Pemkab Inhil Belum Pastikan Larangan Mudik Gunakan Kendaraan Dinas

DarussalamTembilahan (detikriau.org) – Hingga hari ini, Pemkab Inhil belum memberikan kepastian dibenarkan atau tidaknya penggunaan kendaraan berplat merah saat mudik lebaran. Hal ini disampaikan Asisten 1 Darussalam, Selasa (22/7/2014).

“Kita sampai saat ini belum menerima informasi terkait dibenarkan apa tidak penggunaan kendaraan dinas untuk dibawa mudik,” Sampaikan Darussalam

Menurut pemaparannya, kebijakan akan pemberitahuan larangan mudik menggunakan mobil maupun motor dinas tersebut biasanya dilakukan 2 atau 3 hari menjelang lebaran.

“Biasanya 2 atau 3 hari menjelang lebaran baru dikasih tahu,” tandasnya. (Ahmad Tarmizi)




KPSI Bagikan Takjil Kepada Anak Yatim dan Buka Bersama

_&v=att&attiTembilahan (detikriau.org) – Komunitas Pencinta Sedekah Inhil (KPSI) kembali melakukan pemberian takjil sebanyak 500 bungkus yang difokuskan di Kelurahan Sungai Beringin Kecamatan Tembilahan dan pemberian santunan bagi anak yatim.
Tidak hanya itu saja, KPSI pun melelakukan buka bersama dengan masayarakast desa setempat dan beserta anak *Happy School *yang dilakukan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) jalan Sungai beringin, Tembilahan. Sabtu (19/7/14) petang.
Menurut Soemarsono selaku Pembina KPSI menyampaikan bahwa acara yang dilaksanakan KPSI ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun di bulan suci ramadhan yang bertujuan untuk berbagi kepada mereka yang kurang mampu.
“Ini kegiatan yang rutin setiap tahunnya kita laksanakan, ini hanya untuk berbagi kepada mereka yang kurang mampu,” paparnya

Sedekah ini diperoleh, sambungnya, dari masyarakat yang ada di kabupaten Inhil yang memberikan kepercayaan kepada KPSI. “Kita hanya perpanjangan tangan dari masyarakat saja,” ungkapnya.
Sebelum melakukan buka bersama, kegiatan ini juga diisi dengan tausiah dari Al-Ustadz Anwar. (Ahmad Tarmizi)




Polres Inhil Pastikan Akan Proses Pelaku Pembakaran Alat Berat PT SAL

“Aktifis MPI Pinta Polisi Berikan Pertimbangan Hukum Secara Adil”

Kapolres Inhil bersama Dandim dan Aktifis MPI meninjau lokasi PT SAL usai pembakaran alat berat beberapa waktu lalu
Kapolres Inhil bersama Dandim dan Aktifis MPI meninjau lokasi PT SAL usai pembakaran alat berat beberapa waktu lalu

Tembilahan (detikriau.org) – Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo Sik M Si menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti tindakan pembakaran alat berat PT SAL oleh masyarakat desa Pungkat Kec Gaung beberapa waktu lalu. Tindakan ini merupakan pelanggaran hukum dan harus ditindak sesuai dengan ketentuan undang-undang berlaku.

“Hal-hal seperti itu (Pembakaran alat berat red) melanggar hukum dan harus diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku”. Ujarnya kepada detikriau.org Sabtu (19/7/2014) saat dijumpai diruang kerjanya

Ditempat terpisah, Juru bicara Masyarakat Peduli Inhil (MPI) Tengku Suhandri mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung upaya penegakan hukum yang akan dilakukan pihak kepolisian, akan tetapi ia juga mengharapkan penegakan hukum harus diberlakukan secara adil dengan menimbang berbagai hal yang menjadi sebab dan akibat timbulnya tindakan anarkis masyarakat.

“MPI mendukung penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran alat berat, tetapi pihak kepolisian perlu juga melihat penyebab terjadinya tindakan anarkis. Seperti sikap perusahaan yang dinilai sudah sangat melukai hati masyarakat”. Sebutnya

Disamping itu ia juga menilai bahwa pihak perusahaan tidak hanya melukai hati masyarakat akan tetapi juga melecehkan pemerintah daerah.

