Akibat Kabut Asap, Peternak Ayam Juga Terancam Merugi

6b21e-ayamsakitTembilahan (detikriau.org) — Kondisi kabut asap yang menyelimuti kabupaten Indragiri Hilir bukan saja berdampak kepada kesehatan manusia. Hewan ternak masyarakatpun sudah mulai terserang penyakit. kalangan peternak berharap, Dinas terkait dapat segera melakukan antisipasi agar kondisi ini tidak berdapak merugikan masyarakat peternak.
permintaan ini disampaikan oleh salah seorang peternak ayam bangkok di kota Tembilahan, Agus. menurut pengakuannya, dalam beberapa hari belakangan ini, ternaknya satu persatu sudah mulai terserang penyakit. “Kita belum memastikan apa penyakitnya. tapi gejala yang terlihat sepertinya berak kapur. sebagian ayam lainnyapun beberapa hari belakangan ini terlihat mulai lesu,” Sampaikan Agus kepada detikriau.org, selasa (11/3)
Diduga Agus, akibat kabut asap, sinar matahari pagi tidak dapat memancar dengan maksimal, akibatnya, dengan kondisi cuaca seperti ini berdampak tidak baik kepada kesehatan hewan ternaknya. untuk meningkatkan daya tahan hewan ternak, Agus mengaku terpaksa menambahkan konsumsi vitamin meskipun untuk itu ia terpaksa harus mengeluarkan biaya tambahan. Ia berharap agar kondisi ini segera mendapatkan perhatian Dinas terkait untuk membantu masyarakat peternak agar terhindari dari  timbulnya kerugian yang lebih banyak.
Peternak ayam lainnya, Safri, warga jalan Sungai beringin Tembilahan juga mengeluhkan hal yang senada. bahkan menurut pengakuannya, tidak jelas apa penyebabnya, puluhan ekor ternak ayamnya terserang penyakit dan mati. “sudah dua harian ini seluruh ayam ternak saya mati. saya tidak tau apa penyebabnya. bangkai ayam hanya terlihat membiru,” Sampaikan Safri
Ditambahkan Syafri, bukan hanya dirinya, ternak-ternak masyarakat disekitar tempat tinggalnya juga mulai terserang penyakit. walaupun tidak seluruh ayam ternak mati, yang adapun kini sudah tampak kurang sehat.(dro)




1.508 Warga inhil Terserang Penyakit Akibat Kabut Asap

ispaTembilahan (www.detikriau.org) — Sebanyak 1.508 jiwa warga kabupaten Indragiri hilir (Inhil) terserang sejumlah penyakit yang disebabkan kabut asap dampak peristiwa kebakaran hutan dan lahan.
Data dari Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Inhil, dari total 1.508 warga yang terserang sejumlah penyakit disebabkan kabut asap ini didominasi oleh penyakit ISPA  sebanyak 1.190 kasus, disusul iritasi kulit sebanyak 132 kasus, Asma 107 kasus, iritasi mata 54 kasus dan pneumonia 25 kasus.
“Data ini merupakan hasil pemantapan terhadap penyakit akibat kabut asap pertanggal 7 dan 8 Maret 2014 kemaren. Untuk mengantispasi semakin bertambahnya penderita akibat kabut asap, Diskes juga melakukan upaya himbuan kepada UPT Puskesmas se Kab Inhil untuk melakukan berbagai upaya antisipasi,” Jawab Kadiskes Inhil, DR Alvi Furwanti Alwie kepada detikriau.org melalui sambungan selularnya, selasa (11/3)
Dijelaskan mantan Kepala Bappeda Inhil ini, UPT puskesmas diminta untuk lebih menggiatkan kegiatan promosi kesehatan kepada masyarakat dan semua pihak utuk melakukan upaya pencegahan (preventif) terhadap bahaya asap yang terjadi yang berakibat buruk terhadap kesehatan melalui penyuluhan kesekolah-sekolah, pos yandu dan tempat2 umum lainnya, termasuk bentuk promosi kesehatan lainnya seperti menyampaikan himbauan agar masyarakat membatasi aktifitas diluar rumah. jika tetap harus melakukan kegiatan diluar rumah disarankan untuk mempergunakan masker.
Masyarakat juga dihimbau untuk selalu mengkonsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup dan banyak mengkonsumsi air putih serta tetap melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat.
Hal lainnya, UPT Puskesmas juga diminta untuk membuatkan surat edaran atau himbauan kepada lintas sektor terkait seperti sekolah, masjid dan sarana umum lainnya diwilayah kerja masing-masing terutama pesan-pesan kesehatan terkait kabut asap.
“Yang terpenting, kita juga meminta agar UPT Puskesmas tetap selalu mnyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan dengan optimal dan mengupayakan pelayanan pengobatan gratis kepda masyarakat yang terkena penyakit akibat ispa.” Sampaikan kadiskes.(dro)




