Siswi SMKN 2 Kesurupan. Sekolah datangkan Orang Pintar

siswa-kesurupan_01TEMBILAHAN (detikriau.org) – Salah seorang siswi SMKN 2 Tembilahan mengalami kesurupan, Selasa (14/10) sekitar pukul 08.30 WIB.

Dikatakan salah seorang guru, Janinuri, kejadian itu tidak berlangsung lama. Memberikan penolongan, pihak sekolah mendatangkan orang pandai. “ Sekarang sudah kemabali normal.” Ujarnya, selasa (14/10/2014)

Kepala SMKN 2 Tembilahan, Sufriadi, juga membenarkan terjadi kesurupan terhadap satu orang pelajar. Meski demikian, kegiatan belajar mengajar tidak sampai terganggu.

“Kami akan meningkatkan pengajian dan tadurus. Minimal seminggu sekali, yakni tiap hari Jumat. Sebelum belajar siswa dan siswi diwajibkan untuk  membaca Yasin bersama-sama dihalaman sekolah, khusus bagi yang Muslim,” tegasnya.

Sufriadi, mengakui kejadian demikian juga pernah terjadi beberapa tahun silam. Ia berharpa kejadian serupa tidak sampai terjadi lagi dimassa-massa mendatang.(dro)




Tim Yustisi Tertipkan Lapak Liar Seputaran Jalan Yos Sudarso

DSC_0232Tembilahan (detikriau.org) – Tim gabungan dari Satpol PP, Polres Inhil, Dishub dan Disperindag Inhil melakukan penertiban pedagang diseputaran jalan Yos Sudarso Tembilahan. Penertiban pedagang ini dilakukan kepada pedagang yang memanfaatkan badan jalan sebagai lokasi berjualan. Senin (13/10/2014)

Pantauan lapangan detikriau.org, tim gabungan melakukan penertiban lapak pedagang disepanjang jalan Yos Sudarso, Jalan Pasar Tengah dan beberapa gang penghubung menuju jalan Yos Sudarso.

Dilokasi, lapak-lapak pedagang yang biasanya memenuhi sepanjang ruas jalan di pasar terbesar di Kota Tembilahan ini sudah tampak lengang. Dibeberapa lokasi hanya terlihat beberapa tumpukan material kayu dan dikemas oleh beberapa masyarakat untuk diangkut mempergunakan kendaraan kayuh roda tiga.

“Sebelum penertiban hari ini, kita sudah membongkar sendiri. Hanya sebahagian kecil saja yang masih ada yang hari ini ditertibakan tim yustisi,” Ujar salah seorang pedangang, Ujang kepada detikriau.org dilokasi.

Menurut Ujang yang mengaku sudah berdagang selama puluhan tahun dilokasi pasar ini, secara pribadi ia sangat mendukung upaya pemerintah untuk melakukan penertiban. Apalagi tujuan semua ini menurutnya dalam rangka menjadikan kota Tembilahan menjadi kota bersih dan indah. Hanya saja ia meminta agar pemerintah dapat memberikan jaminan wadah relokasi baru untuk mereka dapat kembali mengais rezky

“Kami hanya masyarakat biasa yang setiap harinya menggantungkan rezky dipasar. Sudah menjadi kewajiban pemerintah juga tentunya untuk memberikan rasa aman kepada masyarakatnya termasuk jaminan untuk berusaha memenuhi kebutuhan hidup. Yang terpenting, ada wadah baru untuk kemi berdagang,” Harap Ujang.

Kakan satpol PP, TM Syaifullah dikomfirmasi melalui sambungan selularnya menyatakan bahwa target penertiban Tim Yustisi kali ini adalah pedagang yang mempergunakan badan jalan Yos Sudarso untuk lokasi berjualan termasuk pedagang yang mendirikan lapak dagangan menempel dinding-dinding ruko. Sementara untuk lokasi pedagang pakaian di depan pelabuhan LLASDP juga di jalan Yos Sudarso belum dilakukan pembongkaran karena sudah ada kesepakatan ditunda menjelang selesainya lokasi penampungan sementara di sisi turap jalan.

