Jelang Lebaran, Pasar Jongkok Kebanjiran Pembeli

imagesTembilahan (www.detikriau.org) – Menjelang berakhirnya pelaksanaan puasa ramadan, kawasan pasar jongkok seputaran jalan Sultan Syarif qasim Tembilahan mulai ramai dibanjiri pembeli. Pasar yang lebih aktif dimalam hari ini menjadi salah satu tujuan untuk mendapatkan berbagai kebutuhan perayaan lebaran.

Aan, salah seorang pedagang pakaian mengaku peningkatan jumlah pengunjung mulai dirasakan sejak memasuki pertengahan Ramadan. Setiap malamnya, ribuan pengunjung penuh sesak memadati kawasan yang menyediakan berbagai dagangan mulai barang-barang bekas hingga barang baru ini.

“Sejak pertengahan Ramadan kawasan ini sudah ramai dikunjungi pembeli. Alhamdulillah omset kita juga meningkat. Setiap malam, rata-rata saya bisa menjual hingga puluhan potong pakaian jadi. Biasanya kondisi seperti ini akan semakin meningkat menjelang semakin dekatnya perayaan idul fitri,” Ujar Aan.

Rendi, pedagang lainnya juga membenarkan akan adanya peningkatan jumlah pengunjung. Menurutnya, kopiah, peci haji, jilbab, sajadah dan berbagai barang dagangannya laris manis. Meski tidak mengambil untung tinggi, dengan meningkatnya omset penjualan, rupiah keuntungan yang mampu diraih juga dipastikannya mengalami peningkatan.

“Kesempatan seperti ini biasanya hanya setahun sekali. Maklum untuk merayakan lebaran, biasanya masyarakat lebih memilih barang baru. Apalagi barang dagangan saya harganya sangat terjangkau dan juga sangat dibutuhkan. Alhamdulillah.”Syukurinya.

Dikatakan Rendi, barang dagangan ini sebahagian dipasoknya dari pulau jawa dan sebahagian lagi ia datangkan dari provinsi Sumatra Barat. Kegiatan seperti ini diakuinya sudah menjadi rutinitas dan penghasilan utamanya.

Kawasan pasar jongkok yang berada dipusat perkotaan kota Tembilahan selama ini memang menjadi salah satu tujuan favorit masyarakat.  Disamping mencari berbagai kebutuhan, kawasan ini juga sudah menjadi salah satu tujuan rekreasi warga. Aktivitas yang dimulai sejak pukul 16.00 hingga menjelang malam ini membuat kota Tembilahan terasa hidup.

“Walau diluar bulan Ramadan, kawasan ini setiap malamnya memang selalu ramai pengunjung. Bukan hanya penduduk setempat, pelancong luar daerah juga menjadikan kawasan ini sebagai salah satu tempat yang sepertinya wajib dikunjungi. Memang menjelang idul fitri seperti saat ini, peningkatan jumlah pengunjung menjadi luar biasa,” Ujar Wawan seorang warga Tembilahanl. Selasa malam (30/7). (dro)




Dua Kali di Demo di Bulan Ramadan, SMAN Indra Praja ditiadakan

Kadisdik, H Fauzar (Berbaju batik) dan beberapa pejabat disdik Inhil dipaksa demontras duduk berpanas-panasan mendengarkan orasi massa
Kadisdik, H Fauzar (Berbaju batik) didampingi beberapa pejabat disdik Inhil dipaksa demontras duduk berpanas-panasan mendengarkan orasi massa

Tembilahan (www.detikriau.org) – DPRD Inhil menegaskan bahwa Sekolah Menengah Atas Negri (SMAN) 1 Tembilahan dikembalikan seperti sediakala. Pengembalian ini bermakna penamaan SMAN Indrapraja dinyatakan ditiadakan.

Penegasan ini disampaikan Sekretaris Komisi IV DPRD Inhil, Surya Lesmana yang saat itu didamping Kepala Dinas Pendidikan, Fauzar dihadapan para demonstran yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli SMAN 1 Tembilahan Kota (AMMP) beserta Osis SMAN 1 Tembilahan dan puluhan siswa. Selasa (30/7)

Keputusan pengembalian nama SMAN 1 Tembilahan ini dikatakan Surya Lesmana didasarkan kepada hasil rembuk dan keputusan pihak DPRD bersama Dinas Pendidikan Inhil.

