Kebakaran di Teluk Pinang, Enam Rumah Penduduk Jadi Arang

kebakaranGaung Anak Serka (www.detikriau.org) – Kobaran api meluluhlantakkan pemukiman warga Jalan M Ruslan RT 2 RW 1, Kelurahan Teluk Pinang, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), Kamis (13/12/13) sekitar pukul 07.30 WIB. Enam unit rumah ludes dilalap si jago merah.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari warga setempat, rian, pagi itu saat warga baru mulai beraktifitas, tiba-tiba dikagetkan dengan kemunculan kobaran api yang dengan cepat membesar. Melihat kobaran api semakin membesar, warga secara spontan melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya.

Untungnya tak lama berselang bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kecamatan GAS dan Gaung pun tiba di lokasi. Termasuk dari Koramil 05 GAS dan Polsek setempat. Tak sampai satu jam, kobaran api berhasil dijinakkan, enam unit rumah diketahui ludes dilalap si jago merah. Untungnya, tak jatuh korban jiwa dalam peristiwa ini. Kerugian ditaksir mencapi 500 an juta

“Dari pendataan kita, 6 unit rumah warga ludes. Salah satunya bangunan ruko wallet. Saat ini warga sudah mendirikan posko bantuan dan sampai sore ini, bantuan dari sukarelawan sudah mulai berdatangan. Kerugian kita taksir kurang lebih 500an juta ” Sampaikan rian melalui sambungan telepon selularnya kepada detikriau.org, jum’at (14/12)

Sementara itu, Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo melalui Kapolsek GAS, AKP Imran Kadir membenarkan adanya kejadian kebakaran ini.

“Benar, sekitar pukul 07.30 WIB terjadi kebakaran di Jl H Ruslan Kelurahan Teluk Pinang. Ada enam unit rumah ludes, namun tidak ada korban jiwa,” sampaikan Imran.

Sampai saat ini dikatakan Imran penyebab kebaran dan jumlah kerugian masih belum bisa dipastikan. Pihak kepolisian masih mengumpulkan data dan keterangan dari saksi di lapangan.

Enam unit rumah warga yang terbakar yakni, Rumah kediaman Erwin, Hartenas, Umar (2 pintu), Habsah dan Fauzan. (dro)




Tingkatkan PAD, Kendaraan Non BM Ditertibkan

imagesTEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Dinas Pendapatan Kabupaten Indragiri Hilir bekerja sama dengan Sat Lantas Polres Inhil mulai melakukan penertiban kendaraan non BM yang beroperasional di Inhil khususnya dan Riau pada umumnya.

Untuk di Kota Tembilahan, petugas gabungan melaksanakan Operasi penertiban bagi setiap kendaraan non BM mulai Senin (3/12), di lokasi titik-titik tertentu seperti kawasan Jalan simpang antara jalan M.Boya dengan Jalan Sudirman, dan kawasan sentral lainnya.

Kepada Harian Vokal.  Selasa (10/12) H Said Hasan, kepala KUPT Dinas pendapatan Kabupaten Inhil membenarkan terkait dengan adanya kegiatan penertiban bagi setiap kendaraan, baik roda 2 maupun roda 4, memiliki No Polisi non BM.

“Sesuai dengan intruksi dari atasan yang sudah kita terima, kita wajib menggelar Operasi penertiban kendaraan yang masih ber plat nomor Polisi di luar Propinsi Riau,” sampaikan Said Hasan

Ia katakan kembali bahwa maksud dari pelaksanaan Operasi penertiban ini yakni untuk mendata kendaraan non BM. Kemudian setelah terdata kita tanyakan kepada pemilik kendaraan apakah cuman sekedar melintas atau memang sudah berdomisili di Riau atau Kabupaten Inhil.

“Jika pemilik kendaraan ternyata hanya melintas di kawasan Kabupaten Inhil tentu kita tidak akan menghalang-halangi, akan tetapi jika mereka sudah berdomisili di Kota Tembilahan atau Propinsi Riau ternyata masih menggunakan kendaraan non BM, tentu akan kita tegur dan diarahkan untuk segera memutasikan kendaraannya menjadi BM,”jelasnya.

Selanjutnya setelah mereka memutasikan kendaraannya menjadi plat nomor Polisi BM, tentu saja kedepan akan membayar pajaknya di Kabupaten Inhil yang pada gilirannya akan menambah pendapatan  pajak atau PAD yang kita miliki.

