Inhil Darurat Narkoba. 212 dari 502 Penghuni LP Tembilahan Tersandung Kasus penyalahgunaan Narkoba
TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Kabupaten Inhil saat ini bisa dikatakan darurat narkoba. Hingga pertengahan September 2013, dari 502 orang total penghuni lapas kelas II A Tembilahan, 212 diantaranya adalah tahanan narkoba kemudian baru disusul tindak pidana lainnya yakni pelaku kriminal umum, illegal loging, trafficking, illegal fishing. Dan khusus penghuni kasus korupsi tercatat sebanyak 7 orang.
Dengan catatan record penghuni tertinggi ini menggambarkan angka penyalahgunaan narkoba di Inhil berada dalam kategori sangat mengkhawatirkan.
“Jumlah penghuni pelaku narkoba masih paling tertinggi apabila dibandingkan dengan pelaku tindak kejahatan lainnya. Ini tentunya patut untuk menjadi catatan khusus bagi kita semua,”ujar Kalapas Kelas II A Tembilahan, Tommy.
Bimbingan bagi penghuni kasus narkoba menurut tommy tidak cukup hanya dilakukan sanksi pidana kurungan namun adanya upaya untuk melakukan rehabilitasi. Oleh karena itu, dalam waktu dekat akan didirikan klinik konsultasi dan bimbingan serta rawat jalan khusus bagi pelaku narkoba yang pertama kali ada di Riau.
“Kita sudah jalin kerja sama dengan pihak RSUD Puri Husada Tembilahan untuk memberikan pelayanan konseling bagi pelaku narkoba. Sebab untuk setiap pelaku narkoba yang sudah tertangkap tidak cukup hanya diberikan hukuman kurungan, namun yang penting bagaimana mereka bisa tidak lagi ketergantungan dan tergoda untuk kembali mengkonsumsi narkoba setelah keluar dari Lembaga,”kata Tommy Kalapas Tembilahan saat ditemui didalam ruangannya.
Saat disinggung apakah saat jumlah penghuni Lapas Tembilahan sudah melubar, Tommy BCIP.SH.MH, menjelaskan kalau kita mengacu dengan SMR (Standart Internasional) lembaga yang kita miliki ini hanya bisa menampung 150 orang. Artinya jika saat ini sudah ada penghuni 509 jelas sudah mengalami over kapasitas.(dro/tok)
Warga Mengeluh, PDAM TI Tak Terima Pelanggan Baru
Tembilahan (www.detikriau.org) – Warga kota Tembilahan mengeluh. Pasalnya, pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri menolak melakukan penyambungan bagi pelanggan baru.
“Kita kemaren ingin mendaftar menjadi pelanggan baru PDAM TI. Tapi tanpa penjelasan, mereka menyatakan tidak menerima lagi pemasangan untuk pelanggan baru,” Ujar Warga Jalan baharuddin Jusuf Kecamatan Tembilahan Hulu, pili, kemaren.
Penolakan tanpa penjelasan ini sontak membuatnya kecewa. Menurutnya, sebagai perusahaan daerah satu-satunya pemasok kebutuhan air bersih masyarakat, seharusnya PDAM dapat memenuhi permintaan masyarakat.
“Kalaupun ada penghentian pemasangan bagi pelanggan baru setidaknya berikan penjelasan agar kami mengerti.” Sampaikannya.
Terkait keluhan warga ini, direktur PDAM Tirta Indragiri, Kemas Yusfery menjelaskan bahwa penyambungan bagi pelanggan baru tetap dilakukan. Hanya saja saat ini pihaknya sedang kehabisan persediaan meteren.
“Tetap kita layani. Tapi kita kehabisan stok meteran air, makanya terpaksa kita tunda. Mereka kita masukkan kedalam daftar tunggu,”Jawab Kemas melalui pesan singkat. (dro)
Indra Ajak mahasiswa Untuk Sama-Sama Besarkan UNISI
Indra Saat memberikan penjelasan dihadapan puluhan massa demontrans
Tembilahan (www.detikriau.org) –H Indra Muchlis Adnan, mengajak seluruh Mahasiswa untuk bersama-sama membesarkan UNISI. Jika ada persoalan, ia meminta untuk disampaikan melalui Presiden Mahasiswa agar dapat dicarikan jalan penyelesaian terbaik.
