2014, Pemkab Inhil Kembali Kucurkan 15 M Untuk Jembatan Enok

foto, net
foto, net

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Tahun Anggaran 2014, Pemkab Inhil kembali menganggarkan dana sebesar Rp 15 M untuk melanjutkan pembangunan jembatan Enok.

“Ya tahun ini kita sudah menganggarkan kembali Rp 15 M. Tahun depan Insya Allah, kita upayakan lebih besar agar pembangunanya cepat selesai,”kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Inhil, H Fauzar, kemarin.

Dengan segera selesainya pembangunan sarana tersebut, lanjut Fauzar, secara otomatis akan membuka isolasi daerah baik antar desa maupun kecamatan. Apalagi keberadaan Jembatan Enok, mampu menghubungkan beberapa kecamatan.

“Jembatan inikan letaknya cukup strategis. Dimana keberadaanya sudah sangat diharapkan masyarakat sejak lama. Kita yakin sarana ini akan mampu meningkatkan roda perekonomian masyarakat,”katanya.

Terhambatnya sebuah pembangunan memang kerap terjadi diberbagai daerah hanya karena masalah pendanaan. Apalagi jika bangunan yang dimaksud memerlukan dana yang besar. Persoalan itu jelas menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah.

“Medan kita cukup berat, sudah pasti pula akan banyak membutuhkan dana supaya akses-akses tersebut dapat terbuka. Namun pemerintah tetap akan berupaya keras mengentaskan kesulitan transpotasi hingga ke pedesaan.” Tandasnya (dro/*1)




Inhil Masih Minim Tenaga Penyuluh Pertanian

pplTEMBILAHAN (detikriau.org) – Jumlah tenaga penyuluh masih jauh dari mencukupi. Dari 236 Desa dan Kelurahan, Kabupaten Inhil baru memiliki sebanyak 154.

“Seharusnya kita masih membutuhkan banyak tambahan tenaga penyuluh. Untuk mensiasasti kekurangan, untuk satu orang penyuluh terpaksa diberitanggungjawab untuk dua Desa,”ujar Sekretaris Badan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Kabupaten Inhil, H Maizul, Senin (15/9).

Persoalan lainnya juga, dari 154 tenaga penyuluh yang ada, hanya 133 penyuluh yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sisanya hanya berstatus sebagai tenaga harian lepas.

Meski demikian BP2KP menurutnya tetap akan berupaya memaksimalkan seluruh potensi yang ada.(dro/*1)




JCH Kabupaten Inhil Mulai Bergerak ke Mekkah

mekkah Mekkah (detikriau.org) – Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Indragiri Hilir, selesai mengerjakan ibadah solat arbain dan mulai bergerak ke Mekkah Almukaramah pada tanggal 12 September kemarin.

“Sebagian JCH sudah mulai bergerak menuju Mekkah,” kata Petugas Haji, Harun, melalui sambungan selularnya akhir pekan kemarin.

Di Mekkah JCH akan melakukan umrah wajib dengan mengambil miqat di Bir Ali, ditandai memakai pakaian ihram dan niat Umrah, serta rukun-rukun seperti tawaf, sa’I dan tahallul.

Adapun jadwal administrasi yang dilewati sebelum berangkat ke Mekkah, yakni persiapan dilakukan oleh Muassasah Maktab Indonesia, untuk pengecekan paspor yang dilakukan dua hari sebelumnya bersama ketua kloter untuk memastikan bahwa seluruh paspor dan dokumen JCH tak tertinggal.

Proses keberangkatan dimulai dengan sinkronisasi jadwal, karena pemberangkatan dari Madinah ke Mekkah ada mekanismenya. Hal-hal tersebut wajib untuk dilalui.(dro/*1)




Lakalantas, 1 Pengandera Sepeda Motor mengalami Patah Kaki

lakalantasKempas (detikriau.org) – Satu unit kendaraan roda 4 jenis Toyota Avanza, yang dikemudikan Sarwin (42) warga Tembilahan bertabrakan dengan satu unit sepeda motor yang dikendari Mendi (28) warga Rengat, Inhu di Jalan Provinsi Kecamatan Kempas, Kamis (11/9/2014) sekitar pukul 15.00 WIB.

Belum diketahui penyebab pasti terjadinya kecelakaan tersebut, namun berdasarkan keterangan beberapa orang saksi, Avanza yang datang dari arah Rengat menuju Tembilahan, mengambil jalan terlalu ketengah.

“Saat itu datang dari arah berlawanan melaju satu unit sepeda motor yang dikendarai Mendi. tabrakan pun tak dapat terhindakan. Akibat kejadian itu, Mendi, mengalami patah kaki dibagian sebelah kiri,”ungkap Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK MSi, melalui Kasat Lantas, AKP Ahmad Salmi, Jumat (12/9).

