Warga Kesal, Caleg Pasang Stiker Kampanye Disembarang Tempat

Tembilahan (www.detikriau.org) – Pemasangan stiker calon anggota legislative diminta masyarakat tidak ditempatkan disembarang tempat. Disamping menyebabkan kesan kotor, justru menyebabkan timbulnya rasa tidak seimpatik dari masyarakat.

Permintaan ini disampaikan oleh salah seorang warga jalan Batang Tuaka Kecamatan Tembilahan, Ahad (10/11). Diaktakannya, tim-tim sukses salah satu calon anggota legislative bahkan sama sekali tidak memintakan ijin untuk melakukan alat peraga kampanye seperti pemasangan stiker.

“stiker calon anggota dewan ini dipasang seenaknya disembarang tempat. Bahkan didepan pintu rumah. Terus terang saya sangat kecewa. Jangankan meminta ijin, sekedar memberitahukanpun tidak.”Sampaikan Tina

Tindakan seperti ini ditambahkan Ibu tiga anak ini bukannya menambah simpati masyarakat tetapi membuat masyarakat justru merasa kesal dan mungkin saja tidak akan memberikan pilihan.

Kelurah Tini ini juga hamper senada dengan apa yang disampiakan Herman, Warga Jalan Baharudin Jusuf Tembilahan. Diakuinya, tindakan tim sukses yang memasang alat peraga serampangan seperti ini malah menimbulkan kesan kotor dan mengganggu keindahan pemandangan mata.

“boleh-boleh saja memasangalat peraga kampanye, tapi seharusnya berlaku lebih bijak. Kalau seperti ini, berharap masyarakat mau memilih malah jadi kecewa. Saya berharap, khususnya kepada pihak-pihak terkait terutama panwaslu setidaknya menyampaikan sosialisasi mengenai hal ini. Bukankah ada aturan yang harus dipatuhi untuk hal itu,” Ujar Herman.

Dari pantauan Vokal, tidak sedikit alat-alat peraga calon anggota legislative Pileg 2014 terpasangan diberbagai tempat. Bukan hanya disepanjang badan jalan, bahkan rumah-rumah pribadi masyarakat juga tidak luput ditempeli. Penempelan alat peraga yang tidak beraturan seperti ini menimbulkan kesan yang kurang baik dan kotor.(dro)




287 Pengendara Ditilang Selama Operasi Zebra 2013

Petugas memeriksa kelengkapan berkendaraan salah seorang pengendara sepeda motor dalam operasi Zebra 2013
Petugas memeriksa kelengkapan berkendaraan salah seorang pengendara sepeda motor dalam operasi Zebra 2013

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – sebanyak 287 pengendara dilakukan penindakan dengan ditilang, sedangkan 153 lainnya diberikan teguran. Jumlah ini merupakan hasil dari Operasi Zebra selama 14 hari, terhitung mulai 28 Oktober hingga berakhir 10 Nopember di Jajaran Polres Indragiri Hilir.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Suwoyo SIK.M.si melalui Paur Humas Ipda Warno Akman mengatakan jumlah ini menurun bila dibandingkan tahun sebelumnya. “Meskipun begitu, upaya penertiban akan tetap kita lakukan terutama untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat berberlalu-lintas yang baik serta untuk menekan angka kecelakaan,” ungkap Ipda Warno Akman. Ahad (10/11).

Paur Humas juga menambahkan, bahwa sesuai dengan data yang sudah ada, terkait pelaku pelanggaran yang sudah ditilang maupun terkena teguran. Terdiri dari unsur Pegawai Negeri Sipil (PNS) terdapat 14 orang, kemudian dari swasta masyarakat biasa ada 173, dan sisanya dari pelajar dan mahasiswa terdapat 24 orang.

“Jika terbukti tidak bisa melengkapi syarat mengemudi kendaraan, langsung ditindak.   Sistem ini diterapkan untuk memberikan pembelajaran bagi masyarakat agar lebih mentaati peraturan lalu lintas demi dirinya sendiri termasuk orang lain,” katanya.

