Caleg di Desa Junjangan Bagi-bagi kain Potong dan baju Koko

calegTembilahan (detikriau.org) — Untuk merebut hati masyarakat, ada-ada saja ulah dan akal yang diperbuat. contohnya seperti apa yang dilakukan oleh caleg dari salah satu Parpol di Desa Junjangan Kecamatan Batang Tuaka ini. merebut hati masyarakat, ia rela merogoh saku membagi-bagikan kain potongan dan baju koko yang diselipkan 2 lembar gambar dirinya.
“sekitar dua mingguan yang lalu bang. kita sudah sampaikan ke Bawaslu setempat,” Ujar Warga setempat kepada detikriau.org
Hal ini juga dibenarkan oleh Kepala Desa Junjangan Kecamatan Batang Tuaka, Hj Lisnawati, apa yang dilakukan oleh salah seorang caleg di daerah pemilihan dua (dapil 2) Inhil ini kepergok oleh masyarakat. Bahkan dugaan temuan kecurangan pemilu ini sudah disampaikan kepada Bawaslu setempat.
“Termasuk barang bukti juga sudah diserahkan. Bawaslu Kecamatan juga mengetahui. tapi bagaimana kelanjutannya, itu bukan wewenang saya. coba komfirmasikan saja langsung ke Bawaslunya,” Jawab Kades kepada detikriau.org melalui sambungan selularnya. rabu (5/3)
Sayangnya, Bawaslu Desa setempat, Bujang ketika dikomfirmasi melalui sambungan telepon selularnya, meskipun dalam keadaan aktif tidak menjawab. bahkan komfirmasi melalui pesan singkat juga tidak dibalas.
Anggota Bawaslu Kabupaten, Bapadal yang dimintai komfirmasi  mengaku belum mendapatkan laporan terkait pengaduan masyarakat ini. “Coba nanti saya tanyakan dulu,” Katanya singkat. rabu (5/3). (dro)




Pemkab Inhil Diminta Periksa Izin Tangki Timbun BBM Perusahaan

Diduga Banyak yang Gunakan BBM Bersubsidi
exavatorTembilahan (www.detikriau.org)– Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui instansi terkait didesak agar dapat memeriksa dan mempertanyakan tentang perizinan tangki timbun bahan bakar minyak (BBM) yang ada di setiap perusahaan baik yang bergerak dibidang industri maupun perkebunan.
Desakan itu disampaikan oleh Sekjed Forum Komunikasi Organisasi Non Pemerintah (Fokus Ornop), Indra Gunawan melalui detikriau.org di Tembilahan, selasa (4/2). Organisasi yang menjadi naungan LSM dan Ormas di Inhil ini menduga sampai saat ini banyak perusahaan – perusahaan di Inhil dalam operasional armadanya, baik truck maupun alat berat lainnya, masih menggunakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
“hari ini cukup banyak perusahaan perkebunan yang sedang melakukan aktivitas pembukaan lahan, seperti untuk perkebunan sawit. bahkan disalah satu perusahaan, untuk persiapan lahan mereka mempergunakan alat berat lebih dari 40 unit. dari informasi orang kita, dalam sehari sedikitnya alat-alat berat ini menghabiskan hingga 8 ribu liter solar.” Ujar Indra
Desakan Fokus Ornop agar Pemkab Inhil segera melakukan pemeriksaan izin tangki timbun perusahaan-perusahaan tersebut tidak lain ditujukan untuk mendapatkan kepastian agar perusahaan ini benar-benar mematuhi untuk tidak mempergunakan BBM bersubsidi yang notabenenya adalah hak masyarakat kecil.
“Tidak menuduh, tetapi apapun namanya usaha, keuntungan pastinya menjadi sasaran utama. Dengan mempergunakan BBM Subsidi yang harganya pasti jauh lebih murah, siapa yang tidak tergiur. jadi tentunya wajar kalau pemerintah melakukan pengawasan dengan ketat agar hak-hak masyarakat kecil tidak dikebiri untuk kepentingan kelompok berkantong tebal,” Sampaikan indra.(dro)




Pantauan Satelit NOAA 18, Inhil "Zero Hotspot"

Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo Sik MSi saat turun langsung meninjau kebakaran Hutan dan Lahan diarea konsesei milik salah satu anak perusahaan Surya Dumai Group belum lama ini di Inhil
Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo Sik MSi saat turun langsung meninjau kebakaran Hutan dan Lahan diarea konsesei milik salah satu anak perusahaan Surya Dumai Group belum lama ini di Inhil

