Jelang Natal dan Tahun Baru 2015, 15 Napi Lapas Tembilahan diusulkan Peroleh Remisi

Kepala Lapas Kelas II A Tembilahan. Tommy K
Kepala Lapas Kelas II A Tembilahan. Tommy K

TEMBILAHAN (detikriau.org)– Jelang hari Natal dan Tahun 2014,  15 Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tembilahan, diusulkan mendapat remisi.

Dikatakan Kepala Lapas Kelas II A Tembilahan, Tommy, mereka yang mendapat remisi adalah warga binaan yang sudah menjalani 2/3 masa tahanan. Secara mekanisme remisi wajib untuk diberikan.

“Selain telah menjalani 2/3 masa tanahan, sarat lain mereka juga dinyatakan berkelakuan baik, aktif mengikuti kegiatan di lapas serta ikut membangun lingkungan bersih dan menjaga keamanan lapas,” terang Tommy.

“Ada beberapa sarat dan ketentuan untuk seserong warga binaan mendapat pemotongan masa tahanan. Kami harus menggelar sidang pengamat pemasyarakatan. Setelah dianggap memenuhi syarat baru mereka diusulkan mendapat remisi ke Kementrian Hukum dan HAM,”tambahnya.

Besaran remisi mulai dari 15 hari sampai dengan 1 bulan. Tommy, berharap dengan pemerbian remisi tersebut seluruh warga binaan dapat termotivasi untuk tetap menjalani pembinaan secara baik dan berkualitas.

“Remisi selalu diberikan kepada setiap warga binaan yang dianggap sudah memenuhi syarat dan dilakukan beberapa kali dalam satu tahun. Seperti remisi hari besar agama dan hari kemerdekaan Republik Indonesia,” imbuhnya.(dro/*1)




Jelang Pembukaan MTQ Riau Ke 33, Jalan Utama di Kota Tembilahan Macet

Suasana kemacetan lalu lintas pada ruas Jalan Baharuddin Jusuf Tembilahan.
Suasana kemacetan lalu lintas pada ruas Jalan Baharuddin Jusuf Tembilahan.

Tembilahan (detikriau.org) – Jelang pembukaan Mushabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Riau ke XXXIII, hampir seluruh ruas jalan utama dalam kota Tembilahan macet. Arus lalu lintas Ibukota Kabupaten Inhil, Tembilahan yang memang setiap harinya cukup padat tentunya akan semakin tumpah ruah dengan masuknya ribuan tamu dari seluruh kabupaten/Kota se Riau.

“Macet bang. Dari simpang jalan sederhana menuju jembatan parit 11 jalan baharuddin jusuf yang hanya berjarak 20an meter, hari ini saya butuhkan waktu sekitar 30 menit,” Ujar seorang pengendara kendaraan roda dua, Andi ditemui detikriau.org dilokasi, sabtu (13/12/2014)

Ribuan kendaraan jejali jalan H Arif Kecamatan Tembilahan hulu
Ribuan kendaraan jejali jalan H Arif Kecamatan Tembilahan hulu

Menurut Andi, kemacetan serupa juga terjadi pada parit 11 jalan H Arif. Dengan terpisahkan aliran parit (anak sungai. Red) dua jembatan penghubung itu adalah satu-satunya akses jalan yang bisa dilalui untuk menuju kota Tembilahan.

Pantauan detikriau.org, kemacetan di dua ruas jalan ini setidaknya mencapai ratusan meter. Dengan sempitnya ruas jalan ditambah pengerjaan perbaikan ruas jalan provinsi yang belum tuntas, menjadi penyebab utama terjadinya kemacetan.

Tidak hanya jalan utama, jalan lingkungan penduduk yang dalam kondisi normal biasanya sepi, menjelang pembukaan MTQ ini juga tampak ramai dilalui kendaraan.

“Kita terpaksa mencari jalan alternatif karena jalan utama kondisinya macet,” Ujar Aman warga Tembilahan lainnya. (dro)




Amankan MTQ Riau Ke 33, 349 Personil Gabungan di Terjunkan

Foto: detikriau.org/Mirwan
Foto: detikriau.org/Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – 349 pasukan gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kanbupaten Indragiri Hilir (Inhil) terlibat langsung untuk mengamankan jalannya helat MTQ Riau di Tembilahan.

Untuk memadukan tugas tersebut, telah digelar apel kesiapan dalam rangka pengamanan MTQ Riau di Lapangan Upacara Mapolres Inhil, Jalan Gajah Mada Tembilahan, Jumat (12/12) pagi kemarin. Apel itu langsung di pimpin Kapolres setempat AKBP Suwoyo SIK MSi.

Pada kesempatan itu Kapolres mengintruksikan kepada seluruh petugas untuk benar-benar melaksanakan tugas dengan baik dan penuh tanggung jawab.

“Ratusan personel gabungan kita tempatkan di lokasi-lokasi rawan kemacetan. Terutama pada jalur yang menjadi mobilitas massa serta simpul-simpul lainnya,”papar Kapolres.

