Warnet di Tembilahan Kata Satpol PP Sudah Patuhi Aturan

Gbr Ilustrasi
Gbr Ilustrasi

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) nilai warnet yang ada di kota Tembilahan sudah patuh dengan peraturan yang telah diberlakukan Pemkab Inhil setahun belakang.

Pernyataan ini diungkapkan Kepala Satpol PP TM Syaifullah melalui Kabid Perundang-undangan Daerah, Hady Rahman kepada awak media, Rabu (25/2/2015). Menurutnya, dari hasil razia pada Selasa (24/2/2015) sore. didapati mayoritas warnet di Ibu kota kab Inhil ini sudah mematuhi aturan yang ada.

“Kemaren kita telah melakukan razia pukul 18.00 sampai pukul 19.30 WIB, hanya terdapat satu warnet saja yang masih beroperasi pada jam tersebut, selebihnya tutup sesuai surat edaran kita,” terangnya.

Sebelumnya lanjut hady, warnet-warnet yang ada ketika dirazia, sering kali terdapat anak-anak hingga remaja yang kedapatan sedang buka situs porno. Namun kini, hal itu sudah tidak pernah lagi ditemukan, yang ada hanya sebatas permainan game biasa.

Ia juga menjelaskan, untuk satu warnet yang masih beroperasi tersebut saat itu hanya diberi teguran secara lisan. Diharapkannya pemilik usaha dapat mematuhi dan tidak mengulang kesalahannya .

Jika ini terulang beberapa kali, ia menegaskan usaha warnet akan diberi sanksi berupa surat pernyataan bahkan bisa saja hingga pencabutan perizinan usahanya.

“Untuk saat ini belum ada warnet yang diberikan sanksi pencabutan izin karena peraturan ini masih baru diberlakukan setahun belakangan. Kedepan, sanksi pencabutan izin akan diberlakukan jika memang masih didapati ada yang tidak mematuhi aturan,” Ancam Hady. (mirwan)




Pemadaman Listrik Juga Berimbas Terjadinya Laka Lalin

HematListrikTembilahan (detikriau.org) – Semakin parahnya kondisi listrik khususnya di Kota Tembilahan, kini tidak hanya mengganggu berbagai aktifitas rutin masyarakat. Terputusnya pasokan listrik ini, kini juga berdampak terganggunya fasilitas pelayanan publik lainnya, salah satunya traffic light. Akibatnya, lalu lintas menjadi tidak teratur dan kerap menjadi penyebab terjadinya kecelakaan.

“Kondisi seperti ini sudah kita rasakan cukup lama. Kami khawatir jika persoalan ini tidak segera disikapi, bisa saja sewaktu-waktu akan menimbulkan kecelakaan bahkan lebih parahnya bukan tidak mungkin akan menelan korban jiwa,” Sampaikan salah seorang pengguna jalan warga Tembilahan, Udik, rabu (25/2)

Disampaikan Udik, akibat tidak menyalanya lampu pengatur lalu lintas dipersimpangan jalan itu, dengan mata kepala sendiri ia mengaku menyaksikan sendiri terjadinya kecelakaan. Untuk saja peristiwa itu menurutnya tidak sampai berakibat fatal.

“Karena tidak ada traffic light, lalu lintas menjadi sembraut. Pengguna kendaraan yang kurang sabar, berebut saling mendahului, akibatnya terjadi kecelakaan. Tapi untungnya belum berakibat fatal,” Ceritanya.

Tidak hanya kepada pihak PLN, Udik juga berharap pelayanan buruk pihak PLN Rayon Tembilahan ini juga disikapi oleh pemerintah setempat agar dapat dicaraikan jalan keluar. “Pemerintah daerah sebaiknya juga jangan hanya pasrah. Sikapi dan carikan solusi agar persoalan ini tidak semakin berlarut-larut,” Pintanya.

Terkait persoalan ini, Manajer PLN Rayon Tembilahan mengakui kerapnya terjadi pemutusan pasokan listrik. Kondisi ini menurutnya masih dikarenakan persoalan lama. Kerusakan mesin.

“Kondisi mesin sewa pada PLN Rayon Tembilahan hingga hari ini belum bisa diperbaiki secara menyeluruh. Sebagaimana yang telah kita sampaikan seblum-sebelumnya, beberapa alat pada mesin sewa masih terjadi gangguan.”Ujarnya melalui sambungan selular.