Tembilahan (www.detikriau.org) — Meski kota Tembilahan masih tampak diselimuti kabut asap, hingga sore, senin (3/3/2014), Satelit NOAA 18 tidak mendeteksi satupun keberadaan titik panas (Hotspot) di kabupaten Inhil.
“Ahad (2/3) satelit NOAA 18 mendeteksi 15 Hotspot, tapi senennya (3/3) satelit tidak lagi menemukan satupun Hotspot,” Ujar Kepala BLH Inhil, H Encik kamal Syahindra melalui kabid Kerusakan Lingkungan, Ardy Yusuf, Selasa (4/3/2014)
Ditambahkan Ardy, pantauan keberadaan hotspot melalui satelit NOAA 18 memang setiap harinya dilakukan BLH Inhil, salah satu tujuannya adalah untuk mengantisipasi meluasnya area kebakaran hutan dan lahan. “Jika ditemui, kita segera koordinasikan dengan petugas dimana keberadaan titik panas. petugas yag memang sudah bersiaga akan segera mengambil tindakan untuk melakukan upaya pemadaman,” Terang Ardi
pantauan detikriau.org, selasa (4/3/2014) pagi, meski seninnya tidak lagi ditemukan hotspot, kota Tembilahan masih tampak diselimuti kabut asap bahkan sianr matahari pagi tidak dapat memancarkan sinarnya dengan baik karena terhalang cukup tebalnya kabut asap.(dro)




Pelipatan Kertas Suara Pileg ditargetkan 7 Hari

pelipatan kertas pilegTembilahan (detikriau.org)- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mulai melakukan pensortiran dan pelipatan surat suara. Kegiatan ini dilaksanakan bertempat di digedung Tasik Gemilang. Untuk pelaksanaan tahapan ini sedikitnya melibatkan 100 orang tenaga kerja.
KPU Inhil melalui Lulu Andika sebagai Kordinator Umum pelipatan kertas suara mengatakan, pihaknya menargetkan satu minggu  untuk menyelesaikan pelipatan 1006 kotak dengan isi masing-masing kotak sebanyak 1000 lembar surat suara.
Honor untuk pekerjaan ini, jelasnya, dihitung dengan banyaknya lembaran kertas suara  dengan indeks Rp 100 per surat suara.
Pada saat bersamaan Lulu Andika juga menyebutkan bahwa kedatang surat suara ini pada hari Jumat (28/2)sekitar pukul 14.30 WIB sedangkan untuk tahap dimulainya pelipatan kertas suara dimulai pada hari Ahad
(2/3).
“Target kita untuk pelipatan surat suara ini selama tujuh hari”. Sebutnya kepada detikriau.org Senin (3/3). (Ahmad Tarmizi)




