Warga Tembilahan Masih Doyan Buang Sampah di Sembarang Tempat

Tong Sampah Bahkan Banyak yang Ra’ib

sampahTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menilai kesadaran masyarakat masih sangat rendah untuk membuang sampah pada tempatnya. Padahal, dinas ini telah meyediakan tempat pembuangan sampah dibeberapa titik dalam kota Tembilahan.

Demikian ditegaskan Kepala Dinas PU Inhil Tengku Edy Efrizal melalui Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan dan Pertamanan Jhon Her, Selasa (24/9). Untuk itu dia berharap kedepan masyarakat dapat membuang sampah pada tempatnya.

“Sebelumnya kita sudah menenpatkan banyak tong sampah. Tapi ada sebagai masyarakat yang menolak supaya tong sampah tersebut tidak berada disekilar lngkungan mereka dengan alasan menimbulkan bau yang tidak sedap,” katanya.

Tidak hanya itu, Jhon juga menyayangkan ada sebagian tong-tong sampah yang hilang. Padahal diketahui tong-tong sampah itu merupakan milik bersama. “Kemarin kita letakan 7 tong sampah disekitar taman kota, tapi pada kenyataanya yang tersisa hanya 2 tong,” ungkap Jhon.

Meski demikian, Jhon tetap bersyukur karena tidak semua tong sampah yang ada dicuri oleh tangan jahil. Mudah-mudahan pencurian tong sampah seperti itu tidak sampai terjadi lagi dimasa-masa mendatang.

“Upaya kami akan meningkatkan keamanan agar tong-tong sampah itu  tidak lagi dicuri,” jelasnya.

Salah satu cara untuk meningkatkan kemanan, menurut Jhon bisa dengan cara menempel tong sampah pada kursi. Sehingga tong sampah tidak mudah dipindah apalagi sampai dibawa kemana-mana.(dro/*1)




Ortu diminta Tidak Fasilitasi Anak di Bawah Umur dengan Kendaraan Bermotor

gambar ilustrasi
gambar ilustrasi

Tembilahan (www.detikriau.org) – Sebahagian besar masyarakat pengguna jalan dalam kota Tembilahan berharap agar para orang tua tidak memfasilitasi anak-anaknya yang masih berada di bawah umur dengan kendaraan bermotor. Disamping berbahaya untuk diri sendiri, pemberian fasilitas yang belum saatnya itu juga dapat membahayakan pengguna jalan lainnya.

Harapan ini disampaikan oleh seorang warga jalan baharuddin Jusuf Tembilahan, Rico. Menurut pekerja sebuah perusahaan swasta ini, hampir setiap harinya ia menyaksikan cukup banyak anak-anak pelajar setingkat SMP sudah diberikan tranportasi kendaraan bermotor oleh para orang tuanya. “mungkin orang tua siswa ini cukup berada dan tidak ingin repot mengurus antar jemput putranya. Tapi menurut saya, kebijakan ini tidak tepat karena penggunaan kendaraan bermotor untuk anak-anak akan sangat berbahaya bagi diri anak itu sendiri termasuk pengguna jalan lainnya,” Sampaikan Rico

Dikatakan Rico lagi, ia juga tidak satu dua kali menyaksikan kecelakaan lalulintas yang melibatkan anak-anak masih bau kencur ini. Ia berharap apa yang menjadi keluhannya ini dapat menjadi perhatian para orang tua.

Tidak berbeda dengan Rico, Amrullah, warga Kecamatan Tembilahan  Hulu juga menyampaikan kritikan yang hampir senada. Menurut A’am panggilan akrabnya, ia sendiri pernah mengalami kecelakaan lalulintas akibat kendaraannya ditabrak dari arah belakang oleh pemakain kendaraan bermotor yang masih duduk dibangku kelas 1 SMP.

‘Berat kendaraan saja tidak sebanding dengan tenaga mereka. Termasuk tinggi badan mereka belum mencukupi. Ini sangat berbahaya. Orang tua yang memfasilitasi anak dengan fasilitas yang belum saatnya ini menurut saya bukan orang tua yang sayang anak tetapi ingin mencelakakan anak-anaknya,” kritik Aam

A’am berharap agar pihak terkait khususnya aparat kepolisian agar dapat lebih memperketat untuk melakukan pengawasan. Apalagi hal ini menurutnya jelas-jelas sebuah pelanggaran lalu lintas. “yang pastinya, karena memang mereka memang belum cukup usia tentunya tidak akan memiliki surat izin mengemudi (SIM). Ini pelanggaran dan harus diberikan sanksi,” Pinta A’am.(dro)




Jadi Ajang Tempat “Ngelem”, Warnet Gerry di Tutup

Gerry Net Jalan Baharuddin Jusuf TembilahanTembilahan (www.detikriau.org) – Gerry Net, Jalan baharuddin Jusuf Tembilahan dipastikan menghentikan operasional. Keputusan yang diambil secara langsung oleh pemilik ini setelah tempat usaha jasa warung internet dan game online ini diserbu puluhan warga.

