Atasi Persoalan Pelayanan, Pelanggan PDAM TI diminta Bayar Tagihan Tepat Waktu

pdamTEMBILAHAN (detikriau.org) – Plt Direktur PDAM Tirta Indragiri Tembilahan, Edywan Shasby meminta agar pelanggan berpartisipasi aktif untuk mengatasi berbagai persoalan yang saat ini terjadi terutama menyangkut pelayanan kepada konsumen.  Salah satunya dengan memenuhi kewajiban membayar tagihan tepat waktu.

“Jika semua pelanggan kita taat akan itu, persoalan ini mungkin akan cepat teratasi. Karena kita tahu saat ini sedang terjadi sejumlah persoalan di PDAM, terutama masalah suplai air ke rumah-rumah pelanggan ,” kata Edywan, kemarin.

Meski tak menyebutkan secara rinci, Edywan mengakui bhawa tunggakan pelanggan saat ini mencapai miliaran rupiah. Dana sebesar itu sangat berpengaruh terhadap pelayanan yang akan diberikan.

“Walau demikian kami tetap berupaya maksimal memberikan pelayanan terhadap seluruh pelanggan. Karena kami paham benar, tanpa pelanggan kami tidak akan ada,” tambah Edywan.

Edywan sedikit menjelaskan persoalan mampetnya suplai air ke sebahagian rumah pelanggan. Kerusakan itu terjadi pada pipa induk mapun pipa kecil yang menghubungkan pasokan air ke rumah pelanggan.

“Pipa kita pecah, sehingga air tak dapat mengalir maksimal. Pemicunya karena mobilitas kendaraan berat yang melintas pada ruas-ruas jalan yang dibawahnya terdapat pipa PDAM,” tegas Edywan lagi.

Selain diakibatkan pipa yang pecah, terhambatnya suplai air juga dipengaruhi kondisi kelistrikan yang belakangan ini sering terjadi pemadaman. Untuk dapat menormalkan kembali membutuhkan waktu hingga berhari-hari.

“Jika lisrtik mati sangat berpengaruh terhadap produksi kita. Selain jalannya tidak lancar, kualitas air juga kurang baik. Persoalan-persoalan tersebutlah yang selama ini kami hadapi. Belum lagi permasalahan keuangan yang salah satunya disebabkan banyaknya tunggakan pelanggan,” Tandasnya Edywan. (dro/*1)




BBM Belum Naik, Kebutuhan Pokok Sudah Meroket

bbmTembilahan (detikriau.org) – Meski harga BBM belum naik, saat ini sejumlah kebutuhan pokok sudah melonjak tajam. Kondisi seperti ini tentunya akan semakin memberatkan masyarakat.

Pengakuan salah seorang pemilik toko jalan Bahruddin Jusuf Kecamatan Tembilahan mengaku, dalam seminggu belakangan ini, harga jual beras ditokonya mengalami kenaikan sekitar 20 persen dari harga biasanya termasuk berbagai barangan dagangan lainya. Ia menyebutkan kenaikan ini sebagai antisipasi rencana kenaikan BBM oleh pemerintah.

“dari pemasok harga beli kita juga sudah meningkat. Jualnya pastinya juga akan mengikuti. Kita kini belum bisa memprediksi berapa kenaikan rilnya setelah perubahan harga BBM nantinya. ” sampaikannya kepada detikriau.org, minggu (16/11/2014)

Kenaikan harga kebutuhan masyarakat ini hampir terjadi pada semua komoditas. Kondisi seperti ini banyak mendapatkan keluhan masyarakat. Ironisnya kenaikan BBM di dalam Negri terjadi saat harga minyak dunia mengalami penurunan tajam.

Hingga penutupan perdagangan akhir pekan ini, Jumat (14/11/2014) harga minyak mentah acuan WTI spot berada di level US$ 75,82 per barel, sehari sebelumnya sempat meenyentuh level US$ 74,21 per barel. Level tersebut terendah selama kurang lebih empat tahun terakhir. Harga minyak mentah sempat berada di level US$ 71,24 pada 24 Agustus 2010.