Digelar Besok, Sidang Vonis RZ tak Terganggu Asap

rzPEKANBARU-Kendati sering tertundanya jadwal penerbangan maskapai akibat kabut asap yang melanda wilayah Riau, namun Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pekanbaru, Rabu (12/3/14) besok tetap mengagendakan pembacaan amar putusan vonis hukuman terhadap Rusli Zainal alias RZ, mantan Gubernur Riau yang menjadi terdakwa korupsi izin kehutanan dan suap Pekan Olahraga Nasional (PON) Riau.
Kepastian digelarnya sidang vonis tersebut setelah Pengadilan Tipikor PN Pekanbaru mendapat konfirmasi dari Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berkantor di Jakarta yang siap mengikuti sidang tersebut.
” Jadwal sidang putusan tetap kita bacakan besok. Masalah jadwal ini sudah kita sepakati dengan Jaksa KPK nya,” ujar I Ketut Suarta SH, hakim anggota pada persidang RZ ini, kepada Riauterkini.com, Selasa (11/3/14) siang.
Kendati Jaksa KPKnya berkantor di Jakarta dan jadwal penerbangan sering tertunda. Persidangan tetap diagendakan besok. Sebab, salah satu jaksany sudah berada di Pekanbaru ini.
” Memang pada Senin kemarin, ada persidangan pembacaan vonis perkara tipikor yang ditunda. Karena salah satu majelis tidak bisa menghadiri sidang. Karena jadwal penerbangan maskapai tujuan Pekanbaru ditunda. Akibat kabut asap. Namun untuk persidangan RZ ini, kita sudah persiapkan semuanya,” terang I Ketut lagi.
Seperti diketahui pada sidang sebelumnya. Riyono SH, selaku Jaksa Penuntut KPK menjatuhkan tuntutan hukuman selama 17 tahun penjara serta denda sebesar Rp 1 miliar atau subsideir 6 bulan. Karena terbukti melanggar Pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 jo pasal 55 dan Pasal 56 ayat 1 UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang melakukan tindak pidana korupsi dan turut serta berkorporasi yang menyebabkan kerugian negara.
Dimana Rusli Zainal, didakwa, atas perkara korupsi penerbitan izin usaha pemanfaatan Hasil Hutan Kayu dan Tanaman (IUPHHKT) dan suap PON Riau semasa menjabat Gubernur Riau, telah melakukan tindak pidana korupsi dengan cara memperkaya diri sendiri dan orang lain. Sehingga negara dirugikan ratusan miliar.
Perbuatan terdakwa itu dengan sengaja menyuruh dan memerintahkan kepada pejabat Pemerintah Kabupaten (Bupati) Siak dan Pelalawan . Untuk menerbitkan izin RKT atau izin usaha pemanfaatan Hasil Hutan Kayu dan Tanaman (IUPHHKT) kepada perusahaan bidang perkayuan sebanyak 9 perusahaan dengan kerugian negara sebesar Rp 265 miliar lebih.
Kasus ini terjadi pada Januari 2003 lalu. Terdakwa memerintahkan Bupati Siak, Arwin AS, untuk menerbitkan SKT pemanfaatan hasil hutan dan tanaman kepada PT Seraya Sumber Lestari (SSL).
Hal yang sama juga dilakukan terdakwa kepada Bupati Pelalawan, semasa itu dijabat oleh Tengku Azmun Jaafar. Azmun pun dipeintahkan untuk menerbitkan izin usaha pemanfaatan Hasil Hutyan Kayu dan Tanaman (IUPHHKT) untuk 8 perusahaan yakni, PT Merbau Pelalawan Lestari. PT Mitra Taninusa Sejati, PT Rimba Mutiara Permai, PT Selaras Abadi Utama, CV Bhakti Praja Mulia, PT Rimba Hutani Jaya, PT Satria Perkasa Agung, dan CV Putri Lindung Bulan.(*)
Sumber: http://riauterkini.com/hukum.php?arr=71799&judul=Digelar Besok, Sidang Vonis RZ tak Terganggu Asap




