menyandang status over kapasitas dan minimnya anggaran, namun menyediakan sarana dan fasilitas yang layak bagi penghuni lapas menjadi hal yang paling penting.

Ditemui diruangan kerjanya, Kalapas Tembilahan Tommy K mengatakan, saat ini pihaknya selalu memberikan pelayanan yang baik sesuai peraturan dan tidak melanggar HAM, serta selalu meningkatkan kewaspadaan

“Potensi itu tetap saja ada, yang terpenting tentunya upaya kita untuk meminimalisir dan mengantisipasi hal itu berkembang. Seperti dengan selalu memberikan himbauan akan aturan-aturan  yang berlaku dan yang terpenting selalu mengupayakan semua kebutuhan dasar warga binaan dapat terpenuhi,” jelas kalapas kemaren.

Sejak ia mulai memimpin Lapas Tembilahan, ia mengaku terus melakukan pembinaan dan melakukan berbagai pembenahan. Hasilnya, fasilitas dasar yang dibutuhkan para tahanan seperti poliklinik, rumah ibadah dan sarana lainya kini sudah tersedia. Meskipun jumlah tahanan mengalami over kapasitas (544 napi. Red) dengan selalu terjaganya kesehatan dan kebersihan lingkungan tidak banyak napi yang menderita penyakit.

“Jika kebutuhan dasar ini tidak terpenuhi tentunya dapat memicu amarah para napi karena beranggapan tidak lagi mendapatkan hak sebagai manusia. Oleh karenanya hal ini selalu menjadi perhatian utama kita,” Tegas Kalapas.

Tak hanya itu, pemberdaayaan dengan pembinaan yang dilakukan oleh petugas lapas juga terlihat nyata dibangunan lapas. hampir sebagian besar taman, kolam, hiasan bangunan dan kerajinan tangan lainya merupakan buah karya para warga binaan lapas Tembilahan.

“Sudah banyak yg kita hasilkan dan diantaranya sudah ada yang terjual, termasuk desain bangunan lapas. kita bimbing para napi untuk melakukan kreatifitas mereka seperti mencat dan membuat struktur bangunan lain,” jelasnya.

Terkait dengan kekurangan yang dirasakan saat ini, pihak lapas Tembilahan terus mengajukan usulan penambahan bangunan atau anggaran untuk melakukan perbaikan dan penambahan gedung. Namun hal ini belum terwujud mengingat keterbatasan anggaran.

“Tak hanya over kapasitas dan kesederhanan lainya, namun disisi lain petugas kita juga sebenarnya kurang. Namun hal ini tentunya tidak bisa dijadikan alasan kita untuk menjalankan tugas.,” pungkas Tommy.(dro/*r)




Arus Mudik Jalur Laut Diperkirakan Mulai Terjadi H-6 Lebaran

indexTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Memasuki minggu terakhir puasa ramadhan tahun ini, aktifitas arus mudik jalur laut menuju Tembilahan masih belum menunjukan peningkatan. puncak arus mudik dipelabuhan diperkirakan mulai terjadi pada H-6 seperti tahun tahun sebelumnya.

“Belum ada peningkatan. Hasil koordinasi kita dengan pihak pelabuhan Batam, puncak arus mudik diperkirakan mulai terjadi pada H-6 lebaran,” jelas Kasubsi Keselamatan Berlayar Penjagaan Dan Patroli KPLP Tembilahan, Tugiman. Rabu (31/7)

Tugiman juga menjelaskan, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di Pelabuhan, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan dan RSUD Puri Husada Tembilahan.

“Pelabuhan dalam kondisi siap untuk menyambut arus mudik tahun ini, petugas juga telah kita tugaskan untuk mulai melakukan patroli laut. Kita berharap semua berjalan dengan baik,” harapnya.(dro/*r)




Jelang Lebaran, Pasar Jongkok Kebanjiran Pembeli

imagesTembilahan (www.detikriau.org) – Menjelang berakhirnya pelaksanaan puasa ramadan, kawasan pasar jongkok seputaran jalan Sultan Syarif qasim Tembilahan mulai ramai dibanjiri pembeli. Pasar yang lebih aktif dimalam hari ini menjadi salah satu tujuan untuk mendapatkan berbagai kebutuhan perayaan lebaran.

