HUT Bhayangkara Ke 68, 60 Perwira Diberi Angurah Kenaikan pangkat

Kapolres Inhil memberikan sucapan selamat kepada Kompol Sangkut Suryadinigrat, satu dari 60 personil Polres Inhil yang menerima anugrah kenaikan pangkat
Kapolres Inhil memberikan sucapan selamat kepada Kompol Sangkut Suryadinigrat, satu dari 60 personil Polres Inhil yang menerima anugrah kenaikan pangkat

Tembilahan (detikriau.org) – Sempena peringatan HUT Bhayangkara Ke 68, Polres Inhil melaksanakan upacara korp raport kenaikan pangkat personil periode 1 juli 2014. Upacara pemberian penghargaan ini diikuti oleh sebanyak 60 perwira. Selasa (1/7/2014) sore.

Dalam amarannya, Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo Sik Msi menyatakan bahwa kenaikan pangkat merupakan bentuk penghargaan dari Dinas yang diberikan kepada personel yang telah memenuhi kreteria, baik itu kreteria kelengkapan administrasi maupun kretaria kemampuan perorangan.

Kapolres (kanan) didampingi Wakapolres (kiri) memotong tumpeng syukuran peringatan HUT Bhayangkara ke 68. Foto: Syahrul Badrin
Kapolres (kanan) didampingi Wakapolres (kiri) memotong tumpeng syukuran peringatan HUT Bhayangkara ke 68. Foto: Syahrul Badrin

Selain pemenuhan kreteria tersebut, dalam proses kenaikan pngkat juga disertai dengan penilaian kenerja dengan sistem manajemen kinerja dengan yang mengacu pada peraturan kapolri no.16 thn 2011. Penilaian kinerja tersebut sangat berpengaruh terhadap penentuan kenaikan pangkat personel. Jika pejabat menilai disatuannya memberikan nilai dibawah kreteria maka yang bersangkutan dapat dipastikan tidak akan mendapatkan kenaikan pangkat.

“Saya sangat berharap hal tersebut tidak terjadi pada anggota saya, oleh karena itu jika ingin mendapatkan penghargaan dalam bentuk kenaikan pangkat maka bekerjalah sesuai dengan ketentuan.” Ingatkan kapolres

Dijelaskan Kapolres, jumlah personel polres inhil yang dinaikan pangkat periode 1 juli 2014 berjumlah sebanyak 60 personel. 2 pamen sebelumnya telah dilantik di Mapolda Riau yakni kabagren polres inhil, Kompol Sangkut Suryaningrat.S.Sos dan Kapolsek Kateman Kompol Asmar.

58 personel yang dilantik dimapolres inhil saat ini terdiri dari 44 personel yang dinaikan pangkat atas prestasi dan dedikasi yang tinggi serta memiliki kemampuan sehingga kepadanya diberikan kepercayaan untuk menduduki jabatan perwira dan atas kemampuan tersebut kepadanya diberikan kenaikan pangkat 2 periode lebih dulu dibandingkan teman seangkatannya.

“Saya berharap semua ini dapat dijadikan motivasi bagi seluruh personil untuk meningkatkan prestasi yang lebih baik.”Ujar kapolres.

Dengan dinaikannya pangkat, pesan Bupati lagi, maka sudah seharusnya kemampuan serta tanggung jawab juga ditingkatkan. berikan dedikasi yang tinggi pada kesatuan ini dan jadilah personel polri yang dapat menjadi panutan baik bagi rekan sejawat maupun masyarakat.

Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan acara syukuran hut bhayangkara ke-68, berbuka puasa bersama dan pemotongan tumpeng oleh kapolres inhil didampingi wakapolres, perwakilan termuda, Bripda Rivai Muhammad dan tertua Brigadir H.Amir Hayat. (sahrul)




Divonis Seumur Hidup, Akil Tertunduk dan Pejamkan Mata

Akil MuchtarJAKARTA – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar tampak menunduk sambil memejamkan matanya setelah mendengarkan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhkan vonis berupa hukuman seumur hidup kepadanya.

