Amankan Pilgubri Putaran Ke Dua, Polres Inhil Turunkan 508 Personil

Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo, Sik, M.SiTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Untuk melakukan pengaman Pemilihan Gubernur Riau periode 2013 – 2018 putaran ke dua, Jajaran Polres Inhil mengerahkan sebanyak 508 personil.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Suwoyo SIk.M.si melalui Kabag Ops AKP Kurnia Styawan SIK menjelaskan, pada prinsipnya seluruh personil sudah dipersiapkan untuk mengemban tugas melakukan pengamanan. Bukan hanya di Kota Tembilahan saja, namun di seluruh TPS, yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir.

“Kita sudah menyiapkan 508 personil untuk mengamankan pelaksanaan pilgubri putaran kedua”kata Kabag Ops

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Inhil, Joni Suhaidi mengatakan sesuai dengan hasil sidang pleno yang digelar KPU Riau, Minggu (13/10) yang lalu ditetapkan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Riau Putaran II akan dilakukan pada 27 November 2013 mendatang. Penetapan ini dilakukan setelah KPU menang melawan gugatan pasangan Achmad-masrul dan WIN.

Sebelumnya, KPU Riau sempat menetapkan Pilgubri Tahap II akan digelar 30 Oktober yang lalu. Namun karena adanya gugatan dari dua pasang calon yakni Achmad-Masrul dan Wan Abubakar-Isjoni (WIN) akhirnya jadwal pelaksanaan Pilgubri Putaran II diundur sampai ada keputusan Mahkamah Konstitusi (MK).

“Yang jelas segala Persiapan sudah matang. Semoga pelaksanaannya hingga sampai perhitungan nantinya akan lebih sukses dari pilgub putaran pertama yang lalu.”kata Ketua KPU Inhil. (dro/tok)




Mahasiswa UNISI Ikuti Seminar Entrepreneurship dan Leadership

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) -Ratusan mahasiswa Universitas Islam Indragiri (UNISI), mengikuti seminar entrepreneurship dan leadership, di Aula Fakultas Pertanian Parit 1, Kecamatan Tembilahan Hulu, Rabu (13/11).

Kegiatan yang ditaja Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Inhil bekerjasama dengan Fakultas Pertanian, Universitas Islam Indragiri (Unisi) ini menghadirkan narasumber dari kalangan dosen dan pengusaha.

Kepala Disporabudpar Kabupaten Inhil, melalui Sekretaris, Suwardi mengatakan, bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk menciptakan mahasiswa yang memiliki jiwa entrepreneurship dan leadership yang memiliki potensi untuk mengembangkan kreatifitas, saling berbagi dan memotivasi semangat berwirausaha.

“Melalui kegiatan ini, kita harapkan para peserta dapat menerapkan ilmu yang telah didapatnya sesuai dengan perkembangan zaman. Sehingga, setelah menyelesaikan kuliahnya, mereka bisa hidup mandiri dengan menjadi pengusaha atau wiraswasta yang handal dan tidak hanya bergantung kepada pemerintah, apalagi hanya berharap menjadi PNS saja,” tutur Suwardi.

Dijelaskan Suwardi, pada era globalisasi saat ini hidup penuh dengan persaingan dan perjuangan, maka yang paling utama untuk disiapkan adalah Sumber Daya Manusia (SDM) yaitu kemampuan diri untuk mengolah dan menciptakan lapangan pekerjaan bukan mencari pekerjaan saja ketika lulus kuliah.

“Negara yang dikatakan sejahtera dan demokrasi yang tinggi, yakni Negara yang memiliki SDM dan tingkat ekonomi tinggi. Oleh karena itu, kita harus mampu meningkatkan SDM kita, sehingga mampu bersaing di masa depan,” terang mantan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Inhil ini.

Sementara itu, Rektor Unisi dalam sambutannya, yang diwakili Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Edwar berharap para peserta dapat mengikuti seminar entrepreneurship (kewirausahaan) dan leadership (kepemimpinan) tersebut dengan sebaik mungkin, dengan mengambil ilmu dan manfaatnya. Untuk selanjutnya, dijadikan modal dalam menumbuhkan potensi diri untuk terus berwirausaha.

“Jadilah mahasiswa yang punya keahlian dan mampu menimbulkan potensi diri, terutama dalam berwirausaha agar bisa bersaing di zaman yang serba modern seperti sekarang ini,” imbuhnya.

Adapun peserta yang mengikuti kegiatan tersebut, berjumlah sebanyak 100 orang, terdiri dari mahasiswa Fakultas Pertanian semester 5,6 dan 7.(dro)




Di Demo Warga, Pemilik Warung Tuak pastikan Tutup Usaha

Tembilahan (www.detikriau.org) – Ratusan Masyarakat Kelurahan Tembilahan hulu mendesak aparat pemerintah untuk menertibkan warung minuman tuak jalan Baharuddin Jusuf, Parit 10 Kecamatan Tembilahan Hulu. Aktifitas warung tuak ini dinilai masyarakat sudah sangat mengganggu ketenangan warga.

