Staf Ahli Bupati : HIPMI Adalah Organisasi Independen

ucapan selamatTembilahan (detikriau.org) – HIPMI merupakan organisasi Independen non partisan dan HIPMI bukan merupakan Underbow (organisasi sayap) dari organisasi manapun. Hingga saat ini, HIPMI telah ada di 33 Provinsi di indonesia dan telah memilki 274 badan pengurus cabang.

Hal tersebut disampaikan oleh Staf Ahli Bupati Inhil, Sar’i saat menghadiri pelantikan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Inhil Priode 2014-2017 bertempat di Kolam Renang Telaga Puri Tembilahan. Sabtu (7/6/14) Malam.

“Sementara jumlah anggota HIPMI diseluruh indonesia hingga saat ini telah mencapai 25000 pengusaha yang mayoritas bergerak sektor UKM,” papar Sar’I dalam sambutannya.

Diantaranya bergerak dibidang Perkebunan, pertanian, kehutanan, perikanan, pertambangan, industri kimia, industri elektronika, industri suku cadang otomotif, industri Furniture, pariwisata, jasa pengadaan, jasa keuangan , distributor dan lain- lain.

“Saya berharap kepada para pengurus HIPMI Inhil yang baru dilantik, kiranya dapat terus meningkatkan peran aktifnya dalam mendukung pelaksanaan pembangunan daerah, dengan senantiasa berikhtiar bersama untuk menjaga keutuhan dan persaudaraan yang telah terbina dengan baik selama ini,” harapnya.

Semoga, sambungnya lagi, dengan menjujung tinggi rasa persaudaraan dan kebersamaan serta semangat persatuan dan kesatuan bangsa, kita segenap masyarakat Inhil akan dapat menggesa terwujudnya Inhil yang lebih maju, bermartabat dan bermarwah.

sementara itu, Ketua HIPMI Inhil 2014-2017 terpilih, Iwan Taruna ST mengharapkan kepada pemerintah daerah dan pihak perbankan dapat memberikan kesempatan dan kemudahan segala urusan khususnya kepada pengusaha muda.

“Kami muda dan kami ingin memajukan perekonomian di Inhil ini, jadi tentunya kita sangat mengharapkan dukungan dari berbagai pihak,” sebut Iwan dalam sambutannya.

Kami akan bekerja semaksimal mungkin untuk memajukan dan meningkatan perekonomian Inhil dengan dan HIPMI ini pun bukanlah organisasi untuk bersaing akan tetapi organisasi kekeluargaan.

“HIPMI ini bukan persaingan tetapi perkumpulan,” papar Iwan yang juga anggota DPRD Inhil Terpilih 2014-2019 ini.

Undangan kecebur kekolam

Hal lucu dan sedikit memalukan sempat terjadi saat pelaksanaan Pelantikan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Inhil periode 2014-2017 berlangsung. Entah apa sebabnya, Salah seorang undangan tercebur dalam kolam renang Telaga Puri Tembilahan.

Walaupun demikian, pelaksanaan Pelantikan HIPMI Inhil 2014-2017 tetap alot tanpa terganggu sedikitpun.

“Kejadian ini mungkin awal yang baik. Bisa saja ini awal rejeki kita yang lebih baik kedepannya karena HIPMIH katanya memang organisasi yang basah,” Guyon Ketua HIPMI Inhil 2014-2017, Iwan.
Namun Iwan juga meminta maaf atas kelalaian panitia sehingga ada peserta yang tercebut kekolam. (Ahmad Tarmizi)




KPSI Rayakan Milad Ke 2

Tembilahan (detikriau.org) – Komunitas Pencinta Sedekah Inhil (KPSI) akan merayakan Milad ke 2 di Sungai Beringin Kecamatan Tembilahan Kota tepatnya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Minggu (8/6/2014)
Menurut ketua panitia milad, Raju Maulana, kegiatan ini selain akan diisi dengan berbagai kegiatan sosial juga akan diisi dengan berbagai perlombaan dan pembagian sembako

“Alhamdulillah hari ini genap dua tahun usia KPSI dan selama itu pula kita mencoba untuk berbagai sedikit beban kesulitan saudara-saudara kita. Kami berharap KPSI akan tetap tumbuh dengan sokongan para dermawan,” Sampaikan Raju.
Sambungnya lagi, kemeriahan milad kali ini akan diisi dengan berbagai perlombaan dan kegiatan-kegiatan sosial.