Akil dianggap terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan melalukan tindak pidana pencucian uang terkait sengketa pemilihan kepala daerah yang bergulir di MK. Mulanya, Akil tampak menatap majelis hakim begitu amar putusan atas perkaranya dibacakan.

Akil bahkan sempat mengoreksi majelis hakim yang salah menyebut alamat rumahnya yang masuk dalam daftar barang bukti dalam amar putusan. Namun setelah itu, Akil terlihat menunduk dan memejamkan matanya beberapa saat.

Hakim menyatakan Akil terbukti menerima suap terkait empat dari lima sengketa Pilkada dalam dakwaan kesatu, yaitu Pilkada Kabupaten Gunung Mas (Rp 3 miliar), Kalimantan Tengah (Rp 3 miliar), Pilkada Lebak, Banten (Rp 1 miliar), Pilkada Empat Lawang (Rp 10 miliar dan 500.000 dollar AS), dan Pilkada Kota Palembang (sekitar Rp 3 miliar).

Untuk Pilkada Kota Palembang, hakim menyatakan orang dekat Akil Muhtar Ependy terbukti menerima Rp 19,8 miliar dari Wali Kota Palembang Romi Herton dan istrinya Masyito. Namun, majelis hakim tidak memperoleh kepastian mengenai total uang yang diterima Akil terkait Pilkada Kota Palembang itu.

Berdasarkan fakta persidangan, hanya menunjukkan adanya uang Rp 3 miliar yang disetorkan ke rekening perusahaan istri Akil, CV Ratu Samagat. Sementara itu, hakim menyatakan Akil tidak terbukti menerima suap sebagaimana Pasal 12 huruf c Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi terkait sengketa Pilkada Lampung Selatan sebesar Rp 500 juta.

Menurut hakim, berdasarkan fakta persidangan, uang yang diterima Akil tersebut tidak bertujuan untuk mempengaruhi putusan sengketa Pilkada Lampung Selatan. Ketua Majelis Hakim Suwidya menyatakan perbuatan Akil menerima Rp 500 juta merupakan gratifikasi.

Kemudian, hakim menyatakan Akil terbukti menerima suap sebagaimana dakwaan kedua yaitu terkait sengketa Pilkada Kabupaten Buton (Rp 1 miliar), Kabupaten Pulau Morotai (Rp 2,989 miliar), Kabupaten Tapanuli Tengah (Rp 1,8 miliar), dan menerima janji pemberian terkait keberatan hasil Pilkada Provinsi Jawa Timur (Rp 10 miliar).

Akil juga terbukti dalam dakwaan ketiga, yaitu menerima Rp 125 juta dari Wakil Gubernur Papua periode tahun 2006-2011 Alex Hesegem. Pemberian uang itu terkait sengketa Pilkada Kabupaten Merauke, Kabupaten Asmat, Kabupaten Boven Digoel, Kota Jayapura, dan Kabupaten Nduga.

Hakim juga menyatakan Akil terbukti menerima uang dari adik Gubernur Banten Atut Chosiyah, Tubagus Chaeri Wardana sebesar Rp 7,5 miliar sebagaimana dakwaan keempat.

“Terungkap terdakwa menerima uang Rp 7,5 miliar ke rekening CV Ratu Samagat yang berhubungan dengan jabatannya,” kata hakim.

sumber: kompas.com

 




Ruas Jalan Macet, Pembeli Enggan Berbelanja ke Pasar Wadai

11Tembilahan (detikriau.org) – Jelang datangnya waktu berbuka puasa, beberapa ruas jalan kota Tembilahan mengalami kemacetan, pemandangan ini terlihat mulai dari kawasan jalan M.Boya, Jalan Jendral sudirman, Jalan baharuddin Jusuf, Jalan H Abdul Manaf, Jl H Sadri dan beberapa ruas jalan protokol lainnya. Pada umumnya kemacetan ini di sebabkan banyaknya warga pengendara kendaraan roda dua untuk membeli panganan berbuka puasa.

