Dinsos Inhil Belum Temukan Keluarga Rizki

Muhammad Rizki (9 Tahun)
Muhammad Rizki (9 Tahun)

Tembilahan (detikriau.org) – Hingga hari ini, Dinsos Inhil mengaku belum menemukan siapa keluarga M Rizki, bocah terlantar yang ditemukan masyarakat kecamatan Tembilahan Hulu beberapa hari yang lalu.

Kepala Dinas Sosial Inhil, Rasyid MP melalui Kabid Kesosialan Burhan nyatakan pihaknya masih terus berupaya menemukan secara pasti siapa pihak keluarga Rizki.

“memang ada yang datang dan mengaku kenal dan nyatakan keluarganya rizki. Tapi bagaimana kita bisa percaya kalau rizki sendiri telihat merasa asing,” sampaikan Burhan kepada detikriau.org di Tembilahan, kamis (28/8/2014)

Hingga saat ini, ditambahkan Burhan, Dinsos terus melakukan upaya untuk menemukan keluarga Rizki. Seperti diantaranya melakukan publikasi media termasuk menghubungi pihak Dinas Sosial di pariman Provinsi Sumbar sebagaimana disampaikan Rizki dimana ia berasal.

“Yang jelas sampai hari ini ia masih terlihat trauma dan sulit diajak bicara,” Tandas Burhan.(dro)

 

http://detikriau.org/2014/08/26/ditemukan-terlantar-rizki-ngakunya-di-culik/




26 Tahun Berdiri, SD di Tempuling Masih Minim Tenaga Guru

Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi

Tembilahan (detikriau.org) – Sekolah Dasar Negri (SDN) 029 Parit Sungai Serang Kecamatan Tempuling hingga hari ini masih minim tenaga pengajar. Untuk memperlancar jalannya proses belajar mengajar, Kepala sekolah dan 3 tenaga honorer terpaksa bertugas sebagai guru kelas.

“Saya terpaksa merangkap tugas sebagai guru agar proses pendidikan disekolah ini dapat berjalan termasuk urusan tata usaha saya tangani sendiri,” Ujar Kepala Sekolah, Sartono kepada awak media kemaren

Dengan 96 orang murid yang terbagi dalam 4 ruang belajar (rumbel), SD 029 Parit Sungai Serang hanya memiliki 3 orang tenaga honor, 2 orang tamatan SMA dan 1 orang lainnya hanya berijajah paket C.

Ditambahkan Sartono, kekurangan tenaga pengajar disekolah dasar ini bukan hanya terjadi baru-baru ini saja tetapi sudah terjadi sejak sekolah pertama kali didirikan tahun 1986 dan beroperasional tahun 1988 yang lalu. Namun ia menegaskan meskipun kekurangan tenaga guru, proses belajar mengajar masih dapat berjalan dengan cukup baik.

Terkait persoalan ini, kepala Dinas pendidkan Inhil, Helmi D melalui kabid Dikdas dan PLB Suhaimi Eka mengakui bahwa pemerataan guru dinilainya memang masih sangat kurang. Tetapi dengan pemberlakukan kebijakan pusat terkait sertifikasi guru harus 24 jam, maka sekolah yang memiliki tenaga pengajar penuh terpaksa harus mencari tempat mengajar kesekolah lainnya untuk memenuhi batas mengajar yang disyaratkan.

“Saat ini dinas sedang membenahi hal ini agar nantinya tidak ada lagi sekolah yang kekurangan tenaga guru sementara sekolah lainnya justru kelebihan,” Ujarnya. (*)




Ditemukan Terlantar, Rizki Ngakunya di Culik

Muhammad Rizki (9 Tahun)
Muhammad Rizki (9 Tahun)

Tembilahan (detikriau.org) – Diduga diculik, Muhammad Riski (9) asal Pariaman Sumatra Barat mengalami trauma, awalnya rizki ditemukan oleh warga dijalan Lintas Provinsi parit 1 Kecamatan Tembilahan Hulu Kabupaten Inhil pada hari Ahad (24/8/14) sekira pukul 23.00 wib.

