Hj Zulaikah Buka Seminar Bidang Perempuan PKS



 

IMG_2400Tembilahan (www.detikriau.org) — Ketua Dewan Penasehat Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kab. Inhil, Hj. Zulaikhah, membuka Seminar Bidang Perempuan DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Indragiri Hilir, di Gedung Engku Kelana Tembilahan. Senin, (6/1/2014)

Seminar yang mengangkat tema Peran Perempuan Dalam Politik ini turut dihadiri oleh Ketua Bidang Perempuan PKS Propinsi Riau, Hj. Ninik Samsiati, Ketua Bidang Perempuan PKS Kabupaten Indragiri Hilir, Heni Pratiwi, Ketua Dharma Wanita Persatuan Inhil, Hj. Haryati, Ketua BKMT Kab. Inhil, Hj. Raihana, dan sekaligus sebagai pemateri Ketua Komisi I DPRD Kab. Bengkalis dari PKS, Hj. Mira Roza.

Tri Yumarni, Ketua Panitia Pelaksana dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman politik kepada kaum perempuan. Dikatakannya, perempuan merupakan populasi yang sangat besar, oleh karena itu keterlibatannya sangat diharapkan. Menyambung hal tersebut, Ketua Bidpuan Kab. Inhil, Heni Pratiwi mengharapkan, lewat seminar ini Muslimah-muslimah PKS akan memiliki 3 karakter yang penting untuk dimilki kaum perempuan, yaitu solihat (religius), alimat (berilmu), dan zaimat (bekerja dengan profesional dan ikhlas).

Sementara itu Ketua Bidpuan PKS Propinsi, Ninik Samsiati dalam sambutannya berharap agar ke depan perempuan tidak lagi termarjinalkan. Ia mengajak perempuan menjadi Agent of Change, dalam mengupayakan peningkatan peran perempuan, khususnya perempuan PKS dalam menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar.

Sejalan dengan semangat yang dibawa Perempuan PKS, selaku Ketua Dewan Penasehat GOW Kab. Inhil, Hj. Zulaikhah dalam sambutannya berpesan, agar perempuan harus merasa terdorong untuk menjalankannya haknya sebagai pemilih atau yang dipilih dalam dunia politik. Untuk itu, ia memberikan 3 langkah strategis bagi meningkatkan peran serta perempuan dalam memajukan pembangunan, yaitu meningkatkan kecerdasan spiritual, meningkatkan kecerdasan emosional, dan meningkatkan kecerdasan berpikir. Di samping itu, Zulaikhah juga mengajak kaum perempuan untuk memprioritas keluarga sendiri, baru mendedikasikan diri untuk organisasi.

Dalam kesempatan ini, Ketua Dewan Penasehat GOW Inhil Hj. Zulaikhah juga menerima cendramata dari Ketua Bidpuan PKS Inhil, berupa buku untuk mengenang salah satu tokoh PKS.(dro)




KASBKBT Gelar Pementasan Seni Kalimantan



H Husni, salah seorang tokoh masyarakat banjar memukul gong sebagai tanda dibukanya pagelaran seni kalimantan
H Husni, salah seorang tokoh masyarakat banjar memukul gong sebagai tanda dibukanya pagelaran seni kalimantan

Tembilahan (www.detikriau.org) – Komunitas Adat Seni dan Budaya Kalimantan Benua Tembilahan (KASBKBT) melaksanakan pagelaran pementasan seni Kalimantan Selatan. Pagelaran yang dilaksanakan bertempat di Taman Kota Jalan Gadjah Mada Tembilahan ini menampilkan Kesenian Kuda Kipang, Pencak Silat Kuntau dan Teater Mamandak. Sabtu (4/1/2014)

Salah seorang tokoh masyarakat Inhil keturunan Kalsel, Arsuli Saleh dalam kesempatan penyampaian kata sambutannya mengatakan bahwa Masyarakat suku Banjar yang berdomisi di Kab Inhil saat ini sebahagian besar merupakan masyarakat Suku Banjar Riau. Mereka lahir dan besar ditanah Riau meskipun dahulunya nenek moyang mereka adalah suku banjar yang berasal dari Provinsi Kalimantan Selatan.