“Kesepakatan pengembalian nama SMAN 1 ini merupakan hasil keputusan kita bersama. Sementara untuk SMP 1 Indrapraja dan SD 032 Indrapraja belum dilakukan pembahasan,” Jelas Surya.

Sebelumnya, ratusan massa AMMP dan Osis SMA 1 tembilahan beserta siswa melakukan orasi di depan Kantor Disdik Inhil. kedatangan rombongan massa disambut langsung oleh kadisdik, H Fauzar didampingi beberapa orang staff. Dihalaman kantor Disdik, masa memaksa Kadisdik duduk berjemur sambil lesehan mendengarkan berbagai orasi. Selesai di Disdik, rombongan bergerak ke kantor DPRD Inhil yang juga diikuti oleh Kadisdik dan beberapa orang pejabat.

Usai mendapatkan kepastian, massa mengaku puas. Korlap massa, Indra Gunawan menegaskan bahwa aksi mereka hanya menuntut pengembalian nama SMAN 1 Tembilahan. Sedangkan untuk SMPN Indra Praja dan SD 032 Indra Praja diluar agenda demo.”Aksi kita hanya satu tujuan yakni meminta pengembalian SMAN 1. Lainnya diluar agenda kita,” Tegas Indra.

Kesepakatan yang disampaikan Anggota DPRD Inhil, Surya Lesmana akhirnya disalin diatas sebuah kertas bermatrai cukup. Keputusan itu ditantangani oleh DPRD yang diwakili Surya Lesmana, Kadisdik Inhil, H Fauzar beserta perwakilan Komite sekolah dan perwakilan masyarakat. (dro)




Pasar Murah Tuai Kritikan Masyarakat Miskin

Antrian pasar murah dihalaman kantor camat Tembilahan. Selasa (30/7/2013)
Antrian pasar murah dihalaman kantor camat Tembilahan. Selasa (30/7/2013)

Tembilahan (www.detikriau.org) — Pasar murah yang digelar pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir di Halaman Kecamatan Tembilahan  menuai kekecewaan masyarakat. Pembagian yang dinilai sembraut menyebabkan banyak warga miskin yang lebih berhak malah tidak  kebagian.

“Kalau seperti ini jelasnya pembagian tidak adil. Siapa saja boleh masuk. Jadi tidak jelas lagi yang mana benar masyarakat miskin dan mana yang tidak.”Kesal seorang Ibu, Jawiyah (56) dengan nada kesal, Selasa (30/7)

Dikarenakan kondisi fisik yang tidak berapa sehat lagi akibat dimakan usia, jawiyah mengaku tidak mampu berdesak-desakan. Bahkan hingga ia kelelahan, satu kantongpun paket yabg berisikan 2 botol sirup, gula, tepung dan minyak goreng seharga Rp. 20 ribu itu tidak berhasil ia dapatkan.

“Pastinya kecewa nak. Apalagi setelah berdesak-desakan, satu paketpun saya tidak dapat.” Keluhnya sambil duduk berunjur kaki di trotoar depan jalan Kantor Camat.

Aman (43), seorang pekerja penarik becak juga menilai pelaksanaan pasar murah ini tidak tertata baik. Menurutnya, seharusnya pembagian dilakukan menggunakan kupon. Dalam pembagian kupon itu bisa bekerjasama dengan perangkat desa atau kelurahan sehingga bisa diberikan kepada warga yang benar benar kurang mampu.

“Kalau seperti ini banyak masyarakat yang seharusnya memang berhak malah tidak kebagian. Tapi kalau pakai kupon lebih merata dan tentunya akan lebih tepat sasaran.” Kata Aman.

Pantauan lapangan, pelaksanaan pasar murah dihalaman kantor camat Tembilahan ini penuh sesak dengan pengantri. 1300 paket yang dikatakan panitia disediakan dalam sekejab ludes. Namun yang menariknya, dari sekian banyak masyarakat yang ikut antri paket yang ditujukan untuk masyarakat miskin ini, kebanyakan datang mempergunakan kendaraan bermotor roda dua dan sebahagian terlihat mempergunakan perhiasan.(dro)




Danrem WB Buka Latihan Gladi Posko I Kodim Inhil

Dandrem 031 Wirabima, Brigjen TNI, Teguh Rahardjo
Dandrem 031 Wirabima, Brigjen TNI, Teguh Rahardjo

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Danrem 031/Wirabima, Brigjen TNI Teguh Rahardjo, membuka secara resmi latihan Gladi Posko I Kodim 0314 Indragiri Hilir (Inhil), Senin (29/7).