“Sudah dua kali surat penghentian sementara yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah namun tidak sedikitpun digubris oleh perusahaan. Bukankah ini pelecehan terhadap kewibawaan pemerintah”. Papar Comel

Terakhir ia menyampaikan perlu adanya pertimbangan yang baik dalam penyelesaian kasus tersebut agar masyarakat tidak dirugikan secara sepihak dengan keputusan hukum yang diberlakukan. (ahmad tarmizi)




Kapolres Inhil himbau kerjasama cegah Karhutla

2014719114057Tembilahan (detikriau.org) – Kapolres Inhil AKBP Suwoyo, SIK, MSi mengajak kepada masyarakat serta semua pihak untuk bekerjasama dalam hal mengantisipasi dan mencegah Karhutla, menurutnya efek yang ditimbulkan dari karhutla tersebut sangat merugikan banyak pihak dan hal ini dipandang perlu adanya kebersamaan untuk menjaga kelestarian alam sekitar.

Hal tersebut disampaikannya kepada detikriau.org Sabtu (19/7/2014) diruang kerjanya.

“Kita mengajak semua pihak untuk bekerjasama dalam mengantisipasi dan mencegah karhutla ini karena kalau sudah terjadi efeknya sangat tidak baik”. Ujarnya

Disamping itu, Kapolres juga menyebutkan bahwa hingga saat ini, sudah ada 5 tersangka karhutla yang sudah disidangkan dan hal ini dianggap sebagai contoh agar tidak ada lagi pelaku karhutla lainnya

“5 tersangka yang ditangkap juga sudah disidangkan, sudah ada contoh, jadi jangan sampai ada pelaku-pelaku lainnya”.

Selain itu ia juga mengatakan bahwa dirinya bersama Bupati Inhil M Wardan juga telah melakukan pemantauan di udara jelang lebaran sekaligus pemantauan karhutla

“Kita telah melakukan pemantauan udara untuk mengetahui arus mudik jelang lebaran serta pemantauan karhutla”. Tandasnya (Ahmad Tarmizi)




Kapolres Inhil Irup 17 Hari Bulan

kapolres Inhil irup 17 hari bulan. Foto: Agustan/Humas Pemkab Inhil
kapolres Inhil irup 17 hari bulan. Foto: Agustan/Humas Pemkab Inhil

Tembilahan (detikriau.org) – kapolres Inhil, AKBP Suwoyo Sik Msi tampil sebagai inspektur upacara (irup) 17 hari bulan. Kegiatan rutin bulanan yang dilaksanakan dihalaman kantor Bupati Inhil ini juga tampak dihadiri oleh Bupati Inhil, HM Wardan, Muspida, Sekda, pejabat serta PNS dilingkungan Pemkab Inhil. Kamis (17/7/2014)

Dalam amanatnya, kapolres mengatakan bahwa pada tanggal 9 Juli lalu, kita telah melaksanakan pesta demokrasi Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang akan menentukan arah Pembangunan Negara ini untuk 5 tahun kedepan. Proses pelaksanaan pencoblosan hingga penghitungan suara pada masing-masing TPS dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar, tanpa kendala yang cukup berarti.

Hal ini karena rasa kebersamaan, rasa persatuan, hidup berdampingan secara damai dalam lingkungan bermasyarakat lebih diutamakan.

Walaupun ada perbedaan pendapat serta pola pandang, itu adalah suatu hal yang wajar namun hendaknya beda pendapat dan beda pola pandang tersebut janganlah sampai menimbulkan pertentangan atau perselisihan apalagi perpecahan. sikapi perbedaan secara arif dan bijaksana, sehingga beda pilihan dan beda pendapat itu akan mencetuskan solusi terbaik dalam membangun daerah kita ini.

“pada momentum upacara pagi hari ini saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada Jajaran Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, seluruh komponen masyarakat, serta segenap aparat keamanan yang telah bersama-sama mensukseskan pelaksanaan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden di Kabupaten Indragiri Hilir.” Sampaikan Kapolres

Ditambahkannya, mengingat pada hariini telah berada dihari ke-19 Ramadhan, yang berarti tinggal 11 hari lagi kita akan merayakan Idul Fitri 1435 Hijriyah. Terkait Perayaan Idul Fitri di Kabupaten Indragiri Hilir, Polres Inhil akan berkoordinasi dengan Pemerintah dalam hal ini beberapa Dinas dan Instansi terkait sebagai upaya melakukan pengamanan menjelang dan selama pelaksanaan Idul Fitri, seperti pada pengamanan dijalan raya, pengamanan arus mudik, pelaksanaan shalat ied, hingga pengamanan arus balik. Tandas Kapolres.

