Jembatan Rumbai Jaya Juga Perlu Penerangan

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Warga Kecamatan Kempas juga meminta Pemkab Inhil melalui Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) untuk segera memberikan fasilitas lampu penerangan sepanjang jalur jembatan Rumbai Jaya. Hal ini diperlukan untuk antisipasi penyalahgunaan fasilitas umum ini seperti perbuatan maksiat dan tindak kriminal.

Permintaan itu disampaikan oleh sejumlah tokoh masyarakat Desa Sungai Gantang Kecamatan Kempas. Mereka katakan, kondisi Jembatan Rumbai Jaya yang kini gelap gulita tidak menepis kemungkinan bisa di jadikan area rawan tindak kejahatan atau ajang tempat maksiat termasuk aksi pencurian terhadap buat jembatan.

“Hampir setiap malam khususnya disaat malam-malam liburan sekolah, sepanjang jalur pejalan kaki Jembatan Rumbai jaya sangat mudah ditemui pasangan muda-mudi duduk berdua-duaan ditempat gelap. Bahkan kondisi seperti ini semakin diperparah dengan seringnya terlihat sekelompok anak-anak muda teler akibat minuman keras.” Sampaikan Sumartono (51) warga Desa Sungai Gantang belum lama ini.

Dijelaskan lagi, akibat tidak adanya penerangan di Jembatan Rumbai, tindak kriminal bukan satu-dua kali terjadi. Pemerasan, perkelahian dan bahkan korban nyawa. Dan hal ini tentu sudah tidak bisa di biarkan perlu adanya tindakan nyata khususnya penyediaan penerangan jembatan.

Diakui oleh warga masyarakat Kempas, padahal sebelumnya penerangan lampu Jembatan Rumbei sudah pernah menyala menerangi sepanjang jalur Jembatan. Namun entah karena apa pada saat ini  sudah tidak berfungsi lagi.

Karena pengoperasian terhenti, masyarakat akhirnya sepakat untuk mengelola aset milik daerah ini. Sayangnya, untuk niat ini masyarakat juga dikenakan biaya sewa sebesar Rp. 1 juta per bulan. Pengelolaan secara swadaya masyarakat ini hanya berlangsung selama 6 bulan dan akhirnya kembali terhenti karena terus merugi, Jelasnya. (dro/tok)




Warga Keritang Ingatkan Wardan – Rosman Penuhi Janji Mekarkan Insel

Tembilahan (www.detikriau.org) – Masyarakat Kecamatan Keritang berharap, usai pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Inhil Terpilih untuk segera dan serius menindaklanjuti agenda pemekaran Kabupaten Indragiri Selatan (Insel). Diharapkan janji pemekaran Insel bukan hanya sebatas lips service.

”ini merupakan salah satu janji yang disampaikan pasangan HM Wardan dan H Rosman Malomo kepada masyarakat Insel. Kita berharap janji tidak sekedar janji dan benar diwujudkan,”  sampaikan Ketua Himpunan Keluarga Besar Alumni (HIKBA) SMPN 4 Keritang, Zulfen kepada wartawan kemaren.

Menurut Zulfen, beberapa hal yang harus mendapatkan perhatian serius terkait rencana pemekaran Insel diantaranya adalah menetapkan dan menyepakati tapal batas kabupaten Insel dengan Kabupaten tetangganya. Persoalan tapal batas salah satunya tapal batas antara Desa Petalaongan Kecamatan Keritang dengan Desa Danau rambaian batanggangsal Kabupaten Inhu. Disamping penuntasan tapal batas, persoalan biaya operasional Kabupaten baru selama dua tahun dan mempersiapkan aparatur pemerintah juga harus dijadikan perhatian.

”Tugas Bupati dan Wakil Bupati periode 2013-2018 sangat berat untuk membenahi pemerintahan dengan terjadinya perpindahan tampuk kekuasaan. Namun kami juga tentunya tidak ingin beratnya tugas itu menjadi penyebab janji pembentukan Insel sampai terlupakan,” Ingatkannya.(dro/**)




Kualitas Proyek Pemerintah di Nilai Rendah, Bupati Mendatang diminta Prioritaskan Pangkas Biaya Siluman

indraTembilahan (www.detikriau.org) – Kalangan LSM meminta pihak Pemerintah untuk lebih mengawasi pengerjaan proyek-proyek yang digelontorkan melalu uang rakyat. Tanpa adanya pengawasi yang diawali sejak dini, tujuan pembangunan, terutama sarana fisik tidak akan mampu dinikmati masyarakat dalam jangka waktu panjang.

