Forum Peduli Mangrove (ForPeMa) inhil di Deklarasikan

poster mangrove lupak copy1Tembilahan (detikriau.org) – Kawal kelestarian hutan mangrove, Masyarakat Peduli Inhil (MPI) dan LSM Ikatan Pemuda Masyarakat Tempatan Inhil (IPMTI) mendeklarasikan pendirian Forum Peduli Mangrove (ForPeMa) Inhil. Organisasi ini didirikan sebagai bentuk peran serta kaum muda ditanah seribu parit untuk menjaga kelestarian tanaman rawa yang menjadi benteng kawasan pesisir Inhil itu.

Dikatakan aktivis MPI, Tengku Suhandri Abdullah, gagasan awal berdirinya organisasi lingkungan tempatan ini lebih disebabkan rasa keprihatinan dengan semakin terus merosotnya tanaman habitat Inhil itu. Ancaman kepunahan tanaman yang lebih dikenal masyarakat dengan kayu “bakau” ini dikawatirkan akan memberikan dampak tidak baik bagi lingkungan.

“Untuk memastikan kelestarian kawasan hutan mangrove tidak cukup hanya dengan berbagai kegiatan seremonial tetapi harus dilakukan dengan tindakan nyata dilapangan. Sempena hari sumpah pemuda, kami dari golongan muda Inhil ,menyatakan kesiapan untuk menjadi garda terdepan pengawal kawasan hutan mangrove ini,” Tegas Comel panggilan akrab aktivis MPI ini.

Ditambahkan Comel, pendeklarasian ForPeMa Inhil sengaja sejalan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda. Hal ini dimaksudkan untuk menuai spirit sumpah generasi penerus Bangsa itu sebagai spirit kerja organisasi ini kedepannya.

Ketua LSM IPMTI, Muhammad Faisal, menyatakan bahwa Kawasan hutan mangrove berfungsi sebagai shelter-belt yang dapat berfungsi mencegah intrusi air laut dan abrasi pantai disamping sebagai tempat berkembangbiaknya berbagai jenis ikan dan hewan laut sekaligus menjadi paru-paru kota. Atas dasar ini, tentunya menjadi sebuah kewajiban dan keharusan agar kawasan hutan mangrove dapat dijaga kelestariannya.

“Tugas utama Forum ini adalah melakukan upaya pelestaraian sekaligus pengawalan kawasan hutan mangrove khusus di sepanjang kawasan pesisir Inhil,” Ujarnya.

Nantinya ditambahkan aktivis yang juga berprofesi sebagai seorang jurnalis ini, setelah pendeklarasian hari ini, ForPeMa akan mempersiapkan untuk pembentukan satuan tugas dan koordinator lapangan diseluruh Kecamatan kawasan pesisir Inhil yang akan mengemban amanah melakukan upaya perawatan sekaligus pengawasan hutan mangrove didaerahnya masing-masing. (dro)




Disidik Inhil Pinta Sekolah Tingkatkan Kedisiplinan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas pendidikan (Disdik) Inhil meminta agar pihak sekolah meningkatkan kedisiplinan. Disiplin adalah salah satu cara untuk meraih keberhasilan. Oleh karena itu tanpa terkecuali, disiplin menjadi poin penting dalam segala bidang dan jenjang ilmu.

“Kedislipanan siswa sangat penting dalam meningkatkan kualitas siswa. Tanpa disiplin keberhasilan akan sulit terwujud,” Pinta Disdik Inhik melalui sekretaris Dinas, Ahmad Ramani saat menjadi Pembina upcara senin pagi di SMA 1 Tembilahan sekaligus meresmikan penggunaan logo SMAN 1 Tembilahan, Senin (27/10)

Ahmad Ramani juga meminta dengan diresmikannya penggunaan logo bagi SMA 1 Tembilahan ini hendaknya menjadi motivasi bagi para siswa dan guru. Setidaknya motivasi meningkatkan kualias sekolah, sehingga menjadi sekolah yang bermutu.

Sementara itu Kepala SMAN 1 Tembilahan, H nawawi, menyatakan persemian logo tersebut sebagai bukti bahwa SMAN 1 Tembilahan komit untuk menjadikan lembaga pendidikan mereka berkaulitas.

“Logo ini simbol dari kebanggan dan kecintaan terhadap sekolah kami, baik itu para alumni, siswa maupun tenaga pendidiknya.”tekadnya (dro/*1)




Akhir Oktober, Realisasi Fisik DMIJ Desa Bayas Capai 65 Persen

Header Desa Inhil JayaTEMBILAHAN (detikriau.org) – Memasuki akhir Oktober 2014, Progres pembangunan fisik program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) Desa Bayas, Kecamatan Kempas capai 65 persen.