Kegiatan pembukaan yang dipusatkan di Makodim 0314 Inhil, Jalan Jendral Ahmad Yani Tembilahan juga dihadiri Sekdakab Inhil, H Alimuddin RM, unsur pimpinan daerah dan unsur pimpinan Kodim 0314 Inhil.

Dalam amanatnya Danrem menyampaikan, pelatihan ini dimaksudkan untuk menyiapkan satuan jajaran Korem 031 Wirabima agar memiliki kesiapan operasional dalam rangka melaksanakan tugas pokok baik pada Operasi Militer untuk Perang (OMP) maupun pada Operasi Militer Selain Perang (OMSP), upaya yang dilakukan diantaranya dengan melaksanakan pembinaan latihan.

“Pembinaan latihan diwujudkan dalam bentuk latihan yang direncanakan, disiapkan, dilaksanakan, diawasi, dikendalikan dan dievaluasi,” kata Danrem.

Dengan demikian, latihan itu diharapkan dapat mencapai tujuan dan sasaran latihan yang ditetapkan dengan berbagai macam metode latihan yang diterapkan. Gladi Posko I merupakan salah satu metode latihan taktis tanpa pasukan untuk melatih para Komandan dan Staf dalam merencanakan operasi dan menerapkan taktik dan teknik operasi.

Tujuanya, lanjut danrem agar bisa meminimalisir jatuhnya korban jiwa maupun harta benda pada saat terjadi bencana alam. Selain itu, perlu disadari bahwa keberadaan aparat komando kewilayahan dituntut untuk berperan aktif  khususnya dalam mendekteksi dan menyelesaikan berbagai permasalahan yang berkembang di wilayah.

Diujung amanatnya, orang nomor satu di tubuh TNI angkatan darat Riau itu mengatakan, latihan Gladi Posko I diharapkan dapat meningkatkan profesionalitas Komandan dan Staf Kodim dalam melaksanakan prosedur hubungan kerja terutama pada penyelenggaraan operasi perbantuan kepada Pemerintah Daerah.

“bantuan yang dimaksud saat mengatasi berbagai permasalahan diantaranya bencana alam berupa banjir dan sejenisnya. Maka itu pada latihan ini dimulai dari tahap perencanaan sampai pelaksanaan operasi,”pungkasnya.(dro/*1)




Hingga Juli 2013, Kejaksaan Tembilahan Tangani 11 Kasus Pencabulan

cabulTembilahan (www.detikriau.org) – Hingga bulan Juli 2013, Kejaksaan Negeri Tembilahan telah menangani 11 kasus perkara pencabulan. Dari jumlah itu, 4 perkara sudah diputus dan 7 perkara masih dalam proses persidangan.

Berdasarkan penjelasan Kepala Kejaksaan Negri (Kajari) Tembilahan, Ferziansyah Sesunan SH melalu Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum), Boy Martin SH. Dari 11 kasus ini, 10 diantaranya pelakunya adalah orang dewasa dan hanya 1 kasus yang pelakunya anak-anak.

“Kebanyakan korban adalah anak dibawah umur. Meski terbilang cukup banyak tapi tidak bisa dikatakan ada peningkatan karena jumlah kasus pencabulan setiap tahunnya terbilang merata. Dari jumlah itu, 4 kasus sudah diputus pengadilan dan 7 lainnya masih dalam proses persidangan,” Terang Boy Martin akhir pekan kemaren ketika ditemui diruang kerjanya.

Untuk kasus pencabulan, sesuai ketentuan aturan hukum yang berlaku, rata-rata pihak kejaksaan melakukan tuntutan 10 tahun keatas dan dari  kasus yang sudah diputus, pelaku mendapatkan hukuman diatas 6 tahun kurungan penjara . “Tetapi jika pelakunya anak-anak maka hukumannya hanya separo dari orang dewasa,” Tambahkan Boy

Dari sebelas perkara pencabulan yang masuk di Kejaksaan Negri Tembilahan, 4 perkara yang sudah diputus yakni kasus atas nama terdakwa, Ponidin bin Muriadi (pasal 82 UU RI No 23 Tahun 2002), selanjutnya Muhipudin Alias Udin bin Kasim (pasal 81 (2) UU RI No 23 tahun 2002 atau pasal 82 UU RI No 23 Tahun 2003, Kemudian, Donal Simbolon Alias Donal bin Marlon Simbolon (pasal 81 (1) atau (2) UU RI No 23 Tahun 2002) dan terakhir perkara yang sudah diputus pengadilan atas nama terdakwa Ahmad Toha bin Matkusmin (pasal 82 UU RI No 23 tahun 2002).