Kali ini ditambahkannya, gangguan terjadi kembali pada 1 unit mesin sewa milik Tiga Bintang dan 2 unit mesin sewa Bima Golden.

“Akibat adanya gangguan itu kita terpaksa memberlakukan pemadaman bergilir hingga dengan durasi 1 hari hidup dan 1 hari mati, baik siang maupun malam hari,” tambahkannya.

Dijelaskan, kebutuhan normal ketersediaan listrik khususnya untuk kota Tembilahan sebesar 13 Mw, kemampuan pembangkit kini hanya mampu memproduksi 9,5 Mw.

“Kita targetkan dalam minggu ini insyaallah semuanya mudah-mudahan sudah bisa diperbaiki,” pungkasnya.(mirwan)




Harga Beras Di Inhil Masih Stabil

foto0822Tembilahan (detikriau.org) – Kenaikan harga jual beras dipasaran dihampir seluruh daerah di Indonesia, hingga saat ini belum terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir khususnya di Kota Tembilahan. Harga jual beras dipasaran dipastikan masih diperjualbelikan dengan harga normal.

“pantauan kita disejumlah pasar dikota Tembilahan belum ada kenaikan harga. Kita berharap kondisi ini dapat terus dipertahankan agar tidak memberatkan masyarakat,” Ujar kadisperindag Inhil, H Fahrolrozy kepada awak media melalui sambungan selularnya, rabu (25/2)

Ditambahkannya, sebagai instansi yang bertugas dibidang perdagangan dan industri, mantan kepala Dinas Perhubungan Inhil ini menyatakan bahwa untuk memastikan perdagangan tetap berjalan dengan baik, pihaknya secara rutin melakukan pengawasan terutama terhadap komodity yang menyangkut kebutuhan pokok masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dirangkum dari sejumlah pedagang beras di pasar pagi jalan Baharuddin Jusuf Tembilahan, dibenarkan pedagang belum ada kenaikan harga. “Masih normal. Harga masih stabil seperti biasa. Harga beli kita dari pemasok juga masih normal,” Ujar salah seorang pedagang di pasar pagi, Herman, rabu (25/2)

Untuk beberapa merk beras asal jambi, seperti Cucak Rowo, Panda, Rambutan dan beberapa merk lainnya dipasarkan dengan kisaran harga Rp 10,5 ribu – Rp 11 ribu perkilo. Sedangkan untuk beras asal sumbar seperti KRS sebelumnya dipasarkan seharga Rp 13 ribu kini naik menjadi Rp 13,5 ribu.

“tapi kenaikan KRS ini sudah terjadi sejak beberapa minggu yang lalu. Biasanya kenaikan terjadi hanya disebabkan tingginya permintaan dari masyarakat,” Tandas Herman.(mirwan)




DKPP diminta Operasionalkan Mobil Angkutan Sampah di Jalan Kayu Jati

mobil-sampahTEMBILAHAN (detikriau.org) – Warga jalan kayu Jati Kecamatan Tembilahan Hulu berharap agar Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Inhil juga mengoperasikan mobil pengangkut sampah dilingkungan tempat tinggal mereka. Apalagi dengan telah diresmikannya pasar “Umbut Kelapa” belum lama ini oleh Bupati Inhil, dinilai keberadaan mobil angkutan sampah ini semakin dirasakan sangat penting untuk menjaga kebersihan.

“Pasar umbut kelapa kini semakin dipadati oleh pedagang dan pastinya akan menghasilkan tumpukan sampah yang tidak sedikit setiap harinya. Kami menilai adanya armada pengangkut sampah sudah mnejadi sebuah keharusan,” Ujar salah seorang warga jalan Kayu Jati dimana pasar ini berada, Amrullah, senin (23/2)

Ditambahkannya, dulu, dengan kapasitas pedagang yang masih sedikit, produksi sampah dipasar yang awalnya dinamai pasar Kayu Jati ini hanya dibuang berserakan dikolong bangunan pasar sistem panggung itu. Pembersihan tumpukan sampah selama itu hanya dikelola oleh masyarakat secara swadaya. Misalnya dengan cara dibakar. Namun kini dengan bertambahnya jumlah pedagang dan semakin ramainya pengunjung pastinya produksi sampah akan semakin meningkat.

