dr Irianto Impikan RSUD PH jadi Ikon Daerah

Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan, dr Irianto. Foto: Mirwan
Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan, dr Irianto. Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan, dr Irianto impikan dalam beberapa tahun kedepan pusat pelayanan kesehatan terbesar di Ibukota Kabupaten Inhil yang kini berada dibawah pimpinannya ini akan menjadi Ikon daerah terdepan.

Ia menilai, setelah RSUD PH menerapkan sistem BLUD, setiap tahunnya penghasilan rumah sakit berplat merah ini menunjukkan angka peningkatan, ujarnya dihubungi melalui sambungan selular, Rabu (3/12/2014)

Diterangkan dr Irianto, pada tahun 2013 lalu, RSUD Puri Husada mampu memperoleh penghasilan sebesar RP 16 Miliyar, dan ditahun 2014 meningkat mencapai 25 Miliyar rupiah. Ia mentargetkan pada tahun 2015 mendatang, RSUD Puri Husada Tembilahan akan mampu menghasilkan lebih dari 30 Miliyar rupiah.

“30 Milyar itu target kita di tahun 2015 dengan fasilitas seadanya, apalagi jika fasilitas rumah sakit kita ini memadai dari segi pembangunan kelayakan untuk pasien yang disesuaikan dengan peraturan UU, maka saya jamin penghasilan RSUD Puri Husada ini mampu mencapai 50 Milyar setiap tahunnya,” tutur dr Irianto.

Lanjut dr Irianto, saat ini penduduk di Kabupaten Inhil sudah mencapai 800 ribu jiwa, kewajiban rumah sakit daerah itu minimal harus menyediakan 1 tempat tidur untuk 100 orang. “ artinya RSUD PH harus menyediakan minimal sebanyak 800 tempat tidur untuk menyesuaikan jumlah penduduk Inhil yang ada. Namun saat ini kita baru memiliki sebanyak 134 tempat tidur”

Oleh karena itu berharap pemerintah daerah untuk terus berupaya meningkatkan kualitas RSUD PH yang memang dari kuantitas belum memenuhi standar.

Meski fasilitas belum mencukupi kata Irianto, tapi dari sisi penghasilan yang  selalu meningkat itu membawa RSUD Puri Husada Tembilahan ini perlahan untuk berupaya mengedepankan diri hingga mencapai target sebagai salah satu Ikon kabupaten Inhil.(mirwan)




Sepekan Operasi Zebra, Polres Inhil Tilang 414 Kendaraan

raziaTEMBILAHAN (detikriau.org) – Jajaran Kepolisian Resort Indragiri Hilir menindak sebanyak 414 kendaraan yang melakukan pelanggaran. Pelanggaran yang didominasi pengendara kendaraan roda dua itu merupakan hasil pelaksanaan operasi zebra dalam sepekan.

Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo SIM MSi, melalui Kasat Lantas AKP Ahmad Salmi, mengatakan 70 persen dari operasi ini dilakukan penindakan sedangkan 30 persennya diberikan teguran.

“Sasaran kita pengendara yang tak menggunakan helm standar. Bagi yang menggunakan helm tapi tidak benar dan  lampu utama motor tidak dihidupkan hanya diberikan teguran,”ujar Kasat Lantas, Selasa (2/12).

Kasat Lantas, mengajak masyarakat untuk tertib berlalu lintas dan selalu menggunakan helm saat berkendaraan serta peduli terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Disiplin dalam berkendaraa akan menghindari dari bahaya yang tidak diinginkan

“Tertib berlalu lintas hendaknya tak hanya pada pelaksanaan operasi zebra, namun setelah operasi ini berakhir pengguna jalan tetap gunakan helm saat berkendaara,” jelasnya.(dro/*1)




Kontur Tanah Labil dan Kendaraan Tonase Tinggi dituding Percepat Kerusakan Jalan

jalan-rusakTEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Indragiri Hilir, H Fauzar menerangkan bahwa kerusakan beberapa ruas jalan yang baru selesai dikerjakan disebabkan oleh beberapa faktor, baik kontur tanah yang labil termasuk melintasnya kendaraan bertonase tinggi.