Seni Beladiri "Kuntau"
Seni Beladiri “Kuntau”

DSC_0365DSC_0379 DSC_0388

“Sejak lahir kita berada di tanah Riau. Saya yakin tidak semua generasi kita saat ini masih mengenal adat dan budaya tanah kelahiran nenek moyang kita. Oleh karenanya, pementasan serupa ini tentunya sangat kita sambut baik. Paling tidak ini akan menjadi sebuah langkah awal kita agar senibudaya masyarakat adat banjar ini tidak sampai terlupakan.” Ujar Arsuli

Koordinator pelaksana kegiatan, Wahyu ketika dikomfirmasi menyatakan bahwa ide untuk menampilkan pementasan senibudaya masyarakat Banjar ini timbul dari gagasan komunitas kaum muda banjar Inhil. Mereka merasa prihatin dan khawatir generasi penerus suku Banjar tidak lagi mengenal adat dan budaya nenek moyang mereka.

DSC_0398DSC_0403

Pagelaran seni kuda kipang
Pagelaran seni kuda kipang

“Banyak hikmah yang bisa kita petik. Disamping agar budaya ini tetap dikenal warga keturunan Banjar, pagelarann seni ini kita harapakan juga akan menjadi pengikat silaturahim. Mudah-mudahan kedepannya pementasan serupa ini secara berkala bisa terus dilakukan agar ia tetap ada, dikenal dan dicintai,” Ujar Wahyu

Pementasan seni budaya Kalimantan ini dimulai ba’da zuhur dengan menampilkan seni kuda kipang dan diselingi dengan penampilan silat kuntau. Malam harinya, dilanjutkan dengan pementasan theater mamandak yang mengisahkan tentang kisah-kisah kerajaan kalsel dulunya.

Pementasan seni budaya Kalimantan yang sudah mulai jarang terdengar ini mendapat sambutan cukup antusias dari masyarakat kota Tembilahan terutama yang berasal dari keturuan suku banjar. (dro)




Jaga Kebugaran Jelang Pemilu 2014, Kodim 0314 dan Wartawan Inhil Taja Laga Persahabatan

IMG_20140103_081816Tembilahan (www.detikriau.org) —  Kodim 0314 Inhil bersama awak media liputan Inhil gelar kegiatan pertandingan bola kaki. Laga persahabatan yang dilaksanakan dilapangan bola kaki Letda M Boya jalan Sungai Beringin Tembilahan ini dimaksudkan untuk menjaga kebugaran menjelang pelaksanaan pesta demokrasi Pileg dan Pilpres mendatang. Jum’at (3/1/2014)
Mengawali langkah di tahun 2014, Dandim menyatakan seluruh jajaran pasukan loreng dibawah pimpinannya bertekad  untuk memulai dengan langkah meraih kesehatan jasmani dalam kebersamaan dengan seluruh masyarakat. Komitmen ini diawali dengan  olehraga bersama wartawan.
“Kedepan, kita juga sudah mengagendakan untuk berolahraga bersama unsur muspida dan unsur lainnya yang ada di Inhil. Kita harapkan nanti menjelang pemilu, kita dalam keadaan sehat dan mampu mengemban tugas Negara untuk menjaga kelancaran dan kesuksesan pesta rakyat ini khususnya di Kabupaten Inhil,” Ujar Dandim
Dengan kegiatan olahraga bersama ini, ditambahkan Dandim diharapkan akan terjalin komunikasi sosial antara semua komponen sehinga terjadi hubungan kerjasama yang sinergis dengan semua lapisan masyarakat.
“Kebersamaan dengan awak media tentunya kita berharap akan dapat saling mendukung dalam bertugas. seperti bertukar informasi antara sesama wartawan dan anggota kodim. Baik itu di bidang politik, social, ideologi, ekonomi dan budaya.” Harap Dandim.
Laga sepakbola Kodim 0314 Inhil dan Awak media ini di mulai pukul 08.00 Wib dengan diawali senam bersama.
Pertandingan babak awal Skor 2-1 untuk kodim 0314 inhil. Babak kedua, kedudukan akhir 5-3 untuk kemenangan kodim dengan melakukan saling tukar pemain, sebagian pemain bola wartawan bergabung dengan pemain kodim dan begitu juga sebaliknya sebagian pemain bola kodim bergabung dengan wartawan. Sehingga timbul rasa keakraban.  Pada babak kedua itu juga, dandim 0314 inhil letkol FP Tarigan turun merumput menambah suasana semakin semangat bagi kedua tim. (dro)




Ekspos Polres Inhil, Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika 2013 meningkat 20 persen

Kapolres Inhil
Kapolres Inhil

Tembilahan (www.detikriau.org) – Hingga akhir tahun 2013, di jajaran Mapolres Inhil, tindak penyalahgunaan narkotika mengalami peningkatan sebesar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya (2013, 60 perkara dan 2012,  48 perkara. Red) dan masih tercatat sebagai tindak pidana paling menonjol dibandingkan tindak pidana lainnya.

