Usai Rombak Kabinet, Pro dan Kontra Mulai Bermunculan

Tembilahan (www.detikriau.org) — Rotasi, mutasi maupun promosi jabatan merupakan hal wajar dalam sebuah organisasi. Ada yang merasa gembira karena mungkin merasa sesuai dengan posisi jabatan yang diinginkannya dan pastinya tidak sedikit pula yang merasa bersedih hati.
Apa yang disampaikan Bupati dalam amarannya pada pelantikan sebanyak 223 pejabat esselon II, III dan IV bertempat di Gedung Engku Kelana Tembilahan, Jum’at (27/2/2014) yang lalu, hanya berselang beberapa hari nyata memang menimbulkan berbagai pendapat. Sebahagian memberikan komentar dukungan dan tentu ada pula yang memberikan kritikan.
Warga Tembilahan, M Saribun, mengaku cukup kecewa dengan perombakan kabinet yang dilakukan pasangan Warohmah. spirit baru menurutnya benar tetapi wajah masih yang lama. meski tidak mau memberikan komentar banyak, Saribun yang menyebut dirinya bertitel SAG MSI (Sarjana Alam Gaib Master Segala Ilmu. red) ini meminta agar detikriau.org bersedia untuk mempublikasikan komentarnya.
Diakhir kalimat ia hanya menutup komentar dengan lantunan bait lagu yang sekali lagi tidak dijelaskan apa maksudnya, “Wahai kau burung dalam sangkar sungguh nasibmu baik benar. Mereka pasti paham apa maksud saya,” sampaikannya.
Warga Tembilahan lainnya yang mengaku Tim pemenangan pasangan Warohmah  pada pilkada yang lalu juga menyatakan kekecewaan. dikatakan, harapannya agar adanya penempatan wajah-wajah baru sejalan dengan slogan spirit baru nyatanya tidak terbukti.
90 persen pejabat yang dilantik menurutnya masih wajah lama, hanya terjadi rotasi penempatan. diakuinya, beberapa pejabat lama wajar untuk dipertahankan karena memang mereka dinilai bekerja profesional dan menunjukkan prestasi yang baik. namun tidak sedikit pula yang kemampuannya pas-pasan tetapi tetap mendapat posisi.
“Saya tidak perlu menyebut nama secara pulgar, ada pejabat yang prestasinya tidak ada yang istimewa dan bahkan mengecewakan tetapi masih ditempatkan sebagai kepala Dinas. Memang semua itu hak preogratif Bupati namun saya hanya berharap agar pasangan Warohmah hendaknya mempertimbangkan sosok-sosok yang benar-benar memiliki potensi. bukan terkesan hanya asal copot dan dudukkan,” Ujarnya sambil meminta agar namanya tidak dipublikasikan.
Disamping kritikan, juga ada warga menyatakan dukungan. menurut Andi (43),  hari ini pertarungan pilkada sudah usai. pasangan Warohmah telah unggul. harusnya, hormati hasil pilkada. Warohmah adalah pilihan masyarakat Inhil, berikan mereka kesempatan untuk bekerja.
Apalagi kalau mereka Tim pemenangan Warohmah, harusnya apapun yang menjadi kebijakan Bupati hendaknya didukung. bersimpati dan menjadi tim pemenangan, tolok ukur terbaiknya adalah niat melakukan perbaikan bukan imbalan.
“Wardan sosok pamong sejati. ia bukan seorang politikus. artinya Wardan berkerja sesuai aturan kepamongan. Saya yakin beliau punya pertimbangan yang matang dalam mengambil keputusan. jangan kecewa, apalagi kalau hanya kecewa dilatarbelakangi tidak mendapatkan imbalan karena merasa sudah berjasa. hari ini Warohmah bukan hanya milik Tim pemenangan tetapi milik masyarakat Inhil,” ujarnya
Diakhir kalimat, Andi yang mengaku bukan dari Tim pemenangan pasangan manapun ini berharap agar semua masyarakat memberikan kesempatan kepada pasangan Warohman untuk memberikan pengabdian. sejauh ini dinilainya apa yang sudah dilakukan pasangan Bupati dan Wakil Bupati ini sudah cukup baik. “Mudah-mudahan pasangan pemimpin pilihan masyarakat Inhil ini selalu diberikan kesehatan agar dapat selalu bekerja dan memberikan pengabdian terbaik. yang terpenting tentunya saya berharap agar mereka tetap ingat dengan titipan amanah masyarakat,” Pungkasnya. (dro)




