Kakansatpol PP Inhil Ingatkan Pedagang PKKG Tidak Alihfungsikan Peruntukan

pkkgTEMBILAHAN (detikriau.org) –Satpol PP Inhil terus lakukan pengawasan terhadap aktivitas pada Pusat Kuliner Kelapa Gading, Jalan HR Subrantas Tembilahan.

Dikatakan kakansatpol Inhil, TM Syaifulah, kewenangan Pengelolaannya berada dibawah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Inhil. Satpol PP hanya hanya memberikan bantuan penertiban jika terjadi penyalahgunaan fungsi pasar.

“Kita mensinyalir ada upaya pihak-pihak tertentu untuk mengalihfungsikan kegunaan kawasan ini sebagaimana yang pernah terjadi pada pasar Pujasera lama. Maka itu perlu diawasi agar lokasi ini benar-benar berjalan sesuai peruntukannya,” Ujar TM Syaifullah

Bagi kios dan lapak yang terindikasi mengalih fungsikan peruntukan, pihaknya akan berikan peringatan keras.

“Semua harus taat terhadap kesepakatan awal. Bangunan tidak boleh dirubah-rubah apalagi sampai mengalih fungsikannya. Ini salah satu yang kami awasi bersama Disperindag,.” Tegas TM Syaifullah.

Meski sejauh ini ia mengaku belum memiliki bukti adanya pengalihfungsian peruntukan, tapi bisa saja suatu saat ke arah sana kalau memang kondisinya mendukung apalagi jika tidak dilakukan pengawasan.(dro/*1)




Tidak Hanya Masyarakat, Bupati Inhil Juga keluhkan Byar Pet PLN

Bupati Inhil, HM Wardan
Bupati Inhil, HM Wardan

Tembilahan (detikriau.org) – Tidak hanya masyarakat, kerap terputusnya pasokan listrik PLN  juga menjadi keluhan Bupati Inhil, HM Wardan.

Keluhan orang nomor satu di negri seribu parit ini terlontarkan saat ianya memimpin rapat koordinasi bersama Camat se-Kabupaten Inhil, kemaren di Tembilahan.

Dikatakan Bupati, dirinya sudah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi permasalahan PLN ini, namun hingga saat ini, seluruh upayanya belum membuahkan hasil.

“Bahkan untuk mencarikan solusi, saya sendiri sudah 2 kali berdialog dengan pimpinan PLN di Pekanbaru. Namun tidaklanjutnya juga belum tampak,” ujar Bupati.

Bupati juga mengaku telah mengundang beberapa investor untuk berinvestasi di Inhil ini, tapi hingga saat ini belum ada feedback yang diterimanya.

“Padahal kita sudah fasilitasi dan layanani mereka dengan baik ketika berkunjung ke Inhil, tapi sepertinya mereka kok tidak tertarik, saya juga tidak tau apa masalahnya, hilang begitu saja,” ungkap Bupati.

Tidak kunjung tertariknya investor untuk berinvestasi dibidang kelistrikan di Inhil kini semakin diperparah dengan mundurnya Direktur PLTU yang berada di Parit 21 Tembilahan, padahal dikatakan Bupati, pengerjaan proyek tersebut sudah mencapai 70 persen.

“Kita menaruh harapan besar PLTU itu sudah bisa beroperasi tahun ini, tapi Direkturnya malah mengundurkan diri,” sebut Bupati.

Dikarenakan PLN ini bukan langsung dibawah wewenang Pemkab Inhil, kata Bupati, menyebabkan ia tidak bisa maksimal untuk memecahkan persoalan ini.

“Kan tidak mungkin kita bersikeras, nanti malah tambah runyam urusannya. Jadi untuk mengatasi hal ini, saya rasa perlu upaya bersama-sama,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Inhil, Dianto Mampanini juga membenarkan tentang adanya informasi penghentian pembangunan PLTU tersebut. Menurutnya hal itu disebabkan masalah pendanaan. Namun ia mengaku telah mempertanyakan hal ini kepada managemen PLTU, mereka menyatakan akan kembali melanjutkan pekerjaan mereka hingga tuntas.

