Tahun Ini, BPMPD Inhil Masih Lanjutkan Program Lama

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Tahun 2015, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) masih melanjutkan program lama.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Inhil H Yulizal melalui Sekretarisnya, Yiserdi, Jum’at (16/1). Menurutnya, hingga saat ini belum ada program baru, yang ada hanya program lanjutan, baik dari Provinsi maupun Kabupaten.

“seperti program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ), kemudian Pembinaan Usaha Ekonomi Simpan Pinjam, Pembinaan Keuangan Desa, Penataan Kelembagaan Desa, termasuk pelaksanaan Pilkades,” rinci Yiserdi.

Meski program baru belum ada, tapi diakuinya dari kelima program lanjutan itu tetap mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat Inhil. Sebenarnya kata Yiserdi, program dari BPMPD Inhil ini banyak, namun hanya lima program itulah yang besar dan bisa dinikmati orang ramai.

“yang menjadi kendala seperti tenaga pendamping Desa dan lainnya masih banyak yang tidak mengerti persoalan administrasi, inilah salah satu penyebab lambatnya proses pengalokasian dana ke desa-desa,” tandasnya. (mirwan)




PLN Tembilahan Terus Berulah, Masyarakat Makin Resah

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemutusan pasokan listrik PLN kerumah-rumah pelanggan semakin hari semakin tidak terjadwal. Dengan kondisi ini, aktifitas keseharian masyarakat semakin terganggu. Diharapkan pihak terkait untuk segera melakukan perbaikan agar masyarakat tidak terus dirugikan.

“Kita tak habis pikir. Awalnya dikabarkan pemadaman listrik 2 hidup 1 mati. Tapi saat ini, dalam satu hari saja pemutusan terjadi berkali-kali,” Kesal Anto, salah seorang pengusaha percetakan di jalan M Boya Tembilahan

Menurut Anto, usaha yang sudah dijalaninya bertahun-tahun ini sangat tergantung dengan pasokan listrik. Tanpa itu, aktifitas pastinya akan terganggu dan penghasilan turun drastic.

“Bagaimana kita mau dapatkan penghasilan, pekerjaan tak bisa dilakukan sementara gaji karywan kita bayarkan dengan jumlah tetap setiap bulannya,” Kesal Anto, kamis (15/1)

Senada dengan Anto, Afif, pengusaha laundry juga mengeluhkan kondisi yang sama. Dengan listrik normal, ia mengaku dalam sehari ia sedikitnya akan mengantongi penghasilan ratusan ribu. Namun sejak listrik berulah, omset menurut drastic.

“mau gimana lagi, kita tak tau harus mengadu kemana. Kita hanya berharap kalau emmang ada kerusakan, PLN harus segera lakukan perbaikan,” Pinta Afif

Berdasarkan keterangan pihak PLN Rayon Tembilahan, terjadinya pemadaman bergilir kerumah pelanggan ini awalnya disebabkan adanya gangguan beberapa mesin sewa sejak tanggal 3 januari yang lalu. Belum tuntas kerusakan itu diperbaiki, kini 1 unit mesin KHD kembali rusak

Diterangkan, gangguan 1 unit mesin KHD ini terjadi kerusakan pada system pompa minyak dan harus diganti dengan alat baru. Adanya kerusakan ini kembali menyebabkan terjadinya tambahan defisit hingga 1 MW. “ kalau mesin KHD ini tidak tterjadi gangguan mungkin pemadaman bergilir sudah bisa diperpanjang,” Ujar manajer PLN Rayon Tembilahan, Budi Warman melalui Supervisor ADM Anton Ardhianto, kemaren

Sejauh ini ditambahkannya, perkembangan perbaikan pada 3 unit mesin sewa milik PT Bima Golden, PT Mega Power, maupun PT Tiga Bintang Mas Abadi baru 1 mesin yang sudah beroperasi dengan daya mampu 1 MW.

