Kadisdik Inhil Tegaskan larangan Pungli di Sekolah

Kadisdik Inhil, Helmi
Kadisdik Inhil, Helmi

Tembilahan (detikriau.org) — Disdik Inhil kembali menegaskan pelarangan kepada pihak sekolah untuk tidak melakukan pungutan diluar ketentuan aturan yang berlaku. Jika tidak diindahkan, Disdik akan berikan sanksi tegas.

“Tidak boleh ada pungutan yang tidak memiliki dasar yang jelas. apalagi untuk pungutan uang bimbel dan try out. beda dengan iuran untuk perpisahan karena memang belum ada aturan yang memberikan pelarangan,” Ujar kadisdik Inhil, Helmi kepada detikriau.org diruang kerjanya, rabu (23/4/2014)
Meski tidak ada aturan pelarangan iuran uang perpisahan, penerapan kebijakan ini menurut Helmi semestinya juga tidak dengan dipaksakan. Besaran iuran semestinya masih dalam batasan yang wajar.
“Perpisahan boleh-boleh ajalah. tapi tentunya besaran dan waktu pembayaran tidak harus ditetapkan. namanya juga iuran. Kita aja dulu juga ngadakan perpisahan, tapi ya yang sederhana aja. tak perlu berlebihan. yang memang tidak mampu jangan dipaksakan untuk ikut memberikan iuran.” Tambah helmi.
Bukan hanya iuran bimbel, try out dan perpisahan. Pengadaan pakaian seragam sekolahpun harusnya tidak dikelola pihak sekolah.
Digambarkan Helmi, untuk kota Tembilahan, orang tua semestinya bisa saja membuatkan pakaian seragam sekolah anak-anak mereka tanpa melalui pihak sekolah. untuk memudahkan cukup saja misalnya dengan menempatkan pembuatannya pada beberapa penjahit. sekolah jangan terlibat secara langsung apalagi sengaja mengkoordinir.
Dalam kesempatan komfirmasi ini, kadisdik juga sempat berbincang mengenai SMP3 di Kecamatan Kempas. Kepsek sekolah ini diakuinya sudah beberapa bulan tidak lagi aktif dan ini mejadi persoalan sendiri.
“untuk kelancaran belajar mengajar, SMP 3 kempas untuk saat ini terpaksa ditangani oleh wakil kepsek. kita tidak akan main-main dengan oknum PNS seperti ini. kita pingin semuanya serius untuk benahi pendidikan di Inhil,” Tandas Helmi.
Dalam rapat bersama orang tua murid di SMP 3 Kempas, Senin (21/4/2014) yang lalu. pihak sekolah membatalkan seluruh pungutan biaya yang sebelumnya sudah dimintakan kepada orang tua siswa. untuk iuran perpisahan, tidak lagi ditentukan besaran dan waktu pelunasan.
“Alhamdulillah, pungutan yang dimintakan sebelumnya akhirnya dibatalkan,” Ujar orang tua salah seorang siswa, oyonk kepada detikriau.org melalui sambungan selularnya, kemaren.
untuk sekedar mengingatkan, sebelumnya, Dalam rapat bersama di SMP 3 Kecamatan Kempas, sabtu (29/3/2014) yang lalu dalam pertemuan yang juga dihadiri UPT Pendidikan, Komite Sekolah, Pengawas Sekolah tingkat SMP, guru dan orang tua siswa diputuskan masing-masing siswa dikenai sumbangan sebesar Rp 377 ribu.
Uang sumbangan UN sebesar Rp 377 ribu dirincikan untuk uang perpisahan Rp 70 ribu, Uang les Rp 80 ribu x 3 bulan = Rp 240 ribu, dan sisanya Rp 67 ribu diistilahkan sebagai uang kenang-kenangan guru. (dro)




Kesal Sama Pembantu, Rumah Rektor Unisi digerebek Warga

DSC04906Tembilahan (detikriau.org)- Rumah petinggi Universitas Islam Indragiri (Unisi) Tembilahan yang berada di Jalan Gunung Daek lorong Suka Jadi Tembilahan dikepung puluhan warga. Hal ini terjadi karena warga jengkel melihat ulah pembantu yang tinggal dirumah tersebut yang sudah kerap kali diketahui memasukan laki-laki pada malam hari dan keluar pada subuh.