Permintaan ini disampaikan Indra Muchlis Adnan dihadapan puluhan Mahasiswa yang menggelar aksi demontrasi mejelang pelantikan rektor baru UNISI, Dr Ririn handayani, senin (16/9). Dalam kesempatan itu, Indra juga dengan tegas memberikan apresiasi atas aksi kalangan Mahasiswa ini. Ia juga menyebut tidak ingin melihat mahasiswa melempem dan bungkam. pengawasan dan kritikan terhadap berbagai kebijakan kampus yang ditujukan untuk melakukan perbaikan adalah sebuah tindakan yang baik.
“Saya juga lama berkecimpung sebagai aktifis kampus. Protes dan penyampian pendapat itu juga diperlukan agar terciptanya pengawasan yang baik. Hanya saja saya menyarankan agar berbagai persoalan itu tidak mesti disalurkan melalui aksi demontrasi tetapi salah satunya bisa disampaikan melalu Presiden Mahasiswa agar bisa dirembukkan dan dicarikan jalan penyelesaian terbaik,” Ujar Indra dihadapan massa demontrans.
UNISI bukan dibiayai oleh Pemerintah Daerah. bahkan gedung yang ada saat ini hanya bersifat pinjaman. Semua pembiayaan didanai sendiri oleh UNISI.
Dikatakannnya, sejak awal berdiri, pembangunan UNISI semata ditujukan untuk memudahkan seluruh masyarakat Inhil mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan tinggi. Masyarakat Inhil tidak perlu lagi harus menyekolah anak-anak mereka keluar daerah. Jika tidak dibantu dan dijaga bersama, bukan mustahil kampus yang sudah memiliki ribuan mahasiswa akan terhambat dan pada akhirnya tutup. Untuk membiaya pendidikan, UNISI memerlukan biaya yang tidak sedikit termasuk biaya gaji tenaga dosen tidak didapatkan secara gratis. Dinilai Indra, pembebanan biaya bagi mahasiswa UNISI saat ini masih jauh lebih murah dibandingkan Universitas lainnya.
Terkait kebijakan menunjuk seorang rektor kata Indra ada aturan dan syarat yang mesti dipenuhi. Salah satunya, minimal haruslah seorang bertitel doktor dan itupun bukan doktor lulusan baru namun harus sudah memiliki pengalaman yang mencukupi.
Sebelum menetapkan pilihan kepada Dr Ririn handayani sebagai rektor UNISI menggantikan Prof Sopian Hamim, Indra menyebut sudah berusaha menawarkan kesempatan ini kepada beberapa orang yang memiliki kompetensi dan memenuhi persyaratan yang diharuskan. Namun tidak ada satupun yang bersedia karena imbalan gaji yang diberikan relatif kecil dibandingkan dengan menjadi rektor di Universitas lain.
Ia meminta agar kalangan Mahasiswa memberikan kesempatan bagi Dr Ririn untuk memberikan karyanya dalam rangka membangun UNISI.
“Kalau memang anda-anda mahasiswa tidak ingin bekerjasama membesarkan kampus ini, anda tandatangani pernyataan dan kalau perlu, besok kampus ini kita bubarkan,” Ancam Indra.
Terkait tuntutan mahasiswa mengenai terhambatnya pemberian beasiswa, menurut Indra, urusan beasiswa bukan kebijakan UNISI. Pihak UNISI hanya sebagai penerima bantuan Beasiswa yang disalurkan oleh Pemkab Inhil.
Beasiswa didanai melalui Program Beasiswa Abdi oleh Pemkab Inhil. hanya saja ada kesalahan pengurusan sehingga menjadi temuan BPK. Namun tahun ini sudah selesai dan kembali bisa dicairkan. “Kesalahan juga dari kalangan mahasiswa. Ada yang sengaja berbohong, mengambil tapi tidak kuliah dan akhirnya jadi temuan BPK. Makanya pencairannya sempat terhambat,” Terang Indra sambil kembali menegaskan bahwa UNISI hanya sebatas penerima bantuan.
