Polisi Tetapkan 9 Warga Desa Pungkat Sebagai Tersangka

22 warga yg telah diamankan di Mapolres InhilTembilahan (detikriau.org) – setelah dilakukan pemeriksaan, kepolisian Polres Inhil menetapkan 9 dari 22 orang warga Desa Pungkat Kecamatan Gaung sebagai tersangka atas pembakaran 6 alat berat serta pengrusakan 3 alat berat lainnya milik PT SAL beberapa waktu yang lalu. Kamis (7/8/2014)

Pernyataan ini disampaikan Kuasa Hukum masyarakat Desa Pungkat, Zainuddin Acang SH kepada awak media. “setelah pemeriksaan tadi malam di Mapolres Inhil, 9 warga telah ditetapkan sebagai tersangka serta 13 lainnya ditetapkan sebagai saksi,” Sampaikan Acang

Dalam kesempatan itu, Acang juga menyesalkan tindakan aparat kepolisian yang hingga hari ini masih terus mengobok-obok desa pungkat.
“Kasihan warga kita disana sudah ketakutan. Mereka sudah seperti ayam kehilangan induk,” ungkapnya miris. “Tolong dan mohon jangan lagi diobok-obok lg lagi desa itu cukuplah sudah,” pintanya lagi.

Ke Sembilan warga Desa pungkat yang ditetapkan sebagai tersangka yakni, Samsuri, Muhammad Aini, Amronsyah, Dedi, Pauwadi, Usman, Yusrizal, Ahmad Junaidi dan Mistar. Kesembilan warga ini dituduhkan telah melakukan pelanggran pasal 170 KUHP dengan hukuman penjara maksimal 7 Tahun.

“Kita akan terus mendampingi hingga proses pengadilan. Pengadilan yang nantinya memutuskan bersalah atau tidaknya,” tandas Acang. (Ahmad Tarmizi)




Kuasa Hukum Masyarakat Pungkat : Penegak Hukum Jangan Tebang Pilih

22 warga yg telah diamankan di Mapolres InhilTembilahan (detikriau.org) – Kuasa hukum masyarakat Desa Pungkat, Zainuddin Acang, SH meminta agar kepolisian untuk tidak tebang pilih dalam menyelesaikan persoalan pertikaian antara masyarakat di Kecamatan gaung itu dengan PT Surya Agrindo Lestari (SAL)

Permintaan ini disampaikannya kepada awak media usai menemui 22 orang kliennya yang ditahan di Mapolres Inhil, rabu (6/8/2014).
Dikatakan pengacara yang lebih akrab disapa Acang ini mengaskan bahwa semua ini tidaklah sepenuhnya kesalahan masyarakat karena juga dilatarbelakangi penyerobotan lahan warga oleh pihak perusahaan dan persoalan inipun sudah disampaikan kepada aparatur pemerintah setempat.

“Apa yang dilakukan oleh aparat kepolisian hari ini adalah proses dari penegakan hukum, karena tidak bisa kita pungkiri disana telah terjadi pristiwa hukum. Namun kalau kita usut sebab musabab dari kejadian ini pastinya juga berkaitan dengan pelanggaran yang dilakukan pihak perusahaan,” Bela Acang
Perbuatan dengan tindakan pembakaran asset perusahaan oleh masyarakat menurutnya adalah puncak dari keputusasaan dalam memperjuangkan hak, karena sebelumnya mereka juga telah mengadukan permasalahan ini ke kepala desa, camat dan Bupati termasuk DPRD Inhil namun tidak juga berbuah penyelesaian.

“saya telah sampaikan kepada 22 warga pungkat ini untuk terus mengikuti proses hukum,” sambungnya.

Dikatakannya lagi, nanti malam, mereka akan diminta keterangan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

“Yang tidak bersalah besok akan dibebaskan, sedangkan yang terlibat dalam tindakan pembakaran asset perusahaan, mau tidak mau dan suka tidak suka mereka harus ikuti proses hukum lebih lanjut,” Tandasnya. (Ahmad Tarmizi)




Warga Pinta Pemkab Inhil Gesa Perbaikan Kerusakan Sejumlah Badan Jalan

Tembilahan (detikriau.org) – Warga berharap pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir untuk segera melakukan perbaikan sejumlah kerusakan ruas jalan dalam kota Tembilahan. Kerusakan ruas jalan ini menimbulkan kesan kumuh dan cenderung rawan menjadi penyebab timbulnya kecelakaan lalu lintas.

Berdasarkan penuturan ujang (41), warga jalan Batang Tuaka Tembilahan, kerusakan badan jalan semakin mengganggu aktifitas masyarakat. Bahkan akibat kerusakan ini, bukan satu dua kali pengendara terperosok dan terjatuh.

