Tabrak Jembatan, Seorang PNS Pemkab Inhil Kehilangan Nyawa

kecelakaanilustrasiTEMBILAHAN (detikriau.org) – Maskuri (34) PNS, warga Jalan Subrantas, Lorong Jelutung Indah, Tembilahan meninggal dunia setelah mobil yang dikendarainya menabrak beton jembatan jalan Provinsi Parit 11 Blok A, Kelurahan Kempas, Kecamatan Kempas, Ahad (9/11) sekitar pukul 02. 00 dini hari.

Diduga korban mengantuk sehingga kecelakaan tunggal itu tidak bisa terhindarkan. Menurut informasi dari petugas kepolisian sebelum kejadian mobil korban datang dari arah Rengat, Inhu menuju Tembilahan dengan membawa satu orang penumpang. Sesampainya di tempat kejadian perkara, mobil korban hilang kendali dan menabrak beton jembatan.

“Akibat kejadian itu korban mengalami sejumlah luka dan meninggal dunia saat berada di rumah sakit sekitar,” kata Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIM MSi, melalui Kasat Lantas AKP Ahmad Salmi, Ahad (9/11).

Saat ini petugas telah memeriksa dua orang saksi Jawardi (42) warga Sungai Ara dan Budi warga Kelurahan Kempas, Kecamatan Kempas. Sedangkan barang bukti satu unit mobil diamankan di Mapolsek Kempas. Berdasarkan hasil pemeriksaan di TKP, kejadian itu murni kerena kecelakaan tunggal akibat pengendaranya mengantuk.(dro)




Satelit NOAA Pantau 17 Hotspot di Inhil

imagesTEMBILAHAN (detikriau.org) – Satelit NOAA memantu keberadaan 17 hotspot di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Titik panas itu terdapat di Kecamtan Pelangiran 2 titik, Mandah 2 titik, Gaung 2 titik, Gaung Anak Serka (GAS) 1 titik, Batang Tuaka 3 titik, Tempuling 1 titik, Kempas 1 titik Keritang 4 titik serta Kecamatan Reteh 1 titik.

“itu data hasil pantauan tanggal 3 November kemaren.” Sampaikan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melalui kabid Pengendalian Kerusakan Lingkungan Ardi Yusuf Selasa (4/11).

Hasil pantauan satelit NOAA kata Ardi, dapat dipastikan 90 persen telah terjadi kebakaran hutan dan lahan pada wilayah itu.  Sehingga perlu dilakukan pengecekan agar tidak terjadi kemungkinan buruk seperti Karhutla.

“Kita masih menunggu data akurat dan laporan resmi tentang Karhutla untuk menentukan tindakan selanjutnya,” papar Ardi. (dro/*1)




Akhir Oktober 2014, Realisasi Pembangunan Inhil Baru Capai 62 Persen

medium_26Banggar-Soroti-Rendahnya-Realisasi-APBDTEMBILAHAN (detikriau.org) – Hingga akhir oktober 2014, realisasi pembangunan di Inhil mencapai angka 62 persen. Diharapkan rapat evaluasi 10 november mendatang, capaian kinerja pembangunan ini akan mengalami peningkatan yang signifikan.

Pernyataan ini disampaikan oleh Asisten III Setdakab Inhil, H Afrizal, saat memimpin rapat evaluasi rutin realisasi pembangunan di Kantor Bupati setempat akhir pekan kemarin.

Mantan Kepala Disdukcapil Inhil ini optimis angka tersebut akan terus mengalami peningkatan mengingat saat ini proses pekerjaan dan pembangunan di daerah itu tengah berjalan.

“Sebagaimana pesan Bupati, seluruh kegiatan yang berjalan akan terus di pantau dan secara kontiniu dilakukan evaluasi. Dengan demikian jika terjadi kelemahan dapat segera diperbaiki,” paparnya.

Sebelumnyan Sekda Kabupaten Inhil, H Alimuddin RM menyatakan bahwa Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2014 sudah dapat dipergunakan. Sehingga tidak ada alasan lambatnya sebuah pekerjaan karena APBD belum dapat digunakan.(dro/*1)




Tabrakan maut, Warga Kemuning Kehilangan Nyawa

indexTEMBILAHAN (detikriau.org) – Terlibat kecelakaan lalulintas kendaraan bermotor roda dua, Hendra Gunawan Silaban (22) warga Simpang Granit, Kecamatan Kemuning, mengalami luka parah hingga tewas, Sabtu (1/11) sekitar pukul 18.00 WIB.

Keterangan pihak kepolisian, saat kejadian korban mengendarai Honda Supra X 125. Sesampainya di Jalan Lintas Timur, Dusun Ojolali, Desa Keritang, Kecamatan Kemuning, kecelakaan tak bisa terhindarkan sepeda motor korban bertabrakan dengan Angi Hermawan (18).

“Ke dua pengendara terpental hingga beberapa meter dari lokasi tabrakan. Naas, nyawa Hendra  tak dapat diselamatakan korban, akhirnya meninggal karena mengalami luka serius sehingga banyak membeluarkan darah. Sementara lawanya, Anggi mengalami luka berat sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Pematang Reba, Rengat.” Ujar Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIK MSi, melalui Paur Humas Ipda Warno, Akman, Ahad (2/11)

Dipaparkan paur Humas, berdasarkan keterangan saksi, sesaat sebelum kejadian Anggi berusaha mendahului Mobil Colt Disel. dari arah berlawanan tiba-tiba saja datang korban, sehingga tabrakan tak dapat dihindarkan dan mengakibatkan korban meninggal.