Di satu sisi, sejumlah pengamat menyebutkan perubahan harga BBM tidak tergantung harga minyak mentah dunia karena itu akan berarti mengikuti mekanisme pasar. Namun di sisi lain, faktanya sejak era pemerintahan Megawati, perubahaan (kenaikan) harga minyak mintah dunia memicu perubahan harga BBM bersubsidi.

Pada era Megawati, ketika harga minyak mentah dunia menyentuh level US$ 32,68, BBM bersubsidi pun ikuti naik, premium naik Rp 100 dari Rp 1.450 menjadi Rp 1.550 per liter dan solar naik Rp 250 menjadi Rp 1.150 per liter. Pada 2003, ketika minyak mentah dunia menyentuh level tertinggi US$ 37,96, premium ikut naik Rp 260 menjadi Rp 1.810 per liter dan solar menjadi Rp 1.890 per liter atau naik Rp 740.

Memasuki era pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono (SB) – Jusuf Kalla (JK), kenaikan harga BBM bersubsidi lebih lagi. Selama tiga kali kenaikan BBM subsidi pada era tersebut, mencapai hingga 300 persen. Pada Maret 2005, ketika minyak mentah dunia menyentuh level US$ 56,8 per barel, kenaikan BBM bersubsidi premium sebesar RP 590 menjadi Rp 2.400 per barel dan solar naik Rp 210 menjadi Rp 2.100 per liter.

Selang delapan bulan berikutnya, tepatnya Oktober 2005, premium naik tajam Rp 2.100 menjadi Rp 4.500 per liter dan solar naik Rp 2.200 menjadi Rp 4.300 per liter. Saat itu harga minyak mentah kembali menyentuh level tertinggi di harga US$ 69,91 per barel.

Kenaikan ketiga kalinya pada era SBY-JK, terjadi pada 2008, di mana kala itu harga minyak menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah ke harga US$ 145,31 per barel. Pemerintah pun menaikkan BBM bersubsidi premium naik Rp 1.500 menjadi Rp 6.000 per liter sedangkan solar naik Rp 1.200 menjadi Rp 5.500.

Pada periode keduanya Presiden SBY yang didampingi wapres Boediono pada periode 2009-2012 kembali menurunkan harga BBM bersubsidi premium kembali ke level Rp 4.500 dan solar pun kembali ke level Rp 4.500 per liter. Saat itu harga minyak mentah dunia berangsur turun dan menyentuh level tertinggi pada periode tersebut di harga US$ 113,39 per barel.

Lalu bagaimana harga minyak dunia 2014 ini setelah pergantian tampuk pimpinan nasional ke Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla? Minyak dunia sebetulnya meluncur tajam hingga menyentuh level terendah selama kurang lebih empat tahun terakhir dengan harga US$ 74.2 per barel pada perdagangan Kamis (13/11/2014).

Meski demikian Presiden Jokowi merencanakan akan menaikan harga BBM bersubsidi sekitar Rp 1.500 – Rp 3.000. Hal itu berarti harga BBM bersubsidi akan berada di kisaran Rp 8.000 – Rp 9.500 per liter. Pertanyaannya kenapa kenaikan harga BBM bersubsidi begitu drastis? Padahal Negara bisa meraup untung sekitar US$ 25 per barel, mengingat asumsi harga minyak mentah pada APBN-P 2014 mencapai US$ 106 per barel.

Namun sejumlah pengamat juga tetap berpendapat tingginya subsidi minyak diatas Rp 300 trilyun terlalu besar dan terlalu memberatkan APBN. Oleh karenanya subsidi BBM harus dipangkas. (dro)

 

 




Sempat Terhenti, Pembangunan PLTU Parit 23 Kembali Akan dilanjutkan

pltu parit 23TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Indragiri Hilir nyatakan dalam waktu dekat pengerjaan pembangunan mesin Pembangkit Listrik Tenaga Uap parit 23 Kelurahan Sungai Beringin kembali dilanjutkan setelah sebelumnya sempat terhenti.

