Tembilahan (detikriau.org) — Mesti masih diselimuti kabut asap tipis, pagi ini kota Tembilahan dibasahi siraman hujan. Daun berdebu dan tampak mulai menguning, satu persatu mulai terbasuh, nyanyian kacerpun terdengar lebih merdu menyambut rahmat dan berkah yang diturunkan Ilahi.
“Alhamdulillah, setelah sekian bulan, hari ini hujan mulai turun,” Syukuri seorang ibu kepada detikriau.org saat menunggu jajanan sarapan paginya yang masih dubungkus pemilik warung di jalan Batang Tuaka, Tembilahan, Ahad (16/3/2014) Ungkapan syukur ibu ini juga diamini beberapa pengunjung lainnya. sontak suasan warung menjadi ramai dengan kisah-kisah yang mereka harus alami selama hampir tiga bulan tidak turun hujan ini.
Hujan yang menyirami kota Tembilahan mulai turun sejak subuh dinihari. Tanah tampak mulai basah dan udarapun menjadi nyaman. (dro)
Kabut Asap, Inhil Juga Liburkan Sekolah
Tembilahan (detikriau.org) – Hari ini, Sabtu (15/3/2014) , hari terakhir libur sekolah yang diberlakukan Disdik Inhil sebagai dampak terjadinya kabut Asap. Jika kondisi kabut sudah menipis, senin (17/3/2014) mendatang sekolah kembali diaktifkan.
“Jika kabut asap mulai menipis, senin aktifitas belajar mengajar di sekolah akan kembali seperti biasa,” Sampaikan kadisdik Inhil, Helmi melalui sekretaris Disdik, Ahmad Ramani kepada detikriau.org.
Kebijakan meliburkan sekolah sejak hari kamis (13/3/2014) ini dikatakannya sebagai tindaklanjut surat edaran yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan (Diskes Inhil) mengenai kondisi udara di Inhil yang kurang baik untuk kesehatan.
Ditambahkan mantan Camat Keritang ini, libur sekolah tidak diberlakukan pada seluruh sekolah di Inhil tetapi hanya kepada daerah-daerah yang terkena dampak kabut asap. (Ahmad Tarmizi)
Kemarau, Warga Inhil Mulai Kesulitan Air Bersih
Tembilahan (detikriau.org) – Kekeringan yang terjadi di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir (INHIL)yang terjadi sejak beberapa waktu terakhir mengakibatkan banyak warga mengalami krisis air bersih.
Asoi salah satu warga Kota Tembilahan jalan Rindang Permata Gang Akasia mengatakan kepada detikriau.org Sabtu (15/3/2014)bahwa ia harus membuat sumur bor untuk mendapatkan air bersih yang akan digunakannya untuk berbagai keperluan sehari-hari seperti mencuci, mandi dan keperluan lainnya
“Untuk mandi dan mencuci saja kita kesulitan sejak kemarau ini, saya terpaksa membuat sumur bor “. Ujarnya
Sementara itu Hendra sebagai salah satu mahasiswa yang tinggal dirumah kontrakannya juga mengatakan hal senada, ia menyebutkan air sumur yang biasa digunakannya untuk berbagai keperluan sehari-hari kini tidak dapat digunakan dengan maksimal dikarenakan debit air sudah mulai mengering serta bercampur lumpur.
“Sejak beberapa bulan ini saya merasa kesulitan sekali dengan air bersih karena sumur yang biasa digunakan kini mengering dan berlumpur”. Sebutnya.
Kesulitan air bersih bukan hanya dirasakan oleh warga Tembilahan, Masyarakat Desa Teluk Sungka Kecamatan Gaung Anak
Serka (GAS) dan Desa Jerambang Kecamatan Gaung juga mulai mengeluhkan hal yang sama.
Pahrul salah satu warga Desa Teluk Sungka mengatakan kesulitan akan air bersih sudah dirasakan sekitar 3 bulan yang lalu dan sampai saat ini kesulitan air tersebut masih dirasakannya dan bahkan apabila warga yang akan melaksanakan acara selamatan maka mereka harus membeli air kemasan yang biasa dijual dikedai-kedai setempat.
“Sudah sekitar 3 bulan disini kesulitan air bersih, dan kalau ada yang mau melaksanakan hajatan atau acara selamatan biasanya mereka membeli air kemasan”. Jelasnya
Senada, Ramli warga Desa Jerambang mengatakan bahwa tidak hanya air sumur yang berlumpur, air sungai juga ikut mengeruh dan tidak bisa digunakan untuk mencuci pakaian seperti biasanya.