Seperti biasanya Polres Inhil akan mengadakan Operasi Ketupat guna melakukan pengawasan dan pengamanan demi terwujudnya suasana yang kondusif, aman dan terkendali. Dengan demikian kita harapkan umat muslim di Kabupaten Indragiri Hilir dapat melaksanakan ibadah Ramadhan dan merayakan Idul Fitri dengan khusuk dan aman. Tandas Kapolres. (gus)




Sekda dan Kadisdik Inhil: UNISI Legal dan ijazahnyapun Sah

Kadisdik Inhil, Helmi D memberikan tanggapan dihadapan perwakilan mahasiswa dan alumni UNISI
Kadisdik Inhil, Helmi D memberikan tanggapan dihadapan perwakilan mahasiswa dan alumni UNISI

Tembilahan (detikriau.org) – Sekretaris Daerah (Sekda) kabupaten Indragiri Hilir menegaskan bahwa UNISI adalah sebuah Universitas yang sah demikian juga dengan ijazah yang dikeluarkannya. Bahkan Kadisdik Inhilpun memberikan pernyataan pembenaran dan justru mempertanyakan dasar penilaian kontroversi yang dilontarkan Dr Suryan Aljamrah.

Penegasan ini disampaikan Sekda Inhil, H Alimuddin RM dihadapan belasan perwakilan mahasiswa dan alumni UNISI dalam kesempatan aksi unjuk rasa dihalam kantor Bupati Inhil, rabu (16/7/2014)

Menurut Sekda, banyak tamu yang hadir saat acara buka puasa bersama KKIH kala itu merasa heran dan terkejut dengan pernyataan pribadi yang dilontarkan Dr Suryan Aljamrah. Dikatakan Sekda, hari ini, cukup banyak lulusan UNISI yang sudah bekerja dan mengabdikan diri dilingkungan Pemkab Inhil dan Pemkab Inhilpun merasa sangat terbantu dengan keberadaan UNISI.

“Artinya ini menunjukkan bukti bahwa UNISI itu sebuah Universitas yang legal dan lulusannyapun diakui.” Tegas Sekda.

Pendapat yang bemakna senada juga terlontarkan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Inhil, Helmi D.

Dihadapan perwakilan mahasiswa dan alumni UNISI dalam aksinya dihalaman kantor Disdik Inhil seusai aksi dihalaman kantor Bupati Inhil, Kadisdik menegaskan pernyataan kekecewaannya atas pernyataan pribadi dari Dr Suryan Al Jamrah.

Menurut kadisdik Inhil, Helmi D, ketika nama UNISI tersudutkan, secara pribadi iapun merasa ter-iris. UNISI menurutnya sudah menjadi bagian dari dirinya karena ia juga mengaku termasuk salah seorang mantan dosen dan penggagas berdirinya UNISI.

“UNISI adalah bagian dari saya. Jikalau UNISI tergores, sayapun pastinya merasa perih,” Ungkap Helmi dihadapan massa

Helmi menegaskan, secara pribadi ia menilai apa yang dilontarkan Dr Suryan Aljamrah adalah kalimat yang tidak berdasar baik secara akademik maupun non akademik. Mendukung tuntutan mahasiswa, iapun menyatakan penolakan atas kalimat pendiskreditan yang sudah terlontarkan.

“Anak saya lulusan dari UNISI dan kini sudah diterima sebagai sarjana pendamping desa. Artinya ijajah UNISI legal dan tidak ada masalah. Saya juga mempertanyakan kenapa bahasa penilaian tanpa bukti yang cukup ini bisa terucapkan,” Kritik Helmi yang disambut aplaus mahasiswa.

Usai melakukan arosai, mahasiswapun membuabarkan diri sambil mengatakan untuk kembali mengulang aksi jika aksi pertama ini tidak mendapatkan tanggapan yang baik dari Suryan Aljamrah. (dro)