Hari Ini, Inhil Kembali Terdeteksi 15 hotspot

satelit NOAA 18Tembilahan (www.detikriau.org) — Hasil pantauan satelit NOAA 18, Senen (10/3/2014),  Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali terpantau sebanyak 15 Hotspot. Ke 15  Hotspot ini tersebar di 8 Kecamatan.
Berdasarkan informasi dari Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) kab Inhil, Encik  Kamal Syahindra melalui kabid Kerusakan Lingkungan, Ardi Yusuf, ke 15 titik panas di 8 Kecamatan tersebut yakni, Kecamatan Pulau Burung 3 Titik, Desa Sungai Danai, Desa Binangun Jaya dan Desa Suka Jaya. Kecamatan Tekluk Belengkong 4 titik di Desa Sumber Makmur Jaya 2 titik, Hibrida Mulya dan Indrasari Jaya masing-masing 1 titik.
Kecamatan Pelangiran 1 titik di Desa Bagan Jaya. Selanjutnya di Kecamatan Mandah 3 titik, Desa Bantaya 2 titik dan Desa Batang Tumu 1 titik. Kecamatan Gaung 1 titik di Desa Teluk Kabung. Kecamatan Concong 1 titik di Desa Sungai Berapit. Kecamatan Kempas 1 titik di Desa Bayas Jaya dan terakhir di Kecamatan Kemuning 1 titik di Desa Selensen.
Sehari sebelumnya, ahad (9/3) jumlah hotspot yang terpantau sebanyak 11 titik yang tersebar di 7 Kecamatan. yakni Kecamatan Pulau Burung 1 titik di Desa Binangun Jaya, Kecamatan Teluk Belengkong 1 titik di Desa Sumber Makmur Jaya, Kecamatan Mandah 1 titik di Desa Pelanduk. Kemudian di Kecamatan kateman Desa Kuala Selat 2 titik, Kecamatan Pelangiran 2  titik di Desa Tanjung Simpang dan Desa Rotan Semelur. Kecamatan Gaung 3 titik di Desa Belantaraya dan Desa Simpang gaung. kemudian yang terakhir Kecamatan Kuindra di Desa Sungai Bela.
“Tanggal 6/3 hanya 1 titik panas yang terpantau di Kecamatan Pelangiran Desa Rotan Semelur. kemudian tanggal 7/3, tidak terpantau adanya titik panas. tanggal 8/3, satelit kembali mendeteksi 2 titik panas di Kecamatan pulau burung Desa Sri Danai dan Sempadan jaya. Dua hari belakangan ini satelit kembali mendeteksi terjadinya peningkatan titik panas. Disaat musim kemarau seperti ini, memang menjadi rawan terjadinya kebakaran lahan dan hutan apalagi daerah kita banyak yang terbuka,”  Jelas Ardi Yusuf melalui sambungan selulernya. Senin (10/3/2014). (dro)