“Tentunya tidak mungkin lagi bisa dibersihkan secara swadaya oleh masyarakat. Produksi sampah itu tentunya harus dibuang dengan memanfaatkan sarana angkutan sampah yang sudah dimiliki pemerintah daerah,” Harapnya.

Senada dengan Amrullah, Warga jalan kayu jati lainnya, Rizal-pun berpendapat senada. Menurutnya produksi sampah saat ini bukan saja dihasilkan dari aktifitas pedagang dipasar umbut kelapa tetapi juga dihasilkan oleh sampah rumah tangga.

“Pemukiman penduduk kini semakin padat. Jika tidak disikapi dengan segera oleh pemerintah melalui Instansi terkait tentunya lambat-laun kawasan ini akan menjadi kawasan yang tidak sehat disebabkan banyaknya tumpukan sampah.” Nilainya. (dro)




Capai Swasembada Pangan, Dandim 0314 Inhil Akan Dampingi Pemkab Inhil

Dandim 0314 Inhil, Letkol Inf Jarot Subroto
Dandim 0314 Inhil, Letkol Inf Jarot Subroto

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dandim 0314 Indragiri Hilir (Inhil) siap mendampingi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil dalam mengembangkan hasil pertanian daerah pada program Swasembada Pangan di Kabupaten Seribu Parit ini.

Pernyataan tersebut disampaikan Dandim 0314 Inhil, Letkol Inf Jarot Subroto dikesempatan salah satu rapat koordinasi unsur muspida belum lama ini. Ia menegaskan, untuk mencapai Swasembada Pangan itu perlu didukung oleh beberapa pihak, terlebih dukungan dari TNI. Dalam hal ini, pihaknya siap mendampingi Pemkab Inhil pada pengembangan bidang tersebut.

“Hal ini sesuai dengan perintah Komandan TNI secara nasional bahwa kami diminta untuk melakukan pendampingan dengan cara pengawasan dibidang pertanian,” ungkapnya.

Ditegaskannya lagi, bahwa pihaknya tidak hanya berkoordinasi pada Pemerintah, namun juga dilakukannya juga secara langsung pada kelompok-kelompok tani berupa pengawasan terhadap pendistribusian Alat Mesin Pertanian (Alsintan) dan Pendistribusian pupuk. “Pada Swasembada ini kami targetkan terkejar dalam waktu dua tahun,” pungkasnya.

Menurutnya, pendampingan tersebut sangat perlu untuk dilakukan mengingat bahwa dibeberapa tempat di Indonesia  pada umumnya sudah ada ditemukan adanya pupuk yang dioplos, dan hal seperti ini diinginkannya tidak terjadi di Kabupaten Inhil.

“Kita akan koordinasikan hal ini bersama-sama dengan pihak instansi dan dinas terkait supaya Swasembada ini dapat dikejar sesuai dengan target. Kemudian apa yang menjadi keinginan dan harapan masyarakat secara luas dapat terwujud,” tutup Subroto.(mirwan)




Masih Kumpulkan Bukti, Polres Inhil Ngaku Incar Salah Seorang Pejabat di Inhil

imagesTEMBILAHAN (detikriau.org) – Hingga saat ini, Kepolisian Resor (Polres) Indragiri Hilir (Inhil) mengaku masih mengumpulkan bukti-bukti sebelum akan menangkap salah seorang pejabat di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Inhil sebagai tersangka kasus dugaan korupsi.

Pasalnya, 2 alat bukti yang diharuskan ketentuan dan peraturan yang berlaku masih belum lengkap, sehingga pejabat yang disebut-sebut itu belum ditahan oleh Polres Inhil.

Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo melalui Kasat Reskrim, AKP Ade Zamrah saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut, namun ia tidak menyebutkan secara rinci persoalan ini.

“Masih kita proses, jadi belum dapat kita rincikan,” tutur Ade kepada awak media, Sabtu (21/2/2015).

Apabila seluruh berkas sudah lengkap, lanjut Ade, maka pihaknya akan memberikan informasi tersebut.

“Jika sudah P21 dengan kejaksaan, pasti kita undang semua teman-teman media untuk ekspose,” imbuhnya.(adi)