Lakalalin, Mahasiswa UNISI Tembilahan, Koma

Zulkifli terbaring berlumuran darah di TKP
Zulkifli terbaring berlumuran darah saat ditemui di TKP

Tembilahan (detikriau.org) – Laga kambing dua kendaraan bermotor kembali terjadi di jl baharudin Jusuf (dulu jl telaga biru. red) tepatnya di parit XI Kecamatan Tembilahan Hulu.  dalam peristiwa yang terjadi sekira pukul 12.30 Wib ini, korban, Zulkifli (25) kini dalam keadaan kritis. Ahad (2/4/2014)
Berdasarkan keterangan masyarakat di sekitar TKP, tidak ada yang menyaksikan secara pesis apa penyebab terjadinya kecelakaan. mereka hanya mengetahui kejadian itu setelah mendengar suara benturan yang cukup keras.
“Bagaimana kejadian persisnya saya kurang mengetahui. Awalnya saya hanya mendengar suara benturan keras. setelah melihat ke TKP, kedua korban sudah terkapar dibadan jalan. salah satunya terlihat berlumuran darah dibagian kepala,” Ujar warga setempat yang enggan menyebutkan namanya.
Berdasarkan keteragan pihak tenaga medis RSUD Puri Husada Tembilahan, korban, Zulkifli yang belakangan diketahui salah seoang Mahasiswa UNISI Tembilahan pengendara sepeda bermotor BM 3758 GP mengalami luka yang cukup serius dibagian kepala, telinga mengeluarkan darah dan korban dalam keadaan koma. sedangkan lawan laga, M Rasul (45) pengendara sepeda motor BM 2849 BP hanya mengalami luka lecet dibeberapa bagian tubuh.
“Korban mengalami luka di bagian kepala yang sangat serius. untuk kondisi korban seperti ini, harusnya dirujuk ke RS yang memiliki fasilitas lebih lengkap. Namun meskipun dalam keterbatasan, kita akan berusaha maksimal,” sampaikan Dr Destia kepada detikriau.org
Sampai berita ini dirilis, detikriau.org belum mendapatkan keterangan resmi dari pihak kepolisian Pores Inhil termasuk kronologis sebenarnya yang menjadi penyebab terjadinya kecelakaan. (Ahmad Tarmizi)




Fokus Ornop Ragukan Komitmen kadis PU utamakan Kualitas Proyek

Sekjend Fokus Ornop, Indra Gunawan
Sekjend Fokus Ornop, Indra Gunawan

Tembilahan (www.detikriau.org) — Aktivis Inhil, yang juga menjabat sebagai Sekjend Forum Komunikasi Organisasi Non Pemerintah (Fokus Ornop), Indra Gunawan menilai komitmen Kadis PU Inhil mengutamakan kualitas pekerjaan proyek masih patut untuk dipertanyakan.
“Kalau benar kata Tengku Edy kualiatas proyek menjadi harga mati, saya yakin hanya beberapa persen saja yang akan lolos. selebihnya pasti dikenai sanksi. jangankan pekerjaan yang jauh dipelosok-pelosok desa, pekerjaan proyek didalam kota Tembilahan saja yang notabenenya mudah untuk dilakukan pengawasan, banyak yang amburadul.” Ujar Indra
Dari hasil pengamatan Fokus Ornop terhadap pengerjaan proyek, mereka menduga kebanyakan memang tidak dikerjakan sesuai bestek. namun untuk memberikan  kepastian ia mengaku masih cukup sulit karena tidak adanya keterbukaan dinas terkait.
Indra menantang, jika komitmen Tengku Edy memang benar, ia meminta agar setiap pengerjaan proyek besteknya bisa diakses secara terbuka. hal ini dimaksudkan agar masyarakat termasuk Fokus Ornop dapat menilai sejauhmana suatu pekerjaan dilaksanakan sesuai mutu yang disyaratkan. “Kita siap untuk memberikan bantuan secara sukarela untuk mewujudkan komitmen Kadis PU. syaratnya, berikan besteknya dan kami akan awasi.” tantang Indra
Diakhir pembicaraan, Indra juga menilai pemberian sanksi blacklist oleh Dinas masih kurang tepat, sanksi yang diberikan disamping masih tebang pilih baru diberlakukan sebatas kepada perusahaan bukan kepada individu yang berada dibelakang perusahaan. “Kalau hanya perusahaan saja yang diblacklist, gampang. tahun depan bikin aja lagi perusahaan baru atau pinjam perusahaan lain. dan kembali bisa kerja. harusnya pelaku dibalik perusahaan yang diblacklist.” Pungkas Indra.
Sebelumnya, kepada wartawan, Kepala Dinas Pekerja Umum (PU) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Tengku Edy Efrizal menegaskan bahwa kualitas pekerjaan proyek sudah menjadi harga mati yang tak bisa ditawar-tawar. Jika ada rekanan ataupun konsultan pengawas yang tidak melaksanakan pekerjaan sesuai aturan, akan diberikan sanksi tegas hingga pemutusan kerjasama.
Dikatakan Tengku Edy, jika bicara mengenai kualitas proyek, Semua kegiatan wajib untuk dilaksanakan dengan baik sesuai dengan bestek.
“Kita akan blacklist perusahaan yang tidak mematuhi ketentuan sehingga tahun berikutnya tidak akan dapat lagi melakukan kerjasama. Selain rekanan, jika ada konsultan pengawas yang tidak mematuhi aturan, kita akan mintakan agar asosiasi memberikan sanksi,’’ Kata Tengku Edy. (dro)