“Tidak hanya air sumur yang keruh, air sungaipun sekarang ikut mengeruh”. Paparnya. (Ahmad Tarmizi)
Anda Caleg ? Coba Baca Ini
Tembilahan (detikriau.org) — Pemasangan atribut kampanye, seperti, Baliho, Spanduk, Poster dan lainnya adalah salah satu metode yang digunakan Calon Anggota Legislatif untuk mensosialisasikan diri, mudah diingat dan akhirnya menumbuhkan niat untuk memilih dirinya. Agar tujuan tercapai, tentunya dibutuhkan strategi. Namun dinilai banyak caleg yang kurang memahami hal ini.
seperti apa yang disampaikan oleh Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Daniel Zuchron dalam diskusi “Rakyat Memilih Siapa?” di Cikini, Jakarta, Sabtu (15/3/2014) yang dikutip dari situs kompas.com, banyak calon legislatif (caleg) tidak kreatif ketika membuat iklan poster untuk Pemilu Legislatif (Pileg) 2014. Contoh Surat Suara Pemilu Legislatif 2014
Poster-poster caleg yang banyak bertebaran diseluruh Indonesia justru membingungkan pemilih. Sebab, poster tersebut lebih menonjolkan foto caleg dibanding unsur lain seperti nama, nomor urut, dan visi-misi “Padahal di surat suara nanti enggak ada (foto),” ujar Daniel
Daniel menjelaskan, dalam surat suara nantinya tidak ada foto caleg, melainkan hanya terdapat lambang partai dan nama caleg. “Pemilih bingung nanti, fotonya ada di poster, tapi di surat suara enggak ada,” katanya.
Apa yang disampaikan Daniel Zuchron ini harusnya menjadi perhatian para caleg. jangan nantinya setelah banyak dana yang habis terbuang untuk mencetak atribut kampanye, tetapi tujuan tidak tercapai. (dro)
Ini dia Bunyi 8 Butir Kesepakatan Bersama 12 Parpol Peserta Pemilu di Inhil
Ketua Partai Gerakan indonesia Raya (Gerindra) kab Inhil, Baharuddin L Abas menandatangani Kesepakatan bersama
Tembilahan (detikriau.org) — Menciptakan proses Pemilu yang jujur, adil, tertib dan aman, 12 Parpol Peserta Pemilu di Kabupaten Indragiri Hilir menandatangani 8 Butir kesepakatan. Ke delapan butir kesepakatan tersebut adalah: Mensukseskan penyelenggaraan pemilu tahun 2014 secara jujur dan demokratis dalam suasana tertib, lancar , aman dan damai.
Siap mematuhi semua ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta senantiasa
mengedepankan azas musyawarah/mufakat dalam penyelesaian konflik dan sengketa.
Tidak melakukan segala bentuk tindakan berupa ancaman, intimidasi, profokasi maupun segala
tindak kekerasan dan penyimpangan lainnya yang bersifat anarkis selama penyelenggaraan pemilu 2014.
Tidak akan menyebarkan dan mengekploitasi isu-isu yang bersifat sara dalam pelaksanaan kampanye.
Siap terpilih dan tidak terpilih sesuai dengan hasil penyelenggaraan pemilu tahun 2014 yang dinyaakan sah menurut peraturan perundang-undangan berlaku.
Memegang teguh moral dan etika politik yang bersumber dari nilai-nilai pancasila, budaya bangsa dan agama serta menutamakan kepentingan umum diatas kepentingan pribadi dan golongan.
Saling menghargai hak dan kewajiban antar sesama partai politik peserta pemilu sebagai wujud atas penghargaan terhadap hak asasi manusia.
Tidak melakukan money politic (uang suap) dan sejenisnya
Ke delapan butir kesepakatan ini ditandatangani oleh ketua atau Perwakilan Partai Nasdem, PKB, PKS, PDIP, Golkar, Gerindra, Demokrat, PAN, PPP, Hanura, PBB dan PKPI disaksikan oleh Pemkab Inhil yang ditandatangani oleh Wabup, H Rosman Malomo, Ketua KPU Inhil Suhaidi, Ketua Panwaslu Inhil, Nely Weny Susanti, Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK MSi, Kepala Kejaksaan Tembilahan, Ferziansyah Sesunan SH dan Dandim 0314 Inhil, Kol Inf Firalta Paksana Tarigan yang diwakili oleh Danramil 01 Tembilahan Kota, Kapt Inf Joni Sipahutar. (dro)
Ketua KPU Inhil, Suhaidi
Tembilahan (detikriau.org) — KPU Kabupaten Indragiri hilir melaksanakan kegiatan Deklarasi Damai dan Pawai Kirab 12 Parpol Peserta Pemilu di Kabupaten Indragiri Hilir. Sabtu (15/3/2014)
Menurut Sekretaris KPU Inhil, H Hamsani, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mensosialisasikan pelaksanaan pemilihan Umum Anggota legislatif dan Pemilu Presiden tahun 2014 yang ditujukan untuk meningkatkan partisipasi pemilih. Proses Deklarasi Damai dan Pawai Kirab ini diawali dengan pembacaan 8 butir kesepakatan bersama oleh 12 perwakilan parpol Peserta Pemilu dilanjutkan dengan penandatanganan Deklarasi.
Dalam sambutannya, Ketua KPU Inhil, Suhaidi berharap apa yang dilaskanakan hari ini seluruh niat dan tujuan kiranya hanya disandarkan kepada Allah swt. Dengan ditandatanganinya deklarasi ini diharapakan akan dapat meminimalisir berbagai pelanggaran-pelanggaran selama masa berkampanye.
“Mari kita jadikan deklarasi ini sebagai sebuah wujud komitmen pengabdian kepada Bangsa dan Negara,” Pinta Suhaidi.(dro)