Sebab Kebakaran SMPN 1 Tembilahan, Undangan Sekda Inhil Sempat Buyar

foto mirwan
foto mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seharusnya para Kepala Satker di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) sedang berada di kediaman Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Inhil H Alimuddin RM untuk menghadiri undangan pernikahan, malah beberapa pejabat akhirnya harus buyar karena kebakaran SMP Negeri 1 Tembilahan.

“Memang, seharusnya saya menghadiri undangan Sekda, karena ada kebakaran ini saya kesini (SMPN 1 Tembilahan, red),” kata Kepala Satpol PP Kabupaten Inhil, TM Syaifullah kepada detikriau.org.

Begitu juga pejabat lainnya seperti, Camat Tembilahan Kota Ismet, Kepala Dinas pendidikan (Disdik) Kabupaten Inhil Helmi D, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Inhil Yusfik.

Mirisnya, Kepala BPBD yang saat kejadian sedang berada di rumahnya baru akan bersiap-siap untuk menghadiri undangan Sekda Inhil terpaksa dibatalkannya. Karena, saat itu juga ia mengaku nerima telpon dari seseorang yang memberi kabar kalau SMPN 1 Tembilahan sedang dilalap api.

“Karena ini musibah besar dan menjadi tanggung jawab kami, terpaksa saya turun langsung ke lapangan dan membatalkan untuk menghadiri undangan Sekda,” ujar Yusfik.(mirwan)




7 Ruang SMPN 1 Tembilahan Ludes Jadi Abu

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sebanyak 7 ruang kelas SMP Negeri 1 Tembilahan Jalan Prof M Yamin ludes terbakar, diantaranya 4 ruang belajar yakni ruang 71, 72, 73 dan 74. Selain itu 1 ruang IPA, 1 ruang Marching Band dan 1 ruang BK. Bahkan tempat parkir sekolahpun juga ludes jadi sasaran api, Rabu (4/3/2015) malam.

Menurut keterangan Penjaga SMP Negeri 1 Tembilahan, Efendi (60) saat dikonfirmasi menerangkan bahwa api pertama kali tampak dari ruang IPA beriringan dengan waktu Shalat Maghrib sekitar pukul 18.30 WIB.

Waktu itu, Efendi mengaku sedang mandi dikediamannya belakang labor IPA SMP Negeri 1 Tembilahan. Setelah usai mandi, ia langsung kaget karena melihat api sudah membesar di atas atap ruang labor IPA.

“Melihat itu, saya langsung lari keluar sekolah minta bantuan kepada tetangga. Dan tetangga sekitar langsung memintakan bantuan pemadam kebakaran,” ujarnya dengan tarikan nafas lelah.

Ditambahkan Efendi, waktu munculnya api id gedung Sekolah yang dulunya bernama SMP Indra Praja ini kondisi arus listrik PLN sedang dalam keadaan hidup, namun ia tetap tidak bisa menduga asal muasal muncul sumber api.

Kepala BPBD Inhil, Yusfik ditemui dilokasi menyatakan bahwa pihaknya menurunkan 2 unit mobil Damkar, 3 Motor Fiar dan hebatnya lagi 2 mesin yang biasa digunakan untuk Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhuta) juga diturunkan.

“2 Mesin pemadaman Karhuta ini terpaksa kita turunkan juga, karena air parit sedang surut. Kedua mesin ini fungsinya mampu menarik air yang sedikit, yang penting ada sumber air dipermukaan tanah,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Inhil Helmi D yang juga ikut memantau langsung menegaskan pada musibah kali ini pihaknya akan memikirkan dan mencari solusi bagaimana proses belajar-mengajar di Sekolah tersebut tetap berjalan seperti biasa.

Hingga berita ini dirilis, pihak kepolisian belum memberi keterangan dugaan sementara, terlebih penyebab terjadinya kebakaran di SMP Negeri 1 Tembilahan ini.(mirwan)




PLN Tembilahan Terus Berulah, Pemkab dan DPRD Inhil Ya Jangan Hanya Pasrah

parah-selain-lakukan-pemadaman-pln-riau-juga-rampok-pelanggan-tagihan-sampai-rp6-jutaTembilahan (detikriau.org) – Penyakit kronis yang tak kunjung sembuh di tubuh  PLN Rayon Tembilahan semakin hari semakin menimbulkan keluhan masyarakat. Sebagai pemasok daya tunggal bagi kebutuhan listrik, membuat PLN terkesan kebal dengan keluh kesah pelanggannya. Meski terus  diteriaki, PLN tetap bungkam. Lucunya, Pemkab dan DPRD Inhil-pun juga terkesan pasrah.

