Kakansatpol Inhil Ingatkan Selambatnya Tanggal 8 September Pujasera Sudah Bersih

indexTembilahan (detikriau.org) –  Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Indragiri Hilir meminta agar pedagang pusat jajanan selera rakyat (pujaser) jalan Kapten Muchtar Tembilahan untuk melakukan pembongkaran lapaknya selambatnya tanggal 8 September 2014 mendatang.

“Ketetapan ini berdasarkan hasil pertemuan satpol pp dengan disperindag inhil tanggal 13 agustus yang lalu dan sudah disampaikan kepada pedagang pujasera,” Ujar Kaknsatpol Inhil, TM Syaifullah.

Menurutnya pembongkaran akan dilakukan pihaknya apabila sampai batas akhir yang telah ditetapkan tersebut tidak diindahkan oleh para pedagang yang berjualan diwilayah lokasi Puja Sera

“Jika selamatnya tanggal 8 belum dibongkar, baru kita yang lakukan pembongkaran,” Paparnya.

Untuk diketahui, Puja Sera tersebut akan dipindahkan kelokasi yang baru yaitu dijalan Soebrantas Tembilahan. (Ahmad Tarmizi)




Api Sedikitnya Hanguskan 3 Unit Rumah Penduduk Jalan Prof M Yamin Tembilahan

DSC_0136Tembilahan (detikriau.org) – Amukan api kembali terjadi. Sedikitnya tiga unit rumah pemukiman penduduk di jalan prof M Yamin Gang KPU Kecamatan Tembilahan kota hangus. Hingga berita ini dirilis ini api masih belum bisa dipadamkan, sumber api dan kerugian belum bisa ditaksir.

Berdasarkan keterangan dari salah seorang korban, Julianto, saat kejadian rumah sedang keadaan kosong. Kejadian diketahuinya berdasarkan informasi yang disampaikan dari tetangga akan kebakaran yang terjadi di rumahnya.

“Ketika saya tiba dirumah, api sudah membakar hampir diseluruh bagian rumah. Tidak ada barang yang bisa diselamatkan selain satu buah kendaraan roda empat jenis sedan yang berhasil diselamatkan warga setempat,” Ujar guru SMA 1 Kecamatan Tembilahan Hulu ini dengan nada suara sabar

Pengakuan Julianto, sebelum kejadian, listrik dilingkungan kediamannya mendapatkan giliran pemadaman. Informasi yang diterimanya dari salah seorang tetangga yang ikut menyelamatkan mobilnya, sesaat sebelum diketahuinya kobaran api, saat listrik hidup, terdengar semacam suara letupan dari arah rumahnya, tidak berselang lama, apipun membesar.

“Ini informasi yang saya terima. Api terlihat pertama kali terjadi sekira pukul 21.00 wib. saya juga sedang tidak berada dirumah. Yang jelas, disamping rumah kediaman saya, rumah tetangga saya jauhar (2 unit) juga ikut terbakar.” Tandasnya.

Hingga berita ini dirilis detikriau.org belum mendapatkan keterengan resmi dari pihak kepolisian. (dro)




Peringatan Hari Pramuka Diminta Tidak Sebatas Kegiatan Seremonial

Hidayat Hamid
Hidayat Hamid

Tembilahan (detikriau.org) – Pembina Pramuka gudep 003-004 STAI Auliaurrasyidin Tembilahan, Hidayat hamid berharap agar Peringatan Hari Pramuka ke 53 tahun 2014 tidak hanya sebatas kegiatan seremonial, namun harus diiringi dengan tindakan nyata dari Pemkab Inhil melalui kwartir cabang gerakan pramuka Inhil dalam menerapkan tema nasional hari pramuka yakni memantapkan pembentukan karakter kaum muda melalui gugus depan terakreditasi’.

“tindakan nyata itu tentu dengan mengimplementasikan undang-undang pemerintah yang termasuk dalam kurikulum2013 bahwa gerakan pramuka menjadi ekstrakurikuler wajib dan menjadi pelajaran muatan lokal disetiap sekolah di semua tingkatan,” kata Hidayat
Hamid, Senin (18/8/2014).

Menurutnya, saat ini masih ada beberapa sekolah di Kabupaten Inhil yang tidak aktif dalam kegiatan kepramukaan. Ini yang harus menjadi perhatian penting dari Kwartir cabang gerakan pramuka Inhil untuk memberikan pemahaman dan pembinaan agar setiap sekolah bisa mengikuti kegiatan kepramukaan.