Sementara 7 kasus lainnya yang dalam persidangan yakni atas nama, Suyatno bin Kaslan (pasal 81 (1) atau (2) UU RI No 23 Tahun 2002), Kemudian Leo Siringgo ringgo (pasal 82 UU RI No 23 tahun 2002), Bukhari Alis Abu bin Rozali (pasal 82 UU RI No 23 tahun 2002), Randi Panggila Alias Randi bin Surip (pasal 82 UU RI No 23 tahun 2002), Rahmad Hidayat  Alias Amat bin Imis (pasal 81 (2) UU RI No 23 tahun 2002), dan Bustami Alias Tami bin Jakfar (pasal 82 (2) UU RI No 23  tahun 2002 jo 64 (1) KUHP). Kemudian satu kasus yang masih dalam proses persidangan yang pelakunya dilakukan oleh anak-anak yakni Adrian Mandala Putra Alias Iyan Bin Edi Chandra (pasal 81 (1) UU RI No 23 tahun 2002).

“Selain 11 kasus yang sudah ditangani pihak kita ini, 2 kasus pencabulan lainnya kini masih dalam pemeriksaan oleh pihak kepolisian.”Pungkas Boy Martin. (dro)




Operasi Ketupat dan Amankan Arus Mudik, Polres Inhil bersama Instansi Terkait dirikan 8 Pos

12 014TEMBILAHAN (ww.detikriau.org) – Polres Inhil bersama Instansi Terkait dirikan 7 Pos pengamanan serta 1 Pos Induk Pemantau. Pendirian Pos ini dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat dan pengamanan Arus Mudik Lebaran 1434 H yang akan difungsikan mulai H-7 dan H+7, mulai dari 2 hingga 16 Agustus mendatang.

Kebijakan ini merupakan hasil keputusan rapat yang berlangsung di Aula Polres Inhil, Kamis (25/7), bersama Instansi terkait diantaranya Asisten II Pemkab Inhil, Kodim 0314 /Inhil, Dinas Perhubungan dan Informatika, Sat Pol PP, Dinas Kesehatan Pelabuhan, Polsek Pelabuhan, Jasa Raharja,  PMI, Pelindo dan beberapa Kapolsek.

“Dimasing-masing pos pengamanan tersebut, terdiri dari beberapa petugas gabungan yang sudah ditentukan. Bahkan untuk di Pos Pengamanan lebaran yang ada di Pelabuhan Pelindo Tembilahan nantinya juga dilengkapi adanya petugas Kesehatan yang akan melayani pemudik bila mendadak sakit,” Ujar Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan SIK, M.Si melalu Kabag Ops, AKP Kurnia SIK

Lanjut Kabag Ops, dalam waktu dekat demi suksesnya pengamanan arus mudik lebaran, seperti biasa, bertempat di lapangan upacara jalan Gajah Mada Tembilahan, akan digelar apel bersama dalam persiapan kegiatan Operasi Ketupat dan arus mudik lebaran

“Untuk mengetahui sampai sejauhmana persiapan petugas gabungan, maka sebelum pelaksanaan hari H, akan digelar apel bersama,” tambahnya.

Ia juga menambahkan khusus untuk pos pengamanan yang ada didaerah nantinya dibawah pengendalian Polsek setempat. Untuk Kota Tembilahan menjadi tanggung jawab kita bersama.

7 pos pengamanan lebaran yang dimaksud antara lain, pos utama ditempatkan di lapangan parkir yang ada dikawasan jalan Sudirman, dan pos pengamanan pendukung lainnya di pelabuhan Pelindo, pos Pengamanan Jembatan Rumbai, pos Desa Selensen, pos pengamanan pelabuhan Kuala Enok, pos pengamanan pelabuhan Reteh dan pos pengamanan Sungai Guntung.

Adapun untuk jumlah petugas gabungan yang akan terlibat dalam pengamanan arus mudik dan arus balik lebaran berjumlah 351 personil yang disipakan untuk antisipasi terjadinya hal-hal yang tidak dinginkan, serta meminimalisir terjadinya tindak kejahatan dan kelancaran arus mudik, pungkasnya.(dro/*e)