“kita menyaksikan banyak pengerjaan proyek-proyek fisik pemerintah belum lama selesai dikerjakan sudah kembali rusak. Kita meyakini pengerjaan proyek ini tidak dilaksanakan sesuai dengan standar kualitas yang sudah ditentukan,” Sampaikan Sekjend Fokus Ornop Inhil, Indra Gunawan, ahad (29/9)

Berdasarkan berbagai sumber informasi yang didapat ditambahkan Indra, disamping dinilai kurangnya pengawasan saat pelaksanaan, rendahnya kualitas proyek fisik pemerintah itu juga disebabkan banyaknya pembebanan biaya-biaya diluar Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang sudah tertera. Misalnya, biaya siluman saat proses pelaksanaan tender, fee untuk oknum tertentu dan bahkan masih ditambah dengan pembebanan biaya untuk memuluskan proses pencairan dana.

Informasi ini diakui Indra, memang pihaknya belum mendapatkan data pasti, namun kabar itu kerap terdengar dan tidak menutup kemungkinan hal itu benar adanya apalgi bukti nyata proyek fisik pemerintah jarang yang mampu berusia panjang.

“sejalan dengan fungsinya, Fokus Ornop kedepannya sudah meagendakan untuk ikut melakukan pengawasan. Benar informasi itu baru sebatas kabar. Tapi kalau ada asap, biasanya pasti ada api,”Duga Indra.

Ditambahkan Indra, hal ini seharusnya juga menjadi perhatian bagi pasangan Bupati dan Wakil Bupati Inhil yang tidak lama lagi akan dilantik. Ia berharap upaya perbaikan seluruh proses pengerjaan proyek-proyek pemerintah dapat menjadi salah satu agenda utama.

Indra menegaskan tidak bisa membebankan kesalahan rendahnya kualitas proyek semata kepada rekanan pelaksana. Tetapi lebih kepada sistem yang seperti sengaja diciptakan dan digiring pihak-pihak tertentu untuk juga ikut menikmati keuntungan.

“Bagaimana rekanan mau bekerja benar jika mereka masih harus dibebani berbagai biaya yang tidak jelas.  Bereskan dulu sistemnya baru kita bisa menuntut rekanan untuk bekerja benar,”Tegas Indra. (dro)




Pompa Ngedrop, Air PDAM Mampet

pdamTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Sejak beberapa hari belakangan ini, warga kota Tembilahan kesulitan mendapat pasokan air bersih. Pasalnya, pompa milik Perusahaan Daerah Air Minum (PADM) Tirta Indragiri yang terdapat di Desa Pulau Palas ngedrop.

Bermasalahnya salah satu pompa PDAM disana mengakibatkan melemahnya tekanan air, sehingga pasokan air bersih ke rumah-rumah pelanggan menjadi terganggu. Warga berharap pihak terkait segara melakukan perbaikan terhadap pompa yang rusak.

“Benar air PDAM kembali bermasalah. Kami sulit mendapatkan air sejak beberapa hari ini,” ungkap Ita warga Jalan Gunung Daek Tembilahan, Kamis (26/9).

Menurut warga, mereka tidak mempersoalkan kalau kualitas air tidak terlalu bagus. Namun mereka sangat kerepotan kalau sumber air dari PDAM mengalami gangguan distribusi. Untuk mencukupi kebutuhan air bagi rumah tangga mereka terpaksa bangun tengah malam untuk menampung air.

“Kami sedot aja dengan mesin penyedot air. Itupun hanya bisa keluar saat tengah malam disaat pengguna air tidak terlalu banyak seperti siang hari,” jelasnya. Selain itu, dalam mengatasi krisis air warga juga harus mengangkut air dari rumah tetangga yang memiliki sumur atapun tempat-tempat ibadah seperti masjid dan musholah.

Diretur PDAM Tirta Indragiri Kemas Yusferi mengakui memang terjadi masalah pada pompa air PDAM di Desa Pulau Palas, Kecamatan Tembilahan Hulu. Sudah beberapa hari ini, kata Kemas Yusferi tekanan air menjadi lemah debit air kecil dan mempengaruhi suplai air kerumah pelanggan.