“Jangan sampai program tinggal program tanpa realisasi yang jelas. Di era pemerintahan sebelumnya juga telah dilakukan pencanangan untuk menjadikan Kabupaten Inhil sebagai kabupaten Pramuka, sayang sudah delapan tahun tidak terlihat gerakan tersebut sampai kegugus depan,” katanya.

Selain itu, Hidayat Hamid juga berharap kedepannya pada peringatan Hari Pramuka di Kabupaten Inhil, selain adanya Reward/penghargaan untuk para pembina pramuka, juga ada penghargaan untuk peserta didik, seperti Penghargaan Pramuka Garuda yang menjadi penghargaan tertinggi bagi peserta didik guna memotivasi mereka agar lebih aktif latihan di gudepnya masing-masing.

“Di Pramuka Inhil sudah 13 tahun tidak pernah ada penghargaan bagi peserta didik tersebut. Kalaupun tentang pemberian penghargaan dikembalikan kepihak sekolah, seharusnya ada komunikasi aktif dari Kwartir Cabang kepada pihak sekolah karena selama ini hal tersebut tidak berjalan,” tandasnya (Ahmad Tarmizi)




MPI: Tim Pemkab Inhil Terkesan Sembunyikan Fakta Kondisi Pungkat

desgelTembilahan (detikriau.org) – Masyarakat Perduli Inhil (MPI) menyayangkan pernyataan pihak Pemkab Inhil dan Upika Gaung yang terkesan menyembunyikan fakta sebenarnya kondisi warga Desa Pungkat saat ini.

“Ada kesan untuk menyembunyikan fakta sebenarnya kondisi warga Desa Pungkat,” Sampaikan Jubir MPI, Tengku Suhandri, Minggu (17/8).

Menurut pria yang akrab dengan panggilan Comel ini, didasarkan fakta yang ditemui PWI Inhil, KNPI dan MPI serta elemen lainnya dilapangan sangat jelas warga dalam kondisi trauma dan banyak  warga yang tidak berani untuk pulang ke desa sejak kejadian itu. Hal ini dapat dibuktikan dari pengakuan langsung warga dan dokumentasi yang dimiliki saat mereka turun ke lapangan.

“jauh hari sebelum tim Pemkab Inhil sampai ke Pungkat, kami sudah lebih dahulu sampai disana dan melihat, mendengarkan termasuk mendokumentasikan kondisi di lapangan. Mereka hanya datang sebentar dan kemudian berphoto dengan siswa SDN 005 hanya sekedar untuk menunjukkan desa ini kondusif, padahal kondisinya sebaliknya,” sesal Comel.

Yang lebih tidak benar lagi menurutnya, Tim Pemkab Inhil dan Upika Kecamatan malah menyatakan informasi yang disampaikan masyarakat yang peduli pungkat sebagai informasi yang tidak benar. Padahal justru kita menangkap bahwa mereka terkesan berupaya menyembunyikan fakta sebenarnya.

Lambannya tindakan yang diambil oleh tim Pemkab Inhil yang dipimpin Asisten I Darussalam menurutnya juga disayangkan banyak kalangan, karena mereka baru tiba di lokasi satu minggu pasca kejadian, dengan alasan takut datang kesana.

“Ada apa sampai aparat pemerintahan sampai takut turun ke daerah yang jelas-jelas adalah warganya, ini menimbulkan pertanyaan besar bagi kita. Tapi yang jelas ini adalah sebuah sikap lalai dan tidak bertanggungjawab,” kecam Ketua LSM PERAN Inhil, Firmansyah.

Ditambahkan Firman, saat kedatangan mereka bersama pengurus PWI Inhil, KNPI Inhil warga secara beramai-ramai menceritakan kondisi mereka yang resah dan trauma, tanpa adanya solusi dan penanganan segera Pemkab Inhil.

“Ketika kami turun ke lokasi, semua warga desa menyampaikan bahwa tidak satupun aparat pemerintahan yang turun pasca kejadian jemput paksa, baik aparat desa, kecamatan apalagi dari Pemerintah Kabupaten,“ beber Firman (Ahmad Tarmizi)




Dandim 0314 Inhil Pimpin Apel Kehormatan dan Renungan Suci

 

Foto: Syahrul Badrin, Humas Pemkab Inhil
Foto: Syahrul Badrin, Humas Pemkab Inhil

Tembilahan (detikriau.org) – Dandim 0314 Inhil, Letkol Inf Firalta Paksana Tarigan memimpin apel kehormatan dan renungan suci di Taman Makan Pahlawan Yudha Bakti Jalan Lintas Provinsi Parit VI Kecamatan Tembilahan hulu, Ahad (17/8) dini hari. Acara ini digelar dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-69 Kemerdekaan RI.