Mahasiswa UNISI Korban Lakalalin Akhirnya Meninggal Dunia

lakalalinTembilahan (www.detikriau.org) — Setelah sempat dirawat intensif di RSUD Puri Husada Tembilahan, Korban Lakalalin, Zulkifli, Mahasiswa UNISI Tembilahan akhirnya menghembuskan nafas terakhir. korban meninggal dunia sekira pukul 16.30 Wib, Ahad (2/4/2014)
Berdasarkan keterangan dari pihak Kepolisian Polres Inhil, korban meninggal akibat luka parah dibagian kepala atas kecelakaan laga kambing sesama sepeda motor yang dikendarai, Faisal (dalam berita sebelumnya terberitakan a.n M Rasul. red) warga Jalan Perintis Parit 10 Kecamatan Tembilahan Hulu yang hingga kini juga masih dalam perawatan medis di RSUD Puri Husada Tembilahan.
Kronologi laka lantas ini terjadi pada Minggu (2/3) sekitar pukul 12.30 Wib di TKP Jalan Telaga Biru (kini jalan Baharuddin Jusuf. red) tepatnya didepan Lapangan Futsal ZA. Kejadian tabrakan berawal ketika korban Zulfikli dengan menggunakan sepeda motor Suzuki Sky Drive BM 3758 GQ warna merah berjalan dari arah Kota Tembilahan dengan kecepatan tinggi.
Secara bersamaan, di TKP juga melintas sebuah kendaraan bermotor Suzuki BM 2849 BP warna biru yang dikendarai oleh Faisal dari arah Tembilahan Hulu. Diduga akibat kedua kendaraan tidak bisa menghindar maka tabrakan maut tak bisa dielakan.
Setelah bertabrakan, korban Zulkifli yang saat itu menggunakan kemeja abu-abu dengan membawa tas rangsel dipunggungnya lagsung tidak sadarkan diri, tergeletak ditengah jalan dengan luka robek bagian kepala serta bagian telinga mengelurkan darah segar.
Sedangkan lawannya, Faisal terpental dijalan aspal dan mengalami luka serius pada bagian bibir bawah bengkak serta kepalanya juga bengkak. Karena kedua korban sama-sama tergeletak ditengah jalan, sehingga membuat warga heboh datang kelokasi ingin melihat dari dekat kejadian itu.
“Kedua korban mengalami luka cukup serius, akhirnya mereka dilarikan ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan perawatan medis. Sayangnya sekitar 3 jam kemudian setelah dirawat, nyawa Zulkifli tidak bisa diselamatkan,”ujar Kapolres Indragiri Hilir AKBP Suwoyo SIK.M.Si melalui Paur Humas Ipda Warno Akman, Senin (3/3).
Ditambahkan paur Humas, hingga komfirmasi ini disampaikan, satu korban lainnya, Faisal masih dalam perawatan medis di RSUD Puri Husada Tembilahan. Sedangkan korban yang meninggal dunia jenazahnyanya sudah diambil pihak keluarga untuk dikebumikan sebagaimana mestinya.
“Kasus ini sudah dalam penanganan serius Satuan Unit Lantas Polres Inhil, untuk barang bukti berupa 2 unit kendaraan  bermotor milik kedua korban sudah diamankan,”Pungkas Paur Humas. (dro/Ahmad tarmizi)




NOAA 18 Deteksi 15 Titik Panas di Inhil

TEMBILAHAN (www.detikriau.org) – Senin (3/3/2014) satelit NOAA kembali mendapati adanya 15 titik panas (hot spot) diwilayah Inhil. jumlah hotspot ini kembali mengalami peningkatan dibandingkan dua hari sebelumnya yang hanya didapati 5 titik panas.
pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Indragiri hilir, H Encik Kamal Syahindra melalui Kasi Kerusakan Lingkungan Hidup, Ardy Yusuf kepada detikriau.org. Dikatakannya, ke 15 hotspot ini tersebar di 7 Kecamatan.
Ke 7 Kecamatan dimaksud dijelaskannya adalah Kecamatan Teluk Belengkong 5 titik, Desa Hibrida Jaya 2 titik, Desa Kelapa Patih Jaya, Desa Sumber Jaya, dan Desa Sumber Sari Jaya masing-masing 1 titik. Kemudian Kecamatan Gaung 4 titik, di Desa Simpang Gaung 2 titik dan Desa Pungkat, Desa Belantaraya masing-masing 1 titik. Kecamatan Pulau Burung hanya ditemukan 1 titik di Desa Keramat Jaya. Kecamatan Pelangiran 1 titik di Desa Saka Palas jaya.
Selanjutnya Kecamatan Kuindra ditemukan 1 titik di Desa Sungai Bela. 2 titik ditemukan di Kecamatan Tempuling yaitu di Desa sungai Salak dan Desa Harapan Jaya dan yang terakhir di Kecamatan Keritang tepatnya di Desa Pancur di Temukan 1 titik, paparnya.
Ditambahkan Ardy, BLH Kabupaten Inhil setiap harinya selalu melakukan pemantauan titik api melaluiSatelit NOAA 18 dan melaporkan ke pimpinan termasuk melakukan koordinasi kepada pihak kecamatan.
Ditambahkan Ardy, BLH Inhil setiap harinya selalu melakukan pemantauan-pemantauan titik api melalui satelit NOAA 18, jika dijumpai hotspot langsung berkoordinasi dengan pihak kecamatan untuk segera ditindaklanjuti.
“Hal tersebut bertujuan untuk mengatasi agar tidak terjadinya peluasan kebakaran lahan yang terjadi disuatu kecamatan. Sambung Ardy.
Dalam kesempatan itu, Ardy juga menghimbau kepada masyarakat untuk selalu menggunakan masker
saat berpergian guna mengurangi resiko terkena penyakit yang disebabkan kabut asap apalagi menurutnya Kabupaten Inhil kini sudah ditetapkan sebagai daerah tanggap darurat asap oleh Bupati beberapa hari yang lalu. tandasnya.(Ahmad Tarmizi)