Ratusan Mahasiswa Unisi Demo. Paksa Rektor Mundur

DSC_0025Tembilahan (www.detikriau.org) — Ratusan Mahasiswa Universitas islam Indragiri  (UNISI) paksa Rektor UNISI, DR Ririn Handayani untuk mundur dari jabatannya. Aksi demontrasi yang digelar di gedung kampus FTIK dan Pertanian itu berlangsung dengan anarkis. Meski berada dibawah pengawalan  aparat keamanan, mahasiswa tetap melakukan aksi pembakaran berbagai inventaris fakultas yang kini juga difungsikan sebagai gedung rektorat kampus UNISI.
Pantauan lapangan detikriau.org, Desakan mahasiswa yang dimulai sekira pukul 08.30 Wib itu semakin beranjak siang semakin memanas. tidak mendapatkan kepastian dari rektor, sebahagian mahasiswa mulai terlihat bertindak brutal. kursi, meja, papan pengumuman dan berbagai inventaris kampus lainnya satu persatu ditumpuk ditengah halaman dalam gedung dan akhirnya dibakar. tak tertinggal, pot bunga dan jendela kaca gedung berlantai dua itu dipecah. Pekik  dan nyanyian berlantunkan revolusi menggema tiada henti. mahasiswa terus melakukan aksi dengan anarkis. berbagai kalimat kritikan, kecaman dan desakan terus menggema dari beberapa megaphone yang ditenteng mahasiswa.

Aksi pembakaran yang dilakukan mahasiswa di kampus fakultas Tehnik dan Pertanian jalan Lintas Propinsi parit 1 Kecamatan Tembilahan hulu
Aksi pembakaran yang dilakukan mahasiswa di kampus fakultas Tehnik dan Pertanian jalan Lintas Propinsi parit 1 Kecamatan Tembilahan hulu

deretan jendela kampus Fak tehnik dan Pertanian UNISI parit 1 tampak berantakan setelah diamuk massa demontran
deretan jendela kampus Fak tehnik dan Pertanian UNISI parit 1 tampak berantakan setelah diamuk massa demontran

Dikawal petugas kepolisian, Rektor UNISI, DR Ririn memberikan penjelasan dihadapan massa demontran
Dikawal petugas kepolisian, Rektor UNISI, DR Ririn memberikan penjelasan dihadapan massa demontran

Aksi massa demontrans di gedung rektorat UNISI jalan Swarna Bumi Tembilahan
Aksi massa demontrans di gedung rektorat UNISI jalan Swarna Bumi Tembilahan