Bukan baru tapi sudah terhitung berbulan-bulan, kinerja perusahaan milik Negara ini semakin mengecewakan. Pemadaman listrik kini sudah tidak lagi terjadwal. Dalam hitungan waktu 24 jam. Terputusnya pasokan listrik bahkan terjadi hingga berkali-kali. Dengan kondisi seperti ini, masyarakat meminta harusnya ada sikap dan tindakan jelas dari pihak pemerintah daerah dan kalangan DPRD Inhil.

“Tidak cukup hanya himbauan dan saran. Pemkab dan DPRD Inhil harusnya ikut terlibat secara langsung agar persoalan seperti ini tidak semakin berlarut-larut dan  merugikan masyarakat,” Kritik aktivitis Inhil, Indra Gunawan.

Dinilai Indra, buruknya pelayanan listrik khususnya di Kota Tembilahan sebagai Ibukota Kabupaten Inhil pastinya akan menjadi preseden buruk. Bukan hanya bagi pihak PLN tetapi juga pemerintah daerah.

“Apapun alasannya dan bagaimanapun caranya selesaikan persoalan ini. Jangan banyak berkoar-koar untuk tingkatkan kesejahteraan rakyat jika persoalan listrik saja tidak mampu dituntaskan,” Kecam Indra

Diakui masyarakat. kerapnya terjadi pemadaman listrik semakin memperberat kondisi kehidupan mereka. “Setiap hari usaha kita tergantung pasokan llistrik. Jika listrik mati, suaha kamipun ikut terhenti. Sementara gaji karyawan harus kami bayar terus. Jika terus seperti ini. Lambat-laun usaha kami akan gulung tikar,” Ujar Iwan, salah seorang pengusaha Loundry di kota Tembilahan.

Ditambahkan Iwan, jika harus memenuhi kebutuhan listrik dengan pembangkit secara swadaya, beban biaya tentunya akan semakin meningkat. Ia juga sangat berharap agar kondisi seperti ini menjadi perhatian pemerintah.

“Kepada siapa lagi kami masyarakat bias mengadukan keluh kesah kami kalau bukan kepada  pemerintah.” Ujarnya juga. (dro)




Polres Inhil Tambah 20 Personil Wanita

Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo Sik Msi saat menguyur para polwan baru dengan air sungai Indragiri
Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo Sik Msi saat menguyur para polwan baru dengan air sungai Indragiri

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sebanyak 20 Brigadir Remaja Polisi Wanita (Polwan) resmi menjadi tambahan personil Kepolisian Resort (Polres) di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Dan ini merupakan personil yang baru lulus akademik tahun 2014 lalu.

“Dari 20 Polwan tersebut 5 diantaranya merupakan putri asli Kabupaten Inhil, dan sisanya dari luar daerah,” sampaikan Kapolres Inhil AKBP Suwoyo Sik Msi usai menyambut 20 personil baru di lapangan upacara Mapolres Inhil, Senin (2/3/2015).

Dari 20 Brigadir Polwan tersebut. Dikatakannya harus siap menjalankan tugas-tugas kepolisian di wilayah hukum Kabupaten Inhil dengan baik.

Selain itu diharapkan Suwoyo, semua polwan ini harus bersemangat dalam menjalankan tugas, tetap menjaga kekompakan, dan tanamkan jiwa korsa, serta belajar dari senior-seniornya dan beradaptasi dengan lingkungan masyarakat kabupaten Inhil.

Setelah melakukan penyambutan, Polres Inhil meneruskan untuk melakukan kegiatan dengan penyiraman air sungai Indragiri dan ucapan selamat dari Seluruh Personil Polres Inhil, serta melaksanakan orientasi dilingkungan Polres Inhil dengan berjalan kaki mengelilingi Kota Tembilahan.(mirwan)




2015, Insel dan Inhut Dipastikan Mekar

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dua calon daerah otonomi baru yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yakni Inhil Selatan (Insel) dan Inhil Utara (Inhut) dipastikan akan mekar pada tahun 2015 ini. Meskipun proses ini masih ada berbagai dinamika di internal.

Pernyataan ini diungkapkan Wakil Ketua Komisi II DPR RI Lukman Edy usai melakukan pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil, DPRD Inhil, serta Tim Pemekaran Insel dan Inhut di aula kantor Bappeda Kabupaten Inhil Jalan Akasia Tembilahan, Senin (2/3/2015).

“Saya memastikan dan menjanjikan bahwa Kabupaten Inhil ini akan dimekarkan tahun 2015 ini juga,” kata Lukman Edy dengan tegas.