Dijelaskan Ipda Warno, selama ini Sat Lantas Polres Inhil  sudah melakukan berbagai upaya untuk mensosialisasikan tentang bagaimana berkendaraan yang benar dan tertib berlalu lintas sesuai dengan Undang-Undang yang sudah diberlakukan, terutama sosialisasi ini diberikan  pada setiap sekolah yang ada di Kota Tembilahan

“Kita akan terus berusaha memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang tata cara tertib berlalu lintas sesuai dengan UU, sehingga kedepan akan terciptanya rasa kesadaran ditengah masyarakat seperti menggunakan Helm standart, memiliki SIM dan STNK,”jelasnya

Dari hasil Operasi Zebra selama dua pekan yang sudah digelar, tercatat yang terkena tilang SIM ada 48 pengendara, STNK berjumlah 175 kendaraan kemudian sisanya 64 kendaraan ranmor.

Pada kesempatan ini, Jajaran Polres Inhil tetap menghimbau kepada seluruh warga Kota Tembilahan khususnya dan masyarakat Kabupaten Inhil pada umumnya untuk selalu melengkapi kendaraannya ketika mengemudi di jalan raya, meski Operasi Zebra sudah berakhir.(dro/Tok)




500-an Peserta Ikuti Jumbara 2013 kabupaten Inhil

jumbaraTEMBILAHAN (www.detikriau.org) -Ratusan peserta, utusan sekolah dari tujuh kecamatan di Kabupaten Inhil bersiap mengikuti Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) Kabupaten Indragiri Hilir tahun 2013.

Kegiatan yang dilaksanakan bertempat di Terminal Bandar Laksamana Indragiri, Parit 8 Tembilahan akan berlangsung selama 3 hari yakni tanggal 8 hingga 10 November 2013 ini tajaan Palang Merah Remaja (PMR) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Inhil.

Menurut Kepala Markas PMI Kabupaten Inhil, Subowo Radianto, pada Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) tersebut, diprediksikan peserta yang akan mengikutinya mencapai 500 orang. Apalagi, mengingat lokasi yang disediakan cukup representatif.

“Saat ini saja, jumlah peserta yang sudah mendaftar sebanyak 430 orang,” tutur Subowo, Kamis (7/11).

Sementara itu, Ketua Pelaksana, Rudiansyah menjelaskan, bahwa peserta yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari 7 kecamatan di Kabupaten Inhil, yaitu Kecamatan Keritang, Tanah Merah, Kemuning, Enok, Tembilahan dan Tembilahan Hulu.

“Peserta dari kegiatan ini terdiri dari tiga tingkatan, yakni tingkat Wira sebanyak 12 sekolah, tingkat Madya diikuti 6 sekolah dan tingkat Pemula ada 7 sekolah,” terang Rudiansyah. (dro)




Sempena HKN Ke-49, PPNI Inhil Laksanakan Seminar Sehari dan Workshop

Hadirkan Guru Besar UNPAD, Prof. Dr Amrosius Purba. Dr.,MS.,AIFO —-

Ketua DPD PPNI Kabupaten Indragiri Hilir, Matzen membacakan SK Pelantikan 13 Komisariat PPNI Inhil bertempat di Gedung Engku Kelana, Tembilahan. Kamis (7/11)
Ketua DPD PPNI Kabupaten Indragiri Hilir, Matzen membacakan SK Pelantikan 13 Komisariat PPNI Inhil bertempat di Gedung Engku Kelana, Tembilahan. Kamis (7/11)

Tembilahan (www.detikriau.org) – Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Se Kabupaten Indragiri Hilir melaksanakan kegiatan seminar sehari dan Workshop. Kegiatan yang dilaksanakan bersempena peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke 49 Tahun 2013 itu juga diselaraskan dengan pelantikan pengurus 13 komisariat PPNI Se kabupaten Indragiri Hilir periode tahun 2012-2017 bertempat di Gedung Engku Kelana, Jalan Bahanruddin Jusuf, Tembilahan. Kamis (7/11)

Ketua DPD PPNI Kab Inhil, Matzen dalam kata sambutannya mengatakan bahwa Seminar sehari ini menghadirkan Narasumber guru besar Universitas Pajajaran (Unpad) Provinsi Jawa Barat, Prof. Dr Amrosius Purba. Dr.,MS.,AIFO bertemakan “Terapi Komplementer Penatalaksanaan Penyakit Degeneratif (Hifertensi, Diabetes Milletus dan Stroke)” dan Workshop dengan Tema “Perawatan Luka Kronis: Diabetikum dengan Manajemen T.I.M.E”

Dalam kata sambutannya itu juga, Matzen menyampaikan ucapan selamat kepada kepengurusan 13 Komisariat PPNI Kab Inhil masa bhakti 2012-2017. Ia berharap kepengurusan yang baru dilantik ini akan membawa perubahan bagi PPNI menjadi organisasi yang lebih besar, lebih maju dan lebih dapat dikenali oleh masyarakat serta juga diharapkan dapat memberikan andil terhadap pembangunan kesehatan kepada masyarakat, khususnya di Kab Inhil.