“bukan pemandangan aneh jika melihat pengendara terperosok dan terjatuh, kerusakan badan jalan seperti di jalan Batang tuaka, tepatnya di depan Hotel Grand Tembilahan cukup parah, untuk melaluinya pengendara harus ektra hati-hati jika tidak ingin terjatuh,” Sampaikan Ujang.

Bukan hanya menyebabkan terjatuh, bahkan akibat ruas jalan berlubang dan digenangi air ini, ia juga mengaku sempat menyaksikan pengendara kendaraan roda dua cekcok dan hampir terlibat baku hantam. Saat itu ia menyaksikan salah seorang pengendara memacu kendaraan dan tidak memperhatikan lubang jalanan, akibatnya roda kendaraan terperosok dan sontak air yang mengenangi lobang jalan mucrat dan mengenai pengendara yang berhampiran dengannya.

Tidak terima, pengendara yang terlihat kemeja putihnya dipenuhi lumpur itu naik pitam dan seketika menghentikan pengendara tersebut dan terlibat pertengkaran mulut yang berujung aksi saling dorong. Untung saja saat itu menurut ujang persoalan ini bisa ditengahi oleh warga sekitar.
Lain ujang lain pula yang disampaikan Tony warga jalan H Sadri Tembilahan. Ia juga menyebutkan disepanjang ruas jalan padat lalu lintas dalam kota Tembilahan itu kerusakan badan jalan juga sudah terasa sangat mengganggu. Ia juga berharap kondisi ini segera mendapatkan perhatian pemerintah dengan melakukan perbaikan secepatnya.

“Sekarang sudah memasuki bulan Agustus dan sampai sat ini kita belum melihat adanya upaya perbaikan oleh pemerintah. Kasihan masyarakat jika kondisi jalan seperti ini,” Ujar Tony

Dikatakan Tony, kerusakan sejumlah ruas jalan dalam kota Tembilahan yang sudah sangat mengganggu kenyamanan berlalu lintas ini sepantasnya segera dilakukan perbaikan. Apalgi tidak lama lagi kota Tembilahan akan menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Riau.
“Jangan nanti akibat banyaknya kerusakan ruas jalan, bukannya kesan baik yang didapatkan tetapi malah cemoohan dari tamu Kabupaten lainnya yang datang ke Inhil,” Tandas Tony.

Berdasarkan pantauan lapangan, dalam beberapa waktu belakangan cukup banyak ruas jalan yang mengalami kerusakan. Beberapa ruas jalan ini diantaranya adalah beberapa bagian ruas jalan sepanjang jalan Baharuddin Jusuf, Jalan Batang Tuaka, Jl kartini, Jl H Said, Jl H Sadri, Jl H Abd Manaf, jalan Pendidikan, Jalan Sapta Marga, Jalan Mandala, Jalan H khalidi (dulu lr Garam), jalan Palembang, jl Sutan Syarif Qasim, Jalan Kayu Jati serta sejumlah kerusakan ruas jalan lingkungan warga lainnya di dalam kota Tembilahan lainnya. (dro)




Dr Saut Pakpahan: Vaksin TT Belum dipasok Depkes RI

Gambar ilustrasi pemberian suntikan vaksin TT pada ibu hamil
Gambar ilustrasi pemberian suntikan vaksin TT pada ibu hamil

Tembilahan (detikriau.org) – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hilir membenarkan bahwa persediaan vaksin Tetanus Toksoid (TT) saat ini dalam keadaan kosong. Ketiadaan Vaksin yang digunakan untuk pencegahan terhadap tetanus dan perlindungan terhadap tetanus neonatorum pada wanita usia subur ini disebabkan Diskes Inhil belum mendapatkan pasokan dari Departemen Kesehatan (Depkes) RI.

Menurut kadiskes Inhil, melalui Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan, dr Saut Pakpahan, rabu (6/8/2014) melalui sambungan selularnya, Vaksin TT tidak diperjualbelikan secara bebas dan pengadaannya dilakukan satu pintu melalui Depkes RI.

“Karena memang tidak diperdagangkan secara bebas, tentunya pembelian tidak bisa kita lakukan sendiri. Seluruh pasokan dilakukan satu pintu melalui Depkes RI,” Ujar dr Saut pakpahan

Menurut informasi yang diterima, dr saut menambahkan bahwa keterlambatan ini disebabkan terjadinya gonjang-ganjing masalah penganggaran untuk Depkes di DPR RI. Namun persoalan itu menurutnya sudah selesai dan diperkirakan dalam bulan agustus ini juga pasokan vaksin tersebut akan kembali masuk.