“Beberapa pompa air kita dalam keadaan aus (ngedrop, red) makanya tekanan air menjadi lemah,” tutur Kemas.

Mengenai perbaikan pihaknya sedang mengupayakan secara maksimal. Ada beberapa item alat yang dipesan dari luar kota. Jika alat yang dibutuhkan tersebut sudah datang maka perbaikan bisa langsung dilakukan.

“Insya Allah hari ini alat yang kita pesan dari Pekanbaru sudah datang. Perbaikan bisa langsung kita gesa. Supaya suplai air kembali normal seperti bisa,” kata Kemas.

Atas ganggun suplai air sumber PDAM, Kemas Yusferi  mengaku terjadi bukan karena unsur kesengajaan. Hal itu disebabkan kondisi peralatan secara teknis. Meski demikian, atas nama pimpinan PDAM dia meminta maaf sebesar-besarnya kepada para pelanggan. Mudah-mudahan kejadian demikian tidak terjadi lagi. (dro/*1)




27 September, Pemkab Inhil Buka Penerimaan Pendaftaran CPNS

cpnsTembilahan (www.detikriau.org) – Pembukaan penerimaan pendaftaran Pegawai Negri Sipil (PNS) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dipastikan akan mulai dilaksanakan pada jum’at, tanggal 27 September  mendatang.

Kepastian penerimaan CPNS tahun 2013 ini didapatkan dari hasil komfirmasi dengan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Inhil, Afrizal melalui sambungan telepon selularnya, rabu (25/9). “Kita sudah dapatkan kepastian untuk melakukan pembukaan penerimaan pendaftaran pada  tanggal 27 september mendatang,” Ujar Afrizal.

Kepastian ini menurutnya diperoleh setelah dilakukan pertemuan dengan BKD provinsi Riau di Pekanbaru. Untuk jumlah penerimaan masih tetap sejumlah 50 CPNS. “demikian juga untuk formasinya tetap sama. 55 persen untuk tenaga pendidikguru, 35 persen kesehatan dan 10 persennya tenaga teknis.” Pungkas Afrizal. (dro)




Jelang Akhir September 2013, pengidap HIV/AIDS di Inhil bertambah 5 orang

Sejak 2010, 20 Penderita Telah Meninggal Dunia

aidsTEMBILAHAN (www.detikriau.org)-  Hingga memasuki pertengahan September Tahun 2013, penderita virus HIV/AIDS inhil kembali bertambah sebanyak 5 penderita. Sejak 2010, dari 74 kasus, 20 orang telah meninggal dunia.

Penegasan itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir, Rasul Alim M.kes.SKM Selasa (24/9). Ia katakan bahwa sesuai dengan data yang ada sejak tahun 2010 sampai dengan tahun 2013, ada 74 kasus yang positif terjangkit penyakit HIV /Aids. Khusus untuk tahun 2013  menjelang akhir bulan September bertambah 5 orang terjangkiti penyakit membahayakan itu.

“5 orang kembali terdata positif mengidap HIV/Aids. 20 penderita  sudah meninggal dunia. rata-rata hampir 90 persen korbannya  laki-laki dan sisanya wanita.”Kata Rasul Alim.

Ditegaskannya lagi, pengidap virus HIV /Aids, 80 persennya adalah orang Inhil namun pada umumnya mereka bekerja di luar Kabupaten Inhil seperti Singapura dan Malaysia. 20 persen sisanya bermukim dan bekerja di Kabupaten Indragiri Hilir.

Pada kesempatan ini. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir Rasul Alim M.kes.SKM juga mengimbau kepada warga yang sudah positif maupun yang baru ditemui gejala mengidap penyakit HIV/ Aids, hendaknya jangan malu untuk berobat atau memeriksakan kesehatannya pada Rumah Sakit Umum maupun di Puskesmas terdekat yang ada di daerah masing-masing.

“yang terpenting tentunya tidak lagi melakukan hubungan seks bebas sebab akan semakin memperparah penyakit yang di deritanya dan pastinya akan menambah angka penyebaran virus berbahaya tersebut.”Pungkas Rasul. (dro/tok)