Pantauan lapangan, kerumunan masa yang berasal dari dua Rukun Tetangga (RT) 04 dan 13 Kelurahan Tembilahan Hulu ini sudah mulai terlihat sejak pukul 15.00 Wib. Masa yang juga tampak didampingi laskar Front Pembela Islam (FPI) Inhil ini sempat melakukan orasi menyatakan keberatan dengan keberadaan warung yang dinilai menebar maksiat.

Menurut salah seorang masyarakat dalam orasinya, masyarakt sudah berulang-ulang kali memperingatkan agar aktifitas diwarung ini dihentikan.  Selama ini, setiap harinya pengunjung warung selalu penuh, bahkan hingga larut malam dan membuat suara ribut yang mengganggu ketenangan masyarakat setempat.

“mereka mengkonsumsi minuman haram. Kami dilingkungan masyarakat muslim, kami tidak ingin ada maksiat ditengah-tengah kami,” Ujar Orator yang saat itu diikuti dengan teriakan massa yang ingin melakukan pembakaran warung tuak tersebut

Suasa mulai agak mereda setelah jajaran kepolisian dari polsek Tembilahn Hulu didampingi pihak kelurahan. Orang nomor satu dari kepolisian ditingkat Kecamatan Tembilahan Hulu ini, AKP Zaidir meminta pemilik warung tuak untuk melakukan rembukan dengan massa.

Dalam perundingan tersebut. Didapat keputusan bahwa pemilik warung akan melakukan pembongkaran sendiri tempat usahanya pada keesokan harinya, kamis (14/11).

“Kita berharap janji ini bukan hanya sekedar janji tetapi harus dipenuhi karena ini sudah kesepakatan bersama,” Ujar Kapolsek

Kesepakatan yang dilakukan saat itu diberikan dalam pernyataan tertulis dengan disaksikan masyarakat di dua RT, pihak Kelurahan dan Polsek Tembilahan Hulu. (dro)




Polres Inhil Gelar Kegiatan Samapta

TEMBILAHAN (www.detikriau.org)  – Jajaran Mapolres Indragiri Hilir, mulai Rabu (13/11) hingga Jum’at (15/11) mendatang, menggelar  kegiatan Samapta untuk Semester 2 pada tahun 2013 yang dilaksanakan di lapangan Polres Inhil.

Menurut keterangan Kapolres Indragiri Hilir AKBP Suwoyo SIK.M.si melalui Kabag Sumber Daya, Kompol Suprapto, Rabu (13/11), kegiatan Samapta yang dilaksanakan 6 (enam) bulan sekali wajib di ikuti oleh seluruh anggota Polres Inhil mulai Perwira, Bintara, dan Tamtama.

“Kegiatan kesamaptaan yang kita gelar dalam waktu 6 bulan sekali ini hukumnya wajib di ikuti oleh seluruh anggota, baik untuk yang berpangkat Perwira, Bintara maupun Tamtama,”kata Kompol Suprapto.

Tujuan dilaksanakan samapta rutin ini adalah untuk mengetahui tingkat kemampuan serta stamina masing-masing personel, baik yang bertugas di Polres Inhil maupun di Polsek sehingga dengan demikian tetap terjaga kebugaran dan kesehatannya yang pada gilirannya setiap personel tersebut dalam kondisi selalu siap menghadapi tugas-tugas yang diemban, baik tugas operasional, pendidikan maupun tugas-tugas lainnya setiap saat.

“Dengan kondisi kesehatan yang prima diharapkan akan dapat menunjang kelancaran tugas serta dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang prima, baik untuk saat ini maupun menghadapi tugas ke depan,”tegasnya.

Lebih jauh Kabag Sumda menjelaskan, untuk pelaksanaan kegiatan samapta pada 6 bulan pertama tahun ini bukan hanya di pusatkan di Polres Inhil saja akan tetapi juga digelar di tingkat Polsek, dengan maksud untuk memberikan kemudahan bagi personil yang bertugas di tingkat Polsek yang jaraknya jauh dari Tembilahan

“Semua tentunya untuk memberi kemudahan bagi anggota yang bertugas di tingkat Polsek terutama yang keberadaannya cukup jauh dari Tembilahan. jadi tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kegiatan samapta.”pungkasnya.(dro/tok)




Warga Kesal, Caleg Pasang Stiker Kampanye Disembarang Tempat

Tembilahan (www.detikriau.org) – Pemasangan stiker calon anggota legislative diminta masyarakat tidak ditempatkan disembarang tempat. Disamping menyebabkan kesan kotor, justru menyebabkan timbulnya rasa tidak seimpatik dari masyarakat.