“Persoalan inilah yang kita hadapai. Dengan kondisi tanah yang labil kemudian dilintasi kendaraan berat, maka aspalnya akan mudah mengelupas dan pecah. Namun untuk perbaikanya masih menjadi tanggung jawab rekanan hingga 6 bulan setelah selesainya pekerjaan,” Terang Fauzar, senin (1/12)

Mantan Kepala Bappeda Inhil itu juga menegaskan bahwa pihaknya akan tetap mengawal agar rekanan memenuhi seluruh tanggungjawab yang sudah disepakati sesuai ketentuan.

“Kita tak akan main-main. Kami akan desak rekanan untuk memperbaiki jalan yang rusak. Selagi itu masih dalam masa pemeliharaan atau tanggung jawab mereka,” tegasnya.

Menurut Fauzar, saat ini pihaknya masih mendata ruas jalan mana saja yang sudah mulai rusak untuk kemudian disampaikan kepada pihak rekanan pelaksana.

Pantauan lapangan, beberapa ruas jalan yang baru dibangun namun sudah mengalami kerusakan, diantaranya jalan Batang Tuaka, jalan Abdul Manaf, Jalan H Sadri, Jalan Kartini dan Jalan Prof M Yamin Parit 15 Tembilahan Hilir, serta sejumlah ruas lainya.(dro/*1)




Warga Tempuling Keluhkan Pekerjaan Perbaikan Ruas Jalan Provinsi

DSC_0000093Tempuling (detikriau.org) – lambannya proses pekerjaan perbaikan ruas jalan provinsi kini juga mulai menuai kritikan warga. Manalagi saat memasuki musim penghujan, ruas jalan kini menjadi becek, licin dan rawan terjadinya kecelakaan.

“tidak satu dua kali kecelakaan terjadi, akibat jalanan licin, pengguna kendaran roda dua sudah beberapa kali terjatuh bahkan ada yang sampai mengalami patah tangan,” Ujar warga Sungai Salak Kecamatan Tempuling, Kanik kepada detikriau.org melalui sambungan selularnya, senin (1/12/2014)

Diterangkan Kanik, jalan berlumpur bak kubangan paling parah telihat di parit 5 dan parit 9 desa Ketapang Kecamatan Tempuling. Ia berharap rekanan pelaksana menyegerakan penyelesaian pekerjaan. Apalagi batas waktu pekerjaan tidak lama lagi akan selesai. Ia khawatir dengan semakin sempitnya waktu juga akan berdampak rendahnya kualitas pekerjaan. Imbasnya jalan tidak akan mampu berahan lama.

Ditempat terpisah, warga Tembilahan, Indra menilai tidak sedikit kualitas pekerjaan jalan jauh dari harapan. Akibatnya belum lama pekerjaan selesai, badan jalan sudah kembali rusak.

“kita duga kualitas pekerjaan jauh dari standar. Cukup banyak ruas jalan yang baru beberapa bulan selesai dikerjakan sudah kembali rusak. padahal untuk melakukan perbaikan, dana yang dibutuhkan tidaklah sedikit,” Kritik Indra

Indra juga mencontohkan pekerjaan ruas jalan provinsi yang saat ini sedang dilakukan. Ia menilai material tanah timbunan sangat jauh dari standar.”ketika disiram hujan, tanah ikut tergerus air. Material kebanyakan hanya tanah. Batu pecahnya kalaupun ada hanya sedikit. Kalau materialnya seperti ini, setelah nanti selesai dikerjakan tentunya wajar jalan itu tidak akan mampu bertahan lama,” Ujarnya.