“Sebetulnya bukan terhenti, kebetulan mereka (pihak rekanan, red) sedang melakukan prepare. Informasi dari pihak rekanan bahwa pekerjaannya akan segera dilanjutkan,” Sampaikan Kepala Distamben Inhil melalui Kepala Bidang Ketenagalistrikan dan Energi, Yusnaldi ditemui di sela pelaksanaan rapat persiapan MTQ ke-33 tingkat Provinsi Riau tahun 2014, di Eks Gedung DPRD, Sabtu (15/11).

Diakui Yusnaldi, memang saat ini ada kendala antara PT Adhi Karya selaku pihak rekanan dengan PLN. Dimana, permasalahan tersebut terkait dengan kondisi financial atau kebijakan pembayaran antara kedua belah pihak.

“Saya sudah konfirmasi dengan pihak rekanan, katanya sepanjang masalah keuangan ini selesai, tentu mereka akan melanjutkan pekerjaannya. Apalagi, sekarang mereka sudah memprepare atau mempersiapkan semua mekanikal elektrikalnya, yang berdasarkan informasi sudah mencapai sekitar 80-90 persen. Kalau sudah selesai ya tinggal pasang saja, tapi disatu sisi mereka juga meminta kepada pihak PLN untuk segera melaksanakan kewajibannya,” terang Yusnaldi.

Sementara itu, Pemkab Inhil melalui Distamben berharap agar proses pembangunan PLTU ini bisa segera diselesaikan, karena mengingat kondisi PLN saat ini yang mengalami devisit sebesar 1,7 MW, yang disebabkan oleh kerusakan pada mesin sewanya.

“Harapan kita secepatnya, kalau memungkinkan selesai tahun 2015 ini lebih baik lagi, sehingga kita bisa mengembangkan akses pelayanan PLN sampai ke kecamatan Batang Tuaka, Gaung Anak Serka (GAS) dan Gaung,” tambahnya.

Untuk diketahui, berdasarkan laporan yang telah diterima oleh Distamben Kabupaten Inhil, hingga saat ini progres pengerjaam pembangunan PLTU tersebut secara rilnya sudah mencapai 64 persen. Ini disebabkan karena mekanikal elektrikalnya belum terpasang, namun jika sudah terpasang tentu progresnya bisa mencapai sekitar 90 persen.(dro)




Sea Port of Indragiri, Pelabuhankah atau Tempat Rekreasi?

IMG-20141115-07618Tembilahan (detikriau.org) – Ketika fasilitas pelabuhan disebutkan, yang terlintas dibenak kita pastilah suguhan pemandangan dengan kesibukan aktifitas bongkar muat barang. Namun bayangan itu akan sangat jauh berbeda ketika kita berkunjung ke pelabuhan parit 21 Tembilahan. Bukannya kesibukan bongkar muat dan keringat buruh yang terlihat, namun hanyalah sederetan warung beratap daun yang menyajikan berbagai panganan.

Tiba digerbang pelabuhan yang bernama keren “Sea Port of Indragiri”, sekitar pukul 14. 30 Wib, detikriau.org sudah disambut dengan sekumpulan remaja, bak petugas, anak-anak tanggung inipun menyebutkan sejumlah nominal rupiah, kata mereka untuk pengganti biaya parkir.

Setelah memberikan sejumlah nominal rupiah, detikriau.org pun memasuki kawasan yang dibangun dengan dana milyaran ini. Kiri kanan jalan selebar lebih kurang sepuluhan meteran itu, berdiri berbagai fasilitas mewah pelabuhan. Namun anehnya, sama sekali tak tampak aktifitas, semuanya sepi.

Deretan warung yang berdiri disisi turap pelabuhan parit 21 Tembilahan
Deretan warung yang berdiri disisi turap pelabuhan parit 21 Tembilahan

Tiba disisi turap dermaga yang hanya berjarak sekitar seratusan meter dari pintu gerbang,, lagi-lagi tidak satupun tampak adanya kesibukan sebagaimana layaknya pelabuhan bongkar muat barang, yang ada hanyalah deretan warung beratapkan daun. Ditempat ini, berbagai makanan dan minuman disajikan. Dibeberapa meja yang ditata secara lesehan ini, tampak beberapa remaja sedang asyik bercengkrama.

