5 parpol pengusung Jokowi dan Jusuf Kalla Targetkan 70 Persen Suara Pemilih Inhil

IMG_2527-1Tembilahan(detikriau.org) – Dalam rangka memperkukuh komitmen dalam pengusungan capres dan cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla, 5 parpol menggelar deklarasi komitmen kerja sama pada Ahad (25/5/2014) dikantor Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) jalan Batang Tuaka Tembilahan. Dalam acara tersebut tampak hadir ketua DPC dan DPD dari kelima parpol beserta puluhan jajarannya.

Dalam sambutannya, ketua DPC PDIP, Maryanto mengatakan bahwa masing-masing partai pengusung telah sepakat untuk mendukung dan memenangkan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Seluruh kader partai diminta untuk turut membesarkan partainya

“Mudah-mudahan kita semakin solid memberikan dukungan kepada Jokowi dan Jusuf Kalla”. Ujarnya

Selain itu ketua DPC PKB Inhil, Dani M Nursalam menyebutkan ego-ego politik harus di kesampingkan, hal Ini tidak hanya sebatas perjanjian tertulis saja dan diharapkan dapat diimplementasikan agar 70 persen suara dukungan di Kabupaten Inhil yang menjadi target kelima kualisi parpol tersebut bisa dicapai

” Dengan memanfaatkan sumber daya yang ada kita berharap bisa mencapai target 70 persen (suara dukungan red) di Kabupaten Inhil”. Tegasnya

Pada akhir acara, kelima perwakilan parpol yaitu H. Maryanto (PDIP), Zulkarnain, SE (Nasdem), Dani M Nursalam (PKB) dan Gusti Desriansyah (Hanura) serta Drs Mas’ud (PKPI) berphoto bersama sebagai tanda kesepakatan untuk menyusun kekuatan dan sebagai lambang koalisi parpol yang berkomitmen dalam pemenangan pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai capres dan cawapres. (Ahmad Tarmizi)




Lulusan UNISI diterima di BNI dan Mahkamah Agung Jakarta

“Dua lulusan lainnya jadi PNS di Departemen Pertanian (Deptan)”

IMG_2087Tembilahan (detikriau.org) — Sarjana S1 lulusan Universitas Islam Indragiri (UNISI) berhasil bersaing memperebutkan lapangan pekerjaan dengan predikat seleksi terbaik pada Bank Negara Indonesia (BNI) dan Mahkamah Agung RI di Jakarta.

“Alahamdulillah, dengan keberhasil Alumni UNISI ini pastinya membantah rumor yang mengatakan ijajah kita tidak diterima ditingkat Nasional. mereka berhasil dan diterima, artinya tidak ada masalah dengan ijajah kita sebagaimana fitnah yang disebar oknum yang tidak bertanggungjawab untuk mendiskreditkan UNISI selama ini,”  Ungkap ketua yayasan tasik Gemilang (YTG), H Edy Syafwannur usai acara Wisuda 773 Mahasiswa UNISI di Venue Futsal, sabtu (24/5/2014) kemaren

Menurut Edy, sebagaimana ia akrab disapa, Jumiati, Mahasiswa S1 UNISI yang mengikuti seleksi penerimaan karyawan BNI di Jakarta berhasil lulus dengan predikat terbaik. sedangkan Syarifuddin, Alumni Fakultas Hukum UNISI, lulus pada penerimaan pegawai Mahkamah Agung di jakarta.

UNISI tidak akan mau lagi kasak-kusuk untuk memberikan keyakinan kepada setiap orang. cukup dengan kerjakeras dan bukti lulusan. “Capek kita meladeni fitnah, lebih baik kita tunjukkan dengan bukti. masyarakat juga sudah pintar untuk memberikan penilaian,” Tandas Edy.

Disamping kedua lulusan UNISI yang berhasil lulus pada seleksi penerimaan pegawai pada BNI dan Mahkamah Agung di Jakarta ini, Menurut sumber detikriau.org, dua lulusan UNISI lainnya juga berhasil lulus sebagai PNS Departemen Pertanian RI di Jakarta. (dro)




Indra: Berpendidikah Penebar Fitnah UNISI?

DSC_0493Tembilahan (detikriau.org) — Ketua Dewan Pembina Universitas Islam Indragiri (UNISI), DR Indra  Muchlis Adnan meragukan pendidikan oknum yang melakukan penyebaran fitnah terhadap UNISI.  Universitas yang telah melahirkan ribuan sarjana ini adalah sebuah Univesitas yang legal.

