PMI Inhil Butuhkan 500 Kantong Darah per Bulan

darahTEMBILAHAN (detikriau.org) – Setiap bulanya Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Tembilahan membutuhkan 500 kantong darah.

Selama ini untuk memenuhi kebutuhan darah PMI masih mengandalkan partisipasi mamsyarakat yamg peduli, atau pendonor tetap. Itupun masih ada darah-darah dengan golongan tertentu yang masih kurang.

“Setiap bulanya kita membutihkam sebanyak 500 kamtong darah. Stok yang ada pada kita kadang tidak mencukupi untuk keperluan para pasien,” dikatakan Kepala Markas PMI Tembilahan, Subowo, kemarin.

Menurutnya, sesuai surat edaran Kemenrian Kesehatan dan surat keputusan PMI, biaya penganti pengolahan darah (BPPD) dikenakan bagi keluarga pasien sebesar Rp 360 ribu per kantong. Terkecuali peserta BPJS,”terangnya.(dro/*1)




Tipe Pejabat Inhil, Ada Yang Rajin Setor Muka Namun Kerja Tak Beres

Bupati Inhil, HM Wardan
Bupati Inhil, HM Wardan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Bupati Inhil HM Wardan, menyebutkan ada beranekaragam tipe pejabat di Inhil. Salah satunya pejabat yang kerap setor muka tapi kerja tak beres.

“Inilah tipe pejabat kita. Intinya banyak ragamnya, ada yang rajin setor muka tapi kerja tak beres. Namun sebaliknya ada pula yang jarang setor muka, tapi kerjanya ok,” kata Bupati disela sambutannya dalam sosialisasi undang-undang bagi anggota Korpri, Selasa (21/10) kemaren.

Meski tak menegur tingkah laku para pejabat tersebut, namun Bupati mengakui ia terus memberikan penilaian secara khusus. Karena tanpa disadari siapapun, penilaian sudah menjadi kewajiban pimpinan terhadap bawahannya.

“Saya selalu mengamati apapun tingkah lakunya,” kata mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau ini.

Dengan tegas bupati meminta kepada baawahnya untuk tetap bekerja dan mendukung berbagai bentuk program pemerintah. Segala kegiatan yang ada hendaknya tak hanya menjadi slogan, namun bagaimana bisa direalisasikan dengan baik.

“Yang sulitnya saat diberikan perintah, semua siap. Tapi dalam pelaksanaanya tidak ada yang selesai. Tipe semacam ini yang sulit. Kita ingin tugas yang sudah diberikan dikerjakan sebaik mungkin,” tegasnya.(dro/*1)




Disebabkan Kondisi Geografis, Harga TBS Sawit di Inhil dikisaran Rp. 800 – Rp 1.000 per Kg

sawitTEMBILAHAN (detikriau.org) – Memasuki pekan terakhir bulan oktober. Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit stabil dikisaran Rp 800 per kilo. Jika dibandingkan harga pada pertengahan tahun 2014 silam, harga jual ini anjlok hingga Rp 400 per kilo gram.

“sepekan terakhir harga masih dibandrol Rp 800 per kilogram. Ini masih lumayan jika dibandingkan harga dua pekan lalu yang hanya berada dikisaran Rp 600 – Rp 700” kata Wahyudi, petani sawit Parit Semarang, Kecamatan Kempas, Rabu (22/10).

Ia berharap agar harga dapat semakin membaik sebab menurutnya kebutuhan biaya hidup dan perawatan sawit juga semakin melonjak.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Inhil, H Muktar T, melalui Kepala Seksi (Kasi) Promosi dan Pemasayaran Hasil, Sri Wahono menerangkan bahwa memang harga TBS disatu kecamatan dengan kecamatan lainnya memang kerap berbeda. Salah satunya disebabkan tinggi rendahnya biaya tranportasi.

“ada yang per kg TBS hanya dihargai Rp. 400 – Rp 500. Seperti di Kecamatan Pelangiran dan batang Tuaka. Hal ini dipengaruhi oleh tingginya biaya tranportasi yang harus dikorbankan,” Terangnya.

Secara umum ditambahkannya, harga TBS di Inhil memang berkisar Rp 800 – Rp 1.000 per kilogram. Hal ini menurutnya disebabkan sulitnya kondisi geografis di Inhil. (dro/*1)




Tak Pandang Bulu, Satpol PP Inhil Juga Sikat Anggotanya di Warung Kopi

gambar ilustrasi
gambar ilustrasi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Inhil menindak 6 PNS yang kedapatan lagi asyik nongkrong di warung kopi disaat jam kerja. 1 diantaranya adalah anggota Satpol PP yang bertugas di salah satu Kecamatan, Selasa (21/10/2014).