Lanjut Kasat Lantas, korban yang dalam kondisi terluka dan banyak mengeluarkan darah langsung dilarikan warga ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pematang Reba, Rengat Barat, Inhu. Sementara dua unit barang bukti sepeda motor dan mobil langsung diamankan petugas di kantor Polisi terdekat.

“Berdasarkan keterangan saksi yang sudah kami periksa, Sarwin mengemudikan kendaraannya terlalu ketengah. Sehingga saat berselisih dengan korban terjadi kecelakaan demikian,” paparnya.

Untuk saat ini kasus kecelakaan yang melibatkan sepeda motor dan kendaraan roda empat tersebut sudah ditangani Satlantas Polres Inhil.( dro/*1)




Api Hanguskan 9 Unit Pemukiman Penduduk di Pulau Palas

rumah warga terbakarTEMBILAHAN (detikriau.org) –9 unit rumah yang terletak di Jalan Provinsi, Parit 6 Simpang 3,  Pulau Palas, Kecamatan Tembilahan Hulu, hangus dilalap sijago merah, Kamis (11/9) sekira pukul 02.00 WIB.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK MSi, melalui Paur Humas Ipda Warno Akman, mengatakan saat kejadian warga sedang tertidur.

“Karena sebagai besar bangunan rumah terbuat dari kayu, maka api dengan cepat menjalar ke rumah-rumah korban lainya,” ujar Paur Humas, Kamis (11/9).

Ditambahkan Warno, Wawan Nopriadi, korban sekaligus saksi menceritakan saat kejadian ia sedang tertidur di ruang depan rumah. Tiba-tiba ia terbangun dan melihat api sudah membesar di bagian ruang tersebut.

“Korban langsung membangunkan orang tuanya, Jefri yang saat itu sedang tidur di dalam kamar. Bapak bangun ada api, rumah kita kebakaran,” kata Warno, menirukan keterangan korban sesaat sesudah kejadian.

Wawan dan orang tuanya berusaha keras memadamkan api, namun usaha itu tidak membuahkan hasil. api dengan cepat membakar bagian lain rumahnya. Bahkan kobaran api juga langsung menyebarang ke rumag-rumah tetangga sekitarnya.

Pihak polisi sendiri belum bisa menyebutkan asal api, sebab masih dalam penyelidikan. Kuat dugaan penyebab kebarakaran adanya hubungan arus pendek listrik. Namun semua itu belum bisa dinyatakan sebagai kesimpulan.

“Ini hanya sebatas dugaan. Finalnya nanti setelah adanya hasil pemeriksaan,” sambung Warno. menjelaskan.

Adapun 9 rumah korban yang terbakar adalah rumah milik Wawan Nopriadi, (27), Syamsuar (60), Bambang Supriadi (50), Basri (55), Hendri Yudin (45), Janet (70), Junaidi (50), Muhammad (40) dan Saniah (45).

Camat Tembilahan Hulu Doan Anggara, mengatakan saat ini para korban diungsikan ke rumah sanak keluarga dan tetangga. Sedangkan paramuda tempatan membantu para korban untuk mengumpulkan dana. (dro/*1)




di Duga bunuh Diri, Warga Sungai Perak Ditemukan Tergantung

gantungTEMBILAHAN (detikriau.org) –SF (32) warga Parit Cik Siti, Kelurahan Sungai Perak, Kecamatan Tembilahan, ditemui dalam keadaan posisi tergantung dan sudah tidak bernyawa, Rabu (10/9) sekitar pukul 07.30 WIB.

Menurut Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK MSi, melalui Kabag Ops, Kompol Kurnia Setyawan, peristiwa itu pertama kali diketahui oleh adik kandung korban Misnawati (28). Saat hendak mengantar roti, tiba-tiba saja ia melihat abangnnya sudah dalam keadan tergantung di ruang tengah rumah.

“Adik korban langsung berteriak meminta tolong. Teriakan itu jelas mengundang perhatian pihak keluarga dan warga sekitar,” kata Kompol Kurnia Setyawan.

Tanpa menunggu lama keluarga korban yang dibantu warga langsung menurunkan mayat korban. Setelah diperiksa, ternyata korban sudah tidak bernyawa lagi. Sedangkan sebahagian warga langsung memberi tahukan persoalan itu kepada aparat kepolisian.

“Korban kita bawa ke RSUD Puri Husada untuk dilakukan visum. Hasilnya terdapat luka jerat dibagian leher dan tak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik lainya. Kuat dugaan korban murni gantung diri,”jelasnya.

Setelah visum dan pemeriksaan medis dilakukan, mayat korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dikebumikan sebagaimana lazimnya. Adapun motiv dari gantung diri masih dalam penyelidikan oleh pihak berwajib.

“apa motiv yang menyebabkan korban nekat mengakhiri hidup dengan cara menggantung diri masih dalam penyelidikan,”Tandasnya.(dro/*1).