Selain menjaga jalur lalulintas, Polres Inhil juga menerjunkan polisi berpakaian sipil (preman) ke areal astaka MTQ Riau untuk mempersempit aksi kejahatan terhadap para pengunjung stand dan pameran MTQ Riau.

Ditambahkannya, selama MTQ pihaknya mensiagakan personel selama 24 jam.(dro/*1)




Disisi Warna, PDAM TI Akui Produksinya Belum Maksimal

img-20140811-07392TEMBILAHAN (detikriau.org) – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Indragiri Tembilahan mengakui bahwa kualitas air yang dialirkan kepada pelanggan belum maksimal. Hingga hari ini berbagai upaya terus dilakukan guna meningkatkan kepuasan pelanggan.

Dikatakan oleh Plh Direktur PDAM TI, H Edywan Shasby, masih rendahnya kualitas air itu disebabkan beberapa faktor, diantaranya pengaruh pasang surut Sungai Indragiri serta curah hujan yang cukup tinggi.

“Air yang mengalir dari daratan kealiran sungai berwarna coklat kehitaman sangat sulit diolah dengan kondisi fasilitas pengolaan yang ada saat ini,” sebut Edywan, kemaren

Untuk menghilangkan warna coklat kehitaman air tanah gambut yang mengalir dari daratan ini diperlukan pemrosesan secara lengkap melalui proses koagulasi + flukolasi dan proses sendimentasi dan filteriasai yang baik.

“Ke dua koagulan yang dapat menghilangkan warna, yakni koagulasi + flukolasi (PAC). Namun kelemahan metode ini dari sisi biaya yang lebih mahal,” sebutnya.

Sedangkan solusi lainya lanjut Edywan, dengan menggunakan kapur (caO) atau soda abu. Pada saat ini diakuinya PDAM Tirta Indragiri Tembilahan belum mampu memenuhi kriteria pengolahan untuk air berwarna. Mudah-mudahan untuk masa mendatang hal itu mampu dilakukan.

Beberapa waktu belakangan ini sebagain besar pelanggan PDAM Tirta Indragiri Tembilahan memang sedikit mengeluhkan kualitas air yang dinilai kurang jernih. Warga berharap kondisi itu bisa diatasi dengan segera oleh pengelolanya.(dro/*1)




Perlu Klarifikasi, BKD Inhil Tunda Umumkan Hasil Tes CPNS 2014

Kementrian Yang Telah Mengumumkan Hasil Tes CPNS 2013TEMBILAHAN (detikriau.org) – Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Indragiri Hilir belum umumkan hasil tes CPNS formasi tahun 2014 disebabkan masih ada beberapa nama yang mesti harus kembali diklarifikasi kepihak Kementrian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

“Kita memang sudah terima hasil tes itu dari Kemenpan RB pada tanggal 8 Desembar kemaren. Tapi pengumumannya terpaksa harus kita tunda karena masih ada beberapa nama yang harus diklarifikasi kembali.” Ujar Kepala BKD Inhil, H Syaifuddin, jum’at (12/12)

Syaifuddin juga menjelaskan surat yang ia kirim kepada Menpan RB bernomor 813/BKD/12/2014/2887 namun hingga hari ini belum ada balasan.

“Kita berharap seluruh peserta bersabar. Silahkan semua pihak ikut memantau langsung hasilnya. Dengan harapan hasil yang akan diumumkan nanti benar-benar clear dan dapat dipertanggung jawabkan,” Tandasnya.(dro/*1)




Wings Air Juga Diharapkan Plt Gubri untuk Mendarat di Bandara Tempuling

Plt Gubri bersama Bupati Inhil saat meninjau pekerjaan PLTU Sungai Beringin. Foto: Mirwan
Plt Gubri bersama Bupati Inhil saat meninjau pekerjaan PLTU Sungai Beringin. Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Setibanya di Inhil, Plt Gubernur Riau (Gubri), Arsyadjulianti Rachman juga mengutarakan bahwa Selain pesawat perintis Susi Air yang kini sudah melayani penerbangan 2 kali seminggu rute Pekanbaru- Tembilahan (PP), diharapkan maskapai penerbangan domestik,Wings Air juga bisa mendarat di Bandara Tempuling.

“Hanya satu alat yang masih harus dilengkapi, yaitu NDB (Non Directional radio Beacon. red). Jika peralatan pendukung itu bisa kita lengkapi, Wings Air juga ingin masuk ke bendara Tempuling, ” kata H Arsyad

Ditambahkan, ia telah membicarakan hal ini dengan Bupati Inhil untuk mencoba menegosiasikan Wings Air agar bisa mendarat di Kabupaten Seribu Parit ini dengan dijanjikan untuk melengkapi alat pendukung.

“Kita minta Wings Air jalan dululah, kami janjikan akan melengkapi peralatannya. Buktinya tapa peralatan itu, sebelumnya Wings Air juga pernah mendarat di Bandara Tempuling saat mengangkut jamaah haji,” Tambahnya

Iapun menegaskan bahwa untuk pendanaan pengadaan peralatan pendukung akan diangarkan melalui APBD Provinsi Riau tahun 2015 mendatang. (Mirwan)