Pengepungan puluhan warga yang geram ini terjadi kurang lebih pukul 21.00 hingga pukul 23.30 Wib, Selasa (22/4/14) Malam. Namun, sayangnya saat dilakukan pengeledahan sekira pukul 23.00 sang laki-laki sudah kabur lewat pintu belakang, diduga takut akan menjadi bulan-bulanan warga Gang Suka Jadi Tembilahan ini.
Menurut warga setempat, hal ini sudah sering terjadi dan ini yang kesekian kalinya. karena itu warga melakukan pengintaian aktifitas pasangan sejoli ini.
Saat dikonfirmasi Ketua RT 05 RW 13, Rusli Thalif mengatakan bahwa dirinya mendapatkan informasi dari warganya yang sudah berkumpul dihalaman rumah tersebut. “Saya dapat sms dari warga bahwa ada laki-laki masuk dengan perempuan dirumah Ibu Rektor,” sebut Rusli kepada detikriau.org Selasa (22/4/14) Malam Pukul 23.46 Wib.
Setelah menerima laporan tersebut, Ia langsung datang kelokasi dan menanyakan kebenaran kepada yang memberi informasi bahwa apa benar ada laki-laki dan perempuan. “Saya gedor-gedor, tak dibuka pintu sampai beberapa kali tak dibuka pintu,” ceritanya
Kata Rusli ada yang menyampaikan informasi tersebut (pengepungan, red) kepada anggota pemilik rumah, tak berapa lama kemudian datang kesitu (lokasi, red) anggota pemilik rumah tersebut dan kemudian menghubungi pemilik rumah yang saat ini berada di Pekanbaru
Setelah dilakukan komunikasi dengan pemilik rumah melalui anggotanya, ketua RT, beberapa warga dan polisi berpakaian preman dipersilahkan masuk untuk melakukan intrograsi kepada prempuan berambut panjang, berbaju coklat dan bercelana hitam yang terlihat pucat ini. usai dilakukan intrograsi terhadap prempuan yang tidak diketahui namanya ini barulah dilakukan penggeledah rumah tersebut oleh ketua RT, warga dan aparat kepolisian, namun hasilnya nihil, diduga laki-laki teman ‘kencan’-nya sudah melarikan diri melalui pintu belakang. “Lari lewat pintu belakang,” papar Ruslan
Menurut keterangan warga didepan rumah tersebut sang laki-laki sering datang pada saat malam hari dan pulang subuh hari. “Warga bilang sering datang, dan pulang kadang jam 2 atau jam 3,” imbuh Ketua RT ini
Anehnya lagi, ketua RT tidak tahu berapa lama dan siapa perempuan tersebut karena tidak pernah melapor atau dilaporkan kepada pihak RT setempat. “Tidak pernah dilaporkan kekita,” jelasnya
Pada saat kejadian ini, tampak beberpa anggota kepolisian yang menggunakan baju preman dan dinas untuk melakukan pengamanan.”Ya, laki-lakinya sudah kabur. Ada jejak kakinya,” kata salah seorang anggota kepolisian
Akhirnya, wanita yang menggunakan baju abu-abu celana coklat ini diatar pulang kerumah keluarganya oleh aparat kepolisian sambil menutup mukannya dengan jaket merahnya.(dro/AT)




Agustian Rasmanto Raup Suara Tertinggi DPD

dpdTembilahan (detikriau.org) – Berdasarkan rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara yang diselenggarakan digedung Engku Kelana pada hari Ahad (20/4/2014) jumlah suara tertinggi ditingkat Dewan Perwakilan Daerah (DPD) diraup oleh Agustian Rasmanto dengan perolehan suara sebanyak 71179 suara.

Urutan selanjutnya diurutan ke dua dengan total suara 35775 diperoleh oleh Intsiawati Ayus, sedangkan ditingkat ketiga disusul oleh Drs H Abdul Gafar Usman dengan jumlah total suara yang diraih sebanyak 29738 suara
Sementara itu diurutan keempat diduduki oleh Narlis MA dengan raupan sebanyak 14932 suara dan diurutan kelima dengan total jumlah suara sebanyak 14037 didapat oleh Iwa Sirwani Bibra Ssos MM. (Ahmad Tarmizi)




34 tahun Berdiri, MIS Nurusshibyan Belum Pernah di Rehap

mi2Tempuling (detikriau.org) — Sejak berdiri ditahun 1980, MIS Nurusshibyan, Parit Tanjung Pasir Kelurahan Tanjung Pidada Kecamatan Kempas kondisinya kini semakin miris. 6 ruang kelas dan 1 ruang guru bisa dikatakan sudah tidak layak pakai. bahkan 2 ruang kelas diantaranya kini dalam kondisi rusak parah.

