“Jangankan kondisi di Kecamatan, kota Tembilahan saja listriknya macam minum obat, bagaimana kita mau lakukan sistem UN CBT”
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Helmi D menilai sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Inhil ini belum siap untuk memberlakukan sistem UN Computer Basset Test (CBT).
Ketidaksiapan ini disebabkan belum memadainya fasilitas pendukung. Bahkan ia menyebutkan, mayoritas sekolah di Kabupaten Inhil ini belum pantas menerapkan sistem tersebut.
“Meski belum ada intruksi dari Disdik Provinsi Riau, kita sudah mengakui kalau kita belum siap. Bagaimana untuk melakukannya, fasilitas kita untuk itu masih minim,” sampaikannya usai mengikuti Musrenbang RKPD Kabupaten Inhil tahun 2015, Selasa (10/3/2015).
Selain itu, kondisi belum maksimalnya pembangkit listrik juga sempat disinggungnya sebagai salah satu hambatan. Apalagi katanya, sekolah-sekolah yang berada di Kecamatan mayoritas terkendala pasokan listrik.
“Jangankan kondisi di Kecamatan-kecamatan, kota Tembilahan saja listriknya macam minum obat, bagaimana kita mau lakukan sistem UN CBT,” pungkasnya.(mirwan)
Tahun Ini, Pemprov Riau Bangun 711 Unit RLH di Inhil
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pada tahun 2015 ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau kucurkan dana sebesar Rp 55,455 milyar untuk membanguna Rumah Layak Huni (RLH) di daerah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).
Pernyataan ini diungkapkan Plt Kepala BPMP Bangdes Provinsi Riau H Daswanto saat dijumpai usai mengikuti Musrenbang RKPD Kabupaten Inhil tahun 2015 di gedung Engku Kelana Tembilahan, Selasa (10/3/2015).
“Dananya sudah tersedia, tinggal pelaksanaannya saja. Sekitar Rp 70 juta per unitnya,” katanya.
Dari sejumlah dana itu, akan dibangun sebanyak 711 unit RLH yang akan dialokasikan keseluruh desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Inhil. Dan masing-masing desa itu katanya, akan dibangun 3 unit RLH.
Namun ia mengatakan, hal tersebut hanya sebuah gambaran secara umum dari Pemprov Riau. Dalam pelaksanaan realisasinya di lapangan nanti Pemkab Inhil lah yang lebih mengetahui pembagiannya.
“Kamikan tidak tau apakah harga kebutuhan dana perunitnya di Inhil ini sama atau tidak dengan daerah lain, jadi kita serahkan saja ke Pemkab Inhil. Tapi secara umum pembagian yang telah kami konsep itu setiap desa dapat 3 unit RLH,” tutupnya.(mirwan)
Masyarakat Harapkan PLN Penuhi Janji Normalkan Pasokan Listrik April Mendatang
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Masyarakat berharap janji pihak PLN untuk menormalkan pasokan listrik di Kabupaten Inhil khususnya di Kota Tembilahan dapat benar-benar dipenuhi. Dengan kondisi pasokan listrik byar pet yang sudah beberapa bulan ini dirasakan sudah sangat merugikan masyarakat.
“Kita berharap janji pihak PLN untuk menormalkan pasokan listrik bulan april mendatang benar-benar terpenuhi. Jangan nanti setelah sampai waktunya PLN kembali beralasan dengan berbagai dalih.”Pinta Ridwan, warga Tembilahan, selasa (10/3)
Ditambahkannya, dengan kondisi listrik seperti saat ini, aktifitas keshariannya sudah sangat terganggu. Bekerja dengan mempergunakan perangkat komputer, jika terputusnya pasokan listrik, seluruh pekerjaan akan menjadi tertunda. “ya kita mau bilang apa lagi. Yang jelas kami meminta agar PLN benar-benar memnuhi janji itu.” Harap Ridwan
Senada, Anto, warga Kecamatan Tembilahan Hulu juga menyampaikan permintaan demikian. Dengan usaha sampingan dengan membuat es batu, kestabilan pasokan listrik menurutnya menjadi keharusan.