Berdasarkan penjelasan Ketua RW setempat, Aaf, sudah cukup lama warga merasa resah dengan keberadaan tempat usaha warga keturunan asal Kabupaten Inhu ini. Bukan karena usahanya, tetapi tempat ini kerap dijadikan anak-anak sebagai wadah mangkal untuk melakukan aktivitas buruk, “ngelem”.

Tumpukan plastik berisikan lem yang masih terlihat basah yang terdapat dihampir setiap bilik warnet Gerry
Tumpukan plastik berisikan lem yang masih terlihat basah yang terdapat dihampir setiap bilik warnet Gerry

“Ini kejadian kedua kalinya. Warga bukannya melarang siapapun untuk membuka usaha warnet dan permainan game online, asalkan diawasi dengan baik dan tidak memberikan efek buruk kepada masyarakat khususnya generasi penerus,” Ujar Ketua RW 13 jalan Baharuddin Jusuf Tembilahan ini, Kamis (19/9) malam

Dijelaskannya, kejadian kali kedua ini berawal dari informasi seorang warga jalan Baharuddin Jusuf yang kala itu datang secara langsung ke warnet untuk mencari putranya. Setibanya, sang ibu bukan kepalang kaget, hampir disetiap pojok warnet ini tampak anak-anak masih berbau kencur sedang asyik ngelem.

Dari informasi itu, tidak berselang lama, RW didampingi ketua RT setempat bersama puluhan warga mendatangi lokasi. Setibanya, mungkin karena kaget didatangi warga, puluhan anak-anak tampak berhamburan berlarian keluar dan kebanyakan masih dalam kondisi sempoyongan.

“hasil pemeriksaan warga, kita menemukan puluhan plastik dan tube bekas lem “kambing” berserakan. Kita memastikan informasi warga bahwa tempat ini disalahgunakan sebagai tempat pesta “ngelem” oleh anak-anak memang benar,” Sampaikan Aaf.

Pemilik Usaha, Gerry, dalam pertemuan dengan warga memastikan bahwa aktivitas “ngelem” anak-anak ditempat usahanya ini sama sekali diluar pengetahuannya. Ia mengakui merasa malu dengan kejadian ini. Untuk menebus kelalaian karyawannya, ia memastikan akan menutup usaha Gerry Net. “Saya merasa tidak bisa memberikan jaminan untuk mengawasi tempat usaha ini agar tidak lagi dijadikan tempat ngelem bagi anak-anak. Saya akan tutup usaha ini,” Ucap Gerry.

Karyawan Gerry Net mengakui mengetahui kegiatan ngelem anak-anak ini bahkan menurutnya ia mengenali siapa mereka. hanya saja, meski sudah dilarang berulang-ulang, aktivitas itu masih terus berlanjut. (dro)




Jadwal Penerimaan Pendaftaran CPNS Masih Belum Pasti

Diperkirakan Akhir September atau Oktober 2013

cpnsTembilahan (www.detikriau.org) – Hingga hari ini Badan Kepegawaian Daerah (BKD) kabupaten Indragiri Hilir belum bisa memastikan waktu pelaksanaan penerimaan pendaftaran Calon Pegawai Negri Sipil (CPNS) dilingkungan pemerintahan kab inhil. paling cepat diperkirakan penerimaan akan dilaksanakan pada akhir September atau awal oktober 2013 mendatang.

“waktu pastinya belum bisa kita tentukan. Masih dilakukan pembahasan ditingkat Provinsi, termasuk apa saja yang menjadi persyaratan. Tunggu aja pengumuman resminya” Ujar Kepala BKD Inhil, Afrizal

Ditambahkannya, waktu penerimaan pendaftaran bagi CPNS nantinya akan dilaksanakan selama satu minggu. Dengan batasan waktu yang cukup panjang diyakini bagi masyarakat yang berminat untuk mendaftar pastinya juga memiliki waktu yang cukup untuk melengkapi berbagai persyaratan yang dimintakan.