Selama tahun 2013, tindak kejahatan kriminal tercatat sebanyak 334 perkara. 234 diantaranya berhasil diselesaikan. Sedangkan tahun 2012 yang lalu, tercatat sebanyak 316 perkara dan berhasil dirampungkan sebanyak 216 perkara. Dari data ini, jumlah perkara naik sebesar 16,3% dibandingkan tahun 2012.

Secara rinci, tindak kejahatan di unit Pol Air, tahun 2012 tercatat sebanyak 7 perkara dan seluruhnya berhasil diselesaikan. Tahun 2013, kejahatan di perairan naik sebesar 26,6% atau menjadi 9 perkara dan seluruhnya juga berhasil diselesaikan.

Untuk kecelakaan lalu lintas, tahun 2013, Laka murni sebanyak 37 perkara dan berhasil diselesaikan sebanyak 30 perkara.  Berdasarkan catatan, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 20 orang, luka berat 24 orang, luka ringan 31 orang dengan total kerugian sebesar Rp. 47.750.000.

Untuk kasus kecelakaan tabrak lari tercatat sebanyak 2 perkara. Dengan catatan korban meninggal, 2 orang dan 1 orang luka ringan. Sedangkan jumlah kerugian material sebesar Rp. 400 ribu.

Untuk kecelakaan laka murni dan tabrak lari 2013, keduanya mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2012, laka murni tercatat 45 perkara dengan korban meninggal sebanyak 20 orang, luka berat 23 orang dan luka ringan sebanyak 36 orang dengan kerugian material sebesar Rp. 64.800.000. sedangkan untuk kasus Tabrak lari, tahun 2012 tercatat sebanyak 5 perkara dengan korban meninggal dunia sebanyak 3 orang, luka berat 3 orang dan luka ringan 1 orang dengan jumlah kerugian material sebesar Rp. 3.050.000

Kesatuan PROPAM terkait dengan tindak disipilin anggota Polres Indragiri Hilir, pada sidang KKEP di tahun 2013, naik menjadi 11 kasus padahal pada tahun sebelumnya hanya tercatat sebanyak 9 kasus. Tetapi untuk sidang disiplin hingga berakhirnya tahun ini terjadi penurunan yang dratis sebab hanya ada 32 kasus, tahun sebelumnya terjadi 84 kali sidang disiplin.

Pada kesempatan ini, Kapolres Indragiri Hilir, AKBP Suwoyo SIK.M.si tetap meminta kepada seluruh Satuannya, untuk bisa bekerja lebih baik, meningkatkan kinerjanya sesuai dengan Tupoksi masing-masing. Terciptanya rasa aman dan situasi kondusif di masyarakatdikatakan Kapolres adalah prioritas utama yang harus dicapai, untuk itu diperlukan kerjasama yang baik dengan seluruh lintas sektoral, dengan begitu apa yang menjadi tujuan kita bisa terwujud.

“Tetap lakukan koordinasi dengan segala lini, lalu deteksi dini segala bentuk kejadian serta mampu membangun komunikasi dengan warga mulai di tingkat RT, RW, desa, dan kecamatan. Hal itu sebagai bentuk pencegahan sejak dini jika terjadi persoalan di tengah masyarakat,”tegas Kapolres, selasa (31/12/2013) bertempat di Aula Mapolres Inhil. (dro)




16 Napi Tembilahan Dapatkan Remisi Natal 2013

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – 16 orang warga binaan Lapas Kelas II A Tembilahan mendapatkan pemotongan masa hukuman dari Menteri Hukum dan HAM. Remisi ini diberikan sehubungan dengan perayaan Natal 2013

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Tembilahan Tommy mengatakan pemberian remisi tersebut sudah sesuai dengan daftar usulan yang telah disampaikan pada pekan lalu, 16 orang dapatkan  potongan tahanan dari 1 hingga 2 bulan.

“Setelah surat turun dari Menteri Hukum dan HAM dalam rangka perayaan Natal tahun ini, 16 orang Napi mendapatkan potongan hukuman, mulai dari 1 hingga sampai 2 bulan, “ kata Tommy.

Lebih jauh Kalapas menjelaskan hingga saat ini Lapas Kelas II A Tembilahan berpenghuni sebanyak 525 warga binaan. Dari jumlah itu yang beragama Nasrani hanya berjumlah sekitar 20 orang lebih.