“kita amankan 6 PNS yang melanggar kedisiplinan. Bahkan 1 diantaranya adalah anggota kita yang bertugas disalah satu Kecamatan” kata Kepala Kantor Satpol Inhil, TM Syaifullah, Selasa (21/10).

Kata mantan Sekretaris Dishubkominfo itu, razia tersebut merupakan razia gabungan pihaknya bersama BKD dengan target para PNS yang berkeliaran atau berada di warung kopi saat jam kerja berlangsung.

“Tidak ada kepentingan lain dalam razia ini. Kami hanya ingin menegakan disiplin para pegawai,” tegas TM Syaifullah, lagi.

Bagi yang terkena razia, nama-namanya langsung diserahkan kepada BKD. Karena menurut TM Syaifullah, razia itu merupakan leading sektornya BKD. Pihaknya hanya sebagai pelaksana. (dro/*1)




Satpol PP Inhil Tertibkan Gepeng dan Pedagang Liar

Kakan Satpol PP Inhil, TM Syaifullah
Kakan Satpol PP Inhil, TM Syaifullah

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sebagai upaya mengembalikan citra Kota Tembilahan sesuai dengan mottonya Kota IBADAH (Indah, Bersih, Aman, Damai dan Harmonis), satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Indragiri Hilir akan terus mengintensifkan pelaksanaan penertiban terhadap gelandangan dan pengemis yang berkeliaran, serta para pedagang yang ada di Kota Tembilahan dan sekitarnya.

Menurut Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Kakan Satpol PP) Syaifullah, penertiban gelandangan dan pengemis (gepeng) serta para pedagang ini, juga sebagai bentuk persiapan Kabupaten Inhil yang akan menjadi tuan rumah perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-33 tingkat Provinsi Riau tahun 2014, yang rencananya akan digelar pada Desember mendatang.

“Selain menertibkan gepeng, para pedagang yang tidak pada tempatnya juga akan kita penertiban,” tutur Syaifullah kepada awak media, Selasa (21/10).

Terkait hal itu, lanjut Syaifullah, pihaknya juga telah beberapa kali berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Inhil, untuk menindaklanjuti para gepeng yang telah ditertibkan. Sayangnya Dinsos saat ini kata mantan sekretaris Dishub Inhil ini beralasan tidak adanya tempat untuk menampung dan melakukan pembinaan sosial kepada para gepeng tersebut.

“Katanya tahun 2015 nanti baru ada tempat pembinaan,” tambahnya.

Kendati demikian, Syaifullah menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan penertiban tersebut, serta melakukan razia terhadap sejumlah penginapan-penginapan yang ada di Kota Tembilahan dan sekitarnya.

“Kami akan melakukannya secara berkelanjutan, sehingga Kota Tembilahan yang dikenal sebagai Kota IBADAH dapat terwujud,” imbuhnya.(dro)




Inhil Dulang Tambahan 3 Emas dari Panjat Tebing dan Tenis Beregu Putri

IMG_2702Tembilahan (detikriau.org) – Kontingen Inhil yang berlaga pada Porprov ke VIII Riau kembali menambah pembendaharaan perolehan 3 medali emas dan 1 medali perak. Selasa (21/10/2014)

Dua medali emas dipersembahkan atlet Panjat Tebing untuk kategori Spider Kid Classic oleh Fitri dan Mulya serta medali perak diraih oleh Maslani untuk kategori yang sama.

Sedangkan satu emas lagi dipersembahkan atlet Tenis Lapangan Beregu Putri, Monica Puteri dan Ayu Maharani setelah mengalahkan Pelalawan di final dengan skor 3-0. Pada cabang tenis lapangan beregu ini, Pelalawan merebut medali perak, sementara perunggu diraih Siak dan Pekanbaru.

Bupati Inhu, Yopi Arianto dan Sekda Raja Erisman sempat menyaksikan pertandingan final puteri beregu Inhil versus Pelalawan ini.

“Kami bangga atas medali emas yang diraih atlet Tenis Lapangan Beregu Puteri ini,” ungkap Manager Cabor Tenis Lapangan, Desmianto seperti disampaikan pelatih puteri, Syarif Tomi, Selasa (21/10/14) ketika ditemui usai penyerahan medali di Lapangan Pelti Rengat, Inhu.

Atlet Tenis Lapangan, Monica Puteri menyatakan bahwa raihan medali emas ini merupakan hasil latihan keras selama ini dan dukungan moril dari official dan pengurus KONI Inhil, khususnya Ketum H Syamsuddin Uti yang selalu mengunjungi setiap pertandingan.

“Senang dengan perolehan medali emas ini, merupakan sebuah perjuangan keras meraih prestasi terbaik buat kontingen Inhil,” sebut Monica.(rul)