“Dalam waktu dekat ini mereka akan ke Tembilahan untuk memberikan penjelasan terkait kelanjutan pengerjaan pembangunan PLTU itu,” terang Dianto saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kamis (13/11).(dro/A)




PLN Kerap Byar Pet, Masyarakat Keluhkan Tagihan Melonjak

plnTembilahan (detikriau.org) – Kerap terputusnya pasokan listrik PLN secara mendadak dalam beberapa waktu belakangan ini semakin meresahkan masyarakat. Tidak hanya dinilai menggangu aktifitas rutin, kondisi seperti ini juga dituding menjadi penyebab melonjaknya jumlah tagihan rekening listrik.

Menurut pengakuan salah seorang pelanggan PLN di Kelurahan Tembilahan Hilir Kecamatan Tembilahan, Herman, dalam kondisi pasokan listrik normal, dengan daya 900 VA, tagihan listrik dirumahnya setiap bulan rata-rata hanya sebesar Rp 100 ribuan. Namun dalam dua bulan belakangan, dengan kerap terputusnya pasokan listrik, tagihan listrik membengkak hingga 150 ribuan perbulannya. Padahal menurutnya tidak ada sedikitpun penambahan peralatan listrik yang dipergunakan.

“Secara pasti memang saya tidak bisa menuding kerap terputusnya pasokan listrik secara berulang-ulang ini sebagai penyebabnya, tetapi kondisi seperti inilah yang terjadi.” Ujar Herman kepada detikriau.org di Tembilahan, kamis (13/11)

Ditambahkan Herman, dugaan ini memang diakuinya barulah sebatas perkiraan. Dinilainya, jika padamnya listrik hanya terjadi satu atau dua kali dalam interval waktu yang cukup panjang, mungkin tidak seberapa berpengaruh dengan peningkatan jumlah tagihan. Namun belakangan ini, pemadaman listrik secara mendadak terjadi secara berulang-ulang, bahkan hingga belasan kali dalam satu hari.

“Setiap kali listrik menyala, saya menduga, tarikan beban akan meningkat. Akibatnya catatan meteran juga akan terpacu cepat. Jika terjadinya pemadaman dan kembali hidup secara berulang-ulang, bisa saja menjadi penyebab meningkatnya jumlah tagihan. Tapi ini sekali lagi hanya dugaan saya karena dibandingkan dengan kondisi pasokan listrik normal, tagihan yang harus saya bayarkan saat ini meningkat. Padahal penggunaan listrik taka da penambahan” Sampaikan Herman.

Pelanggan PLN lainnya di Kecamatan Tembilahan Hulu, Syaiful-pun mengeluhkan kondisi yang hampir senada. Iapun berpendapat kondisi pasokan PLN seperti saat ini menjadi penyebab meningkatnya jumlah tagihan.

“Tidak hanya itu, peralatan listrik kita juga terganggu. Bahkan kerap mati secara mendadak ini juga menyebabkan lemari pendingin dirumah saya rusak,” Kesal Syaiful

Ia-pun berharap agar PLN segera mencarikan solusi hingga persoalan ini tidak terus berlarut-larut. “Jikalau PLN telah memberikan pelayanan terbaik, kami para pelanggan pastinya tidak berkeberatan untuk mematuhi semua kewajiban yang dibebankan kepada kami.” Ujarnya.

Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Inhil melalui Wakil Ketua Komisi III, Edi Harianto juga sudah melontarkan kritikan terhadap kinerja manajemen PLN Rayon Tembilahan.

“Terputusnya pasokan listrik seperti saat ini bukan terjadi kali pertama, tetapi kejadian ini sudah terjadi secara berulang-ulang dan tidak pernah ada penyelesaian. saya nilai permasalahan ini tentunya berada di manajemen PLN sendiri,” ujar Edi harianto kepada awak media melalui sambungan selularnya di tembilahan beberapa waktu yang lalu.

Edi berharap kondisi seperti ini sesegera mungkin harus dituntaskan. Ia tidak ingin PLN dari dulu selalu terkesan lepas tangan dan menyandarkan kesalahan dengan ketidakmampuan mesin pembangkit.(dro)




Camat Tembilahan Hulu Optimis Tuntaskan Program DMIJ

Camat Tembilahan Hulu, Doan D Anggara
Camat Tembilahan Hulu, Doan D Anggara

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Hingga saat ini, realisasi program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) di Kecamatan Tembilahan Hulu mencapai 67 persen. Diyakini hingga akhir tahun anggaran, target capaian 100 persen akan terpenuhi.