“Ada lomba cuci tangan dan sikat gigi, lomba syair ibarat kiamat, pengobatan gratis, penyuluhan kesehatan, tausiah agama dan pembagian sembako,” sebut anggota Raju yang juga anggota Komunitas Donor Darah Inhil (KDDI).

Kegiatan yang dilaksanakan selama 1 hari suntuk ini nantinya mengundang berbagai peserta mulai dari SMP dan SMU.

Menurut Raju yang paling membuat kemeriahan milad ke 2 KPSI ini berbeda dari pada tahun sebelumnya adalah KPSI bisa meningkatkan kinerja mereka sehingga pada milad yang kedua ini jumlah pembagian beras yang dulunya hanya satu ton kini bertambah menjadi dua ton dan selain itu juga ditambah bahan sembako lainnya

“Kalau dulu kita membagikan 1 ton beras dan kali ini kita membagikan sebanyak 2 ton beras kepada masyarakat dan juga sembako lainnya,”Tuturnya

Ia juga berharap dengan dilaksanakannya kegiatan milad ke 2 KPSI ini bisa memberikan manfaat kepada khalayak ramai, KPSI semakin di kenal dan selalu bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat.

“Semoga kegiatan ini bisa memberikan manfaat yang besar bagi orang banyak sehingga dapat menimbulkan jiwa kepedulian sosial dan menginspirasi masyarakat yang lain untuk saling berbagi”. tandasnya. (Ahmad Tarmizi)




Disperindag Diminta Lakukan Sidak di Seluruh Kecamatan

“Khususnya menjelang tibanya bulan ramadhan”

Tembilahan (detikriau.org) – Masyarakat Kabupaten Inhil meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) tidak hanya melakukan penertiban terhadap perdagangan di tingkat Ibu Kota Kabupaten tetapi harusnya juga dilakukan diseluruh Kecamatan di Inhil.
“Pastinya kami berharap Disperindag tidak hanya fokus mengawal kegiatan perdagangan di tingkat Ibukota Kabupaten. Penertiban harusnya juga dilakukan hingga ketingkat Kecamatan diseluruh kabupaten Inhil,” Pinta Yudi, warga Kecamatan Kateman melalui sambungan selularnya, sabtu (7/6/2014)

Dikatakan Yudi, tanpa adanya pengawasan secara continue banyak pedagang yang hanya mengedepankan keuntungan sepihak tanpa memperhatikan kondisi masyarakat. Apalagi menjelang tibanya bulan Ramadhan, sudah menjadi kebiasaan pedagang menaikkan harga seenaknya hingga akan berakibat mengganggu kekhusukan masyarakat dalam menjalankan ibadah. “Ini harus menjadi perhatian disperindag agar kami masyarakat kecil tidak terus dirugikan dengan ulah pedagang yang berbuat seenaknya,” Harap Yudi

Disamping Yudi, Anto, warga Kecamatan Tembilahan Hulu yang menjadi tetangga terdekat Kecamatan Tembilahan sebagai ibukota Kab Inhil juga membenarkan adanya tindakan pedagang yang tidak memperhatikan kondisi masyarakat. Ia juga meminta agar Disperindag dapat lebih meningkatkan pengawasan terutama menjelang, selama dan setelah bulan Ramadan.
“Setiap tibanya bulan puasa, tingkat kebutuhan masyarakat akan barang sehari-hari akan meningkat. Ini akan menjadi kesempatan pedagang nakal untuk meraup untung lebih dan hal ini harus mendapatkan perhatian serius dari Dinas terkait,” Pintanya.(dro)




Malangnya Tembilahan, Listrik Bak Kunang-Kunang, Air PDAM-pun Ngadat

airTembilahan (detikriau.org) – Baru terhitung semingguan pasokan air PDAM Tirta Indragiri kembali mengalir setelah sempat mati total selama tiga hari, kondisi yang sama kini kembali berulang. Kali ini bukan persoalan ketiadaan tawas tetapi katanya kerusakan “breker listrik”.

Pernyataan ini disampaikan oleh salah seorang tekhnisi lapangan yang enggan menyebutkan namanya saat dikomfirmasi melalui sambungan telepon selularnya, Jum’at (6/6/2014). Dikatakannya, akibat kerusakan peralatan ini, pasokan listrik untuk mesin pompa terputus, imbasnya distribusi air kepelanggan juga terhenti.