Hujan Tak Turun-Turun, Petani Kempas Butuhkan Bantuan Mesin pompa Air

“Petani diistilahkan sebagai Pahlawan pangan. Pahlawan sudah selayaknya mendapatkan penghargaan, bukan hanya sekedar menjadi sebutan. Selama ini terkesan petani malah hanya sekedar menjadi objek penderita. Sandaran untuk memuluskan proyek yang akhirnya hanya untuk kepentingan individu”
sawahTembilahan (www.detikriau.org) — Kemarau kali ini membuat masyarakat petani di Kecamatan Kempas terancam akan kehilangan penghasilan. Saluran irigasi tak lagi berair, Padi yang mulai meninggi, kinipun berangsur menguning.
“hampir dua bulan setelah tanam hujan tidak lagi turun, sawah kami kini sudah mengering dan padipun tampak berangsur menguning. Jika hujan tidak segera tiba, tahun ini pastinya kami akan merugi,” Keluh Tedy salah seorang petani di Desa Kempas jaya kepada detikriau.org, sabtu (1/3/2014)
Selama ini, ditambahkan Tedy, areal persawahan di Kempas termasuk wilayah lainnya di kab Inhil merupakan sawah tadah hujan. artinya, hujan menjadi satu-satunya sumber pengairan. Jika hujan tidak turun-turun, saluran irigasi pastinya juga akan ikut mengering karena debit air sungai menyusut. Mendistribusikan air sungai ke areal persawahan dikatakan Tedy bisa saja dilakukan dengan mengandalkan bantuan mesin pompa air. namun karena harus menyewa, biaya yang relatif besar tentunya sangatlah memberatkan.
Untuk membantu meringankan beban petani, Tedy berharap agar pemerintah harusnya memberikan perhatian. misalnya dengan memberikan bantuan mesin pompa. namun ia menyarankan bantuan itu langsung diberikan kepada kelompok tani bukan bantuan kepada orang perorangan seperti yang terjadi selama ini.
“Petani diistilahkan sebagai Pahlawan pangan. mungkin maksudnya dari tangan petanilah pangan bisa tersedia ditengah masyarakat. Pahlawan sudah selayaknya mendapatkan penghargaan, bukan hanya sekedar menjadi sebutan. Selama ini terkesan petani malah hanya sekedar menjadi objek penderita. Sandaran untuk memuluskan proyek yang akhirnya hanya untuk kepentingan individu,” Kritik Tedy.(dro)




Biaya Pasang Pelanggan Baru Speedy hanya Rp 50 Rb. Banyak yang Ngaku Diminta Hingga Rp 500 Ribu