Kepala Desa Bayas, Boimin menyebutkan progres 65 persen tersebut merupakan pembangunan fisik DMIJ tahap pertama yang sudah mereka mulai sejak awal Oktober lalu.

“Di tahun pertama program ini kami memprioritaskannya untuk membangun sarana tersebut,”kata Boimin, Senin (27/10).

Untuk program non fisik meliputi Magrib Mengaji, Pembentukan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Kegiatan Posyandu, PKK, dan pembelian inventaris desa serta meliputi beberapa kegiatan lainya.

“Kita brharap program ini benar-benar dapat dinikmati masyarakat secara umum. Sehingga tahun-tahun berikutnya program ini bisa lebih ditingkatkan lagi,” jelasnya lagi.

Berdasarkan tipe logi, Desa Bayas termasuk dalam Desa Swakarya. Dimana alokasi dananya mencapai Rp 500 juta per tahun.

Biomin optimis program DMIJ tahap satu di desanya akan selesai hingga 100 persen sebelum berakhirnya tahun anggaran 2014 pada akhir Desember mendatang. Pasalnya program itu didampingi oleh fasilitator teknik, fasilitator pemberdayaan dan pendamping desa. Tandasnya (dro/*1).




Masyarakat Kritik Ketiadaan Plang Proyek Perbaikan Ruas Jalan Provinsi Rumbai Jaya – Tembilahan

Perbaikan salah satu ruas jalan dalam kota Tembilahan
Perbaikan salah satu ruas jalan dalam kota Tembilahan

Tembilahan (detikriau.org) – Keenganan kontraktor untuk memasangkan plang pekerjaan proyek pemerintah tampaknya bukan hanya terjadi pada proyek tingkat Kabupaten. Bahkan proyek perbaikan ruas jalan provinsi Rumbai jaya menuju Tembilahan-pun sama. Kesan tidak transparan ini dinilai akan menyulitkan masyarakat untuk membantu pemerintah dalam melakukan pengawasan.

Dikatakan Adi, warga Tembilahan, diera keterbukaan seperti saat ini, seharusnya rekanan pelaksana pekerjaan mematuhi semua ketentuan yang sudah digariskan. Apalagi biaya untuk pembuatan plang proyek juga sudah disediakan oleh pemerintah.

“memang kesannya sepele. Tapi dengan terpasangnya plang proyek, seluruh masyarakat akan mengetahui pekerjaan yang sedang dilaksanakan itu didanai melalui apa, berapa besaran biaya, siapa pelaksana, berapa volumenya hingga kapan batas waktu penyelesaiannya. Jika informasi itu tidak dipaparkan secara transparan, tentunya masyarakat akan sulit untuk membantu melakukan pengawasan,” Ujar Adi

Kepada detikriau.org, senin (27/10/2014), Adi berharap hal ini segera mendapatkan perhatian pemerintah khususnya melalui satker terkait untuk memberikan teguran. Tujuan pemerintah menganggarkan biaya pembuatan papan proyek tentunya akan sia-sia jika tidak dipatuhi.

“kita tentunya khawatir jika tidak diawasi pekerjaan tidak akan memenuhi kualitas sebagaimana harapan, apalagi sarana ini dipergunakan untuk kepentingan tranportasi masyarakat umum yang tentunya diharapkan dengan pekerjaan yang memenuhi standar mutu akan memperpanjang usia pakai.” Pinta Adi sambil bertanya apakah ada yang megetahui dimana plang proyek itu terpasang?

Kadis PU Inhil, H fauzar ketika dikomfirmasi menyatakan bahwa untuk pekerjaan proyek tingkat Provinsi, secara teknis PU Kabupaten tidak bisa mencampuri. Pihaknya hanya sebatas melakukan pengawasan dan melakukan koordinasi dengan provinsi.

“nanti kita akan coba sampaikan persoalan ini kepada pihak Provinsi. Plang proyek itu memang wajib untuk dipasang sebagai bentuk tranparansi pengerjaan proyek yang didanai pemerintah.” Jawab Fauzar singkat.

Pantauan lapangan, sejumlah ruas jalan provinsi terutama yang berada di Kecamatan Tembilahan dan Tembilahan Hulu saat ini sudah mulai dilaksanakan pengerjaannya. Untuk jalan baharuddin Jusuf, sebahagaian ruas jalan sudah dilakukan pekerjaan cor beton dan sebahagian lagi dilakukan penimbunan dengan sirtu. Berdasarkan sumber detikriau.org, ia sendiri tidak memahami apakah pekerjaan yang dilakukan saat ini hanya sebatas pekerjaan dasar yang kemudian dilanjutkan dengan pelapisan cor beton dengan rangka besi. Jika hanya sebatas pengecoran biasa, itu kesannya hanya pekerjaan kualitas semenisasi jalan lingkungan.