“Saya tidak bisa memprediksi sampai kapan kondisi ini akan berlangsung. Suku cadang kita tidak ada dan harus didatangakan dari luar,” Ujarnya memberikan komfirmasi.

Terkait persoalan ketiadaan tawas yang menjadi penyebab terhentinya pasokan air bersih kerumah-rumah pelanggan beberapa waktu lalu, hari ini diakuinya sudah bisa diatasi. Meskipun pengadaan dalam jumlah besar harus dilakukan melalui proses lelang, namun untuk kebutuhan mendesak PDAM TI mengambil inisitif membeli enceran sesuai kebutuhan. “Tawas tidak ada masalah. Masalah kali ini, ya kerusakan breker listrik,” Tandasnya.

Kembali terputusnya pasokan air bersih kerumah-rumah pelanggan ini juga kembali menuai keluhan masyarakat. Sejak pagi, pasokan air terhenti secara total. Untuk mendapatkan kebutuhan air bersih, mereka dengan terpaksa harus memasok dari sumber-sumber air bersih disekitar lingkungan tempat tinggal mereka.

“Entah apa yang terjadi dengan pelayanan public di Tembilahan dalam beberapa waktu belakangan ini, sudahlah pasokan air mati total, listrik PLN-pun senin-kamis. Kita minta pemerintah setempat kiranya dapat segera mengambil kebijakan terbaik agar masyarakat tidak terus dirugikan,” Sampaikan Herman, warga Jalan Batang Tuaka kepada detikriau.org. (dro)




Lindungi Konsumen, Disperindag Inhil Sidak Pedagang Handphone

Kasi Penertiban dan Penyuluhan Disperindag Inhil, Trio Beni Putra saat melakukan pemeriksaan dokumen barang elektronik di salah satu toko di Tembilahan
Kasi Penertiban dan Penyuluhan Disperindag Inhil, Trio Beni Putra saat melakukan pemeriksaan dokumen barang elektronik di salah satu toko di Tembilahan

Tembilahan (detikriau.org) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Inhil kembali melakukan sidak. Upaya penertiban kepatuhan pelaku perdagangan kali ini difokuskan kepada peredaran Handphone yang tidak memenuhi ketentuan aturan perundang-undangan yang dikabarkan marak dipasaran Inhil. Rabu (4/6/2014)

“Sidak yang kita lakukan kali ini untuk memberikan perlindungan kepada konsumen agar benar mendapatkan barang sesuai dengan nilai tukar yang dibayarkan,” Ujar Kadisperindag Inhil, Fahrolrozy melalui Kabid Perdagangan, Raja Taruna disela pelaksanaan razia.

Menurutnya, jika dalam sidak ini ditemukan adanya handphone replika, petugas akan langsung membawanya dan diproses sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam pelaksanaan sidak ini, disamping melakukan pemeriksaan terhadap barang dagangan telekomunikasi, Disperindag juga melakukan pemeriksaan izin usaha yan g menjadi kewajiban untuk dilengkapi.

Tak hanya itu, menghadapi bulan puasa mendatang, Disperindag juga bakal melakukan tera ulang alat Ukur Takar Timbang dan Perlengkapanya (UTTP). Upaya itu selain mengarahkan para pedagang untuk bertindak jujur, utamanya menjamin hak para konsumen.

“Setiap menjelang ramadhan hingga selsainya perayaan Idul Fitri, kebutuhan konsumen akan berbagai barang semakin meningkat. Disinilah peran Disperindag untuk memberikan jaminan hak-hak konsumen dapat terpenuhi,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Disperindag mengimbau agar para pedagang, pemilik toko dan distributor memperhatikan barang yang beredar. Maknanya, barang-barang tersebut harus sesuai dengan standarisasi yang telah ditetapkan secara nasional

Pantauan detikriau.org, Sidak terhadap handphone replika dilakukan dibeberapa tempat. Diantaranya di Sinar Permata Smart Phone Jalan Jendral Sudirman Parit 11 dan Toko Tharuzan Hill Cell Jalan Sutan Syarif Qasim. Dikedua tempat ini, petugas tidak menemukan adanya handphone replika.

Namun di Toko Tharuzan Hill Cell Jalan Sutan Syarif Qasim, petugas menemukan bahwa toko penjual barang elektronik ini sama sekali tidak memiliki izin usaha.