“menurut perkiraan kita, pembukaan pendaftaran berkemungkinan akhir bulan September atau bisa saja di bulan oktober 2013 ini,” Jelas Mantan Camat Tembilahan Hulu ini mengakhiri. (dro)




BC Terkesan Bungkam, LSM Mintakan Hearing di DPRD Inhil

bbTembilahan (www.detikriau.org) – Sekjend Forum Komunikasi Organisasi Non Pemerintah (Fokus Ornop) kabupaten Indragiri Hilir, Indra Gunawan mengakui pihaknya sudah memintakan jadwal rapat dengar pendapat dengan pihak Bea dan Cukai Tembilahan di DPRD Inhil. permitaan RDP ini terpaksa dilakukan karena kesan bungkam yang ditunjukkan BC Tembilahan atas dugaan raibnya ratusan Handphone Blackberry tangkapan.

Berdasarkan penjelasan Indra, sejak beredarnya pemberitaan dibeberapa media akan tidak sinkronnya jumlah BB tangkapan oleh KPPBC Type Madya Pabean C Tembilahan dengan pihak yang mengaku menjadi pemilik barang, berita ini sudah menjadi konsumsi public. Khususnya masyarakat Inhil kini bertanya-tanya yang mana sesungguhnya yang benar.

“secara organisasi, kita sudah beberapa kali berupaya untuk memintakan komfirmasi, namun setiap kali itu pula upaya itu selalu mentah karena ditolak dengan berbagai alasan. Kita sendiri tidak mengerti, ada apa dengan pihak BC ini. Kalau memang mereka benar, kenapa mereka harus bungkam dan enggan memberikan penjelasan,” Ujar Indra di Tembilahan, Kamis (19/9)

Dugaan adanya penggelapan barang milik Negara, menurut Indra sangat wajar ia dugakan. Expose pihak KPPBC, barang tangkapan sejumlah 974 unit sementara pengakuan pihak yang mengaku sebagai pemilik sebanyak 1 226 unit. Artinya ada selisih sebanyak 252 unit.

Kalau tidak adanya penjelasan apalagi diiringi dengan kesan bungkam dan tutup mulut pihak KPPBC, masyarakat pastinya menduga-duga ada yang tidak beres.

Sebagai lembaga Negara, Indra berharap pihak BC tidak anti dengan pengawasan masyarakat karena ini dilakukan sesuai aturan hukum dan upaya dan peran serta masyarakat untuk menciptakan aparatur Negara yangbersih.”Sangat gampang. Berikan klarifikasi dengan jelas. beberken berita acara penangkapan dan siapa yang menjadi saksi. Kalau ini dilakukan, saya rasa masyarakat akan tentunya akan memberikan nilai positif pada lembaga ini, kalau bungkam seperti saat ini, siapapun pastinya akan menjadi menduga ada apa-apanya,”papar Indra.

Untuk memintakan klarifikasi persoalan ini, Indra mengakui bahwa pihaknya sudah memintakan DPRD Inhil melalui Komisi I untuk melakukan pemanggilan Hearing terbuka dengan pihak KPPBC Tembilahan melalui surat bernomor 028/FO-IX/2013 tertanggal 16 september 2013. Semua ini menurut Indra dilakukan agar dugaan angin tidak sedap ini tidak terlalu berhembus lama dan semakin mendiskreditkan lembaga yang berada dibawah Kementrian Keuangan RI ini. “kalau tidak sekarang kapan lagi kita mau memulai untuk menciptakan Negara ini bebas dari Koruptor. Kita awali dengan sikap saling terbuka,” Pungkas Indra. (dro)




Kelompok JCH Terakhir Inhil, Esok Terbang Ke Batam

hajiTembilahan (www.detikriau.org) – Jum’at (20/9), sebanyak 138 Jamaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Indragiri Hilir yang tergabung dalam kloter 12 akan terbang ke Embarkasi Batam. Pemberangkatan JCH Kloter terakhir Inhil ini akan dibagi dalam dua kali penerbangan.

“kita rencanakanbesok, jum’at (20/9)  pukul 04.00 Wib kita sudah bergerak dari halaman Masjid Agung Al Huda jalan Jendral Sudirman Tembilahan. Pemberangkatan rombongan dibagi dalam dua kali penerbangan. Rombongan pertama diperkirakan berangkat dari bandara Tempuling sekira pukul 07.30 Wib. ” Ujar Kemenag Inhil, Azhari melalui Kasi Haji dan Umrah, Harun, kamis (19/9)

Dijelaskannya, seluruh JCH Inhil, baik kloter 8 maupun 12 sudah divaksin khusus untuk mencegah terjangkit virus corona yang saat ini sedang merebak di tanah suci. Vaksin tersebut menurutnya diberikan oleh DInas Kesehatan Inhil.

“seluruh JCH tidaklah perlu terlalu khawatir dengan penyebaran virus corona. Kita sudah berikan pendidikan dan berbagai antisipasi pencegahan kepada JCH termasuk pemerintah RI juga sudah mendirikan pos-pos kesehatan di tanah suci.” Pungkas Harun. (dro)