Aan, salah seorang pedagang pakaian mengaku peningkatan jumlah pengunjung mulai dirasakan sejak memasuki pertengahan Ramadan. Setiap malamnya, ribuan pengunjung penuh sesak memadati kawasan yang menyediakan berbagai dagangan mulai barang-barang bekas hingga barang baru ini.

“Sejak pertengahan Ramadan kawasan ini sudah ramai dikunjungi pembeli. Alhamdulillah omset kita juga meningkat. Setiap malam, rata-rata saya bisa menjual hingga puluhan potong pakaian jadi. Biasanya kondisi seperti ini akan semakin meningkat menjelang semakin dekatnya perayaan idul fitri,” Ujar Aan.

Rendi, pedagang lainnya juga membenarkan akan adanya peningkatan jumlah pengunjung. Menurutnya, kopiah, peci haji, jilbab, sajadah dan berbagai barang dagangannya laris manis. Meski tidak mengambil untung tinggi, dengan meningkatnya omset penjualan, rupiah keuntungan yang mampu diraih juga dipastikannya mengalami peningkatan.

“Kesempatan seperti ini biasanya hanya setahun sekali. Maklum untuk merayakan lebaran, biasanya masyarakat lebih memilih barang baru. Apalagi barang dagangan saya harganya sangat terjangkau dan juga sangat dibutuhkan. Alhamdulillah.”Syukurinya.

Dikatakan Rendi, barang dagangan ini sebahagian dipasoknya dari pulau jawa dan sebahagian lagi ia datangkan dari provinsi Sumatra Barat. Kegiatan seperti ini diakuinya sudah menjadi rutinitas dan penghasilan utamanya.

Kawasan pasar jongkok yang berada dipusat perkotaan kota Tembilahan selama ini memang menjadi salah satu tujuan favorit masyarakat.  Disamping mencari berbagai kebutuhan, kawasan ini juga sudah menjadi salah satu tujuan rekreasi warga. Aktivitas yang dimulai sejak pukul 16.00 hingga menjelang malam ini membuat kota Tembilahan terasa hidup.

“Walau diluar bulan Ramadan, kawasan ini setiap malamnya memang selalu ramai pengunjung. Bukan hanya penduduk setempat, pelancong luar daerah juga menjadikan kawasan ini sebagai salah satu tempat yang sepertinya wajib dikunjungi. Memang menjelang idul fitri seperti saat ini, peningkatan jumlah pengunjung menjadi luar biasa,” Ujar Wawan seorang warga Tembilahanl. Selasa malam (30/7). (dro)




Dua Kali di Demo di Bulan Ramadan, SMAN Indra Praja ditiadakan

Kadisdik, H Fauzar (Berbaju batik) dan beberapa pejabat disdik Inhil dipaksa demontras duduk berpanas-panasan mendengarkan orasi massa
Kadisdik, H Fauzar (Berbaju batik) didampingi beberapa pejabat disdik Inhil dipaksa demontras duduk berpanas-panasan mendengarkan orasi massa

Tembilahan (www.detikriau.org) – DPRD Inhil menegaskan bahwa Sekolah Menengah Atas Negri (SMAN) 1 Tembilahan dikembalikan seperti sediakala. Pengembalian ini bermakna penamaan SMAN Indrapraja dinyatakan ditiadakan.

Penegasan ini disampaikan Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil, Surya Lesmana yang saat itu didamping Kepala Dinas Pendidikan, Fauzar dihadapan para demonstran yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli SMAN 1 Tembilahan Kota (AMMP) beserta Osis SMAN 1 Tembilahan dan puluhan siswa. Selasa (30/7)

Keputusan pengembalian nama SMAN 1 Tembilahan ini dikatakan Surya Lesmana didasarkan kepada hasil rembuk dan keputusan pihak DPRD bersama Dinas Pendidikan Inhil.