Kata salah seorang pemilik warung, lokasi itu biasanya akan ramai disaat sore menjelang mangrib apalagi saat malam mingguan tiba.

Katanya untuk mendapatkan kesempatan berdagang dilokasi itu mereka tidak dikenakan biaya sewa tetapi hanya membayar uang jaga malam yang dipungut setiap dua hari sekali sebesar 9 ribu rupiah.

Untuk sekedar memberitahu, Port of Indragiri diresmikan penggunaannya oleh Bupati Inhil, H Indra Muchlis Adnan, Kamis (20/12/12) yang lalu. Tiga tahun berselang, pelabuhan ini nyatanya belum juga difungsikan. (dro)




Razia Pekat, Satpol PP Inhil Amankan Tiga Pasangan Mesum

mesumTEMBILAHAN (detikriau.org) – Satpol PP Inhil amankan 3 pasangan mesum dari sejumlah Wisma dan Penginapan dalam razia pekat, kamis (13/11) malam.

Kepala Kantor Satpol PP Inhil, TM Syaifullah, mengatakan ke tiga pasang bukan muhrim itu saat di razia tidak bisa menunjukan surat pernikahan dan sejenisnya.

“Karena tak bisa menujukan surat nikah, mereka terpaksa kami amankan dan kami data,” ungkap TM Syaifullah, Jumat (14/11).

Operasi tersebut, lanjut mantan Sekretaris Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Inhil dalam rangka mewujukan kota Tembilahan zero praktek prostitusi, khusus menghadapi pelaksanaan MTQ Provinsi Riau, Desember mendatang.

Berdasarkan hasil introgasi petugas kepada pasangan mesum tersbut, pelaku diketahui rata-rata dibawah usia 25 tahun. Modusnya pacaran, meski demikian petugas tetap membawa mereka untuk di proses lebih lanjut.

“Mereka kita data dan dilakukan pembinaan dengan menandatangani surat pernyataan tidak mengulangi perbuatan serupa. Untuk menguatkan pernyataan itu, mereka juga diminta mendatangkan orang tua masing-masing,” katanya.

Tak hanya memberikan peringatan keras terhadap pasangan mesum, petugas juga meminta pihak hotel, wisma dan penginapan tidak melanggar ketentuan perizinan maupun peraturan daerah (Perda). Jika terbukti melakukan pelanggaran akan dikenakan sanksi.

“Kalau melanggar akan diberikan sanksi administrasi mulai dari surat peringatan 1, 2 dan 3 hingga penutupan atau segel sementara. Peringatan ini berlaku kepada seluruh pengelola usaha, hotel, wisma dan penginapan,”tegasnya.(dro/*1)




di Inhil, Kec Kemuning Pegang Catatan Harga Jual TBS Sawit Tertinggi

sawitTEMBILAHAN (detikriau.org) – Harga jual tertinggi Tandan Buah Segar Kelapa Sawit di Kab Inhil tercatat di Kecamatan Kemuning. Sedangkan harga terendah terjadi di kawasan pesisir Inhil seperti Kecamatan Pelangiran dan Batang Tuaka.

“harga tertinggi sebesar Rp 1600 sedangkan terendah Rp 600,” Sampaikan Kepala Dinas Perkebunan Inhil, Mukhtar T melalui Kasi Promosi Pemasaran Hasil, Sri Wahono, Kamis (13/11).

Rendahnya harga TBS sawit di kecamatan kawasan pesisir Inhil itu dinilainya lebih disebabkan oleh sulitnya sarana tranportasi yang berimbas pada tingginya biaya pengangkutan.

“Daerah itukan transpotasinya sulit. Untuk mengangkut hasil panen harus menggunakan kendaraan laut dan sungai. Sehingga biaya transportasi lebih tinggi bila dibandingan dengan daerah kawasan Selatan” katanya.

Secara rata-rata, harga TBS kelapa sawit di Negeri Sri Gemilang ditambahkannya berapa pada kisaran Rp 900 hingga 950 per Kg. Meski demikian, harga ini tidak dapat dipastikan stabil. Pasalnya harga-harga tersebut terus berfluktuasi. Semua tergantung dengan kondisi dilapangan dan permintaan pasaran. (dro/*1)