Kata Kalapas, sesuai dengan aturan yang berlaku untuk pemberian remisi selalu diberikan kepada setiap warga binaan dilakukan 3 kali dalam satu tahun, antara lain pada saat menjelang datangnya hari besar seperti Natal, Hari Raya Idul Fitri, serta pada saat peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.(dro/tok)




Tanpa Sanksi, Larangan Pungli Disdik Inhil Terkesan Sebatas Pepesan Kosong

raporTembilahan (www.detikriau.org) – Meski sudah disampaikan ketegasan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Inhil untuk tidak lagi melakukan pungutan diluar ketentuan kepada peserta didik, nyatanya pungutan masih saja diberlakukan. Agar Rencana Aksi Daerah Pemberantasan Korupsi (RAD PK) tidak hanya sekedar isapan jempol, harusnya ada sanksi tegas bagi pihak sekolah yang masih tidak mengindahkan aturan.

Dari beberapa sumber detikriau.org yang minta namanya untuk tidak dipublikasikan, ianya membenarkan untuk pengambilan raport anak mereka, pungutan uang raport masih diberlakukan. Nilainya Rp 25 ribu – Rp 100 ribu per siswa.

‘Saya sendiri heran. Baru saja kemaren saya membaca berita diharian ini bahwa Disdik jelas-jelas sudah melarang untuk melakukan pungutan uang raport. Tadi padi, anak saya memintakan uang Rp 100 ribu yang katanya untuk pembayaran uang raport,” Sampaikannya, Jum’at (20/12/2013)

Menurutnya, ia sengaja tidak ingin mempublikasikan nama secara terbuka. Jika itu dilakukan, ianya khawatir akan memberikan efek tidak baik kepada anaknya disekolah. Namun menurutnya apa yang disampaikannya ini bukan cerita bohong.  “Jika mau jujur, Tanya saja semua orang tua siswa. Pelanggaran sudah jelas, tinggal pihak Disdik berani atau tidak mengambil sikpa tegas,” Tantangnya.

Orang tua pelajar sebuah sekolah menegah pertama negri (SMPN)  di Kecamatan Tembilahan Hulu juga menyampaikan keluhan yang sama. Untuk pengambilan raport, anaknya memintakan uang sebesar Rp 50 ribu. Dikatakannya, berdasarkan penjelasan anaknya, memang pihak sekolah tidak menentukan besaran biaya, katanya hanya sekedar sumbangan sukarela. Tetapi minimal setiap siswa memberikan pembayaran Rp 25 ribu.

‘Makanya saya menilai sosialisasi tentang RAD PK yang dilakukan Disdik Inhil tidak lebih dari sekedar isapan jempol. Kalau aturan ingin dipatuhi, seharusnya ada pengawasan yang ketat dan itupun harus diiringi dengan sanksi tegas bagi siapapun yang tidak mengindahkannya,” Sampaikan orang tua siswa kelas VII sebuah SMP di Kec Tembilahan Hulu ini.

Sehari sebelumnya, kamis (19/12/2013), Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menegaskan larangan kepada pihak sekolah untuk tidak melakukan pungutan kepada peserta didik diluar ketentuan aturan.

Penegasan larangan ini disampaikan Kadisdik Inhil, H Fauzar dalam kegiatan sosialisasi dan advokasi berbagai peraturan pemerintah dibidang pendidikan tahun 2013 yang merupakan tindaklanjut dari Rencana Aksi Daerah Pemberantasan Korupsi (RAD PK).

Melalui kegiatan ini diminta kepada semua satuan pendidikan atau sekolah yang ada di Bumi Sri Gemilang agar dapat mengikuti aturan termasuk untuk tidak melakukan tindakan-tindakan korupsi yang bisa merugikan diri sendiri dan orang lain, seperti ketika penerimaan siswa baru, pemberian raport, ijazah dan lain sebagainya.

“Jangan ada lagi pungutan-pungutan di satuan pendidikan yang tidak sesuai dengan aturan. Contohnya, pengadaan pakaian untuk siswa baru. Tidak usah memaksakan harus kita yang mengelolanya, serahkan saja kepada pihak wali murid sendiri, sehingga tidak memberatkan mereka,” sampaikan Fauzar.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula salah satu hotel di Tembilahan ini, diikuti oleh seluruh kepala sekolah tingkat SD, SMP, SMA dan SMK di tujuh kecamatan, yang ada di Kabupaten Inhil. (dro)