“kalau listrik mati, pastinya es kita tidak akan beku dan uangpun tidak mungkin kita dapatkan. Mudah-mudahan memang april nanti PLN sudah kembali normal dan usaha kamipun dapat kembali berjalan dengan baik.” Ujar Anto.
Pantauan, saat ini terputusnya pasokan listrik tidak hanya terjadi satu atau dua kali. Padamnya lampu ini bahkan kerap terjadi hingga belasan kali dalam hitungan waktu 24 jam.
Dengannya, cukup banyak masyarakat yang sudah menyampaikan keluhan akan kerusakan perangkat elektronik akibat kondisi seperti ini. (dro)
Kadishubkominfo Inhil Maklumi Adanya Pungutan di Pelabuhan Parit 21
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Inhil H Tantawi maklumi adanya pungutan ketika memasuki area di pelabuhan parit 21 Tembilahan.
“Kalau saya bilang stop, mereka akan menyetop pungutan itu, tapi saya maklumi karena mereka bagian dari penjaga pelabuhan itu,” ungkapnya ketika dijumpai saat Musrenbang RKPD Kabupaten Inhil, Selasa (10/3/2015).
Diakuinya, meski sebagian masyarakat kota Tembilahan sedikit mengeluhkan adanya pungutan itu. Namun juga harus diketahui, keamanan diwilayah sekitar tersebut akan terjaga.
Menurut Tantawi, keberadaannya pihak yang melakkukan pungutan juga tidak mengganggu, begitu juga penjual yang memasang tenda di Pelabuhan. Bahkan katanya para pengunjung disanapun terlihat “happy” saja.
“Sebelum saya menjabat Kadishubkominfo, keberadaannya sudah ada. Setelah saya cek, tidak ada masalah bagi saya, saya kenal dengan penjaga pelabuhan itu, dan untuk penerima pungutan itu bagian dari si penjaga pelabuhan dan mereka juga membantu menjaga,” ujar mantan Kepala BPBD Kabupaten Inhil ini.(mirwan)
10.700 Penduduk Inhil Dicurigai Terinveksi HIV/AIDS
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sekretaris Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Umar Pulungan mengatakan, bahwa Sampai akhir tahun 2014 Kabupaten setempat baru berhasil ditemukan 107 kasus HIV/Aids,yang tersebar hampir diseluruh kecamatan.
“Untuk itu jika dikalkulasikan maka dari 107 kasus yang ditemukan dikali 100 sama dengan 10.700 orang atau sekitar 1,65 persen peduduk dicurigai telah terinfeksi HIV dan ini berarti masih banyak kasus yang belum ditemukan,” sebutnya.
Bahkan menurutnya, penularan terbesar terdapat pada Wiraswasta dan Ibu Rumah Tangga (IRT), dan hal tersebut sangat mengkhawatirkan karena secara tidak langsung dapat merusak masa depan pembangunan khususnya untuk wilayah Kabupaten Inhil.
Dengan demikian, pihaknya gencar melakukan pencegahan. Saat ini, telah tersedia 4 unit Klinik VCT yaitu di RSUD Puri husada,Puskesmas Tembilahan Kota, Puskesmas Tembilahan Hulu dan Puskesmas Sungai Guntung Kecamatan Kateman. (mirwan)
Jika Listrik Terus Berulah, Mahasiswa Ancam Lakukan Aksi Demo
Gamba ilustrasi. Foto, Agsapto.wordpres.com
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kalangan mahasiswa menilai janji yang diungkapkan pihak PLN dalam pertemuan di awal tahun 2015 yang lalu untuk menstabilkan pasokan listrik terkesan hanya sebatas ucapan belaka.