“Pelantikan ini tentunya memiliki arti yang sangat penting dan strategis mengingat dengan pelantikan ini memberikan arti bahwa pengurus terpilih telah mendapatkan kepercayaan serta mandate penuh dari organisasi untuk menjalankan tugas-tugasnya dalam mewujudkan Visi dan Misi organisasi,” Sampaikan Matzen

Matzen juga menyatakan harapan besarnya kepada kepengurusan yang baru dilantik agar dapat menjalankan amanah yang telah diberikan sebaik-baiknya sehingga dengan ini, diharapkan nantinya semua anggota dapat lebih meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dalam tugas keseharian sebagai seorang perawat.

Matzen juga mengingatkan bahwa PPNI adalah sebuah bentuk organisasi yang mengkhususkan diri dalam bidang kesehatan.  Diharapkan nantinya PPNI akan mampu membawa masyarakat menuju masyarakat yang sehat dan bermartabat. Juga disampaikan kepada seluruh anggota PPNI dapat memberikan pendidikan kesehatan bagi masyarakat khususnya yang berada disekitar tempat tinggalnya sehingga dimata masyarakat, perawat bisa dianggap sebagai tenaga kesehatan yang professional.

“dengan pelaksanaan seminar sehari ini, seluruh peserta diharapakan akan dapat menyimak serta memahami isi materi sehingga dapat menjadi tambahan ilmu yang tentunya nanti akan berguna untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” Pungkas Matzen

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Inhil, Riduan Ahim yang diwakili Kepala Kabid (Kabid) Promosi Kesehatan (Promkes) Iskumara mengucapkan selamat atas terlaksanakanya kegiatan tersebut. Tidak mudah, menurut Iskumara bagi semua orang bisa melakukan apa yang sudah dilakukan PPNI.

Organisasi itu dikatakanya harus bisa memberikan andil besar terhadap pembangunan di Negeri Seribu Jembatan. Karena, kegiatan tersebut diatas adalah kegiatan yang memiliki makna besar bagi perjalanan karir para perawat baik yang tergabung dalam PPNI maupun yang tidak.

“PPNI adalah salah satu organisasi besar dibidang kesehatan. Pengurus yang mendapat anamat untuk mewujudkan segala visi dan misi organisasi harus bisa bekerja seuai harapan organisasi itu sendiri. Apa yang sudah diamanatkan, hendaknya dijalankan sebaik-baiknya supaya mendapat kepercayaan yang lebih besar dari masyarakat,” singkatnya

Kegiatan seminar sehari dan Workshop ini selain dihandiri seluruh anggota PPNI Kab Inhil juga tampak dihadiri oleh PLH Kadiskes Inhil, Ridwan Hakim yang diwakili oleh Askomara, Direktur RSUD Puri Husada (PH) Tembilahan, Direktur Rumah Sakit Indragiri (RSI), Direktur Akbid Husada Gemilang Tembilahan, Pejabat esselon III dan IV dilingkungan Dinas Dinas Kab Inhil, Kepala Puskesmas Kec Tembilahan Hulu, Puskesmas Tembilahan Kota dan Puskesmas Gadjah Mada serta beberapa Ketua organisasi Profesi Kesehatan, IDI, IBI, PPGI, PERSAGI, HAKLI, IYAKMI dan IAI.(dro)




Takut Efek Negatif, Warga Tolak Relokasi Pujasera Ke Pasar Pagi

Tembilahan (www.detikriau.org) – Khawatir Efek Negatif, Masyarakat di Tiga Rukun Warga (RW) Kelurahan Tembilahan Kota Kecamatan Tembilahan menolak rencana Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Pemkab Inhil) untuk merelokasi kawasan Pusat Jajanan Selera Rakyat (Pujasera) dari Lokasi sebelumnya Jalan Kapten Mukhtar ke Lokasi baru di Bangunan pasar pagi.