Penegasan ini disampaikannya dalam konfrensi Pers usai mewisuda sebanyak 773 Mahasiswa Unisi  bertempat di Venue Futsal jalan Sungai Beringin, Tembilahan, sabtu (24/5/2014). Menurut mantan  Bupati Inhil ini, UNISI sudah mengantongi izin operasional sejak 6 tahun yang lalu. Akhir tahun  2012, meskipun tidak secara keseluruhan, prodi UNISI sudah terakreditasi dan akreditasi baru  dituntaskan pada akhir tahun 2013.

Hari ini, Kata Indra, Tidak ada lagi peringkatan klasifikasi A, B, Atau C, yang ada adalah  terakreditasi atau tidak terakreditasi. “Ini yang saya bilang meragukan pendidikan dipenebar  fitnah. kalaulah ia berpendidikan, pastilah ia memahami hal ini. Secara hukum, hari ini UNISI  sudah terakreditasi, apanya yang ilegal?,” Tanyakan Indra

Persoalan yayasan? Indra juga menegaskan tidak ada masalah. Kepengurusan itu ada batasan waktu  atau periodenya. tentunya wajar dalam sebuah organisasi adanya pergantian kepengurusan.

Indra memperbandingkan, kalau di Negara Gajah Putih (thailand.red) yang melakukan kudeta adalah  Perdana Mentri baru. Namun di UNISI, pengurus lama yang melakukan kudeta. ini kan lucu, katanya.

Persoalan dosen “jeruk makan jeruk” juga kembali tersampaikan, yang terkena hinaan persoala serupa ini menurut Indra, bukan hanya UNISI Bahkan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta juga mengalami hal  yang sama. Sudah menjadi aturan, tidak mungkin seorang sarja S1 mendidik calon sarja S1.  makanya hal ini haruslah ditegaskan. “Kita berikan kesempatan kepada mereka untuk segera  menyelesaikan pendidkan S2nya,” Katakan Indra lagi

Niatan mendirikan UNISI menurut Indra diawali dari dorongan kesulitan pribadinya dalam menempuh  pendidikan di Inhil. Ia ingin agar pendidikan sampai ke jenjang perguruan tinggi bisa diraih  dengan mudah oleh masyarakat Inhil, tidak seperti dirinya. ” Saya sudah memenuhi niat itu. tinggal masyarakat saja yang mau memanfaatkan atau tidak. tanggungjawab saya untuk hal ini  tidak lagi kepada masyarakat tetapi hanya kepada Tuhan,” Imbuh Indra

Diakhir pembicaraan Indra menegaskan bahwa UNISI tidak akan membujuk-bujuk siapapun lagi. jika  memang ada mahasiswa yang merasa ragu dan termakan fitnah, ia menyarankan sebaiknya untuk  berhenti dari UNISI. “Kalau memang ragu, berhenti saja. silahkan pilih Universitas lain,  diteruskan juga ilmu yang didapatkan tidak akan barokah,” Saran Indra. (dro/AT)




773 Mahasiswa UNISI Tembilahan di Wisuda

IMG_2220Tembilahan (detikriau.org) — Universitas Islam Indragiri (UNISI) Tembilahan, mewisuda sebanyak 7773 sarjana. Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Venue Futsal ini, selain dihadiri oleh pendiri sekaligus pembina Yayasan Tasik Gemilang (YTG), DR Indra Muchlis Adnan, Ketua YTG, H Edy Syafwannur, Rektor UNISI, DR Ririn Handayani, juga tampak dihadiri oleh Wakil Bupati Inhil, H Rosman Malomo, Ketua DPRD Inhil, H Raus Walid, Unsur Muspida serta jajaran keluarga besar UNISI serta ribuan keluarga wisudawan dan wisudawati.

Rektor Unisi, DR Ririn Handayani dalam sambutanya mengucapkan selamat dan sukses atas keberhasilan wisudawan-wisudawati yang telah menyelesaikan pendidikan. Dia berharap lulusan UNISI mampu mengimplementasikan ilmunya ditengah-tengah kehidupan masyarakat.