Permintaan ini disampaikan oleh salah seorang warga jalan Batang Tuaka Kecamatan Tembilahan, Ahad (10/11). Diaktakannya, tim-tim sukses salah satu calon anggota legislative bahkan sama sekali tidak memintakan ijin untuk melakukan alat peraga kampanye seperti pemasangan stiker.

“stiker calon anggota dewan ini dipasang seenaknya disembarang tempat. Bahkan didepan pintu rumah. Terus terang saya sangat kecewa. Jangankan meminta ijin, sekedar memberitahukanpun tidak.”Sampaikan Tina

Tindakan seperti ini ditambahkan Ibu tiga anak ini bukannya menambah simpati masyarakat tetapi membuat masyarakat justru merasa kesal dan mungkin saja tidak akan memberikan pilihan.

Kelurah Tini ini juga hamper senada dengan apa yang disampiakan Herman, Warga Jalan Baharudin Jusuf Tembilahan. Diakuinya, tindakan tim sukses yang memasang alat peraga serampangan seperti ini malah menimbulkan kesan kotor dan mengganggu keindahan pemandangan mata.

“boleh-boleh saja memasangalat peraga kampanye, tapi seharusnya berlaku lebih bijak. Kalau seperti ini, berharap masyarakat mau memilih malah jadi kecewa. Saya berharap, khususnya kepada pihak-pihak terkait terutama panwaslu setidaknya menyampaikan sosialisasi mengenai hal ini. Bukankah ada aturan yang harus dipatuhi untuk hal itu,” Ujar Herman.

Dari pantauan Vokal, tidak sedikit alat-alat peraga calon anggota legislative Pileg 2014 terpasangan diberbagai tempat. Bukan hanya disepanjang badan jalan, bahkan rumah-rumah pribadi masyarakat juga tidak luput ditempeli. Penempelan alat peraga yang tidak beraturan seperti ini menimbulkan kesan yang kurang baik dan kotor.(dro)




287 Pengendara Ditilang Selama Operasi Zebra 2013

Petugas memeriksa kelengkapan berkendaraan salah seorang pengendara sepeda motor dalam operasi Zebra 2013
Petugas memeriksa kelengkapan berkendaraan salah seorang pengendara sepeda motor dalam operasi Zebra 2013

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – sebanyak 287 pengendara dilakukan penindakan dengan ditilang, sedangkan 153 lainnya diberikan teguran. Jumlah ini merupakan hasil dari Operasi Zebra selama 14 hari, terhitung mulai 28 Oktober hingga berakhir 10 Nopember di Jajaran Polres Indragiri Hilir.

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Suwoyo SIK.M.si melalui Paur Humas Ipda Warno Akman mengatakan jumlah ini menurun bila dibandingkan tahun sebelumnya. “Meskipun begitu, upaya penertiban akan tetap kita lakukan terutama untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat berberlalu-lintas yang baik serta untuk menekan angka kecelakaan,” ungkap Ipda Warno Akman. Ahad (10/11).

Paur Humas juga menambahkan, bahwa sesuai dengan data yang sudah ada, terkait pelaku pelanggaran yang sudah ditilang maupun terkena teguran. Terdiri dari unsur Pegawai Negeri Sipil (PNS) terdapat 14 orang, kemudian dari swasta masyarakat biasa ada 173, dan sisanya dari pelajar dan mahasiswa terdapat 24 orang.

“Jika terbukti tidak bisa melengkapi syarat mengemudi kendaraan, langsung ditindak.   Sistem ini diterapkan untuk memberikan pembelajaran bagi masyarakat agar lebih mentaati peraturan lalu lintas demi dirinya sendiri termasuk orang lain,” katanya.

Dijelaskan Ipda Warno, selama ini Sat Lantas Polres Inhil  sudah melakukan berbagai upaya untuk mensosialisasikan tentang bagaimana berkendaraan yang benar dan tertib berlalu lintas sesuai dengan Undang-Undang yang sudah diberlakukan, terutama sosialisasi ini diberikan  pada setiap sekolah yang ada di Kota Tembilahan

“Kita akan terus berusaha memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang tata cara tertib berlalu lintas sesuai dengan UU, sehingga kedepan akan terciptanya rasa kesadaran ditengah masyarakat seperti menggunakan Helm standart, memiliki SIM dan STNK,”jelasnya

Dari hasil Operasi Zebra selama dua pekan yang sudah digelar, tercatat yang terkena tilang SIM ada 48 pengendara, STNK berjumlah 175 kendaraan kemudian sisanya 64 kendaraan ranmor.

Pada kesempatan ini, Jajaran Polres Inhil tetap menghimbau kepada seluruh warga Kota Tembilahan khususnya dan masyarakat Kabupaten Inhil pada umumnya untuk selalu melengkapi kendaraannya ketika mengemudi di jalan raya, meski Operasi Zebra sudah berakhir.(dro/Tok)