“Gangguan unit 9 pada mesin sewa milik PT Tiga Bintang Mas Abadi berupa alat Radiator sudah beroperasi. Untuk mesin yang lain, alat-alat mesin penggantinya sudah datang, sekarang dalam pekerjaan pemasangan,” Tambahnya sambil menjelaskan bahwa hingga saat ini pihaknya masih mengalami deficit daya hingga 3 MW dan giliran pemadaman masih diberlakukan dengan durasi 2 hidup 1 mati. (mirwan)




DPPK Insel Tetap Optimis Wujudkan Pemekaran

Ketua DPPK Insel, Kamal
Ketua DPPK Insel, Kamal

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dewan Presidium Pembentukan Kabupaten (DPPK) Insel tetap menyatakan keoptimisan untuk mengupayakan terwujudnya pembetukan kabupaten Indragiri Selatan. Meski aturan terbaru tentang pemekaran sudah diberlakukan, hal itu diyakini tidak akan meyurutkan langkah mereka untuk terus berjuang.

“Kita tidak akan menarik mundur apa langkah yang sudah dijalankan. Kita tetap optimis meskipun harus kembali berjuang lebih keras,” Sampaikan Ketua DPPK Insel, Muhammad Kamal ditemui di gedung  DPRD Inhil kemaren.

Dikatakan Kamal, apa yang mereka perjuangkan ini sepenuhnya untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih baik kedepannya. Dengan terwujudnya pemekaran, ia berkeyakinan upaya mempercepat kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat Inhil dibagian selatan itu akan lebih cepat tercapai.

“Yang namanya usaha tidak boleh cepat menyerah. Tantangan adalah batu ujian. Jika kita yakin disertai do’a dari seluruh masyarakat, kami berkeyakinan usaha dengan penuh pengorbanan selama ini tidak akan sia-sia,” Yakini Kamal.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyatakan sudah kembali mengkomunikasikan rencana pembentukan Insel kepada pihak DPRD Inhil. Ia berharap hasil pertemuan pertemuan itu dapat segera direkomendasikan ke Komisi II DPR RI dalam konteks percepatan pemekaran kabupaten Insel.

Diakuinya dengan terbitnya turan pembentukan daerah otonomi baru itu akan sedikit memperlambat rencana pemekaran, sebab peraturan pemerintah baru ini membutuhkan waktu pembahasannya cukup lama.

Langkahnya saat ini, dijelaskan Kamal bahwa pihaknya segera mempersiapkan seluruh administrasi yang belum disempurnakan yang diminta oleh Komisi II DPR RI dan termasuk hal-hal yang lain yang masih dikerjakan oleh Pemerintah Kabupaten Inhil.

“Kita pastinya juga berharap agar Bupati Inhil memberikan bantuan maksimal sesuai komitmen beliau saat maju dalam kampanye pilkada Bupati beberapa waktu yang lalu,” Tandas Kamal. (dro/mirwan)




Pelayanan PLN Tembilahan Makin Parah, ” Giliran atau Tidak, Listrik juga Mati”

pln1TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kondisi pelayanan PLN Rayon Tembilahan semakin hari semakin memprihatinkan. Pemutusan pasokan listrik kerumah pelanggan kini tidak hanya saat dikenai giliran, diluar itupun listrik juga mati.

Pelayanan yang semakin parah ini tentunya dikeluhkan oleh masyarakat setempat, karena tidak hanya mengganggu dan menyulitkan aktifitas sehari-hari, tetapi juga menyebabkan usaha masyarakat tidak berjalan lancar.

“Aneh juga PLN sekarang ini. Kalau kena giliran sudah pasti mati lampu, tapi kenapa ketika kita tidak kena giliran lampu juga mati,” keluh Siti, salah seorang warga Kecamatan Tembilahan Hulu, Senin (12/1/2015) malam.

Dijelaskan Siti, saat ini kondisi pemadaman listrik sudah tidak menentu dan tidak sesuai jadwal yang diberitahukan sebelumnya. Bahkan hampir setiap hari lampu penerangan PLN dikatakannya kerap mati secara mendadak.

“Barusan malam minggu kemarin kita kena giliran mati lampu, eh malam ini malah mati lagi. Mana sore tadi lampu juga mati dengan durasi waktu cukup lama,” Kritiknya.

Keluhan senada juga disampaikan Roni, warga Kota Tembilahan lainnya. dikatakan Roni, kondisi listrik seperti ini sangat mengganggu rutinitasnya sehari-hari.