Sebelumnya, salah seorang warga inhil, chiro kirana azam mengeluhkan akan kosongnya vaksin TT saat membawa istrinya di Puskesmas. Menurut Chiro, petugas kesehatan di puskesmas menyatakan vaksin TT sudah tidak ada lagi sejak sebelum bulan ramadhan. Ia berharap kondisi ini agar segera mendapatkan perhatian khususnya Dinas Kesehatan Inhil.(dro)




Tepis Kesan Bela Si “Kuat”, MPI Pinta Polisi Kedepankan Sikap Persuasif dan Adil

“Terkait Penanganan Kasus Pembakaran Alat Berat PT SAL Oleh Warga Desa Pungkat” —–

Jubir MPI, Tengku Suhandri
Jubir MPI, Tengku Suhandri

Tembilahan (detikriau.org) – Juru bicara aktivis masyarakat peduli inhil (MPI), Tengku Suhandri meminta agar aparat kepolisian lebih mengedepankan tindakan persuasive dan adil dalam upaya menyelesaikan persoalan hukum terkait pembakaran alat berat milik PT Setia Agrindo Lestari (SAL) oleh masyarakat Desa Pungkat.

Permintaan ini disampaikannya melalui sambungan telepon selularnya kepada detikriau.org, rabu (6/8/2014). Menurut aktivis yang akrab dengan panggilan comel ini, ia cukup menyesalkan akan informasi yang diterimanya terkait tindakan aparat kepolisian dengan sikap terkesan arogan dengan melakukan pembobolan paksa rumah penduduk dalam upaya mengamankan sejumlah masyarakat yang diduga terlibat dalam tindakan pembakaran alat berat tersebut.

“Jika informasi yang saya terima ini benar, pastinya saya cukup menyesalkan. Bahkan katanya disalah satu rumah warga yang sedang melaksanakan hajatan, petugas satuan brimob sempat masuk memeriksa ke kamar pengantin. Intinya jangan ada kesan arogan, bukankah bisa dilakukan dengan tindakan yang lebih arif karena masyarakat setahu saya cukup cooperatif,” Ujar comel yang mengaku saat itu dirinya sedang berada di Pekanbaru

Tindakan santun dari aparat keamanan dikatakan comel setidaknya juga dapat menepis kesan keberpihakan pengayom masyarakat kepada si kuat (pengusaha. Red). Comel meyakini kepolisian polres inhil pastinya menjunjung tinggi hukum dengan lebih mengedepankan penanganan yang lebih manusiawi.

Untuk sekedar meningatkan, protes warga terkait aktivitas pt sal yang berujung tindakan anarkis pembakaran 6 alat berat dan 3 lainnya dirusak ini terjadi pada selasa (17/6/2014) yang lalu sekira pukul 10.00 Wib

Kala itu, ratusan warga bergerak dari pusat Desa Pungkat dengan menggunakan pompong langsung menuju lokasi keberadaan alat berat yang selama ini bekerja di kawasan hutan setempat.

Setibanya di lokasi, massa dikabarkan langsung membakar alat berat milik perusahaan perkebunan sawit anak perusahaan PT Surya Dumai Group ini.(dro)




Bakar Alat Berat PT SAL, Kepolisian Amankan 22 Warga Desa Pungkat

aparat kepolisian saat mengamankan puluhan warga desa pungkat. rabu, 6 agustus 2014
aparat kepolisian saat mengamankan puluhan warga desa pungkat. rabu, 6 agustus 2014

Tembilahan (detikriau.org) – Kepolisian Polres Inhil hingga saat ini mengamankan sebanyak 22 orang warga Desa pungkat. Tindakan pengamanan ini dilakukan dengan upaya jemput paksa oleh ratusan personil brimob polda riau dan polres inhil terkait pembakaran alat berat milik PT Setia Agrindo Lestari (SAL) oleh warga beberapa waktu lalu.

Berdasarkan informasi sumber detikriau.org, Ratusan personil dari Brimob Polda Riau dan Polres Inhil didampingi personil satpol pp Inhil berangkat dari kota Tembilahan pada Selasa (6/8/14) malam.

Pagi harinya, rabu (6/8/2014) mereka bergerak melakukan jemput paksa terhadap sejumlah warga.

Setelah dilakukang penangkapan, puluhan warga kemudian dibawa ke Desa Belantaraya Kecamatan Gaung untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK MSI ketika dikomfirmasi enggan memberikan penjelasan rinci. Menurutnya, penjelasan akan diberikan esok, kamis (7/8/2014) dalam konfrensi pers di mapolres Inhil.

“Besok kita jumpa pers. Saat ini saya masih di TKP,” jawab Kapolres.
Hingga berita ini dirilis, detikriau.org belum berhasil mendapatkan nama-nama 22 warga desa pungkat yang diamankan di Mapolres Inhil. (ahmad tarmizi)