Persoalan baju KKN mahasiswa yang juga sempat diprotes kalangan demonstrans diakui Indra memang ada masalah. Oleh sebab itu juga perlu adanya pembenahan dan evaluasi kembali.
Diakhir katanya, Indra juga meminta mahasiswa terus mengawasi jalannya kampus UNISI agar dapat terus besar dan berkembang. Jika memang menemukan adanya tindakan melawan hukum, Indra meminta kalau perlu langsung disampaikan kepihak aparat hukum. Tapi harus ada bukti jelas bukan hanya sekedar bisa menuduh.
“Saya tidak ingin ada koruptor di kampus ini. Ini kampus perjuangan bagi seluruh masyarakat Inhil. harusnya kita jaga secara bersama-sama agar mampu memberikan manfaat terbaik bagi generasi penerus negri ini,” Pungkas Indra.
Usai mendengarkan penjelas Indra, puluhan massa demontrans mengaku cukup puas. Menurut mereka, unjuk rasa yang mereka laksanakan sebagai bentuk tidak adanya penjelasan yang disampaikan secara gampalng terkait berbagai hal yang mereka tuntut.
Dalam orasinya, beberapa tuntutan yang disampaikan massa demonstran diantaranya penolakan pelantikan Dr Ririn Handayani sebagai rektor UNISI. Menuntut kejelasan penyaluran bantuan Beasiswa. Kemudian keluhan tingginya uang pembayaran biaya semester serta ketidakjelasan baju seragam KKN mahasiswa. (dro)
Pasca Kebakaran, Sementara Lokasi Kebakaran Pujasera dipagari Seng
TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Pasca terjadinya kebakaran di kawasan Pujasera pada Ahad (15/9) kemarin. Pemkab Inhil melalui Dinas Perdagangan belum bisa memastikan untuk merelokasi atau melakukan pembangunan kembali.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Perdangan H.Rudiansyah Senin (16/9). Dikatakannya, untuk sementara lokasi Pujasera yang terbakar tersebut, ditutup dengan pagar seng sambil menunggu langkah selanjutnya perintah dari Bupati.
“Sementara lokasi yang terbakar kita tutup dengan pagar seng. Kedepan apakah akan kita bangun lagi atau di relokasi kita juga belum tahu, pokonya tergantung dari pernyataan pimpinan,” ujar H.Rudiansyah.
Terpisah, Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si melalui Kasat Reskrim AKP Ade Zamrah mengatakan untuk mengetahui penyebab terjadinya kebakaran di lokasi Pujasera, di lakukan olah TKP bersama Tim Lafbor dari Medan.
“Untuk mencari tahu penyebab kebakaran, kita segera melakukan olah TKP di lokasi kebakaran bersama Tim Lafbor. Setelah mendapatkan hasilnya barulah bisa memastikan penyebabnya,”ujar AKP.Ade Zamrah SIK. (dro/tok)
Suami Tewas Terpanggang, Istri Menyusul, Anak Semata Wayang Masih Kritis
TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Setelah suami tewas terpanggang api dalam kebakaran yang terjadi di Jalan baharuddin Jusuf, Parit 8 Kecamatan Tembilahan Hulu, Kamis (12/9) yang lalu Istri korban-pun akhirnya menyusul. Sementara anak semata wayang masih dalam keadaan kritis dan dalam perawatan di ruang perawatan bedah RSUD PH Tembilahan.
Istri Zainudin (40), Siti Hadijah (30), meninggal dunia pada Sabtu (14/9) saat dalam perawatan intensif di ruang bedah RSUD Puri Husada Tembilahan, akibat mengalami luka bakar pada sekujur tubuhnya.
Direktur RSUD Puri Husada dr.Iriyanto, saat dihubungi via ponselnya membenarkan atas meninggal Hadijah akibat luka bakar sekitar 75 persen sekujur tubuhnya.
“Kita sudah berusaha untuk merawat secara intensif, namun akibat luka bakarnya cukup serius, Akhirnya nyawa korban tidak bisa di selamatkan. Anaknya saat ini masih dalam perawatan intensif ”ujar dr.Iriyanto.
Peristiwa kebakaran yang dialami keluarga pekerja bengkel kendaraan hingga suami dan istri penghuninya ini menyisakan duka yang mendalam. Terutama bagi tetangga terdekat serta tokoh masyarakat yang tinggal disekitar rumah korban.