Dalam pertemuan itu sangat diapresiasinya karena semua kalangan yang berkaitan dengan percepatan pemekaran daerah otonomi baru hadir dan semua mengeluarkan aspirasi masing-masing sehingga ia mengetahui dinamika yang ada di internal.

Meski terdapat sedikit dinamika seperti perbedaan pendapat, dikatakannya, hal tersebut dikembalikan saja kepada  Pemerintah Pusat dan DPR RI untuk memberikan pertimbangan secara objektif dan menilai opsi mana yang paling potensial untuk mewujudkan pemekaran secara ideal ini.

Bahkan ia menegaskan, dinamika-dinamika yang ada di kabupaten tersebut tidak menjadikan suatu hambatan dalam proses pemekaran. Namun, ia meminta kepada seluruh pihak terkait yang ada di Kabupaten untuk bersepakat apapun keputusan di pusat harus terima secara lapang dada.

“Saya menjanjikan dinamika ini tidak akan menggagalkan upaya rencana pemekaran, tapi ketika sudah ada putusan nantinya harus sepakat menerima, itulah hasilnya,” pintanya.

Terkait pastinya mekar tahun ini, diyakinkannya dengan adanya Paripurna nantinya bersamaan akan memekarkan sebanyak 25 daerah otonomu baru. Dan ini dilakukan paling lambat tanggal 30 Desember mendatang.

Meski demikian, Lukman Edy tetap meminta kepada seluruh tim percepatan pemekaran ini untuk terus berkoordinasi dan terus berkomunikasi. Jika terdapat persoalan internal segera dituntaskan secara kekeluargaan. Karena katanya, penilaian pemekaran ini salah satunya dilakukan secara teknis.

Sementara itu, Bupati Inhil HM Wardan melalui Asisten I Setdakab Inhil Darussalam saat dikonfirmasi sejumlah awak media menjelaskan, proses pemekaran dua calon otonomi baru untuk ditingkat Kabupaten secara administrasi sudah rampung, baik rekomendasi dari Pemkab Inhil maupun DPRD Kabupaten Inhil.

“Yang jelas kita terus mensuport atas kesiapan pemekaran Kabupaten tersebut. Meski begitu, proses ini tetap kita kawal hingga tuntas,” pungkasnya.

Asisten I juga sempat menerangkan bahwa proses pemekaran hingga saat ini sedang dalam proses di Pemeritah provinsi dan DPRD Provinsi Riau.(mirwan)




Lulus Mustofa: Di Cap Sombong dan Arogan. Dilaporin ke Akhirat Aja yang Belum

lulus-mustofa_e589afe69cac-copy

“Jadi Ancaman Buat KORUPTOR”

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Baru sekitar 5 bulan bertugas di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tembilahan, Lulus Mustofa mengaku sudah dikirimi “surat cinta” dari orang-orang yang tidak senang dengan keberadaannya.

“Masih baru sudah banyak yang tak suka sama saya, sampai-sampai saya dikirimi surat cinta,” tutur Lulus Mustofa kepada wartawan usai menyambut aksi demo siswa dan alumni SMAN 1 Tembilahan Kota, Jumat (27/2/2015) kemaren

Selain mendapat surat cinta, Lulus Mustofa juga mengaku sudah banyak orang-orang yang melaporkannya kepada Kepala Kejaksaan Provinsi hingga Kejaksaan Agung, untuk memindahkannya dari Negeri Seribu Parit ini.

”Udah dilaporin kemana-mana, ke akhirat aja yang belum. Saya dibilang sombong dan arogan, tapi saya biasa saja, karena saya berkomitmen untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diamanahkan ini dengan sebaik-baiknya. Saya serahkan semua kepada Tuhan,” terangnya.

Dengan banyaknya yang menentang keberadaanya di Inhil ini, lanjut Lulus Mustofa, hal ini membuat dirinya lebih bersemangat untuk menumpas korupsi di Negeri yang sudah dijadikannya sebagai kampung halaman keduanya ini.

“Yang mengusuik saya itu orang-orang yang sudah gerah, saya menganggapnya orang-orang seperti itu adalah pengecut dan tidak gentlemen,” katanya lagi.

Kendati demikian, hal tersebut tidak akan menyurutkan niat dan tekad Kajari Tembilahan dalam menumpas kasus-kasus korupsi di Kabupaten Inhil ini.

“Pokoknya niat kami disini untuk pemberantasan korupsi, hal-hal yang menghalangi itu akan kami jadikan cambuk agar lebih maksimal dalam bekerja,” Tekadnya. (adi)