“Jangan sampai mereka membayar pajaknya di daerah lain atau menguntungkan orang luar, namun menggunakan jalan yang kita bangun dengan APBD kita, makanya kita lakukan penertiban,”tegasnya.(dro/tok)




Hasil Razia Gabungan, Sebagian Besar Tak Miliki SIM

imagesTEMBILAHAN (www.detikriau.org)  – Hasil operasi rutin 60 pengedara yang ditilang, sebagian besar pelanggaran pengendara kendaraa adalah mereka tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

“Sisanya pelanggaran lain, seperti mereka yang tidak membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) maupun pelanggaran kelengkapan berkendaraan lainnya,” ujar Kasat Lantas, Karyono usai menggelar razia di Jalan M Boya Tembilahan, Senin (9/12).

Dikatakan Karyono, dalam rangka menciptakan tertib lalu lintas dan meminimalisir terjadinya kecelakaan, selama beberapa hari kedepan pihaknya terus melakukan operasi lalu lintas. Selain melakukan tilang, petugas juga menegur pengendara yang melakukan pelanggaran ringan, seperti tidak memakai helm standar, kaca spion termasuk  menggunakan kenalpot reacing.

Ia menyebutkan, pelanggar lalu lintas yang tidak memiliki SIM didominasi pegawai swasta, serta pelajar disusul profesi lainya. Sedangkan dari sisi usia antara 16-30 tahun. Meski demikian, operasi dan penindakan pelanggaran tersebut hanya bagian dari upaya untuk menciptakan kamseltibcar lalu lintas di jalan raya.

“Bagi masyarakat yang belum memiliki SIM silahkan untuk mengurusnya dengan datang langsung ke Polres Inhil, Jalan Gajah Mada Tembilahan. Pengurusan SIM tidak sulit, bagi yang dinyatakan layak oleh petugas, maka SIM itu langsung kami keluarkan,” paparnya.

Pada intinya, Karyono meminta setiap pengedara mematuhi aturan berlalu lintas dan jangan karena takut sama petugas, tetapi harusnya kepatuhan menjadi kebutuhan untuk keselamatan. Sebab, keselamatan yang dimaksud, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain sesama pengguna jalan umum.(dro)




Balita Korban Diduga Keracunan Makanan Masih Terbaring Lemah

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) -Pasca terjadinya musibah yang diduga keracunan makanan, di Parit Bangkar, Desa Mekar Sari, Kecamatan Keritang beberapa waktu lalu, salah seorang korban, Hikmatul Ula (3) masih mengalami sakit dan dirawat di RSUD Puri Husada Tembilahan.

Menurut penuturan ayah korban, Muhamad Tabiin, sejak dirujuk ke RSUD Puri Husada Tembilahan pada Selasa (26/11) lalu, anak semata wayangnya tersebut masih belum menunjukkan tanda-tanda akan segera pulih dari sakit yang dideritanya.

Pasalnya, kondisi Hikmatul Ula saat ini masih terbaring lemah tidak berdaya dan sangat membutuhkan perawatan yang intensif dari tenaga medis. Padahal, sebelum kejadian tersebut, bocah yang akrab disapa Ula ini tergolong anak yang energik dan suka melakukan berbagai aktifitas anak-anak seusianya.

“Saya pun bingung dan tak tahu harus berbuat apalagi. Karena, sampai kini kondisinya belum sehat, kaki dan tangannya masih sangat lemah dan tidak bisa digerakkan,” tutur Muhamad Tabiin didampingi istri, Dasiem saat ditemui di ruang perawatan anak RSUD Puri Husada Tembilahan, Kamis (5/12).

Dikatakan Tabiin, sakit yang diderita anaknya tersebut, mulai terlihat dan diketahui pada Senin (25/12), sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Saat itu, anaknya mengeluhkan sakit perut dan buang air besar, seperti gejala penyakit diare.

Melihat kondisi yang terjadi, ia langsung memeriksakan kesehatan anaknya kepada tenaga medis setempat. Namun, langkah tersebut belum juga menampakkan hasil. Sehingga, anaknya harus dirujuk ke RSUD Puri Husada Tembilahan pada Selasa (26/11).

“Waktu itu, yang dirujuk ke rumah sakit ini ada tiga orang, satu orang dewasa dan dua anak kecil, termasuk anak saya. Tapi mereka berdua sudah dinyatakan sembuh oleh dokter dan pulang ke rumah masing-masing. Jadi, sekarang tinggalah anak saya yang masih mendapatkan perawatan,” kisah Tabiin, yang sehari-harinya berprofesi sebagai petani.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil, H Rasul Alim memberikan pernyataan berbeda dengan penilaian orang tua korban. Dikatakannya, kondisi anak yang dirawat di RSUD Puri Husada Tembilahan tersebut saat ini sudah mulai membaik dan bisa segera pulang kerumahnya.