“Terus terang saya sangat prihatin atas musibah kebakaran yang dialami korban. Apalagi keluarga ini dikenal sebagai keluarga yang cukup ramah dan disenangi warga” ujar Jumiardi Ali (29) tetangga dekat korban.
Sementara itu, Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si melalui Kasat Reskrim menyatakan penyebab kebakaran hingga hari ini masih dalam penyidikan dan menunggu hasil identifikasi Tim Lafbor. (dro/tok)
1 Blok Café Remang Pujasera Tembilahan dilalap Api. di Lahang, 5 Rumah Warga Juga Ludes
1 blok warung pujasera yang ludes dilalap api
TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – 1 blok dengan 20 an petak café remang-remang Pusat jajanan Selera Rakyat (Pujasera) Jalan Kapten Muchtar Tembilahan, Ahad (15/9) sekira pukul 08.30 Wib ludes dilalap jago merah. Tidak ada korban jiwa dan besar kerugian hingga saat ini belum bisa ditaksir.
Beruntung, pada saat terjadi kebakaran Kota Tembilahan sedang diguyur hujan deras sehingga jilatan api tidak merambat lebih luas ke warung pujasera lainnya. Namun begitu, untuk membantu memadamkan kobaran api, 2 unit mobil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Inhil serta petugas Pemadam swadaya, PSMTI ikut dikerahkan. Hanya dalam waktu lebih kurang 30 menit 1 blok dengan 5 kios pusat jajan serba ada ludes rata menjadi tanah.
Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dedi Rahman Dayan SIK.M.si melalui Paur Humas Ipda Warno Akman menjelaskan, penyebab kebakaran masih dalam penyidikan petugas dilapangan. Sedangkan jumlah kerugian belum bisa ditaksir.
“Tidak ada korban jiwa. Api terlihatmulai membakar sekitar pukul 8.30 WIB dan baru bisa dipadamkan petugas pemadam sekira pukul 9.00 Wib. Mengingat bangunannya terbuat dari kayu sehingga si jago merah cepat merambat,”tambahnya.
Pasar Pujasera pada awalnya disediakan sebagai warung pusat jajanan masyarakat. Namun belakangan, keberadaan sebahagian besar warung pujasera cukup banyak meresahkan masyarakat karena dinilai sudah beralih fungsi sebagai transaksi bisnis esek-esek.
“kalau seluruhnya ludes juga tak apa-apa bang, lokasi ini cukup membuat kita masyarakat Tembilahan risih. Terlalu banyak isu transaksi malam yang mewarni bisnis dilokasi ini.”Sebut Aman seorang warga Tembilahan ketika sempat berbincang di lokasi kebakaran.
Baru berselang sehari, Sabtu (14/9) sekira pukul 01.00 Wib, peristiwa kebakaran juga meludeskan 5 unit pemukiman warga jalan Merdeka RT 01 RW 02 Desa Kuala lahang Kecamatan Gaung. Meski peristiwa kebakaran ini juga tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Berdasarkan keterangan Camat Gaung, Nursal, penyebab kebakaran hingga saat ini belum diketahui secara pasti karena masih dalam penyidikan pihak Kepolisian.
“hanya kurang lebih selama 1 jam, 5 unit bangunan perumahan warga ludes, rata dengan tanah disebabkan memang material bangunan terbuat dari bahan kayu yang mudah terbakar, apalagi upaya pemadaman hanya dilakukan secara gotong royong menggunakan peralatan apa adanya,”ujar Camat Nursal, Ahad (15/9)
5 unit perumahan warga yang ludes terbakar yakni, rumah milik Moh Hasin (70), Said Mustofa (70 Mudis (42), Mak Ajeng (50) dan rumah Ustad Udin (50).
Saat ini, seluruh korban kebakaran sebanyak 5 KK yang terdiri dari 10 jiwa sementara mereka menumpang dirumah sanak famili dan tetangga terdekat.
“Kita berharap bantuan dari Pemkab Inhil serta masyarakat lainnya, agar bisa meringankan beban warga yang terkena musibah. Mengingat mereka sudah lanjut usia tidak ada tempat tinggal lagi,”pungkas Camat. (dro/tok)