Sekira pukul 10.00 Wib, DR Ririn menemui mahasiswa. mendapatkan desakan mundur, Ririn menegaskan bahwa ia diangkat oleh yayasan. jika mahasiswa ingin mendesak ia untuk meletakkan jabatan, Ririn mempersilahkan mahasiswa untuk meminta ke pihak yayasan. “Kapan saja saya siap untuk mundur kalau memang diminta pihak Yayasan. jadi kalau ingin saya mundur, silahkan memintakannya ke Yayasan,” Ujar Ririn
Jawaban Ririn ini sontak semakin membuat mahasiswa semakin brutal. mereka mendesak jawaban Ririn secara pribadi untuk mundur dari jabatan. Karena tak ada kesepakatan, Ririn akhirnya kembali masuk ke gedung rektorat di lantai dua. Mahasiswa kembali melakukan aksi.  Aksi pembakaran kembali dilakukan. kali ini dilakukan dihalaman depan kamus yang berada di Jalan Lintas Provinsi parit 1 Kecamatan Tembilahan hulu itu.
Sekira pukul 11.15 Wib, dikawal puluhan aparat kepolisian, Ririn kembali turun dan kembali mempertegas agar mahasiswa mendesak ke pihak Yayasan bukan dirinya. Usai memberikan penegasan, Ririn bermaksud untuk meninggalkan lokasi demontrasi namun ditahan ratusan mahasiswa. seluruh pintu keluar kampus diblokir. mahasiswa terus mendesak DR Ririn untuk menyatakan kesediaan meletakkan jabatan sebagai rektor.
Aksi dorong dan saling desak antara puluhan aparat kepolisian yang mengawal DR Ririn dengan Mahasiswa terjadi berulang-ulang. beberapa kali niat Ririn untuk meninggalkan halaman kampus dihalangi oleh mahasiswa. mahasiswa akhirnya membuatkan surat pernyataan tertulis kesediaan Rektor untuk mundur dan mendesak Ririn membubuhkan tandatangan tanda persetujuan.
Akhirnya, aksi saling dorong yang terjadi hampir selama 2 jam yang cukup melelahkan itu meluluhkan DR Ririn, sekira pukul 13.17 Wib, DR Ririn pun menandatangani surat pernyataan yang disodorkan Mahasiswa. Diiringi sorak-sorai, Mahasiswa melepas DR Ririn meninggalkan halaman kampus.
Sepeninggalan DR Ririn, sempat terjadi aksi bentrokan. kali ini, puluhan mahasiswa Fakultas Tehnik dan Pertanian yang merasa tidak senang kampusnya dirusak melakukan protes kepada massa demonstrans. protes hampir berbuah bentrokan fisik. untung saja kondisi ini sempat diredam aparat kemanan dan massa demonstran akhirnya bergerak meninggalkan halaman kampus dengan menenteng surat pernyataan mundur DR Ririn untuk menemui pihak Yayasan di Rektorat jalan Swarna Bumi Tembilahan.
direktorat jalan Swarna Bumi, masa kembali melakukan orasi. disini mereka mendesak sore ini juga pihak yayasan mengeluarkan surat penetapan pengunduran diri Rektor. massa demontrans ditemui pihak yayasan yang diwakili oleh Dianto mampanini dan Muammar Qaddafi. yayasan menjelaskan bahwa setiap proses pengunduran tidak semerta-merta bisa langsung dikukuhkan tetapi harus melalui prosedur yang sudah ditetapkan.
“Kita tidak mungkin bisa langsung memberikan penetapan. semua harus melalui prosedur dan aturan yang ada. setidaknya hal ini harus mendapatkan keputusan melalui rapat pengurus yayasan. kita minta mahasiswa untuk mengerti hal ini,” ujar Muammar menjelaskan.
Lagi-lagi mahasiswa tidak menerima penjelasan yang diberikan pihak yayasan. karena menilai tidak ada ketegasan. mahasiswa kembali bertindak anarkis. deretan jendela kaca direktorat eks kantor DPRD Inhil itupun dihujani batu.
Melalui dialog panjang yang cukup sekali-kali kembali memanas hingga menjelang pukul 17.00 Wib, disimpulkan pihak perwakilan yayasan, kamis (6/2) malam akan berangkat ke PKU menemui ketua yayasan membicarakan terkait beberapa desakan massa demontrans.
Selain menuntun rektor UNISI, DR Ririn handayani mundur, massa demonstrans juga menuntut adanya kejelasan akan status UNISI termasuk Akreditasi, tranparansi pengelolaan keuangan serta mempertimbangkan untuk melakukan pengangkatan rektor UNISI baru. (dro)