“Setiap Ramadan pemandangan seperti ini sudah lumrah, beberapa titik ruas jalan di kota Tembilahan mengalami kemacetan, hal ini tentu menyulitkan para pengguna jalan,”kata Indra (20) salah seorang mahasiswa di kota Tembilahan.

Kemacetan pada beberapa kawasan tersebut, terlihat semakin parah mulai pukul 16.00 Wib sampai menjelang waktu berbuka puasanya pukul 18.00 WIB. Tampak beberapa personil Satuan Lalu Lintas Polres Inhil di bantu dengan petugas dari Dinas Perhubungan tampak menertibkan alur kendaraan yang melintas.

Puasa tahun ini, pemerintah daerah memindahkan lokasi “pasar wadai” dari lokasi sekitar jalan gadjah mada kelokasi diseputaran halaman pasar pagi jalan baharuddin Jusuf Tembilahan. Akibatnya, ruas jalan ini mengalami kemacetan yang cukup parah.

“kami menilai penetapan kawasan pasar pagi sebagai lokasi pasar wadai tidak dipertimbangkan dengan matang. Areal ini sangat sempit dan menyulitkan pembeli untuk datang kelokasi,” Kata Usuf salah seorang warga Tembilahan ketika sempat berbincang di lokasi, senen (30/6/2014)
Ditambahkan usuf, dengan sempitnya ruas jalan semakin diperparah dengan tidak tertatanya lokasi parkir kendaraan dengan baik. Akibatnya ruas jalan menjadi macet.

“Jalurnya terlalu padat dan macet. Masyarakat jadi enggan untuk mampir,” Tambah Usuf.

Pantauan, ruas jalan baharuddin jusuf sebagai akses utama untuk menuju lokasi pasar pagi memang tampak dijubeli ratusan kendaraan. Kemacetan semakin parah menjelang semakin mendekatinya lokasi pasar pagi. Akibat kondisi ini, tidak sedikit terlihat masyarakat yang semula berniat untuk mencari jajanan berbuka puasa berbalik arah berburu panganan kelokasi lainnya.

“Sulit mau ke pasar wadai. Macet. Kita belanja ke tempat lain saja,” Ujar salah seorang warga sambil berlalu. (dro)




Memasuki Ramadan, Omset Pedagang Busana Muslim Mulai Meningkat

Tembilahan (detikriau.org) — Datangnya bulan suci Ramadhan membawa berkah tersendiri bagi sejumlah pedagang busana muslim di pusat kota Tembilahan. Melonjaknya pembeli busana muslim selama bulan puasa membuat jumlah omzet pedagang setiap harinya cenderung semakin mengalami kenaikan sejalan dengan semakin mendekatnya perayaan Idul Fitri.

Busana muslim yang ditawarkan di Pasar Tembilahan sangat bervariasi, mulai dari baju koko, mukena, kopiah, sajadah, baju gamis dan lain-lain.

“Biasanya peningkatan pembeli akan semakin meningkat seiring dengan mendekatnya perayaan Idul Fitri nanti,” ujar Andri, salah satu pemilik toko dipasar Tembilahan.

Untuk harga busana muslim sangat bervariasi, tergantung kualitasnya. Untuk baju koko dengan kualitas sedang, ditawarkan Rp 100.000, sedangkan untuk kualitas terbaik mencapai harga Rp 400.000 an.

Adapun mukena dijual mulai harga Rp 150.000 hingga Rp 175.000. Baju gamis pendek dibanderol mulai Rp 80.000 an dan untuk baju gamis panjang mulai Rp 150.000 an.

“Pembeli sudah ada yang mulai beli grosiran. Biasanya untuk didagangkan lagi di Daerah. tapi banyak juga yang eceran.,” tambah dia.