“Kadang-kadang tak tahu kita lagi kerja atau lagi makan, tiba-tiba lampu mati mendadak, padahal bukan giliran kita mati lampu. Kalau sudah gitu, kayak mana kita mau siap-siap,” tambahnya.

Oleh karena itu, masyarakat Kota Tembilahan dan sekitarnya meminta agar pihak PLN dapat segera menuntaskan permasalahan tersebut, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan lagi.

“Kita harapkan pihak PLN bisa secepatnya mengatasi pemadaman listrik bergilir ini, supaya aktifitas kita dapat berjalan dengan aman dan lancar,” imbuhnya.(adi)




Warga Desa Tanjung Simpang Tuntut Keadilan

“Kebakaran Lahan Turut Hanguskan Perumahan Penduduk, Warga berharap agar ada keadilan dari pihak-pihak terkait dengan memberikan santunan untuk masyarakat sinar danau”

Ketua RT Dusun Sinar Danau Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran, Rayo
Ketua RT Dusun Sinar Danau Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran, Rayo

Tembilahan (detikriau.org) – Masyarakat Sinar Danau Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran berharap pemerintah daerah memberikan perhatian atas nasib yang dialami oleh mereka. Satu tahun, pasca kebakaran yang menghanguskan 101 unit pemukiman penduduk, saat ini masih ada warga yang bertempat tinggal dibangunan rumah seadanya dikarenakan ketiadaan biaya.

Berdasarkan penjelasan Ketua RT 38 Sinar Danau Desa Tanjung Simpang, Rayo (38) yang juga menjadi korban dalam keganasan sijago merah kala itu, menurutnya pemicu kebakaran diawali dengan titik api di kanal 33 yang merupakan areal lahan perkebunan milik PT THIP yang kemudian merembet kelahan milik PT SPH selama lebih kurang 21 hari. Setelah lebih kurang 1 bulan api melalap lahan perkebunan milik swasta itu, api akhirnya melahap perumahan penduduk di Sinar Danau Desa Tanjung Simpang yang menghabiskan 94 unit rumah penduduk.

Tidak cukup sampai disitu, jilatan api kemudian menjalar ke lahan PT RIA yang kemudian ke Desa Sepandak dan kembali menghabiskan 7 unit rumah penduduk.

“Waktu api masih berada di lahan PT SPH, masyarakat sebenarnya sudah khawatir. Tapi kita tidak mampu berbuat banyak karena kobaran api begitu besar dan akhirnya-pun meluluhlantakkan perkampungan kami,” Sampaikan Rayo di temui di Tembilahan, sabtu (10/1/2015)

Ditambahkan Rayo, kedatangan mereka ke kota Tembilahan saat ini bermaksud untuk menyampaikan persoalan ini kepada pihak DPRD Inhil. Mereka berharap melalui wakilnya akan dapat menggugah hati pemerintah agar memberikan perhatian kepada nasib warganya.

Saat itu Rayo juga berharap agar ada keadilan dari pihak-pihak terkait dengan memberikan santunan untuk masyarakat sinar danau. sampai saat ini menurutnya warga masih banyak berharap penjelasan tentang kejadian kebakaran sinar danau baik dari pemerintah ataupun dari pihak perusahaan.

Ketua Forum Komunikasi Pemuda Kecamatan Pelangiran, Budiansyah mengungkapkan bahwa ia merasa warga masyarakat Danau yang dilanda musibah kebakaran sangat dirugikan atas kejadian tersebut. Apalagi ia menilai sampai saat ini tidak ada kepedulian dari pihak Pemerintah dan aparat penegak hukum lebih khusus lagi pihak perusahaan.

“Sepanjang penelitian kami dari pengakuan-pengakuan saksi dan korban yang ada di Sinar Danau bahwa sumber titik api itu berasal dari lokasi perusahaan. Harusnya perusahaan memberikan ganti rugi kepada masyarakat kami” Ujar Budiansyah yang juga membenarkan bahwa saat ini masih banyak masyarakat yang tinggal di tenda-tenda karena mereka tidak mampu untuk membangun rumah.

“mewakili pemuda kecamatan pelangiran saya sangat mengharapkan dan mengetuk pihak pemerintah ataupun pihak perusahaan agar kiranya tersentuh hatinya atas penderitaan yang dialami masyarakat. Apalagi setelah satu hampir satu tahun, tidak ada satupun ditetapkan tersangka atas kejadian itu,” Imbuh Budi.