Perusahaan Bakar Lahan, Masyarakat jadi kambing Hitam

karhutlaTembilahan (www.detikriau.org) – Masyarakat menduga kabut asap yang  terjadi mengiringi tibanya musim kemarau lebih disebabkan dari aktifitas perusahaan perkebunan. namun sayangnya kerap masyarakat petani yang dikambinghitamkan.
“kita akui, sejak dulu sudah menjadi kebiasaan masyarakat membuka lahan termasuk membersihkan areal perkebunan dengan cara dibakar. cara ini memang terbilang efektif. tidak memerlukan pengorbanan biaya dan tenaga yang banyak,” Ujar Andi warga Tembilahan yang berprofresi sebagai petani  kepada detikriau.org, rabu (5/2).
Menurut Andi, kebiasaan ini bukan baru-baru ini saja tetapi sudah berlangsung sejak nenek moyang mereka. namun waktu itu tidak pernah menyebabkan timbulnya kabut asap separah saat ini. ia menduga pekatnya kabut asap  bukan saja disebabkan oleh masyarakat petani tetapi lebih disebabkan aktifitas perusahaan-perusahaan perkebunan yang cukup banyak beroperasional di Inhil.
“Perusahaan yang memiliki areal perkebunan  besar. mereka pengusaha dan pastinya juga ingin menghemat biaya operasional demi meraup untung besar. makanya saya menduga perusahaan juga membakar lahan. buktinya kepulan asap sepekat ini pastinya berasal dari kebakaran areal yang cukup luas. tapi sayangnya kerap hanya masyarakat yang dijadikan kambing hitam.” protes Andi
Berdasarkan informasi Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Indragiri hilir melalui kabid Kerusakan Lingkungan, Ardi Yusuf, pihaknya masih mendeteksi adanya titik panas (hotspot) yang diindikasi sebagai peristiwa kebakaran lahan atau hutan di Inhil.
“Dalam beberapa hari belakangan ini, ‘hotspot’ akibat kebakaran lahan dan hutan terdekteksi berada pada sejumlah wilayah di Kabupaten Inhil dengan jumlah yang turun naik,” kata Ardi kepada detikriau.org melalui sambungan telepon, Rabu (05/02).
Diterangkan Ardi, hasil pantauan Satelite (NOAA) 18 pada Selasa (04/02/14), ditemukan sebanyak lima titik api yang tersebar di beberapa kecamatan yakni, Kecamatan Pulau Burung 2 titik, di Desa Sukoharjo jaya dan Desa Sukajaya. Kecamatan Teluk Belengkong, 1 titik di Desa Sapta Mulya jaya. Kecamatan Gaung 1 titik di Desa Terusan Kempas serta  Kecamatan Batang Tuaka di Desa Kuala Sebatu.
jumlah titik api tersebut menurutnya meningkat dari hari sebelumnya yang hanya ditemukan 3 titik api namun menurun drastis dibandingkan dua hari lalu yang mencapai 23 titik api.
Menurutnya, munculnya titik api di Kabupaten Inhil dikarenakan kebakaran hutan dan lahan yang kebanyakan dilakukan secara sengaja oleh manusia, seperti membersihkan dan membuka lahan baru dengan cara dibakar.
“Untuk itu, kita mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, baik itu untuk membuka lahan baru ataupun membersihkan lahannya, karena dampak yang akan ditimbulkan nantinya sangat besar,” ujarnya.
Selain itu, dalam upaya mengantisipasi semakin meningkatnya jumlah titik api di Kabupaten Inhil, pihaknya juga menyurati pihak perusahaan yang telah memiliki dan membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk mengaktifkan ronda peduli api di masing-masing daerah hingga akhir Februari mendatang.
“Kami juga sudah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Inhil dan pihak kecamatan untuk segera memadamkan api dan melakukan sosialisasi untuk mencegah timbulnya titik api di wilayah lain,” pungkasnya. (dro)