speedyTembilahan (www.detikriau.org) — Biaya pemasangan baru bagi pelanggan speedy yang hanya dikenai Rp 50 Ribu sebagaimana yang pernah dilansir di detikriau.org sebelumnya membuat banyak pelanggan speedy di kota Tembilahan heran. Tidak sedikit dari mereka mengaku dikenai biaya pasang diatas Rp. 500 ribu.
Ketika keheranan cukup banyaknya pelanggan speedy ini dikomfirmasikan detikriau.org ke kepala pelayanan kantor Telkom Tembilahan, Mawardi beberapa waktu lalu, Ia menegaskan untuk pelayanan pemasangan pelanggan baru ditangani oleh bagian jaringan.
Berbekal pernyataan ini, Kamis (27/4), detikriau.org kembali mendatangi kantor pelayanan Telkom Tembilahan. Kepala bagian jaringan, Jon Rifai’i mengaku bahwa untuk kebutuhan komfirmasi sebenarnya bukan wewenang dirinya. kala itu ia meyampaikan untuk keperluan komfirmasi bisa langsung dilakukan di kantor Telkom di Pekanbaru.
Namun meski mengaku bukan wewenangnya, Rifa’i membenarkan bahwa biaya pasang bagi pelanggan baru memang hanya dikenakan sebesar Rp 50 ribu.” Mungkin itu sekitar 2 tahunan yang lalu. dulu memang ada biaya tambahan yang dikenakan. tapi sekarang tidak ada lagi. kalau memmang masih ada, itu diluar sepengetahuan saya,” Katanya mengelak
Termasuk untuk kerusakan modem, kata Rifa’i lagi, dulu kantor Telkom Tembilahan memang tidak menyediakan stok modem untuk pengganti yang rusak. Akibatnya, jika ada pelanggan yang perangkat modemnya rusak dan ia ingin segera dilakukan perbaikan, petugas biasanya terpaksa menyarankan kepada pelanggan untuk membeli sendiri diluaran. “Sekarang tidaklagi, modem selalu tersedia.” Pungkas Rifa’i. (dro)




Satelit NOAA Kembali Temukan 5 Hotspot di Wilayah kab Inhil

Bupati Inhil tetapkan Status Tanggap Darurat Kabut Asap —-

Jembata gunung daek Jalan Baharuddin Jusuf Tembilahan di pagi hari. kabut asap terpantau cukup pekat
Jembata gunung daek Jalan Baharuddin Jusuf Tembilahan di pagi hari. kabut asap terpantau cukup pekat

Tembilahan (www.detikriau.org) — Setelah sempat nihil, hari ini, jum’at (28/2), 5 titik panas  (hotspot) kembali ditemukan diwilayah Inhil, dari hasil pantauan satelit NOAA, kelima titik panas ini berada di 3 Kecamatan.
Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Inhil, Encik kamal Syahindra, melalui kabid Pengendalian kerusakan lingkungan, Ardi Yusuf. dikatakan Ardi, kelima titik panas itu terpantau di Kecamatan Pulau Burung, 2 titik, Desa Sukoharjo jaya dan Desa Keramat Jaya. Kemudian di Kecamatan Teluk belengkong, 2 titik terletak di Desa Sumber Makmur jaya dan Desa Sapta Mulya. Serta 1 titik lainnya terpantau di Kecamatan Pelangiran di Desa Teluk Bunian.
“Beberapa hari satelit NOAA tidak menemukan hotspot diwilayah Inhil. namun hari ini 5 titik panas kembali terpantau,” Sampaikan Ardi Yusuf melalui sambungan selularnya kepada detikriau.org, Jum’at (28/2/2014)
Rabu (26/2/2014) yang lalu, Bupati Inhil, HM Wardan telah menetapkan Kab Inhil dengan status tangap darurat kabut asap akibat Karhutla. Penentapan ini diputuskan setelah dilakukan rapat bersama unsur Forkominda dengan Satker serta Stakeholder terkait. Dengan penetapan status ini, Bupati mengharapkan penanganan dan penanggulangan kabut asap dapat dilakukan secara bersama dengan Pemerintah provinsi Riau dengan membentuk posko tanggap darurat kabut asap.
Berdasarkan data yagn disampaikan dari hasil pantauan satelit NOAA sejak awal februari 2014 yang lalu, khususnya untuk Kab Inhil ditemukan ratusan titik panas (Hotspot). Sedangkan berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan Inhil sejak awal Februari akibat karhutla telah menyebabkan 1000 lebih gangguan penyakit kepada masyarakat dengan kondisi udara yang dinilai sudah memprihatinkan.
Dari laporan pihak Kepolisian, sejauh ini Polres Inhil telah menetapkan dua orang tersangka pembakar lahan serta adanya dugaan penyebab terjadinya kebakaran puluhan perumahan penduduk di Kecamatan Pelangiran belum lama ini juga dipicu dari terjadinya rembetan api dari kebakaran lahan.
Akibat kabut asap ini juga telah menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kecelakaan diperairan. “semua ini menjadi dasar ditetapkannya status tanggap darurat kabut asap selama sepuluh hari kedepan.” Sampaikan Bupati Inhil, HM Wardan. (dro)
“PENGUTIPAN BERITA HARUS MENCANTUMKAN SUMBER SECARA LENGKAP, http://www.detikriau.org TIDAK BOLEH DILAKUKAN DENGAN PENYINGKATAN, dro. JIKA KETENTUAN INI TIDAK DIPENUHI, KAMI AKAN MENUNTUT SESUAI UU PERLINDUNGAN HAK CIPTA”