“Kali ini kita belum memberikan sanksi. Kita hanya meminta pemilik usaha untuk segera melengkapi surat-surat izin usaha sebagaimana yang diharuskan. Namun jika dalam sidak mendatang masih belum melengkapi, pastinya akan dikenai sanksi sebagaimana ketentuan aturan yang berlaku,” Sampaikan kasi Penertiban dan Penyuluhan Disperindag Inhil, Trio Beni Putra yang ikut mendampingi operasi. (dro)




Isu Gorengan Berbahan Plastik dan Lilin, Disperindag Inhil Gelar Sidak

Kadisperindag Inhil, Fahrolrozy (berpeci putih) saat melakukan sidak
Kadisperindag Inhil, Fahrolrozy (berpeci putih) saat melakukan sidak

Tembilahan (detikriau.org) – Menanggapi isu dikalangan masyarakat akan maraknya penjualan gorengan yang mengandung bahan campuran plastik dan lilin yang digunakan oleh para pedangan gorengan yang berada di Kota Tembilahan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Inhil melakukan inspeksi mendadak (Sidak). Senin (2/6/2014)

Pelaksanaan sidak yang juga melibatkan Dinas Kesehatan (Diskes) Inhil tersebut, sebanyak 12 sample diambil dari pedagang sebagai bahan uji keterkandungan zat-zat yang membahayakan bagi konsumen.

“Sehubungan dengan isu itu (gorengan berbahan campuran plastik dan lilin red) malam hari ini kita bersama Dinas Kesehatan langsung melakukan sidak kelapangan dan ada 12 sample yang sudah kita ambil untuk kita uji apakah benar ada mengandung zat yang berbahaya tersebut atau tidak”. sampaikannya Kadisperindag Inhil, Fahrolrozy kepada wartawan

Sidak tersebut sengaja dirahasiakan agar sidak bisa berjalan maksimal, disamping itu mantan Kadishub ini juga menyampaikan bahwa ada dua tahap pengujian untuk mengetahui jenis gorengan yang mengandung zat plastik dan lilin tersebut

“gorengan yang mengandung zat plastik apabila dibakar akan mudah menyala sedangkan untuk gorengan yang mengandung bahan campuran lilin akan meleleh saat dibakar, namun untuk menguji hal seperti itu kita juga harus memastikan bahwa gorengan tersebut sudah kering atau tidak baru digoreng karena kalau habis digoreng langsung dilakukan uji seperti itu sudah pasti akan cepat menyala karena kandungan minyaknya masih ada”. Jelasnya
Sambungnya lagi”jadi sample gorengan yang sudah kita amankan ini akan kita lakukan pengujian atau penelitian pada besok pagi (Selasa 3/6/2014)”. Imbuhnya

Terkait dengan sanksi yang akan diterima oleh para pedagang gorengan yang terbukti melanggar peraturan atau yang menggunakan zat-zat berbahaya tersebut, ia menyebutkan ada dua kategori sanksi yang akan dijatuhkan yaitu sanksi pidana dan sanksi perdagangan
“Kalau dari sample ini terbukti ada yang mengandung zat yang berbahaya seperti yang dimaksud maka kita akan berikan sanksi sesuai peraturan yang berlaku, apakah kita proses secara pidana atau kita proses sesuai dengan undang-undang jual beli atau perdagangan”. Sebutnya
Terakhir ia menyebutkan bahwa operasi seperti sidak ini akan terus dilakukan karena menurutnya operasi yang digelar pertama kali ini belum menyeluruh, hal tersebut diduga ada kebocoran informasi operasi sidak sehingga ada beberapa pedagang gorengan yang lari saat operasi digelar.
“ditaman kota dan dipasar pagi sudah kita tandai khusus kemudian yang jual ayam Kentucky yang tidak jauh dari rumah makan Mak Icun, namun hal ini baru sekedar praduga dan kepastiannya bisa diketahui setelah pengujian dilakukan”. Tandasnya
Sementara itu, salah satu pedagang gorengan yang biasa berjualan didaerah Pasar Pagi yang enggan menyebutkan namanya menyatakan bahwa dirinya tidak pernah melakukan hal tersebut dan ia juga tidak keberatan untuk di cek semua barang dagangan tersebut
“Kita lebih memilih jalan yang halal pak, untuk apa melakukan hal seperti itu untuk kebutuhan hidup dan kalau mau dicek silahkan saja pak saya tidak keberatan”. Tuturnya. (Ahmad Tarmizi)