Pernyataan ini disampaikan oleh Camat Tembilahan Hulu, Doan D Anggara pada rapat evaluasi program DMIJ dikantor Camat setempat, kamis (13/11)

Dikatakan mantan kabag Umum Setdakab Inhil ini, Kendala utama pelaksanaan DMIJ, khususnya di Kecamatan Tembilahan Hulu diantaranya pada standar pengukuran yang tidak bisa disamakan untuk setiap wilayah. Apalagi letak geografis wilayah desa dan kelurahan yang ada cukup jauh, sehingga mengakibatkan adanya penyusutan material dalam proses pelaksanaan realisasi fisik di lapangan.

Kendati demikian, lanjut Dhoan, melalui rapat evaluasi ini diharapkan bisa memberikan solusi terbaik guna mengupayakan percepatan serapan dana serta realisasi fisiknya.

“Realisasi fisik dan non fisik dalam pelaksanaan program DIMJ kita sudah mencapai 67 persen. Insya Allah, diwaktu yang tersisa ini target dapat tercapai 100 persen, karena hanya tinggal menunggu waktu pelaksanaannya saja,” imbuhnya.(dro/A)




UMK Inhil Tahun 2015 Disepakati Sebesar Rp 1.940.500

buruhTEMBILAHAN (detikriau.org) – Hasil rapat Dewan Pengupahan menetapkan Upah Minumum Kabupaten Indragiri Hilir tahun 2015 sebesar Rp 1.940.500. Disepakatinya keputusan ini, per Januari 2015 mendatang mengharuskan kepada seluruh perusahaan yang ada di wilayah hukum Kabupaten setempat wajib memberlakukannya.

“Rapat berjalan alot. Namun telah disepakati dan ditetapkan bersama bahwa UMK Inhil pada tahun 2015 mendatang sebesar Rp 1,9 juta per bulan,”kata Kadisnakertran Inhil, Fazar Husen, rabu (12/11).

UMK Inhil tahun 2015 menurutnya naik sebesar 8,5 persen dibandingan dengan UMK tahun sebelumnya yang jumlahnya Rp1,7 juta. Pelaksanaan UMK 2015 mendatang akan selalu dipantu. Untuk itu bagi perusahaan yang tidak menjalankanya dapat diberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Rapat penetapan UMK Inhil ini dihadiri Asisten II Setdakab Inhil, H Fauzan Hamid sekaligus menjabat sebagai Pembina Dewan Pengupahan, Kepala Disnkertrans Inhil, Fajar Husen dan perwakilan serikat pekerja serta pihak akademisi yang ada di Inhil.(dro/*1)




UPT Puskesmas Tembilahan Turun Ke Sekolah

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Tembilahan Kota turun ke Sekolah se-Tembilahan. Kegiatan ini menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya untuk melakukan pantauan kesehatan para pelajar dari tingkat SD sampai SMP/MTs  sederajat di kota Tembilahan.

Kepala UPT Puskesmas Tembilahan Kota melalui dokter Umum, dr Eka Alpasra menyatakan bahwa kegiatan ini secara tidak langsung berupa sosialisasi untuk meningkatkan kesehatan bagi para pelajar yang masih dalam jangkauan UPT tersebut.

“Kegiatan yang kami laksanakan yaitu Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) yang dilaksanakan dalam waktu yang berbeda,” kata dr. Eka Alpasra, Rabu (12/11/2014).

Dijelaskan, UKS dan UKGS ini dilaksanakan menyangkut  penjaringan kesehatan serta pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut bagi pelajar yang relatif masih muda.

Salah seorang pelajar setingkat SMP, Wahyu mengaku cukup senang dengan adanya kegiatan serupa ini. Setidaknya, dengan kedatangan petugas kesehatan kesekolah, disamping mereka dapat memeriksa kesehatan, yang lebih terpenting lagi secara bertahap akan menimbulkan kesadaran dari siswa akan arti pentingnya menjaga kesehatan.

“Mudah-mudahan kegiatan serupa ini tetap terus berjalan. Kalau sehat, kitapun akan dapat belajar dengan nyaman,” Ujarnya. (mirwan)