Pada surat keterangan yang dikeluarkan oleh polsek Tembilahan Hulu kepada Dinsos, Rizki hanya ditetapkan berstatus terlantar, namun menurut keterangan yang disampaikan Rizki kepada detikriau.org Selasa (26/8/14), ia mengaku diculik oleh 4 orang laki-laki pada jum’at (22/8/2014) saat dirinya berada disalah satu mushola yang tidak jauh dari rumahnya yang berdekatan dengan rumah makan Lubak Salero. Ia tergiur untuk ikut karena dijanjikan akan dibelikan sepeda.

“Saat itu main dekat mushola terus dipaksa naik mobil dengan janji akan dibelikan sepeda”, Sebutnya dengan wajah kaku

Dalam perjalanan menuju kota Tembilahan, tepatnya diparit 1 di Kecamatan Tembilahan hulu, Rizki mengaku ia melompat dari mobil sejenis dum truk berwarna kuning yang membawanya bersama seorang anak lainnya. Namun Rizki juga mengaku tidak mengenal dan mengetahui siapa nama anak yang ikut melompat menyelamatkan diri bersama dirinya yang kala itu melompat kearah air. “Selain kami berdua yang melompat menyelamatkan diri, setahu saya masih ada sekitar 18 anak lainnya di dalam kendaraan itu,” Akui Rizki

Sayangnya Rizki yang mengaku tinggal bersama neneknya di Pariaman tersebut tidak mengetahui siapa nama neneknya termasuk kedua orang tuanya, namun ia hanya mengatakan kedua orang tuanya telah lama berpisah (cerai)

Sementara itu Syaiful Kelana salah satu Kabid di Dinas Sosial (Dinsos) Inhil mengatakan bahwa pihaknya akan mencari tahu alamat pasti Rizki. Jika sudah diketahui Dinsos akan segera memulangkan kepada keluarganya. Namun dengan kondisi Rizki yang masih dalam keadaan trauma akan kejadian yang menimpanya tersebut, pihak Dinsos kesulitan untuk mencari tahu alamat yang bersangkutan karena Rizki banyak diam saat ditanyakan

“Untuk sementara terpaksa Rizki kita rawat dulu hingga didapatkan informasi pasti tetang dirinya termasuk alamat keluarga. Kita juga menghimbau kepada masyarakat yang kebetulan mengenali anak ini untuk memberikan informasi,” Pinta Syaiful.(Ahmad tarmizi)




Dandrem 031 WB lakukan Kunker di Kab Inhil

 

Dandrem 031 WB diterima Wabup Inhil dikediaman Bupati Inhil. Foto: Syahrul Badrin, Humas Pemkab Inhil
Dandrem 031 WB diterima Wabup Inhil dikediaman Bupati Inhil. Foto: Syahrul Badrin, Humas Pemkab Inhil

Tembilahan (detikriau.org) – Danrem 031 Wirabima, Brigjen Priadi Agus Irianto melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Indragiri Hilir.

Kepada detikriau.org disela kunjungannya, Danrem menyatakan bahwa kedatangannya kali ini sejalan dengan tugas pokok TNI dalam menjaga kedaulatan Negara.