Dalam kesempatan itu ia berharap kepada Dinas terkait termasuk konsultan pengawas untuk menjalankan tugas pengawasannya dengan benar. Jangan hanya dibiarkan pelaksana pekerjaan mempergunakan material yang jauh dari standar yang disyaratkan. (dro)




Tutup Lubang Jalan, Warga Tembilahan Tanam Keladi

Badan jalan dihiasi dengan tanaman. Foto: mirwan
Badan jalan dihiasi dengan tanaman. Foto: mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – “Dari pada kecelakaan, mending kami tanami pohon keladi,” begitulah yang diucapkan Zulhelmi, salah seorang warga Jalan Batang Tuaka RT 02 RW 02 Tembilahan kota, Senin (01/12/2014).

Pohon keladi itu dipasang ke badan jalan sebagai ungkapan kekecewaan warga akan banyaknya kerusakan dibadan jalan yang dikhawatirkan akan menjadi penyebab terjadinya kecelakaan. Padahal pengerjaan pengaspalan jalan batang tuaka baru selesai dikerjakan pada akhir tahun anggaran 2013 yang lalu.

“Paling tidak ini juga akan dapat menjadi tanda bagi pengguna jalan agar tidak terperosok ke dalam lubang,” Ujar Zulhemi

Pantauan dilokasi, dari sekian banyak lobang dibadan jalan itu hanya 4 lobang yang diberitanda pengaman oleh warga dengan material penanda seadanya, seperti kursi rusak, pot bunga dan tanaman.

“Sebelumnya disini sering kecalakaan akibat lobang di jalan, apalagi saat ini musim hujan, lobang-lobang itu tergenang air dan tidak tampak, anak-anak sekolah juga sering jatuh, kan kasian mereka,” kata Zul lagi.

Ia mengharapkan kepada pemerintah daerah melalui Dinas terkait untuk memperhatikan kerusakan badan jalan. “Kami minta kepada pemerintah jangan hanya menebalkan aspal ditempat lain, rusak parah ini seharusnya didahulukan,” harapnya.(mirwan)




2015 Dipastikan Inhil Kembali Dapatkan Bantuan RLH

Kabid Pemberdayaan Sosial, H Burhan. Foto: Mirwan
Kabid Pemberdayaan Sosial, H Burhan. Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Tahun 2015 mendatang, Rumah Layak Huni dipastikan direalisasikan untuk masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang dinilai tidak memiliki rumah yang layak untuk ditempati.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Sosial melalui Kabid Pemberdayaan Sosial H Burhan SH MH kepada awak media akhir pekan kemaren. “Insya Allah tahun depan akan ada bantuan sosial berupa Rumah Layak Huni,” tuturnya.

Untuk meyakini hal ini. Dijelaskan Burhan, usulan untuk rumah layak huni itu sudah diajukan pada tahun 2013 lalu, dan ini sudah ditinjau langsung dari pusat ke kabupaten Inhil satu minggu yang lalu untuk memastikan alokasi yang akan dibantu nantinya, tentu hal tersebut sudah bisa dipastikan direalisasi pada tahun 2015 mendatang.

“Usulan yang kami ajukan kemaren itu jumlahnya ratusan, hanya saja yang akan dibantu nanti belum kami ketahui, yang jelas 2015 mendatang masyarakat kita akan dapat bantuan tersebut,” kata H Burhan.

Ia menambahkan ketika jumlah usulan yang diajukan tidak sesuai dengan yang diharapkan, maka tim pendataan dari Dinsos Inhil akan menilai lebih detail terhadap penerima bantuan itu siapa yang lebih pantas menerimanya.

Disampaikan juga, setiap satu rumah itu akan mengeluarkan dana 10 juta dari dana bansos itu, dan ini dikhususkan hanya untuk membeli bahan. Sementara untuk tukang atau pekerja rumah, dana itu direncanakan akan ditanggung dari dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Inhil.

Perlu diketahui, bantuan rumah layak huni ini kata Burhan, tidak berupa rumah yang dibangun mulai dari angka nol, namun pihaknya akan membantu warga yang memiliki rumah yang memang miris dan memerlukan rehabilitas sesuai standar layaknya rumah huni pada umumnya.(mirwan)