Sampah Menumpuk, Warga Keluhkan Kota Tembilahan Jadi Jorok

Tumpukan sampah di Jalan H Said Tembilahan. Selasa (10/2/2015)
Tumpukan sampah di Jalan H Said Tembilahan. Selasa (10/2/2015)

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Masyarakat kota Tembilahan mengeluhkan keberadaan tumpukan sampah yang masih kerap didapati diberbagai sudut kota Tembilahan.

Salah seorang Ibu Rumah Tangga warga Jalan H Said Tembilahan, Yanti berharap Pemkab Inhil melalui Dinas Terkait untuk dapat bekerja lebih maksimal.

“Setiap hari tumpukan sampah berserakan. Bahkan kadang-kadang memenuhi hingga sepertiga jalan dan menutupi saluran drainase. Apalagi baunya sangat tidak nyaman,” Keluhkan Yanti, selasa (10/2)

Disebutkannya, efek dari tumpukan sampah, selain menimbulkan aroma tidak sedap, kota juga tampak djorok.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman Kabupaten Inhil, Eddiwan Shasby menyatakan bahwa belum maksimalnya kinerja Dinas baru pecahan Dinas PU ini disebabkan waktu jam kerja yang masih sangat kurang.

Ia telah merencanakan kedepan menaikkan jam kerja, namun penambahan waktu ini akan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran. Saat ini, ketersediaan anggaran baru diperuntukkan untuk dua jam kerja.

“Kita akan terus upayakan agar persoalan ini segera bisa diselesaikan,” Ujarnya. (mirwan)




Sosialisasi Belum Maksimal, Penerbangan Melalui Bandara Tempuling Masih Sepi

Susi-AirTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengharapkan kepada masyarakat Inhil untuk bisa memanfaatkan jasa transportasi udara untuk bepergian.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (dishubkominfo) Inhil, H Tantawi, sejak dibukanya penerbangan melalui Bandara Tempuling belum tampak antusias masyarakat untuk memanfaatkan sarana tranportasi ini. Dishubkominfo bekerjasama dengan Maskapai Susi Air sudah melayani penerbangan dengan tujuan Pekanbaru Tempuling PP sejak dua mingguan yang lalu.

“Mungkin masih baru, sosialisasi yang kita lakukan juga belum maksimal kepada masyarakat hingga menyebabkan antusiasme tersebut belum terlihat,”Ujar Tantawi melalaui sambungan selularnya, selasa (10/2).

Untuk mensosialisasi rute penerbangan Tembilahan-Pekanbaru tersebut, diakuinya telah melayangkan surat pemberitahuan kepada berbagai instansi yang ada di Kota tembilahan dan kecamatan dengan tujuan bisa turut serta mensosialisasikannya kepada masyarakat.

Hingga saat ini Bandara Indragiri yang ada di Tempuling itu hanya bisa melayani satu  rute penerbangan dan hanya satu kali dalam seminggu saja. Sebab, peraturan pemerintah bahwa Bandara yang baru merintis jasa penerbangan hanya bisa dilakukan satu kali dalam seminggu.

Namun lanjutnya, jika antusias dari masyarakat dalam memanfaatkan jasa penerbangan ini tinggi maka untuk tahun yang akan datang, jadwal penerbangan bisa ditambah lagi.(mirwan)




Lokasi Tak Memadai, Disdik Inhil Wacanakan Pisah SD 07 dan 08

SDN 007 dan SDN 008 berada pada satu lahan
SDN 007 dan SDN 008 berada pada satu lahan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) wacanakan untuk memisahkan antara kedua Sekolah Dasar (SD) Negeri yang ada di Jalan Bunga Tembilahan, yakni SDN 007 dan SDN 008.

Rencana ini disampaikan Kepala Disdik Kabupaten Inhil Helmi D kepada awak media, Senin (9/2/2015) kemaren. Disebutkannya, rencana memisahkan antara kedua sekolah tersebut akan dilakukan pada tahun mendatang.

“Kita akan coba lakukan tahun depan, salah satu dari kedua lembaga pendidikan itu harus pindah kelokasi lain. kita upayakan bagaimana caranya nanti supaya tidak ada masalah,” kata Helmi.

Hingga saat ini ia belum bisa memastikan SD yang mana akan dipindah, bahkan rencana tempatpun juga belum bisa dipastikan.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 008 Tembilahan, Sumarta menyampaikan bahwa kondisi yang dialaminya saat ini proses belajar mengajar bagi murid menggunakan sistem double ship, yakni pagi dan siang hari.

“Sistem ini diberlakukan karena kurangnya ruang kelas belajar. Jumlah murid kami sebanyak 250 pelajar sedangkan jumlah kelas hanya 4 buah, kemungkinan kondisi SDN tetangga kita juga seperti ini,” ujarnya.

Dijelaskan Sumarta, lokasi yang ada ini tidak bisa lagi untuk melakukan penambahan ruang kelas, karena luas wilayah yang dimiliki pemerintah di tempat itu cukup sempit. Sehingga solusi memindahkan salah satu SD kelokasi lain adalah jalan terbaik.(mirwan)




Pemkab Hargai Jasa Pejuang Inhil Sebatas Mie Instan dan Sejumlah Sembako

gambar ilustrasi anggota Veteran pejuang kemerdekaan RI
gambar ilustrasi anggota Veteran pejuang kemerdekaan RI

Tembilahan (detikriau.org) – Veteran Kabupaten Indragiri Hilir mengeluhkan semakin minimnya perhatian pemerintah setempat bagi kesejahteraan mereka.

Sekretaris Veteran Inhil, Mustain Billah bahkan menyampaikan penghargaan pemerintah daerah kepada jasa-jasa pejuang kemerdekaan RI di Inhil hanya berupa satu kardus mie instan dan beberapa sembako lainnya yang diterima pada peringatan HUT RI dan Hari Pahlawan.