34 tahun berdiri dan mendidik generasi penerus, bangunan sekolah tumpuan masyarakat Tanjung Pasir khususnya dalam pendidikan bidang agama ini sama sekali tidak pernah dilakukan perehapan. Disamping dipergunakan untuk proses belajar mengajar, bangunan tua ini setiap jumatnya masih dimanfaatkan masyarakat untuk melaksanakan pengajian majlis ta’lim yang dipimpin oleh ustadz desa setempat, H Ramli.
mi1mi3“Sebagai salah seorang alumni MIS Nurusshibyan tahun 1986, terus terang saya merasa miris, sekolah yang telah membekali ilmu kepada saya ini kondisinya kini semakin rapuh. saya berharap hal ini kiranya dapat menjadi perhatian pemerintah. setidaknya memberikan bantuan biaya perehapan agar lembaga pendidikan ini dapat terus memberikan baktinya dalam mendidik anak bangsa khususnya warga parit tanjung pasir,” Sampaikan Syahril, melalui sambungan selularnya kepada detikriau.org, baru-baru ini
Masyarakat Parit Tanjung pasir yang rata-rata berprofesi sebagai petani bukanlah dari golongan masyarakat mampu. keberadaan MI Nurusshibyan selama ini tentu menjadi sesuatu yang sangat berarti terutama untuk memberikan bekal pendidikan kepada anak-anak mereka. Tambah Syahril, putra kelahiran parit tanjung pasir yang kini menjabat sebagai kaur Kesiswaan SMPN 3 Kecamatan Enok ini.
Kepala Sekolah MIS Nurusshibyan, M Saman kepada detikriau.org membenarkan bahwa sejak berdiri hingga hari ini seluruh bangunan sekolah belum pernah direhap. saat ini MIS Nurusshibyan memiliki 60 siswa yang didik oleh 8 orang tenaga pengajar.
“Saya juga sedih melihat kondisi bangunan sekolah ini semakin rapuh. tapi kami tak ada biaya untuk memperbaikinya. apalagi kini 2 dari 6 ruang kelas kondisinya dalam keadaan rusak parah. Pastinya kami juga berharap kalaulah bisa pemerintah memberikan bantuan untuk melakukan perehapan,” Sampaikannya dengan penuh harap. (dro)




Kesal jalan rusak, warga letakkan batang kayu dan drum bekas dibadan jalan

gerilyaTembilahan (detikriau.org) – Jalan Gerilya parit VI Kecamatan Tembilahan Hulu yang sudah rusak sejak lama akhirnya menimbulkan kekesalan masyarakat setempat. Wargapun menimbun badan jalan tersebut dengan batang kayu dan drum bekas serta tumpukan sampah lainnya.

Pantauan detikriau.org dilokasi, kondisi jalan tersebut terdapat lubang-lubang disertai genangan air yang membuat para pengguna jalan kesulitan untuk menghindarinya
“Aduh kalau seperti ini jalannya saya jadi malas mau menempuhnya Mas”. Kata Darman kepada detikriau.org Jumat (18/4)
Kerusakan jalan tersebut dimulai beberapa meter dari jembatan penghubung parit hingga kebundaran simpang tiga yang juga terdapat pos polisi Lalu Lintas
Selain itu salah satu warga setempat yang enggan menyebutkan namanya mengatakan bahwa dengan kondisi jalan yang berlubang dan tergenang air seperti itu membuatnya resah ditambah lagi bila musim panas yang membuat lokasi disekitar jalan tersebut berdebu karena banyaknya kendaraan yang melintas
“Bila musim hujan ya begitu kondisinya, kalau musim panas lebih parah lagi, banyak debu-debunya, ya sudah pasti kita resah”. Sampainya dengan nada kesal
Ia juga mengharapkan jalan tersebut dapat seegra diperbaiki agar masyarakat yang berada dipinggir jalan serta pengguna jalan bisa lebih aman menggunakan jalan dan warga setempat juga nyaman berada daerah tersebut
“Dari dulu kita harap jalan ini diperbaiki cepat agar kita disini tenang karena tidak terkena debu termasuk warga yang melintasinya.”. Tandasnya. (Ahmad Tarmizi)




Jago Merah lalap RM Ampera 99 di Kec Tembilahan Hulu

ampera 99Tembilahan (detikriau.org) – Setelah melahap Kantor Bupati Inhil, jago merah kembali beraksi. kali ini giliran Rumah makan Ampera 99 Jalan Gerilya parit VI Kecamatan Tembilahan Hulu. Akibat kejadian ini, satu karyawan mengalami luka bakar dan kerugian ditaksir mencapai Rp 100 juta.

Berdasarkan keterangan karyawan Rumah Makan Ampera 99, Mila (28). Kejadian berawal saat ia hendak mengganti tabung gas 3 Kg yang sudah kosong dengan tabung yang baru. tiba-tiba saja pada kepala tabung gas menyemburkan api.
“Saya hendak melepas selang gas, tiba-tiba saja api menyambar dan lansung membesar,” Sampaikan Mila kepada detikriau.org saat ditemui dikediamannya jalan paruna parit V Kecamatan Tembilahan hulu sambil meringis menahan sakit akibat luka bakar pada bagian kakinya.
Saat kejadian, Mila mengaku hanya berdua dengan istri pemilik rumah makan.
Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK, M.si melalui Paur Humas, Ipda Warno Akman membenarkan tejadinya peristiwa kebakaran yang menghanguskan rumah makan yang berada persis didepan kampus STAI Kecamatan Tembilahan hulu ini. Kebakaran terjadi sekira pukul 12.30 Wib, Jum’at (18/4/2014).
Kronologis kejadian dipaparkan paur Humas bermula saat Mila, karyawan rumah makan ampera 99 hendak mengganti selang kompor gas kemudian api langsung menyambar dan membesar sehingga langsung membakar atap rumah makan yang terbuat dari atap daun rumbia.
Api baru dapat dipadamkan sekira pkul 13.00 wib oleh pemadam kebakaran yg dibantu oleh warga. “Akibat kejadian ini kita perkirakan kerugian sekitar Rp 100 juta.” Jelas Paur Humas. (Ahmad Tarmizi)