Perang Atribut, Caleg Berlomba Jual Tampang

balehoTembilahan (www.detikriau.org) — Jelang pelaksanaan Pemilu Legislatif 9 April 2014 mendatang, kota Tembilahan tampak makin semarak. Hampir disetiap ruang kosong, puluhan bahkan ratusan stiker, spanduk dan baleho ukuran kecil hingga jumbo terpampang. wajahnya, calon anggota legislatif. bak pedagang mereka saling berebutan berpromosi.
Menurut warga kepada detikriau.org, pemandangan ini bukanlah hal baru. hampir disetiap sudut kota tidak luput dijadikan ruang untuk beriklan.”Ini sudah biasa. jangankan dipersimpangan jalan, bahkan ditempat pembuangan sampah aja kadang ada saja caleg ataupun tim suksesnya yang memanfaatkan sebagai tempat berkampanye. ya biasalah bang, namanya juga mau berpromosi.” Ujar Andi warga Tembilahan
Senada, Wahyu, warga Tembilahan lainnyapun tidak merasa heran. bahkan ia mengaku tidak begitu memperhatikan keberadaan atribut kampanye itu. apalagi dengan jumlah yang begitu banyak dan saling bertumpukan malah membuatnya merasa malas untuk memperhatikan. ” Bingung ngeliatnya bang. kalau seperti ini menurut saya caleg hanya buang-buang uang aja. mendingan uang buat bikin alat peraga disedekahin, saya yakin akan lebih mendapatkan simpati masyarakat,” Ujar Wahyu berpendapat
Ditambahkan Wahyu apa yang dilakukan para caleg ini tentunya sesuatu hal yang wajar-wajar saja. dengan memasang alat peraga dalam jumlah yang banyak tentunya mereka berharap wajahnya akan pamiliar, masyarakat akan mengingat dan memilihnya saat pelaksanaan pemilu mendatang. namun meskipun seperti itu ia berharap agar para caleg dan tim suksesnya memperhatikan ruang yang dibenarkan untuk memasang alat peraga. seperti jika ingin menempelkan stiker dirumah-rumah penduduk, setidaknya sebelumnya haruslah memintakan ijin sama si empunya rumah. “Bukan seperti saat ini. kita taunya rumah kita sudah ditempeli alat peraga saat bangun pagi. kalau seperti ini, bukannya simpati yang didapat tetapi umpatan. soalnya capek juga bang melepaskannya, apalagi lemnya cukup kuat. dinding rumah jadi kotor,” Kritik Wahyu.
Pantauan detikriau.org, alat peraga kampaye calon anggota legislatif semakin hari memang terlihat semakin marak. semua tempat yang dianggap strategis disikat. bahkan tidak luput, perumahan-perumahan pribadi penduduk juga menjadi sasaran termasuk Kendaraan umum dan pribadi.(dro)




Pemkab diminta Tertibkan Perumahan Yang Berdiri diatas DAS

Tembilahan (www.detikriau.org) — Masyarakat kota Tembilahan meminta agar pemerintah kabupaten Indrairi Hilir segera lakukan penertiban terhadap perumahan-perumahan penduduk yang didirikan di Daerah Aliran Sungai (DAS). Jika hal ini tidak segera dilakukan, dikhawatirkan akan menghambat sirkulasi air dan menjadi penyebab semakin parahnya banjir pasang.
Permintaan ini disampaikan oleh salah seorang warga Tembilahan, Hery . menurutnya, saat ini sudah cukup banyak didapati masyarakat yang mendirikan bangunan tanpa memperdulikan DAS. ia merasa khawatir jika hal ini terus dibiarkan, lambat laun aliran air akan tersumbat dan pada akhirnya akan menghambat turunya air ke sungai. akibatnya, banjir pasang yang setiap tahunya melanda daerah Inhil akan semakin parah.
“Sebagai daerah pasang surut kita pastinya tidak akan mungkin mampu untuk menghindari terjadinya luapan air kedaratan. terutama disaat-saat musim pasang tinggi. namun jika aliran anak sungai lancar (parit), disaat surut, air dengan cepat dapat kembali mengalir kesungai dan tidak akan dapat menggenangi daratan lebih lama,” Ujar Herry.
Cukup disayangkan, ditambahkan Hery, sepengetahuannya, disepanjang airan sungai parit XII, sebahagian besar sudah mulai tersumbat. penyebabnya, banyak masyarakat yang didapati menambah bangunan hingga menutupi aliran sungai tersebut. ia berharap hal ini dapat segera menjadi perhatian pemerintah melalui instansi berwenang.”dulunya parit XII ini menjadi parit pembuangan utama di kota Tembilahan. namun sayang nya saat ini kondisinya sudah parah. aliran parit ini sudah tersumbat. ini harus segera disikapi oleh pemerintah,” Harap Herry
Apa yang dimintakan Hery juga diamini oleh warga Tembilahan lainnya, Ian, Warga Kelurahan pekan arba Kecamatan Tembilahan ini juga memintakan hal yang hampir senada. sudah beberapa tahun belakangan ini, dikatakan Ian, sebahagian besar daratan di kelurahan pekan arba sudah tidak pernah lagi kering. akibatnya, kawasan yang dulunya  subur itu kini tidak bisa lagi ditanami dengan tanaman produktif apapun karena tergenangi air.
“dulu pekan arba dikenal sebagai salah satu daerah penghasil buah cempedak dan beberapa tanaman daerah tropis lainnya termasuk buah kelapa. namun saat ini tanaman itu semua sudah hampir tidak terlihat karena mati. dataran di daerah ini tidak pernah kering. Hujan yang tidak terlalu lama bisa membuat daratan tergenang air hingga berminggu-minggu. kondisi ini semakin parah disaat tibanya pasang tinggi,” Keluh iyan.
Tahun anggaran 2013 yang lalu ditambahkan iyan, memang sudah dilakukan pelaksanaan proyek normaliasi aliran parit xii. namun pengerjaan proyek yang menelan dana APBD Inhil ratusan juta rupiah itu terkesan mubajir karena tidak dikerjakan dengan maksimal. normaliasi hanya dilakukan dibagian tengah parit dan kedua ujungnya tidak menembus ke sungai. akibatnya kini aliran parit xii, khususnya yang membentang di keluarahan pekan arba tidak ubahnya bak kolam. tidak mengalir. pungkas iyan. (dro)