“Kami hanya bisa menerima karena mungkin hanya sebesar itu penghargaan bagi kami,” Ujarnya, senin (9/2)

Disamping persoalan itu, pria lanjut usia ini juga menyampaikan bahwa penyediaan saran prasaran kantor veteran seharusnya bukanlah dibebankan kepada anggota Veteran tetapi menjadi tanggungjawab pemerintah khusus Pemda setempat. Namun saat ini, jangankan gedung kantor yang megah, organisasi naungan veteran ini WC pun tidak lagi dapat difungsikan.

“Malu saya kalau ada tamu mau buang air tidak ada tempat, kemaren sudah saya sampaikan melalui dinas terkait tapi sampai sekarang tidak ada respon,” keluhnya

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Inhil Nurlia melalui Kabid Pemberdayaan Sosial H Burhan menyampaikan bahwa kedepan Dinasnya akan lebih memperhatikan dan meningkatkan kesejahteraan para veteran dan janda veteran yang ada di Inhil.

Namun upaya tersebut katanya disesuaikan dengan anggaran yang ada. Sebab diakuinya, untuk saat ini dan sebelumnya anggaran untuk Veteran Kabupaten Inhil ini sangatlah terbatas. (mirwan)




Satelit Tera dan Aqua Deteksi 10 Titik Api di Inhil

kebakaran_sebanagauTEMBILAHAN (detikriau.org) – Meskipun dalam beberapa hari belakangan ini sejumlah wilayah di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) diguyur hujan dengan intensitas yang cukup tinggi, namun tidak membuat daerah tersebut terbebas dari terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Hal itu terbukti dengan ditemukannya 10 titik api yang terpantau oleh Satelit Tera dan Aqua pada Minggu (8/2/2015), yang tersebar di 6 kecamatan di Kabupaten Inhil, yakni Kecamatan Pulau Burung, Pelangiran, Teluk Belengkong, Mandah, Gaung dan Kecamatan Kempas.

“Kemarin, jumlah titik api yang ditemukan di Kabupaten Inhil kembali mengalami peningkatan. Dimana, berdasarkan pantauan Satelit Tera dan Aqua, ditemukan sebanyak 10 titik api,” tutur Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Inhil, melalui Kepala Bidang Kerusakan Lingkungan, Ardi Yusuf saat dikonfirmasi awak media melalui telepon selulernya, Senin (19/2/2015).

Dijelaskan Ardi, munculnya titik api tersebut, dikarenakan kebakaran hutan dan lahan yang kebanyakan dilakukan secara sengaja oleh oknum masyarakat tertentu yang sedang membersihkan atau membuka lahan baru.

Oleh karena itu, munculnya titik api ini harus segera diantisipasi oleh semua pihak terkait terutama aparat dan masyarakat setempat, sehingga titik api yang ditemukan dapat segera diminimalisir dan tidak semakin meningkat jumlahnya.

“Untuk mengantisipasi meningkatnya titik api ini, kita minta masyarakat yang berkebun dan berladang, tidak melakukan pembakaran lahan, baik untuk membersihkan ataupun membuka lahan baru. Sebab, resiko yang ditimbulkan nantinya sangat besar, seperti terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” terangnya.

Adapun wilayah-wilayah yang ditemukan titik api, diantaranya 1 titik di Desa Sri Danai Kecamatan Pulau Burung, 1 titik di Desa Saka Palas Jaya dan 3 titik di Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran, serta 1 titik di Desa Gembaran Kecamatan Teluk Belengkong.

Kemudian, 2 titik di Kecamatan Mandah, tepatnya di Desa Pelanduk dan Batang Tumu, 1 titik di Desa Teluk Kabung Kecamatan Gaung dan 1 titik lagi di Desa Pekantua Kecamatan Kempas.(adi)




Unisi Tembilahan Wacanakan Tambah Fakultas dan Prodi

DSC_1990TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dalam waktu dekat, Universitas Islam Indragiri (Unisi) akan menambah satu Fakultas serta tiga Program Studi (Prodi) pada Fakultas Kejuruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Pernyataan ini disampaikan Ketua Dewan Pembina Yayasan Tasik Gemilang (YTG) H Indra Muchlis Adnan kepada awak media usai menghadiri pelantikan beberapa pejabat di lingkungan Unisi, Jum’at (6/2/2015).

Dikatakannya, penambahan Fakultas yang diwacanakannya tersebut yakni Fakultas ilmu Kesehatan dengan tiga Prodi didalamnya, salah satunya ilmu farmasi. Sedangkan untuk penambahan tiga Prodi di FKIP, yakni Ilmu Pendidikan Biologi, Ilmu Pendidikan MTK dan PGSD.

“Setelah kita mengkaji, ternyata masyarakat Kabupaten Inhil ini juga membutuhkan sarjana dari ilmu kesehatan serta beberapa program studi yang telah diwacanakan,” sebutnya.

Saat ini, dijelaskan mantan Bupati Kabupaten Inhil dua periode itu, pihaknya telah membentuk tim pekerja dibawah naungan Rektor, dan saat ini tim tersebut sedang bekerja menyusun kelengkapan dari berbagai administrasinya.

Diakuinya, dari laporan tim pekerja tersebut bahwa proposal yang akan diajukan kepada Dikti sudah hampir rampung. Artinya, dalam waktu dekat ini segera diajukan proposal penambahan Fakultas serta beberapa Prodi.

“Harapan kita dengan adanya Fakultas serta Prodi ini akan memberikan muatan baru untuk masyarakat Inhil yang membutuhkan,” tutup Indra.(wan)