“Pedagang buah dan kelontong sudah kita tertibkan, terkecuali pedagang pakaian karena memang sudah ada kesepakatan dengan Disperindag Inhil. Seluruh ruas jalan ini akan segera dilakukan pengaspalan.” Ujar TM Syaifullah menjawab komfirmasi. (dro)




Dalam 4 hari, 3 persitiwa Kebakaran Terjadi di Inhil

Kebakaran rumah di jalan pelajar gang perahu Kecamatan Tembilahan Hulu, senin (13/1002014)
Kebakaran rumah di jalan pelajar gang perahu Kecamatan Tembilahan Hulu, senin (13/1002014)

Tembilahan (detikriau.org) – Selama 4 hari, tiga peristiwa kebakaran terjadi di Wilayah Kabupaten Inhil yakni di Kecamatan Tembilahan, Kecamatan Tembilahan hulu dan satu lagi terjadi di Kecamatan Reteh.

Peristiwa kebakaran di Kecamatan Tembilahan kota, Jalan Gunung Daek, Lorong Sukajadi, jum’at (10/10/2014) sekira pukul 21.30 Wib menyebabkan 4 unit rumah ludes menjadi arang. Meski tidak ada korban, kebakaran yang diduga berasal dari arus pendek ini menimbulkan kerugian ratusan juta.

Minggu (12/10/2014), peristiwa kebakaran kembali terjadi di Dusun Sinar Pelita Desa Pulau Ruku Kecamatan reteh. Akibat kejadian ini, satu unit rumah tinggal milik ketua RW setempat, Abdul Rahman Ludes. Seluruh harta bendanyapun ikut hangus dan hanya menyisakan sehelai pakaian yang melekat dibadan.

DSC_0257Berdasarkan keterangan mantan kepala Desa Pulau Ruku, Ruslan, kepada detikriau.org melalui sambungan selularnya, saat terjadinya peristiwa kebakaran tunggal yang menghanguskan rumah ketua RW 03 itu, pemilik rumah bersama istri dan satu orang cucunya sedang pergi kepesta pernikahan salah seorang warga.

Hanya berselang satu hari, senen (13/10/2014) sekira pukul 14.40 Wib, peristiwa kebakaran kembali terjadi di, kali ini, satu unit rumah kediaman mamak Lena di Jalan Pelajar Gang Perahu Kecamatan Tembilahan Hulu juga menjadi arang dan satu rumah terdekat juga sempat terbakar disisi dinding. Untung saja masyarakat dibantu petugas Damkar dari BPBD Inhil yang menurunkan 2 unit kendaraan pemadam sigap sehingga api dapat segera dipadamkan.

Berdesarkan keterangan warga sekitar, Hendro, saat kejadian mamak lena sedang tidak berada dipasar karena kesehariannya memang pemilik rumah berprofesi sebagai pedagang dan tukang urut.

“Untung saja masyarakat dan petugas sigap. Jika terlambat pasti sangat sulit untuk mengendalikan kobaran api. Apalagi disekitar lokasi cukup padat perumahan penduduk,” Ujar Hendro.

Lurah Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu, H Saini Hamzah ditemui dilokasi menyatakan belum mendapatkan kepastian penyebab asal api termasuk kerugian dari kejadian ini.

“Belum kita ketahui penyebabnya termasuk jumlah kerugian.” Ujarnya. (dro)




Lakukan Uji Pengaliran, Dirjen SDA Kunjungi PDAM Tirta Indragiri Pulau Kijang

de20ee43431f48b67e4f8awuj-24648TEMBILAHAN (detikriau.org) – Direktorat Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum Wilayah Sumatera III Riau, mengujungi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri Cabang Pulau Kijang.

“kunjungan pada kamis (9/10/2014) kemaren itu dalam rangka Commissioning Test atau Uji Pengaliran sehubungan telah selesainya pelaksanaan konstruksi pekerjaan pembangunan kolam Tandon air baku Intake dan jaringan pipa transmisi penyediaan air baku.” Ujar Plt Direktur Utama (Dirut) PDAM Tirta Indragiri Tembilahan, H Eddywan Shasby. ahad (12/10/2014)

Diterangkannya, hari ini PDAM Cabang Pulau Kijang memiliki luas lahan lebih kurang 8 hektar dan sudah memiliki 776 Sambungan Rumah (SR) dengan jumlah operasi 11 jam sehari semalam dengan pendapatan perbulan mencapai Rp 7, 7 juta.

Ia berharap agar masyarakat dapat menjaga dan memelihara instalasi yang sudah ada. PDAM menurutnya akan terus berusaha memberikan pelayanan  maksimal kepada seluruh pelanggan.