Esok, KASBKBT Kembali Agendakan Pementasan Seni Budaya KALSEL

kuda kipangTembilahan (www.detikriau.org) — Komunitas Adat Seni dan Budaya Kalimantan Benua Tembilahan (KASBKBT) kembali mengagendakan pelaksanakan pagelaran pementasan seni Kalimantan Selatan. Pagelaran kali kedua ini dipusatkan di Taman Kota Jalan Gadjah Mada Tembilahan, sabtu,(1/2/2014) esok
Koordinator pelaksana, Wahyu yudistira menyatakan bahwa pementasan kali kedua pagelaran seni adat kalimantan selatan ini didorong atas dasar keprihatinan dan kekhawatiran kaum muda suku banjar dengan semakin meredupnya pamor seni nenek moyang ini ditengah kalangan generasi muda. padahal menurutnya, seni budaya memiliki pesan-pesan moral yang baik terutama bagi generasi penerus. agar senibudaya ini dapat kembali  dicintai masyarakat maka ianya haruslah kembali diperkenalkan kepada masyarakat. salah satu caranya adalah dengan mengadakan pementasan secara terbuka di depan umum secara berkala.
“Semua inn diprakarsai murni oleh kalangan muda suku banjar Inhil. kami berharap dengan pagelaran secara berkala, seni budaya warisan nenek moyang ini dapa kembali dikenal dan dicintai masyarakat,” Ujar Wahyu kepada Vokal, jum’at (31/1) di Tembilahan
Salah seorang tokoh masyarakat Inhil keturunan Kalsel, Arsuli Saleh juga berharap senibudaya ini jangan sampai terlupakan apalgi hilang ditengah masyarakat khususnya masyarakat keturun banjar. menurutnya, suku Banjar yang berdomisi di Kab Inhil saat ini merupakan masyarakat Suku Banjar Riau. Mereka lahir dan besar ditanah Riau meskipun dahulunya nenek moyang mereka adalah suku banjar yang berasal dari Provinsi Kalimantan Selatan.
“Sejak lahir kita berada di tanah Riau. Saya yakin tidak semua generasi kita saat ini masih mengenal adat dan budaya tanah kelahiran nenek moyang kita. langkah yang diprakarsai kaum muda keturunan suku banjar ini tentunya harus mendapatkan sambutan baik.” Ujar Arsuli
Sebagaimana pemetasan seni budaya kalsel dalam pementasan sebelumnya pada awal januari 2014 yang lalu, pementasan kali kedua ini juga akan kembali mementaskan seni kuda kipang, silat kuntau dan theater mamadak. termasuk beberapa seni budaya masyarakat banjar lainnya seperti madihinan.(dro)