Acara yang berlangsung mulai pukul 00.00 WIB itu juga dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Inhil, Ketua DPRD, Kapolres Inhil, Muspida, Sekdakab Inhil, Kepala SKPD, personil TNI dan Polri serta pramuka dan Mahasiswa.

Apel Kehormatan dan Renungan Suci tersebut diisi dengan pernyataan singkat Dandim 0314 Inhil selaku Inspektur Upacara mengenai penghormatan terhadap para pejuang dan pahlawan terutama yang berada di TMP Yudha Bakti ini atas pengorbanan jiwa dan raga demi membela Tanah Air serta janji untuk meneruskan perjuangan.

Apel kehormatan dan renungan suci diakhiri dengan penghormatan terhadap seluruh arwah pahlawan yang telah membela dan berjuang bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bupati Inhil, HM Wardan usai renungan suci menyatakan bahwa apa yang dilaksanakan pada malam hari ini merupakan rangkaian acara peringatan HUT RI Ke 69 yang dimaksudkan untuk mendoakan arwah para pahlawan Indonesia dimanapun berada terlebih utama Pahlawan yang telah dimakamkan di TMP Yudha Bakti ini.

“Semoga arwah pejuang kita ini mendapatkan tempat yang layak disisi Allah sesuai dengan amal dan perbuatannya,” Do’a Bupati

Dalam kesempatan ini tak lupa Bupati juga menyampaikan harapannya agar seluruh rangkaian kegiatan dalam memperingati hari lahirnya Bangsa dan Negara Indonesia khususnya yang diselelnggarakan di Kabupaten Inhil dapat terlaksana dengan lancar dan sukses(rul)




Polres Inhil Diancam Aksi Boikot serta Pelaporan ke Komnas HAM dan KOMPOLNAS

Aksi Massa HMI mneuntut penyelesaian kasus Desa Pungkat kemaren di Tembilahan
Aksi Massa HMI mneuntut penyelesaian kasus Desa Pungkat kemaren di Tembilahan

Tembilahan (detikriau.org) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Indragiri Hilir menyerukan aksi pemboikotan pemberitaan kegiatan Polres Inhil. Langkah ini diambil sebagai bentuk keprihatinan atas dugaan terjadinya pelanggaran kemanusiaan yang dilakukan petugas kepolisian dalam aksi jemput paksa puluhan warga Desa Pungkat, 6 Agustus 2014 yang lalu.

Pernyataan itu disampaikan secara resmi oleh Ketua PWI Inhil M Yusuf, di damping Wakil Ketua KNPI Hidayat Hamid, serta Ketua LSM PERAN Firmansyah, dalam konfrensi persnya di kantor PWI Inhil jalan Baharuddin Jusuf Kecamatan Tembilahan Hulu, Jumat, (15/8).

“Sebagai bentuk solidaritas, saya berharap rekan-rekan pers lainnya diluar oragnisasi PWI juga bersedia ikut berpartisipasi,” Pinta Yusuf

Lebih jauh dijelaskannya, indikasi pelanggaran Protap dapat dilihat saat aksi penggerebekan yang dilakukan oleh satuan Brimob dengan tidak memperlihatkan surat penangkapan dan surat penggeledahan rumah warga.  Meski sudah ada penjelasan dari warga tentang kondisi rumah yang dalam keadaan kosong, Brimob tetap mendobrak paksa rumah warga yang sudah ditinggalkan penghuninya untuk mengungsi.

“Keterangan kepolisian sebelumnya bahwa aksi pengeledahan rumah warga didampingi aparat desa setempat. Fakta yang kita temukan justru terbalik. Saat kejadian, Kepala Desa sedang tidak berada di tempat dan sekdes juga kita dapatkan informasi sudah meninggalkan lokasi bersama warga lainnya untuk menghindari pengejaran petugas.”Tambah Yusuf

Bahkan dalam kunjungan langsung di Desa Pungkat, Yusuf juga menyatakan bahwa pihak mereka menemukan tindakan intimidasi dan pengancaman terhadap warga yang dilakukan petugas. Salah seorang ibu dikatakan mendapat todongan senjata tajam dibagian kepala agar menunjukkan keberadaan suaminya.

Tidak cukup sampai disitu, warga yang dalam kondisi sakit dan lanjut usia juga diseret kelapangan dan dikumpulkan dengan warga lainnya untuk dilakukan interogasi.

“Kita juga menyampaikan laporan ini kepada Komnas HAM dan Kompolnas serta mendesak Pmkab Inhil untuk bersikap tegas menyelesaikan konflik antara warga dengan pihak perusahaan. (Ahmad tarmizi)