Bantu Masyarakat Selama Kemarau, KPSI Bagi-bagi Air Bersih

terlihat sejumlah warga begitu antusias  mendapatkan bantuan air bersih gratis. Foto: Ezy
terlihat sejumlah warga begitu antusias mendapatkan bantuan air bersih gratis. Foto: Ezy

Tembilahan (www.detikriau.org) – Komunitas Pencinta Sedekah Inhil (KPSI) bekerjasama dengan TPA Group Dinas Pekerjaan Umum kembali melaksanakan program bagi-bagi air bersih bagi masyarakat kurang mampu. Bagi-bagi air bersih yang dilakukan kali ini dilaksanakan di Kelurahan Pekan Arba Kecamatan Tembilahan. Kamis (6/3) sore
“Ini adalah kegiatan tahap 2 yang kita laksanakan setelah sebelumnya di kelurahan Sungai Beringin,” ungkap S Sandra Delka kepada detikriau.org disela kegiatan.
Penyaluran air bersih khususnya kepada warga kurang mampu kali ini sejumlah 5000 liter. Kegiatan sosial ini menurutnya akan terus dilakukan selama hujan belum juga turun.
Kebanyakan masyarakat Inhil masih mengandalkan air hujan untuk mencukupi kebutuhan air bersih termasuk air minum. dimusim kemarau seperti saat ini, dimana cadangan air bersih sudah menyusut, tentunya akan menyulitkan warga terutama warga miskin. sebab pasokan air PDAM mereka nilai belum layak untuk dikonsumsi sebagai air minum. jika harus mengandalkan air galon, per 15 literan setidaknya mereka harus merogoh kocek minimal sebesar Rp 6 ribu.
“Kesulitan masyarakat ini yang menjadi dasar KPSI kembali melaksanakan kegitan sosial bagi-bagi air bersih. Insyaallah kegiatan ini akan terus berlanjut selama hujan belum juga turun,” Tambah Delka
Sementara itu, tokoh masyarakat Kelurahan Pekan Arba, H Saidin menyatakan sambutan baiknya sembari mengungkapkan rasa senangdengan adanya kegiatan sosial seperti ini.
“Yang jelas tentunya seluruh masuyarakat akan sangat berterimakasih. semoga kegiatan sosial seperti ini tidak pernah hilang,” tandasnya. (Ahmad tarmizi)