“Kesepakatan pengembalian nama SMAN 1 ini merupakan hasil keputusan kita bersama. Sementara untuk SMP 1 Indrapraja dan SD 032 Indrapraja belum dilakukan pembahasan,” Jelas Surya.

Sebelumnya, ratusan massa AMMP dan Osis SMA 1 tembilahan beserta siswa melakukan orasi di depan Kantor Disdik Inhil. kedatangan rombongan massa disambut langsung oleh kadisdik, H Fauzar didampingi beberapa orang staff. Dihalaman kantor Disdik, masa memaksa Kadisdik duduk berjemur sambil lesehan mendengarkan berbagai orasi. Selesai di Disdik, rombongan bergerak ke kantor DPRD Inhil yang juga diikuti oleh Kadisdik dan beberapa orang pejabat.

Usai mendapatkan kepastian, massa mengaku puas. Korlap massa, Indra Gunawan menegaskan bahwa aksi mereka hanya menuntut pengembalian nama SMAN 1 Tembilahan. Sedangkan untuk SMPN Indra Praja dan SD 032 Indra Praja diluar agenda demo.”Aksi kita hanya satu tujuan yakni meminta pengembalian SMAN 1. Lainnya diluar agenda kita,” Tegas Indra.

Kesepakatan yang disampaikan Anggota DPRD Inhil, Surya Lesmana akhirnya disalin diatas sebuah kertas bermatrai cukup. Keputusan itu ditantangani oleh DPRD yang diwakili Surya Lesmana, Kadisdik Inhil, H Fauzar beserta perwakilan Komite sekolah dan perwakilan masyarakat. (dro)




Pasar Murah Tuai Kritikan Masyarakat Miskin

Antrian pasar murah dihalaman kantor camat Tembilahan. Selasa (30/7/2013)
Antrian pasar murah dihalaman kantor camat Tembilahan. Selasa (30/7/2013)

Tembilahan (www.detikriau.org) — Pasar murah yang digelar pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir di Halaman Kecamatan Tembilahan  menuai kekecewaan masyarakat. Pembagian yang dinilai sembraut menyebabkan banyak warga miskin yang lebih berhak malah tidak  kebagian.

“Kalau seperti ini jelasnya pembagian tidak adil. Siapa saja boleh masuk. Jadi tidak jelas lagi yang mana benar masyarakat miskin dan mana yang tidak.”Kesal seorang Ibu, Jawiyah (56) dengan nada kesal, Selasa (30/7)

Dikarenakan kondisi fisik yang tidak berapa sehat lagi akibat dimakan usia, jawiyah mengaku tidak mampu berdesak-desakan. Bahkan hingga ia kelelahan, satu kantongpun paket yabg berisikan 2 botol sirup, gula, tepung dan minyak goreng seharga Rp. 20 ribu itu tidak berhasil ia dapatkan.

“Pastinya kecewa nak. Apalagi setelah berdesak-desakan, satu paketpun saya tidak dapat.” Keluhnya sambil duduk berunjur kaki di trotoar depan jalan Kantor Camat.

Aman (43), seorang pekerja penarik becak juga menilai pelaksanaan pasar murah ini tidak tertata baik. Menurutnya, seharusnya pembagian dilakukan menggunakan kupon. Dalam pembagian kupon itu bisa bekerjasama dengan perangkat desa atau kelurahan sehingga bisa diberikan kepada warga yang benar benar kurang mampu.

“Kalau seperti ini banyak masyarakat yang seharusnya memang berhak malah tidak kebagian. Tapi kalau pakai kupon lebih merata dan tentunya akan lebih tepat sasaran.” Kata Aman.

Pantauan lapangan, pelaksanaan pasar murah dihalaman kantor camat Tembilahan ini penuh sesak dengan pengantri. 1300 paket yang dikatakan panitia disediakan dalam sekejab ludes. Namun yang menariknya, dari sekian banyak masyarakat yang ikut antri paket yang ditujukan untuk masyarakat miskin ini, kebanyakan datang mempergunakan kendaraan bermotor roda dua dan sebahagian terlihat mempergunakan perhiasan.(dro)