Di Fitnah, Camat Keritang disebut Coblos 70 ribu Surat Suara

Camat Keritang, A Ramani
Camat Keritang, A Ramani

Tembilahan (www.detikriau.org) – Camat Keritang, A Ramani membantah beredarnya sms gelap yang menyatakan ia telah melakukan kecurangan pilkada dengan melakukan pencoblosan terlebih dahulu sebanyak 70 ribu surat suara untuk pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Inhil bernomor urut 2. Isu yang disebar orang yang tidak bertanggungjawab ini menurutnya sangat tidak masuk akal. Untuk Kecamatan Keritang, Daftar Pemilih Tetap (DPT) Hanya sebanyak 46.944 pemilih.

Menurut Camat, Fitnah yang disebar melalui pesan singkat secara berantai itu sudah mulai heboh dalam beberapa hari belakangan ini. Tindakan tidak sportif yang dinilainya akan mendiskreditkan dirinya sebagai seorang Camat, sangat mengganggu dirinya terutama keluarga. Sebagai seorang PNS, perbuatan curang seperti yang dituduhkan itu menurutnya tentunya sebuah tindakan yang tidak pantas untuk dilakukan.

“Logika saja, saya diisukan telah melakukan pencoblosan sebanyak 70 ribu lembar surat suara. Sementara DPT kita hanya 46 ribuan. Yang lebih bingung lagi, nanti saat hari H, surat suara mana lagi yang harus dicoblos pemilih? Apalagi saat ini surat suara itu dikawal 24 jam penuh oleh petugas pengamanan. Kapan kesempatan saya untuk melakukan kecurangan seperti itu?,” Ujar Camat saat memberikan keterangan  di Tembilahan, Kamis (29/8) sore.

Ditambahkan Camat, sebenarnya ia ingin tidak mengubris isu yang tidak masuk akal ini. Namun jika hanya diam, ia khawatir nantinya masyarakat malah berpikir hal itu benar.

Dalam kesempatan klarifikasi ini, Camat juga menghimbau agar pihak yang sengaja menyebar fitnah kepada dirinya untuk segera bertaubat. Aturan hukum agama islam menurutnya memberikan porsi bahwa fitnah lebih kejam dari tindakan pembunuhan. Tidak takut kepada hukum dunia hendaknya takutlah pada hukum akherat.

“Pilkada sebuah pesta demokrasi untuk menentukan nasib negri ini kedepannya. Baik buruknya berada ditangan kita. Mari kita bergandengan tangan untuk bersama-sama mensukseskannya.” Himbau Camat.

Diakhir pembicaraan, Camat Keritang , A Ramani kembali memberikan keterangan bahwa barusan ia mendapatkan berita bahwa pihak yang melakukan sms pendiskreditan dirinya telah melakukan peralatan jumlah surat suara yang dituduhkan telah dicoblosnya. Awalnya disebarkan sejumlah 70 ribu, belakangan jumlah yang diisukan hanya sebanyak 7 ribu.

Disampaing isu yang disebar bahwa Camat Keritang, A Ramani telah melakukan pencoblosan surat suara untuk pasangan calon Bupati/Wakil Bupati bernomor urut 2, pasangan berjargon CERDAS ini juga diisukan bermain curang di Kecamatan Tempuling yang katanya setiap lembaran surat suara telah diisu dengan sebuah stiker berlogokan cerdas.

Sayangnya ketika kabar ini diperiksa secara langsung oleh salah seorang anggota KPUD Inhil bersama petugas kemanan, kabar itu nyatanya lagi-lagi hanyalah sebuh fitnah. (dro)




RSUD PH Rawat Balita Gizi Buruk

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)-  Fahri, Balita 2 tahun asal sei Jepun, Kelurahan Sei Perak, Tembilahan kini terbaring lemah di ruang perawatan anak di RSUD Puri Husada, Tembilahan. Fahri yang hanya memiliki berat badan7,7 kg itu dirawat secara intensif di rumah sakit karena menderita gizi buruk.

Dari penjelasan Kepala RSUD Puri husada Tembilahan, dr. Irianto yang dihubungi siang kemaren. Pihaknya membenarkan dan mengatakan saat ini pasien sedang dirawat secara intensif di ruang anak RSUD PH Tembilahan.

“Benar ada satu pasien kita yang baru masuk menderita gizi buruk, saat ini sedang dirawat di ruang anak. Saat ini masih ditangani petugas kita,” jelasnya.

Dr.Irianto juga menambahkan, berdasarkan laporan Dinas kesehatan Kabupaten Inhil, selain fahri, penderita gizi buruk lainya dikabarkan juga akan segera dirujuk ke RSUD PH Tembilahan.