Berdasarkan surat tertulis berkop surat RW 13 Kelurahan Tembilahan Kota tertanggal 21 oktober 2013 berlampirkan tandatangan warga yang ditujukan kepada Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan kabupaten Indragiri Hilir, warga mendasarkan penolakan disebabkan mereka menilai  pujasera dinilai akan  memberikan dampak negatif dan mengganggu ketertiban warga

Mereka juga menilai, rencana relokasi yang dilakukan pemerintah tanpa adanya kompromi dengan masyarakat sekitar rencana lokasi relokasi baru dan disebut bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

“Selama ini kami menilai aktivitas pujasera banyak menimbulkan dampak negatif. Kami tidak ingin jika direlokasi kelingkungan kami, dampak tidak baik itu juga akan meresahkan masyarakat kami, Sebut salah satu ketua RT, Wahyu. (dro)




Di Tembilahan Bebas Gunakan Fasilitas Umum Untuk Berdagang. yang Penting Setor

pedagangTembilahan (www.detikriau.org) – Warga Kota Tembilahan berharap pemerintah segera melakukan penertiban kepada pedagang yang melakukan aktivitas jual beli diluar lokasi yang sudah diperuntukan. Sembrautnya penempatan pedagang saat ini menimbulkan kesan kumuh dan tidak asri. Warga juga menduga, kondisi ini mungkin saja disebabkan adanya oknum nakal yang mencari keuntungan pribadi.

Berdasarkan pengakuan seorang warga Tembilahan, Boby Darsani, penyalahgunaan lokasi itu sangat jelas terlihat hampir disemua sudut kota Tembilahan. Disebutkannya, para pedagang dengan seenaknya menempatkan dagangan ditrotoar jalan dan bahkan tidak sedikit yang memperguankan badan jalan sehingga fasilitas public yang sedianya digunakan untuk para pejalan kaki dan pengguna jalan raya ini menjadi terganggu dan kota terkesan menjadi kumuh.

“Apapaun alasannya, hal ini jelas melanggar aturan karena areal itu tentunya diperuntukan bagi pejalan kaki dan pengguna jalan raya. Bukan areal berdagang,”Kritik Boby

Bukan hanya ditrotoar dan badan jalan. Menurut Boby lagi, beberapa areal yang sedianya dibangun pemerintah untuk fasilitas public lainnya kini sudah dijamuri para pedagang. Lokasi taman kota jalan Gadjah Mada, bahkan tidak luput dari pengais rezky. Boby berharap, untuk ketertiban, harus adanya ketegasan dari pemerintah, khususnya intansi terkait untuk menegakkan aturan agar prasaran yang telah dibangun pemerintah dapat dipergunakan sesuai dengan peruntukan.

“Kalau tidak ada ketegasan, saya yakin kondisi ini akan semakin berlarut-larut dan lambat laun penertiban akan semakin sullit dan bahkan bukan tidak mungkin akan menyebabkan terjadinya bentrokan. Sebelum hal itu terjadi, harus dilakukan penertiban dengan segera,” Pinta Boby.

Apa yang disampaikan Boby, juga terlontar dari warga Kota Tembilahan Lainnya, Indra. Sebagai warga yang lahir dan besar dikota ini, Indra mengaku juga sangat berkeinginan melihat kota Tembilahan menjadi bersih dan tertata dengan baik. Hal ini bisa diwujudkan jika memang adanya kepatuhan, khususnya dari masyarakat sendiri.

“Tetapi kadang kala kepatuhan itu baru bisa terjadi jika ada sanksi. Aturan jelas sudah ada, tinggal sejauhmana aparat terkait menjalankan penegakan aturan itu. Dengan kondisi seperti ini, wajar saja kalau masyarakat menduga ada oknum yang mendapat keuntungan dibalik kesembrautan kota. Ini tentunya akan jadi PR bagi pemimpin Inhil kedepan yang harus diselesaikan dengan segera,”Ujar Indra

Ditambahkannya, khusus pedagang di Taman kota Jalan Gadjah Mada, Indra mengaku pernah mencoba mempertanyakan darimana mereka mendapatkan izin untuk memanfaatkan fasilitas publik tersebut. Jawabannya, mereka melakukan penyetoran kepada salah seorang oknum pegawai yang pembayarannya mereka lakukan setiap kali selesai melakukan aktivitas.

“setorannya cukup beragam, puluhan ribulah. Dengan ratusan pedagang yang menempati fasilitas umum yang ada dikota Tembilahan setiap harinya. Tentu omsetnya cukup menggiurkan. Yang jelas ini bukan lagi sebuah rahasia. Tinggal bagaimana kemauan pemerintah untuk melakukan penertiban.”Tegas Indra.(dro)