Masyarakat Beri Penilaian Positif Komitmen Pemkab Inhil Untuk Perbaiki Infrastruktur Jalan

Kondisi jalan di Kecamatan KeritangTembilahan (www.detikriau.org) — Komitmen Pemkab Inhil untuk perbaiki infrastuktur jalan di Kabupaten Indragiri Hilir hingga dipedesaan mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. terbangunnya fasilitas jalan yang baik terutama jalan penghubung sudah cukup lama menjadi impian hampir seluruh masyarakat.
beberapa fasilitas jalan yang kini sudah sukup parah, semisal jalan penghubung di tiga kecamatan yakni Kecamatan Batang Tuaka, GAS dan Gaung. Selain jalan antara desa dengan desa, Desa dengan Kecamatan kondisinya sebagian besar kini dalam keadaan rusak parah dan sangat sulit dilewati, terutama saat musim penghujan. Bahkan akses jalan utama di tiga Kecamatan tersebut yang menuju Ibu kota Kabupaten, Tembilahan juga tidak jauh berbeda.
“Jangankan jalan desa dan jalan kecamatan, jalan kabupaten saja yang menghubungkan tiga Kecamatan tersebut termasuk yang menghubungkan ke Ibukota Kabupaten rusaknya sangat parah. dulu ruas jalan ini sudah mulai bisa dilintasi kendaran roda empat. tapi kini, jangankan kendaraan roda empat, sepeda kayuhpun harus meniti dengan hati-hati jika ingin selamat,” kata Apol warga Kecamatan Batang Tuaka, belum lama ini
Kondisi serupa juga terjadi hampir diseluruh Kecamatan lainnya. jalan lintas Enok yang menghubungkan Kecamatan Enok dengan Kelurahan Seberang Tembilahan. Ruas jalan tersebut boleh dikatakan tidak pernah mulus seratus persen. Ada saja kerusakan disana sini, dan perbaikan hanya terkesan tambal sulam. Hingga jarak tempuh yang meskinya tidak seberapa, terasa cukup jauh akibat kendaraan tidak bisa dipacu dengan normal.
Kecamatan lainnya, mulai dari Kecamatan Keritang, Reteh dan Kecamatan Kemuning yang sebahagian besar daerahnya dengan tofografi dataran tinggi, kini kondisi jalan juga sangat memprihatinkan. Bahkan kerusakan jalan di dikawasan tersebut, juga terjadi pada jalan Nasional, yakni jalan Lintas Timur. Kalau kita terus berjalan dan sampai diperbatasan dengan Provinsi Jambi, kita akan terasa malu, karena ruas jalan disana mulus dan tidak rusak seperti didaerah kita.
Kerusakan yang terjadi cukup menimbulkan tanda tanya sebahagian besar masyarakat. apakah karena faktor geografis di Inhil yang sedemikian labil ataukah karena sebab lain. Namun masyarakat juga meminta dalam pelaksanaannya, pengerjaan perbaikan jalan ini dapat diawasi dengan baik. sangat mudah ditemui, jalan yang barus saja diperbaiki, tidak perlu hitungan waktu yang lama kondisinya sudah kembali rusak.
Jangankan di Kecamatan, di dalam kota Tembilahan saja banyak jalan setelah diperbaiki, dalam hitungan bulan kedepan sudah rusak kembali. penyebabnya mungkin saja pengerjaan tidak dilaksanakan sebagaimana keharusan. oleh karenanya tentu diperlukan pengawasan yang lebih baik.(dro)