“Tadi kita juga dapat informasi bahwa akan ada satu pasien lagi yang akan dirujuk ke RSUD dengan keluhan yang sama,” ungkapnya.

Saat ini pihak RSUD Puri Husada masih terus melakukan penanganan terhadap seluruh pasien Gizi Buruk. Belum diketahui berapa jumlah keseluruhan pasien, namun tahun ini diperkirakan menurun jika dibandingkan tahun lalu, yang hingga September 2012 mencatat sebanyak 12 kasus.

“Untuk konfirmasi pencegahan dan sosialisasi permasalahan gizi buruk bisa langsung ke Dinas Kesehatan, kita disini hanya berikap untuk memberikan pengobatan dan perawatan terhadap pasien,” ungkapnya.(dro/*r)




Aprizon Ngaku Jadi PLT Ketua DPD II Golkar Inhil

gplkarTembilahan (www.detikriau.org) — Kader Partai Golongan Karya (Golkar) Provinsi Riau, Aprizon SP. Menyampaikan pernyataan secara terbuka dihadapan publik bahwa dirinya diangkat menjadi PLT Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Inhil untuk saat ini menggantikan HM Raus Walid.

Pernyataan ini disampaikannya dalam sebuah kesempatan kampanye salah satu pasangan calon Bupati Inhil periode 2013-2018 di Kecamatan Keritang, rabu (28/8).

Menurut Afrizon, pengangkatan dirinya sesuai dengan Surat Keputusan DPD Partai Golkar Provinsi Riau ber Nomor Kep-30 DPD/GOLKAR-R/VIII/2013 mengenai Penunjukkan Pelaksanaan Tugas Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil),” Ungkap Aprizon.

Terkait pernyataan Aprizon ini, ketua DPD Golkar Inhil, HM Raus Walid ketika sempat dimintai keterangan mengakui belum mengetahui kepastian kabar ini.” Saya belum mendapatkan kabar” Ungkapnya dengan singkat. (dro)




5 Unit Perumahan Penduduk di Kelurahan Enok Ludes dilalap Api

2TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Peristiwa kebakaran kembali terjadi di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, diperkirakan korban kebakaran mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Amukan si jago merah kali ini menghanguskan 5 unit permukiman padat penduduk di Jalan Ambacang, Kelurahan Enok, Kecamatan Enok, Rabu (28/8) sekira pukul 16.30 WIB dan api baru berhasil dipadamkan sekira pukul 18.00 Wib.

Berdasarkan informasi yang berhasil diperoleh, diduga api berasal dari rumah salah seorang korban bernama Johan Wahyu yang diakibatkan  arus pendek. Menurut keterangan petugas kepolisian, api pertama muncul dari kamar tidur korban yang saat itu masih sibuk beraktivitas.

“Kuat dugaan kita penyebab api dikarenakan adanya arus pendek dari dalam kamar tidur korban. Setelah itu, api baru menjalar kemana-mana dan menghabiskan sebanyak lima unit rumah disekitar Jalan Ambacang, Kelurahan Enok,” kata Kapolres Inhil, AKBP Dedi Rahman Dayan, melalui Paur Humas Polres Inhil, Ipda Warno, Rabu (28/8) malam.

Berikut nama-nama para korban, Dahrun, Johan Wahyudi, Dewantara, Marhadi dan Abdul Rajak. Saat ini para korban mengungsi kerumah tetangga dan sanak familinya.”Kejadian itu masih dalam penyelidikan Polsek Enok. Sedangkan kerugian materi ditaksi hingga mencapai Rp 350 juta.” Tutup Paur Humas. (dro/*1)




974 Unit Handphone BlackBerry atau 1.226 ?

black berryTembilahan (www.detikriau.org) – Penangkapan Handphpne Blackberry tak bertuan kali ketiga oleh pihak Bea dan Cukai Tembilahan, rabu (31/7) yang lalu belakangan menebar kabar yang tidak sedap. Kabar ini mencuat setelah salah seorang yang mengaku sebagai pemilik barang berhasil dikomfirmasi wartawan. Dikabarkan, jumlah total pengiriman barang sebanyak 1.226 unit.

“saya sendiri heran kenapa jumlah barang tersebut hanya diberitakan sebanyak 974. Barang saya itu seharusnya 1226 unit. Kita terbuka ajalah bang ya. Ini ada permainan bang,” Ungkap  sumber, ayong memulai komfirmasi melalui sambungan telepon selularnya yang sempat direkam wartawan.

Dijelaskan ayong, untuk mencari tau penyebab ketidaksingkronan jumlah barang miliknya itu, Ia mengaku sudah mempertanyakan kepihak kapal, travel dan bahkan pihak bea cukai Tembilahan namun mereka mengakui tidak mengetahui.