“penjabarannya, secara rutin kita selalu melakukan pantauan keamanan terutama terhadap pulau-pulau terluar. Dalam setiap waktu saya selalu lakukan hal itu dan kali ini kebagian selatan Provinsi Riau hingga ke Tembilahan,” Ujar Dandrem 031 WB, Brigjen Priadi Agus Irianto di damping Dandim 0314 Inhil, Letkol Inf FP Tarigan, Jum’at (22/8/2014)

Didampingi Dandim 0314 Inhil, Danrem 031 WB saat memantau kesiapan prajurit TNI yang bertugas di Kecamatan Kateman. Foto: Syahrul Badrin
Didampingi Dandim 0314 Inhil, Danrem 031 WB saat memantau kesiapan prajurit TNI yang bertugas di Kecamatan Kateman. Foto: Syahrul Badrin

Setibanya di Tembilahan, Dandrem juga berkesempatan melakukan silaturahmi dengan Pemkab Inhil yang kala itu diterima oleh Wakil Bupati Inhil, H Rosman Malomo dikediaman Bupati Inhil. Dalam kesempatan itu, Wabup didampingi Asisten I dan II Setdakab Inhil terlihat saling beramah tamah.

Usainya, Dandrem bersama rombongan bertolak melanjutkan kunjungan kerja ke Kecamatan kateman.(dro/rul)




Bela Masyarakat, PWI Inhil Dirikan “Rumah Aspirasi dan Perjuangan”

jumpa pers kantor PWI Inhil tentang pendirian Rumah Aspirasi dan PerjuanganTembilahan (detikriau.org) – (PWI) Inhil mendirikan ‘Rumah Aspirasi dan Perjuangan’. Ide ini dimaksudkan untuk menampung dan memperjuangkan berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat.

“Pendirian Rumah Aspirasi dan Perjuangan ini sebagai bentuk respons dan kepedulian kalangan wartawan di Inhil, khususnya yang tergabung dalam PWI Kabupaten Inhil dalam mengakomodir berbagai aspirasi dan memperjuangkan kepentingan masyarakat,” ungkap Ketua PWI Kabupaten Inhil, Muhammad Yusuf didampingi Sekretaris, Maryanto dalam konferensi pers di Kantor PWI Jalan Telaga Biru Tembilahan, Kamis (21/8).

Menurutnya, berdirinya Rumah Aspirasi dan Perjuangan ini sejalan dengan peranan pers sebagaimana termaktub dalam Pasal 6 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yakni dalam upaya menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong terwujudnya supremasi hukum, dan Hak Asasi Manusia, serta menghormati kebhinekaan, mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan benar.

“Serta melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum dan memperjuangkan keadilan dan kebenaran,” ujar Yusuf.

Ia mempersilahakan masyarakat yang merasa memiliki permasalahan yang menyangkut kepentingan public untuk menyampaikannya langsung baik secara lisan dan tertulis ke Kantor PWI di Jalan Telaga Biru Nomor 71 Kelurahan Tembilahan Hulu, Kecamatan Tembilahan Hulu,” pungkasnya.(Ahmad Tarmizi)




LAM Riau Beri Simpati Kasus Pungkat

LAMRIAUTembilahan (detikriau.org) – Sengketa Lahan berujung tindak pidana di Desa Pungkat Kecamatan Gaung Kabupaten Inhil tidak hanya menarik simpati kalangan aktivis. Kali ini, Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau-pun tergerak hati.

Kepada awak media usai melakukan tinjauan ke DesaPungkat, Ketua LAM Riau, Marjohan Yusuf ditemui dipelataran pelabuhan rumah sakit Puri Husada Tembilahan meminta agar Pemkab Inhil serius menyikapi terjadinya peristiwa ini.

“Periksa hingga tuntas dan jelas sejauhmana kebenaran dan penyebab terjadinya persoalan ini. Jika ada aksi pastinya ada reaksi,” Ujar Marjohan Yusuf, selasa (19/8/2014) kemaren

Terkait adanya dua orang warga desa pungkat yang mengalami tekanan mental pasca kejadian itu, ia-nya berjanji untuk memberikan bantuan.

“memang ada dua orang warga yang kita temukan mengalami depresi berat. Untuknya, kita akan upayakan beri bantuan pengobatan. Jika tidak bisa sembuh di Inhil, kita akan rujuk ke Pekanbaru untuk mendapatkan penanganan yang lebih serius,” janjinya.(ahmad tarmizi)