Saat ini barang bukti berupa 2 unit kendaraan roda dua yang terlibat kecelakaan saat ini sudah diamankan di unit Lantas Polsek Kemuning.(dro/*1)




Operasi Cipta Kondisi, Polres Inhil Tilang 75 Ranmor

Wakapolres Inhil, Kompol Devi Firmansyah (2)TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sebanyak 75 kendaraan bermotor roda dua ditilang petugas dalam operasi cipta kondisi di Jalan Swarna Bumi Tembilahan, Sabtu (1/11) malam kemaren

Operasi tersebut menurut Wakapolres Inhil, Kompol Devy Firmansyah SIKdilaksanakan dalam rangka menertibkan kondisi lalu lintas dan meberi rasa aman terhadap maayarakat. Mengingat belakangan ini angka kejahatan santer menjadi keluhan.

“Total yang kita tilang 75 kendaraan. Umumnya mereka tak menggunakan helem, serta kelengkapan kendaraan lainya seperti kaca spion maupun surat-surat kendaraan,”kata Wakapolres Inhil, Kompol Devy Firmasyah.

Kendaraan yang ditindak petugas melalui operasi cipta kondisi akan langsung diserahkan ke Satuan lalu lintas Polres Inhil guna tindakan lebih lanjut.

“Rencananya kita juga akan melakukan razia yang sama di Pelabuhan Batam. Terutama razia terhadap barang angkutan penumpang yang datang dan pergi meninggalkan Tembilahan,” jelasnya.(dro/*1)




Proyek Provinsi di Inhil Kompak Tak Pasang Plang Proyek

Pelaksanaan Proyek perbaikan jalan provinsi, ruas Tempuling  menuju Tembilahan. Pekerjaan semenisasi jalan yang hanya setebal beberapa centi tanpa adanya pebesian seperti gambar ini sedang dilaksanakan di jalan baharuddin Jusuf di parit 12 Tembilahan
Pelaksanaan Proyek perbaikan jalan provinsi, ruas Tempuling menuju Tembilahan. Pekerjaan semenisasi jalan yang hanya setebal beberapa centi tanpa adanya pebesian seperti gambar ini sedang dilaksanakan di jalan baharuddin Jusuf di parit 12 Tembilahan

Tembilahan (detikriau.org) – Meski dikritik tidak transparan, hingga hari ini pekerjaan paket perbaikan jalan Provinsi Rumbai jaya –Tempuling – Tembilahan tak juga tampak memasangkan papan proyek. Ironisnya, bukan hanya untuk paket pekerjaan ini, sejumlah paket pekerjaan proyek provinsi lainnya juga ditemui melakukan hal yang serupa.

Berdasarkan data yang berhasil dirangkum detikriau.org, proyek perbaikan ruas jalan Provinsi ini terbagi dalam beberapa pekerjaan yakni, peningkatan jalan dari Rumbai Jaya – Tempuling dengan pagu dana Rp 7,5 M. kemudian peningkatan jalan dari Tempuling – Tembilahan juga dengan pagu dana yang sama sebesar Rp 7,5 Milyar.

Diruas jalan Provinsi ini juga, Dinas PU Provinsi Riau tahun anggaran 2014 ini juga menggelontorkan dana untuk paket pemeliharaan jalan dari Rumbai jaya – Tempuling dengan pagu dana Rp 7,5 Milyar dilanjutkan dengan paket pekerjaan pemeliharaan jalan Tempuling – Tembilahan juga dengan pagu dana yang sama sebesar Rp 7,5 Milyar. Masih disepanjang ruas jalan Provinsi dari Rumbai Jaya – Tempuling – menuju kota Tembilahan ini, Dinas PU Provinsi juga menggelontorkan dan sebesar Rp 5 Milyar yang diperuntukkan bagi pemeliharaan jembatan.

Disamping untuk ruas jalan Provinsi Rumbai jaya – Tempuling – Tembilahan ini, Dinas PU Provinsi Riau juga menganggarkan beberapa pekerjaan lainnya, diantaranya adalah paket peningkatan jalan dalam kota Tembilahan sebesar Rp 15 Milyar. Kemudian paket pekerjaan peningkatan jalan kayu jati Kecamatan Tembilahan hulu sebesar Rp 2,5 Milyar. Paket pekerjaan jalan Tembilahan – Mandah Rp 10 Milyar. Pembangunan drainase dalam kota Tembilahan Rp 5 Milyar termasuk paket pekerjaan Peningkatan jalan Sungai Luar – Parit Jambrah Rp. 10 Milyar.

Tidak hanya paket pekerjaan tersebut diatas, Dinas PU Provinsi Riau juga menyalurkan beberapa proyek lainnya di Inhil. Sayangnya, paket-paket pekerjaan proyek pemerintah yang notabenenya didanai melalui uang rakyat ini terkesan dijalankan dengan tertutup. Tidak mudah bagi masyarakat umum mengetahui dimana dan berapa besaran dana yang digelontorkan untuk sebuah pekerjaan proyek. Apalagi, kewajiban rekanan untuk memasangkan plang proyek kerap kali tidak diindahkan, celakanya, pelanggaran akan hal ini juga terkesan tiada sanksi apapun.

Sebelumnya, senin (27/10/2014) yang lalu, terkait dengan tidak diindahkannya aturan untuk memasangkan plang proyek ini, Kadis PU Inhil, H fauzar ketika dikomfirmasi menyatakan bahwa untuk pekerjaan proyek tingkat Provinsi, secara teknis PU Kabupaten tidak bisa mencampuri. Pihaknya hanya sebatas melakukan pengawasan dan melakukan koordinasi dengan provinsi.

“nanti kita akan coba sampaikan persoalan ini kepada pihak Provinsi. Plang proyek itu memang wajib untuk dipasang sebagai bentuk tranparansi pengerjaan proyek yang didanai pemerintah.” Jawab Fauzar singkat. (dro)