“Aku pusing bang. Mau kemana lagi harus mengadu. Jika benar penangkapan bea cukai hanya sebanyak 974 unit, berarti kekurangannya sebanyak 252 unit. Tapi saya juga tak bisa apa-apa bang karena ini memang sudah nasib saya,”Paparnya dengan nada suara lemas.

Masih menurut ayong dalam rekaman berdurasi 5 menit 12 detik itu, biasanya pengiriman barang tidak melalui Tembilahan namun ia mendapatkan arahan dan akhirnya barang miliknyapun tertangkap.

Terkait pengakuan ini, pihak bea cukai Tembilahan membantah. Menurutnya, total jumlah BB hasil penegahan kala itu memang sejumlah 974 dan ada saksi saat melakukan penghitungan.

“totalnya ya hanya sebanyak 974. Jumlah itu sudah sesuai dengan berita acara dan pencacahannya juga ada saksinya,” Jawab pihak Bea dan Cukai Tembilahan melalui kepala seksi kepatuhan internal dan penyuluhan, Agustinus Rahmad Subagyo, selasa (27/8)

Ketika kembali dipertanyakan wartawan apakah saat itu tidak ada semacam dokumen pengiriman barang yang dipegang oleh pihak travel, agustinus menyatakan tidak. Penangkapan saat itu menurutnya dilakukan secara tertutup. Usai ditangkap, barang langsung dibawa ke kantor BC Tembilahan dan langsung dilakukan pencacahan.

Dalam komfirmasi itu juga, saat wartawan mempertanyakan nama travel yang membawa barang saat terjadinya penangkapan, agustinus mengaku kurang hapal. ia menyatakan akan mencoba melihat dokumennya dan kemudian masuk kesalah satu ruangan di kantor BC Tembilahan. Sayangnya, begitu ia kembali menemui wartawan, ia mengaku tidak bisa menyebutkan secara terbuka karena hal ini dibutuhkan untuk melakukan pengembangan. Bahkan saat wartawan juga memintakan siapa saksi yang ikut menghadiri sewaktu melakukan pencacahan, agustinus juga mengelak untuk memberitahukan.

“Ya saksinya pasti adalah. Pokonya ada,” Jawabnya dengan sedikit terbata-bata.

Diakhir komfirmasi ketika kembali dipertegas oleh rekan wartawan, apakah hingga saat ini pihak BC Tembilahan masih belum mengetahui siapa pemilik barangnya, Agustinus membenarkan. (dro)




Karya Tangan Warga Binaan Lapas Tembilahan Diminati Hingga Jakarta

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Meski hingga kini masi membutuhkan bantuan Pemerintah Daerah untuk memasarkan produk, hasil karya tangan warga Binaan LapasTembilahan, ternyata diminati oleh investor pulau jawa. Meski belum seratus persen tersalurkan, namun beberapa konsumen di Jakarta diakui telah memesanbeberapa hasil karya warga binaan tersebut.

Seperti yang diakui oleh Kalapas Tembilahan, Tommy. Menurutnya, hingga saat ini karya warga binaan lapas Tembilahan telah mampu bersaing dengan produk yang beredar dipasaran, hanya saja pemasaran yang kurang optimal dan bahan baku yang sulitdidapatkan masi menjadi kendala yang harus dibantu pemerintah Kabupaten Inhil.

“Sudah ada, seperti miniature kapal lancang kuning, itu sudah ada yang pesan dijakarta, dan tak hanya ada karya yang lainya,” jelas Tommy belum lama ini.

Tak hanya bentuk karya, lapas Tembilahan juga dilatih untuk memiliki keahlian dalam hal mendekorasi ruangan dengan menggunakan bahan gibsum, keterampilan tersebut juga sudah terbukti di ruangan Kalapas yang beberapa bulan yang lalu menjadi ruangan peraga untuk keahlian tersebut.

“Lihat saja ruangan ini, ini mereka yg mendesain sendiri, kita yang arahkan mereka yang mengerjakan,” jelasnya.

Kondisi diharapkan dapat menjadi peluang bagi penyaluran hasil karya dan keterampilan para napi sendiri. Dengan menjalankan fungsi sebagai tempat pembinaan, Lapas juga berharap, warga binaan dapat menjadi orang yang berhguna kelak keluar dari lapas.

“Lapas tidak hanya butuh suppor anggaran, tetapi juga butuh yang namanya support kebijakan atau solusi. Seperti hasil karya ini, ini akan sangat berpengaruh bagi mental para napi ahgar nanti bias berubah menjadi masyarakat yang lebih baik,” jelasnya.(dro/r)