“Mungkin sekitar Hari Minggu nanti, dia sudah bisa pulang. Karena, berdasarkan pemeriksaan sudah mulai membaik,” ujar Rasul saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Jum’at (6/12).

Menurut Rasul, kejadian yang menyebabkan 236 Jamaah Yasinan yang mengalami muntah-muntah dan Mual dan Bahkan berakibat meninggal dunianya satu orang korban setelah mengkonsumsi makanan kala itu bukan disebabkan keracunan makanan, melainkan disebabkan diare.

“Tidak ada kita temukan zat kimia pada makanan yang disediakan saat itu. Jadi dilihat dari gejalanya, yaitu muntah, bocor dan demam lebih dari tiga hari maka bisa disimpulkan penyakit ini adalah penyakit diare yang disebabkan bakteri,” terang Rasul.(dro)

236 Jamaah Yasin Keracunan Makanan, 1 Meninggal




Defisit Daya, PLN Rayon Tembilahan Berlakukan Pemadaman Bergilir

plnTembilahan (www.detikriau.org) – Manajer PLN Rayon Tembilahan, Budi Warman menyatakan pihaknya harus memberlakukan pemadaman listrik secara bergilir dengan durasi pemadaman 4 hidup dan 1 mati. Kebijakan ini dilakukan disebabkan 5 unit mesin pembangkit dalam kondisi rusak.

Pernyataan ini disampaikan Budi Warman melalui sambungan telepon selularnya, selasa (26/11) malam. Dikatakan Budi, upaya perbaikan sedang mereka lakukan.

“Dengan rusaknya lima unit mesin sewa, kita mengalami defisit daya sekitar 1,8 MW. Mudah-mudahan perbaikan bisa diselesaikan secepatnya.”Ujar Budi

Putusnya pasokan listrik kerumah-rumah pelanggan ini tentunya membuat kekeselan sebahagian besar masyarakat. Mereka berharap pemberlakuan pemadaman oleh pihak PLN Rayon Tembilahan tidak berlarut-larut.

“Sejak beberapa waktu ini kita akui pemadaman listrik secara bergilir sudah jarang terjadi. Kalau saat ini kembali diberlakukan yang katanya disebabkan adanya kerusakan mesin tentunya kita berharap hal ini dapat segera diatasi agar tidak merugikan masyarakat konsumen,” Sampaikan Ridwan, warga Jalan H Sadri Tembilahan. (dro)




BKKKS Provinsi Riau Gelar Bakti Sosial di Tembilahan

Ketua Umum BKKKS Provinsi Riau, Septina Primawati Rusli
Ketua Umum BKKKS Provinsi Riau, Septina Primawati Rusli

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) -Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BKKKS) Provinsi Riau menggelar Bakti Sosial gratis bagi masyarakat Kabupaten Inhil, Minggu (24/11).

Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Engku Kelana Tembilahan ini merupakan kerjasama BKKKS Provinsi Riau dengan Dinas Kesehatan Riau dan Inhil, KKKS Inhil, TP PKK Inhil, PMI Inhil, Perdami Riau dan PT Pegadaian Persero Wilayah Riau Kepri.

Bupati Inhil, HM Wardan dalam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut mengucapkan terimakasih yang setinggi-tingginya atas kerjasama semua pihak, sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik.

“Dengan adanya kegiatan ini kita harapkan masyarakat Kabupaten Inhil dapat memanfaatkannya sebaik mungkin. Bagi bapak atau ibu yang matanya kabur, disini ada pembagian kaca mata gratis. Jadi, bapak dan ibu bisa tambah cantik dan bisa melihat dengan baik,” tutur Wardan.

Sementara itu, Ketua Umum BKKKS Provinsi Riau, Septina Primawati Rusli menjelaskan bahwa setiap tahunnya BKKKS memang melakukan bakti sosial dalam upaya membantu yang membutuhkan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kegiatan ini, bertujuan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, baik itu pelayanan kesehatan maupun lainnya,” terang Septina.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa dari seluruh kegiatan yang diberikan, untuk pelayanan operasi mata katarak hanya akan dilakukan pendaftaran terlebih dahulu, sedangkan proses operasinya yang bekerjasama dengan Perdami Riau akan dilaksanakan pada tanggal 7 dan 8 Desember mendatang.

“Selain operasi mata katarak, sunatan massal juga hanya akan dilakukan pendaftarannya saja dahulu dan sunatnya akan kita laksanakan pada liburan sekolah nantinya,” imbuhnya.

Adapun pelayanan kesehatan yang diberikan pada bakti sosial tersebut diantaranya pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan mata, pemberian kaca mata baca untuk usia 50 tahun ke atas, pelayanan KB, pangkas rambut, cek gololongan darah, donor darah dan pendaftaran peserta khitanan massal.(dro)