Kondisi PDAM tirta Indragiri Disebut Kronis, Direktur Disarankan untuk Diganti

pdam tirta indragiriTembilahan (www.detikriau.org) — Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Indragiri (PDAM TI) Tembilahan disebut kini dalam kondisi sangat kronis. Oleh karenanya, Direktur PDAM diminta untuk segera diganti.
Permintaan ini disampaikan oleh salah seorang warga yang mengaku bernama Wily melalui pesan elektronik kepada detikriau.org pada 28 Februari jam 12.08 Wib. ” Kepala BUMD (PDAM) Tolong Di Tinjau Ulang…Lebih Baik DIGANTI… Skrg Kondisi PDAM Tirta Indragiri sangat KRONIS….” Sampaikan Wily
Senada, juga melalui pesan surat elektronik yang diterima pada tanggal dan bulan yang sama jam  13.23 Wib, warga lainnya malah membeberkan data yang ditulisnya sebagai “Info Penting”.
Beberapa informasi yang dituliskannya merupakan hasil Audit BPK tahun 2013 terhadap PDAM Tirta Indragiri itu terdiri dari 8 poin merincikan tentang Pembelian Aluminium Sulfat Rp 700 juta, Markup Upwriting IPA Pulau Palas, Gaji Karyawan 2 Bln tdk Dibayar, Ansuran Kredit Karyawan BANK RIAU 5 Bln Tdk dibayar, Ansuran Kredit Karyawan BANK MANDIRI Syariah 5 Bln Tdk dibayar, Dana PENSIUN PERPAMSI karyawan lebih 3 tahun tidak di setor. Kemudian Ansuran Koperasi INKOP (Koperasi PERPAMSI) 9 bln tdk dibayar dan terakhir Ansuran Kopersi PDAM TIRTA INDRAGIRI 9 bln tdk dibayar.
Diakhir pesannya, warga yang tidak mencantumkan identitasnya ini menuliskan kalimat,  Kepada siapa lagi kami KARYAWAN PDAM TIRTA IDRAGIRI mengadukan nasib ini….!!!!!
Terkait informasi yang diterima ini, Direktur PDAM TI, Kemas Yusfery ketika sempat ditemui detikriau.org di Kantor Bupati Inhil, Kamis (6/3/2014) dengan tegas menyatakan bahwa informasi yang disampaikan kepada detikriau.org itu hanyalah sebatas fitnah. Menurut Kemas Tusfery, Audit terhadap PDAM TI bukan dilakukan oleh BPK tetapi oleh BPKP.
Diakui Kemas Yusfery, saat ini PDAM TI sedang mengalami kesulitan keuangan terutama pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). untuk mempertahankan agar perusahaan tetap mampu eksis sebagai penyedia air bersih kebutuhan masyarakat. tentunya diperlukan berbagai kebijakan. kebijakan itu terutama dalam hal pengaturan keuangan (cashflow). dampaknya, beberapa kewajiban yang semestinya memang sudah harus dibayarkan dengan terpaksa harus dilakukan penundaan.
“jadi hanya penundaan pembayaran. tidak ada maksud lain selain untuk mempertahankan agar perusahaan daerah ini dapat terus eksis,” Jawab Kemas Yusfery sambil mencontohkan bahwa pembelian aluminium sulfat bukan tidak dibayar tetapi ditunda dan gaji karyawan, hanya 1 bulan yang belum dibayar.
hari ini, ditambahkan Kemas, Pendapatan yang diterima PDAM TI setiap bulannya tidak pernah seimbang dengan biaya yang harus dikeluarkan. Tarif yang dibebankan dan ditagihkan kepada pelanggan hanya sebesar Rp 3.100 per M3 sementara biaya produksi yang dikeluarkan mencapai Rp 6.800. Menutup defisit yang terjadi, tentunya dibutuhkan perencanaan yang matang dan kebijakan yang harus benar-benar tepat. belum lagi ditambah tunggakan pelanggan yang keseluruhannya mencapai 2 Milyar lebih.
Selain pendapatan dari tarif yang ditagihkan kepada  pelanggan, sumber lainnya pendapatan PDAM TI berasal dari beban biaya yang dikenakan kepada penyambungan pelanggan baru. 2000 penyambungan terhadap pelanggan baru belum lama ini, PDAM TI mendapatkan tambahan penghasilan sebesar Rp 80 juta. Namun semua itu belumlah mampu menutupi defisit yang terjadi setiap bulannya yang mencapai Rp 200 juta.
“Makanya sejak dulu, terutama pasca kenaikan BBM, kita terus berusaha mengusulkan kepada Pemerintah Daerah untuk memberikan ijin menaikan tarif kurang lebih sebesar 20 persen. tidak terlalu tinggi. Gambarannya, untuk pelanggan yang pemakaiannya 10 M3 dengan beban biaya tagihan biasanya sebesar Rp 41 ribu, setelah kenaikan menjadi sekitar Rp 50 rb. Jika permohonan kenaikan tarif ini dikabulkan, kita berkeyakinan PDAM TI akan kembali sehat,” yakini Kemas.
Diakhir komfirmasinya Kemas Yusfery mempersilahkan kepada siapapun yang menginginkan penjelasan terkait pengelolaan PDAM TI untuk langsung ke kantor PDAM TI di jalan M Boya Tembilahan. Ia menggaransi akan memberikan informasi secara tranparan. ia juga menymapaikan permohonan kepada seluruh pelanggan PDAM TI agar mengerti alasan yang mengharuskan pihaknya memintakan usulan kenaikan tarif. (dro)