Sayangnya hingga berita ini dirilis, detikriau.org belum berhasil melakukan komfirmasi dengan PPK pekerjaan proyek Provinsi Ruas jalan Rumbai Jaya – Tembilahan, Zainun. (dro)




PD Air Minum, Jauh. PD Air Mandi juga Emoh. Lantas Apa?

Plt Dirut PDAM TI Tuding Terputusanya Pasokan Listrik dan Proyek Pengerjaan Jalan Sebagai Penyebab.

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kualitas pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri Tembilahan lagi-lagi dikeluhkan masyarakat. Dari persoalan pasokan air yang kerap mampet hingga kualitas air yang jauh dari kata memuaskan. Mereka berharap kondisi ini segera mendapatkan perhatian pemerintah agar masyarakat tidak terus dirugikan.

“persoalan seperti ini bukan dalam hitungan satu dua kali, tetapi sudah sangat kerap terjadi. Tidak ada yang lain, pasokan air mampet atau kualitas air yang sangat mengecewakan,” Ujar seorang pelanggan PDAM TI di Kecamatan Tembilahan Hulu, Ayu, ahad (26/10/2014)

Dalam beberapa hari belakangan ini ditambahkan Ayu, kekecewaan masyarakat juga kembali terucapkan, pasokan air berwarna coklat dan berlumpur sehingga sangat tidak layak untuk dipergunakan. “sudah bosan kami mengeluh bang, harusnya ada sikap tegas dari pemerintah untuk memperbaiki kondisi perusahaan daerah ini.” Pinta Ayu.

Senada dengan Ayu, Budi, pelanggan PDAM di Kecamatan Tembilahan-pun mengeluh. Ia juga berharap ada tindakan nyata dari pemerintah untuk segera melakukan pembenahan agar perusahaan daerah ini dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

“Kita malu mau sebut kepanjangan PDAM sebagai Perusahaan Daerah Air Minum. Hari ini, kualitas airnya jangankan layak untuk diminum, untuk mandi sajapun kita enggan.” Keluh Budi

Sementara itu, Plt Dirut PDAM Tirta Indragiri Tembilahan, Eddywan Shyasby ketika dikomfirmasi mengakui keruhnya pasokan air PDAM TI. Menurut Eddy, salah satu penyebab di akibat jadwal pemadaman jaringan listrik oleh PLN setempat.

“Kita perlu beberapa hari untuk menormalkan air agar bisa bersih kembali setelah terjadinya pemadaman. Selain itu juga diakibatkan pengerjaan proyek pembangunan jalan dalam kota,” jelasnya.

Pembangunan jalan yang berlangsung saat ini menurut Eddy, berpengaruh terhadap kondisi pipa sambungan air PDAM. Tekanan dari atas  membuat pipa rusak dan pecah. Sehingga lumpur masuk melalui jalur tersebut

“Pipa yang pecah memberi peluang masuknya lumpur. Jika demikian otomatis suplai air ke rumah-rumah pelanggan sekitar wilayah akan keruh. Fakta inilah yang sebenarnya sedang terjadi,” sebut Eddy.

Ia berharap kepada selurun pelanggan PDAM dapat bersabar dan memaklumi kondisi itu. Dengan segala kemampuan ia akan mencarikan solusi terbaik terhadap berbagai persoalan yang ada. Untuk melakukannya, lanjut Eddy tak semudah membalikan tekapak tangan. (dro/*1)




Akhir oktober, 81 Paket Pekerjaan Sumur Bor ditargetkan Rampung

sumur borTEMBILAHAN (detikriau.org) – Distamben Inhil targetkan akhir Oktober 2014, 81 paket pembangunan sumur bor selesai dikerjakan.

“Target kita akhir Oktober ini seluruh pengerjaanya selesai,”ujar Kadistamben Inhil, H Dianto Mampanini, kemarin.

Untuk memastikan standarisasi pekerjaan telah terpenuhi, Distamben menurutnya akan menurunkan tim PHO. Tim akan mrngecek seluruh spek pekerjaan. Kalau terdapat kekurangan rekanan wajib untuk memperbaiki.

Serah terima sumur bor dapat dilakukan kepada masyarakat setelah pengerjaanya rampung 100 persen dan telah diperiksa tim PHO. Program pembangunan sumur bor bertujuan memberikan kemudahan  bagi masyarakat dalam menikmati air bersih.

“Program ini akan di nikmati mamsyarakat kita dalam waktu cukup panjang. Maka dari itu kita tidak ingin pengerjaanya asal-asalan.,” tandasnya.(dro/*1)