Untuk mengantisipasi tingginya permintaan busana muslim di bulan Ramadhan, Andri mengaku telah menyediakan stok busana muslim sejak sebelum memasuki bulan ramadan.(dro)




Satu hari Menjelang Ramadan, Harga Daging Ayam Ras Melonjak Tajam

daging ayam rasTembilahan (detikriau.org) – Satu hari menjelang Ramadan, harga daging ayam ras dipasar kota Tembilahan mengalami lonjakan tajam. Dua hari sebelumnya, daging ayam ras masih dipasarkan pada kisaran Rp 26 ribu perkilogram kini melonjak hingga mencapai Rp 45 ribu atau naik Rp 19 ribu per kilogram.

“Kaget aja, dua hari lalu saya masih membeli daging ayam ras Rp 26 ribu perkilogram. Hari ini harga sudah mencapi Rp 45 ribu,” Ujar seorang pembeli, Aris kepada detikriau.org, sabtu (28/6/2014)

Ijul, pedagang daging ayam ras dipasar di parit 11 Kecamatan Tembilahan Hulu mengatakan bahwa lonjakan harga disebabkan pasokan daging ayam tidak mengalami peningkatan tetapi permintaan masyarakat melonjak.

Selain daging ayam ras, beberapa kebutuhan masyarakat lainnya juga mengalami kenaikan.

Bawang putih biasanya diperdagangkan dengan harga Rp 15 ribu kini naik menjadi Rp 18 ribu perkilogram. Demikian pula untuk bawang merah, harga sebelum kenaikan hanya Rp 18 ribu kini naik menjadi Rp 22 ribu. “Selain bawang, minyak goreng dan telor juga sudah naik.

“Telor biasanya perpapan (30 butir .red) dihargai Rp 28 ribu kini naik menjadi Rp 32 ribu. Sedangkan minyak goreng kemasan merk bimoli, sebelumnya untuk kemasan 2kg dipasarkan Rp 28 ribu kini naik menjadi Rp 31 ribu,” Jelas Atik, salah seorang pedagang dipasar terapung jalan Yos Sudarso Tembilahan. (dro)




Agussalim:Tidak Dukung Prabowo-Hatta, Recall dan Pemecatan Menjadi Sanksi

IMG-20140625-06666Tembilahan (detikriau.org) – Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kabupaten Indragiri Hilir, H Agussalim menyampaikan peringatan keras kepada seluruh kader dan pengurus yang kedapatan mengingkari amanat partai untuk memberikan dukungan bagi pemenangan pasangan Prabowo Hatta.

Penegasan ini disampaikannya dalam kesempatan pemberian kata sambutan dalam kegiatan deklarasi dan konsolidasi tim merah putih “Prabowo-Hatta” Inhil bertempat dihalaman kantor DPD II Partai Golkar, rabu (25/6/2014) malam

Menurut Agussalim, untuk pilpres, ancaman yang ia sampaikan ini tidak akan main-main. Ia menegaskan bahwa pada Pilkada dan Pileg yang lalu, memang ada beberapa kader dan pengurus yang tidak mematuhi amanat partai.

“Cukup sudah batas kesabaran saya. Jika kedapatan, kita akan “recall” dan diberhentikan dari kepengurusan partai.”Lontarkannya dengan nada tegas

Apa yang dilakukan hari ini bukanlah sebuah pekerjaan gampang. Pemilu kali ini adalah untuk memilih pemimpin Bangsa Indonesia. Dengan peliknya masalah yang dihadapi bangsa saat ini menurut Agussalim tidak mungkin bisa diselesaikan hanya dengan melakukan blusukan ke tanggul-tanggul dan pasar. Tetapi harus dengan kemauan kuat dan sosok pemimpin yang benar-benar tulus, tegas, cerdas dan memiliki jiwa Nasionalisme yang benar-benar sudah terbukti. Semua itu ada pada sosok Prabowo – Hatta.

Ancaman keras ini bukan hanya dilontarkan oleh ketua DPC PPP Inhil, penegasan yang sama juga datang dari Ketua DPC Partai Gerindra Inhil, Baharuddin beserta parpol pengusung lainnya. (dro)