Untuk sekedar mengingatkan, peristiwa kebakran yang meluluhlantakkan 94 unit pemukiman penduduk Sinar Danau Desa Tanjung Simpang dan 7 unit pemukiman penduduk Desa Sipandak Kecamatan Pelangiran itu terjadi pada tangal 22 Februari 2014 yang lalu.

Dalam persitwa kebakaran hebat itu, meski tidak menimbulkan korban jiwa, petugas kepolisian saat itu memperkirakan musibah ini sedikitnya menimbulkan kerugian sebesar 2,5 Milyar lebih.

Kapolres Inhil AKBP Suwoyo SIK.M.Si melalui Kanit Reskrim Brigadir Delni Atma Saputra saat itu menjelaskan bahwa dari keterangan yang berhasil didapatkan dari beberapa saksi dilapangan, sumber api berasal kebakaran lahan.

”Diduga asal api akibat adanya kebakaran lahan, kemudian merambat kerumah yang dihuni oleh Toni Siturus. Karena semua rumahnya terbuat dari papan dan beratap daun rotan sehingga api cepat membesar,” Ujar Delni Atma saat itu.(mirwan)




Warga Pinta Pemkab Benahi Saluran Drainase

saluran drainase di jalan H Khalidi Tembilahan
saluran drainase di jalan H Khalidi Tembilahan

Tembilahan (detikriau.org) – Atasi persoalan banjir pasang, masyarakat berharap agar pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk membenahi saluran drainase terutama diseputaran kota Tembilahan. Selama ini hampir seluruh saluran pembuangan air itu mampet dan tidak berfungsi dengan baik.

Dikatakan Andre (34), warga Tembilahan, tersumbatnya saluran drainase ini menjadi penyebab air tidak bisa dengan cepat dialirkan kesungai. Akibatnya saat curah hujan tinggi, air melimpah dan menggenangi badan jalan hingga kerumah-rumah penduduk berhampiran.

“Coba saja perhatikan saluran drainase seperti di jalan H Khalidi (lorong garam. Red), drainase sama sekali tidak mengalir, airnyapun berwarna hitam, kotor, berbau dan menjadi tempat bersarangnya jentik-jentik nyamuk,” Sampaikan Andre, ahad (11/1)

Senada, Iwan (37), warga Tembilahan lainnyapun membenarkan. Ia berharap agar kondisi ini sgera mendapatkan perhatian pemerintah agar terciptanya kota Tembilahan menjadi kota yang bersih dan indah.

“Harus ada penanganan serius dan terus menerus. Jika persoalan tidak bisa diatasi maka akan sangat sulit untuk menjadikan kota Tembilahan sebagai kota yang bersih,” Saran Iwan

Ditambahkan Iwan, selain melakukan upaya pembersihan dan normalisasi saluran drainase, pemkab juga diminta selalu melakukan sosialisasi dan mengajak keterlibatan secara langsung dari masyrakat. Tanpa adanya kesadaran untuk bersama-sama menjaga kebersihan, segigih apapun usaha pemerintah diyakininya akan sulit mendapatkan hasil maksimal.

“setidaknya ada upaya himbuan secara terus menerus agar masyarakat mau ikut bersama-sama menjaga kebersihan. Jika perlu berikan sanksi jika masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan untuk menjaga kebersihan.” Ujar Iwan

Pantauan lapangan, tidak hanya disatu lokasi, hampir seluruh saluran drainase seputaran kota Tembilahan memang tidak berfungsi dengan baik. Disebahagian besar, drainase tidak obahnya seperti kolam lumpur dan menimbulkan bau yang tidak sedap.

Beberapa penyebab diantaranya saluran drainase dipenuhi dengan lumpur, sampah, hingga berbagai material lainnya. Kerap upaya untuk melakukan pembersihan oleh petugas menjadi sulit karena kebanyakan pemilik bangunan ruko menutup saluran drainase dengan cor beton. Harusnya memang ada aturan yang memberikan sanksi agar kepentingan masyarakat umum ini dapat memberikan hasil baik dan menjadikan kota Tembilahan yang Indah dan bersih. (dro)