“Apa yang saudara peroleh hari ini tidak didapatkan dengan mudah tetapi melalui kerja keras dan pengorbanan waktu dan biaya. Prestasi ini tentunya menjadi sebuah kebanggan dan sangat patut untuk disukuri. Abdikan ilmu yang sudah didapatkan bagi Bangsa dan Negara khususnya kemajuan Inhil,” Pesan Ririn

Pantauan detikriau.org, prosesi pelaksanaan Wisuda Ke 4 UNISI ini berlangsung dalam suasana penuh khitmad. Ratusan Wisudawan dan Wisudawati yag turut dihadiri oleh ribuan sanak keluarga membuat Venue Futsal menjadi penuh sesak. Hari ini, tidak bisa dipungkiri, menjadi salah satu catatan membanggakan dunia pendidikan di Inhil.(Ahmad Tarmizi)

 




Kakan Satpol PP : Banyak Wisma dan Tempat Karaoke Tidak Kantongi Izin

Wanita malam yang ditemukan saat melayani tamu pada salah satu tempat hiburan di kota Tembilahan
Wanita malam yang ditemukan saat melayani tamu pada salah satu tempat hiburan di kota Tembilahan

Tembilahan(detikriau.org) — Saat dilakukannya razia Penyakit Masyarakat (Pekat) oleh Satpol PP, TNI dan Polri, ditemukan beberapa wisma kelas melati termasuk tempat karaoke yang tidak memiliki izin pendirian usaha penginapan dan hiburan.

Pernyataan ini disampaikan Kepala Kantor (Kakan) Satpol PP TM Syaifullah usai melakukan razia pekat.

“Saat kita lakukan razia pekat tadi juga membawa anggota Badan Perizinan, Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPPMPD) Inhil, disana banyak kita temukan wisma dan juga tempat karaoke yang tidak memiliki izin,” sebut TM Syaifullah, Jum’at (23/5/14).

“Hal tersebut nantinya akan langsung ditangani oleh BPPMPD mengenai izin tersebut,” Sebut TM Syaifullah. (Ahmad Tarmizi)




Gelar Razia Pekat , Oknum Kades dan KTA Polisi Ditemukan Ditempat Karoke dan Wisma

IMG_2502Tembilahan (detikriau.org) – Selain mengamankan puluhan pelayan café yang tidak memiliki kartu identitas diri, razia pekat yang digelar pada Kamis (23/5/2014) malam juga mengamankan oknum Kepala Desa (Kades) disalah satu tempat karoke dan KTA Polres disebuah penginapan.
Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Kantor (Kakan) Satuan Polisi Pamong Peraja (Satpol PP),TM Syaifullah kepada detikriau.org usai melaksanakan kegiatan razia pekat tersebut.

“Dari beberapa tempat itu terdapat lebih kurang 47 orang, laki-laki 8 orang dan sisanya perempuan. mereka yang terjaring rata-rata tidak memiliki kartu identitas kemudian juga disinyalir melakukankegiatan prostitusi ”. Ujarnya

Lanjut mantan sekretaris Dinas Perhubungan Inhil ini,” dalam investigasi juga ditemukan oknum Polres di Wisma 99 yang sempat kabur namun KTA-nya (Kartu Tanda Anggota. red) ada ditangan petugas. Selain itu juga didapatkan ada oknum Kades diruang karoke dengan pasangan yang bukan muhrimnya yang disinyalir juga melakukan kegiatan prostitusi. “Untuk kadesnya kita berikan peringatan dan diharuskan membuatkan surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi,” katanya

Sementara itu, ia juga menyebutkan bahwa dalam razia pekat yang melibatkan TNI, POLRI, SATPOM, SATPOL PP, serta instansi yang terkait seperti Badan Perizinan, Pariwisata, Dinsos serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan ini tidak ada menemukan transaksi minuman keras dalam skala besar yang bisa diproses melalui jalur hukum yang berlaku

“Untuk sementara ini kita belum melakukan obyek penyitaan minuman keras karena ada prosedur tertentu untuk penangkapan kegiatan penyalahgunaan izin mengelola minuman berkadar alkohol. Ada prosedur tertentu dan itu harus tertangkap tangan artinya harus ada transaksi dalam skala besar yang bisa kita tangkap”. Sebutnya

Kegiatan seperti ini. menurut TM Syaifullah akan diupayakan untuk dilakukan secara rutin dan diharapkan kegiatan ini juga didukung oleh semua pihak agar tidak terjadi kecolongan lagi. karena menurutnya ada beberapa Wisma yang diduga sudah mendapat bocoran informasi sehingga para pelaku yang diduga melakukan praktek prostitusi sempat melarikan diri

“sasaran yang didata tadi terutama mengenai penyakit masyarakat seperti prostitusi, judi, minuman keras dan hal ini akan diupayakan untuk dilakukan secara rutin. kita juga mengharapkan dukungan dari semua pihak agar kegiatan ini tidak sampai bocor sebelum dilaksankan”. Tandasnya (Ahmad Tarmizi)