Pada kesempatan itu PDAM Cabang Pulau Kijang menerima sejumlah bantuan dari Dirjen Seumber Daya Air Kementrian Pekerjaan Umum, yakni Feder, Pompa Centrifugal dan Tengki BBM yang dilengkapi dengan kedudukanya.(dro/*1)




Dapati Anak-Anak “Ngelem”, Laporkan ke Satpol PP

Puluhan sisa plsatik berisikan lem cap kambing yang ditemukan disalah satu warnet di Tembilahan beberapa waktu lalu.
Puluhan sisa plsatik berisikan lem cap kambing yang ditemukan disalah satu warnet di Tembilahan beberapa waktu lalu.

Tembilahan (detikriau.org) – Kakansatpol PP Inhil, TM Syaifullah meminta kepada warga yang mendapati anak-anak sedang melakukan aktivitas “ngelem” untuk segera melaporkan ke Satpol PP.

“Jika mendapatkan laporan, Petugas Satpol PP akan langsung merespon dan melakukan penertiban” Ujar TM Syaifullah

Selain itu mantan sekretaris Dinas Perhubungan Inhil ini juga mengimbau kepada para orang tua untuk aktif mengawasi segala bentuk aktivitas anak-anakanya. Karena cukup mudah untuk mengenali anak yang ngelem. Pertama dari bau, tingkah laku dan  perkataan anak yang ngelantur.

Masih menurut TM Syaifullah, ia mengakui bahwa pihaknya sudah beberapa kali mengamankan anak-anak yang kedapan sedang ngelem. Anak itu didata dan dilaporkan kepada orang tuanya. Jika anak-anak tersebut masih menjalani pendidikan, maka perbuatannya ini juga akan dilaporkkan kepada pihak sekolah.

Dikatakan TM Syaifullah, pihaknya sudah memetakan beberapa titik yang rawan dijadikan untuk lokasi ngelem. “Bangunan kosong di belakang BPMPD, jalan Pendidikan, sekitar jalan Kembang dan belakang Imigrasi, tepatnya di jalan Bunga Tembilahan kerap di memanfaatkan anak-anak untuk “gelem” . (dro/*1)




Akhir 2014, ditargetkan Dokumen Rencana Pemekaran Inhut Sudah Sampai Ke Pusat

IMG_8633 - CopyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Tim percepatan pemekaran Kabupaten Inhut mentargetkan selambatnya akhir tahun 2014 dokumen pemekaran Kabupaten Inhut sudah sampai ke Pemerintah Pusat.

“Target Desember nanti harus masuk ke Pusat. Jika tidak, kita takutnya ada aturan baru yang berlaku, otomatis kita harus mengulang semua dari awal,” ujar Humas panitia pelaksana konsolidasi dan evaluasi badan pekerja pembentukan Kabupaten Inhut, Encik Arafat Salahudin kemaren

Ia juga berharap agar pemekaran Inhut ini bisa secepatnya terwujud. jangan ada lagi konflik-konflik didalamnya, seperti beda pendapat tentang letak ibukota kabupaten dan lain sebagainya. Yang penting menurutnya semua dapat berjalan dengan lancar dan sukses, sehingga harapan bersama untuk membangun daerah kearah yang lebih baik lagi dapat tercapai.

Untuk mempercepat proses pengajuan pemekaran Inhut, sejumlah tim yang telah ditunjuk ditugaskan untuk mengakifkan kembali dan melengkapi komposisi badan pekerja (BP) yang selama ini terdapat kekosongan, dikarenakan sejak dibentuk pada tahun 2004 silam sudah ada beberapa anggota yang meninggal dunia dan lain sebagainya.

Pengktifan kembali badan komposisi pemekaran Inhut tersebut dilaksanakan dalam rapat konsolidasi dan evaluasi badan pekerja pembentukan Kabupaten Inhut, di Hotel Arrahman I Tembilahan, Kamis (9/10) kemarin.

Menurut Encik Arafat Salahudin, pengaktifan kembali keanggotan pada badan pekerja ini dilakukan dalam rangka mempersiapkan kelengkapan-kelengkapan bagi proses pembentukan dan pemekaran Kabupaten Inhut.

“Saat ini, prosesnya baru sampai pada tahap kabupaten, dimana rekom dari Bupati dan DPRD sudah keluar. Jadi, kita tinggal mempersiapkan pengajuannya ke tingkat provinsi, baru kemudian kita bawa ke Pusat,” tutur Arafat.

Untuk diketahui, rencana pengajuan pemekaran Kabupaten Inhut ini, terdiri dari 5 kecamatan yang termasuk di dalamnya, yaitu Kecamatan Mandah, Pelangiran, Guntung, Pulau Burung dan Teluk Belengkong.(dro)