“Pada minggu pertama bulan Januari kemaren kami telah datang baik-baik ke kantor PLN, janjinya akan mensegerakan perbaikan mesin yang rusak, apakah pekerjaannya memakan waktu berbulan-bulan seperti ini?,” kesal Presma Unisi, Pirman saat dijumpai usai menghadiri pelantikan ketua komisariat HMI Cabang Tembilahan, Minggu (8/3/2015).
Menurutnya, selama ini PLN Rayon Tembilahan ini sudah cukup dimaklumi. Namun dengan kondisi saat ini dinilainya keresahan masyarakat yang mesti dimaklumi, khususnya para pelanggan PLN yang terus mengeluhkan kondisi listrik yang terus berulah.
Ketua HMI Cabang Tembilahan, Zulhelmi menyatakan bahwa buruknya pengelolaan PLN Rayon Tembilahan ini memang harus segera disikapi.
“Besok (Senin 9/3/2015, red) kita memasukkan surat pemberitahuan ke PLN saja terlebih untuk kembali memintakan jadwal pertemuan dalam minggu ini. Jika juga tidak ada perobahan setelah pertemuan itu, mungkin kita akan lakukan aksi lain, ya bisa saja dengan unjuk rasa secara terbuka,” katannya.
Untuk sekedar memberitahukan, diperkirakan april 2015 mendatang diyakini pasokan listrik PLN Rayon Tembilahan sudah dapat kembali berjalan normal.
Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua Komisi III DPRD Inhil, Iwan Taruna kepada detikriau.org melalui sambungan BlackBerry, selasa (3/3) malam yang lalu. Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Inhil ini, penegasan itu diperoleh setelah dilakukannya pertemuan antara Komisi III DPRD Inhil dengan GM PLN Wilayah Riau di Pekanbaru, Doddy B Pangaribuan, rabu (25/2) yang lalu.
Berdasarkan penjelasan pihak PLN, defisit daya yang terjadi di Tembilahan disebabkan adanya kerusakan beberapa unit mesin sewa. Untuk mengatasi defisit tersebut, pihak PLN sedang melakukan proses perbaikan yang di perkirakan akan selesai dalam 2 minggu kedepan.
Disamping melakukan perbaikan, pihak PLN juga sedang melakukan proses sewa mesin baru dengan pihak ketiga yang dalam hal ini sedang dalam pelaksanaan pekerjaan pondasi kedudukan mesin tersebut dengan kontrak daya sebesar 4 MW.
Berdasarkan perhitungan pihak PLN, beban puncak PLN Rayon Tembilahan sekitar 13 MW, sedangkan daya yang mampu diproduksi hanya sebesar 10,5 MW. artinya PLN masih mengalami defisit sekitar 2,5 MW.
Upaya perbaikan kerusakan mesin pembangkit yang di lakukan PLN saat ini yang di perkirakan akan selesai dalam 2 minggu kedepan adalah sekitar 1,8 MW. Setelah perbaikan mesin selesai, daya mampu PLN menjadi 12,3 MW. Dengannya PLN juga masih mengalami difisit daya sekitar 0.7 MW
“ namun menurut pihak PLN defisit tersebut akan teratasi dengan masuknya mesin sewa baru dengan daya mampu 4 MW, sekitar bulan april sesuai dengan kontrak pihak ketiga PLN akan memasok daya tersebut. Artinya nanti PLN rayon Tembilahan akan memiliki daya mampu sekitar 16,3 MW. ada surplus daya sekitar 3,3 MW,” Urai Iwan menerangkan penjelasan dari Pihak PLN
Dalam kesempatan pertemuan itu, Iwan juga memintakan kepada pihak PLN untuk merencanakan kontrak baru pada tahun 2016 menggantikan mesin yang sudah tua, seperti mesin yang disewa dari pihak PT. BPG, PT. MPI, dan PT. TBMA agar pasokan listrik terhadap masyarakat Inhil tidak lagi terjadi defisit di karenakan mesin sewa yang sering rusak.
“Alhamdulillah pihak PLN juga menyetujui peremajaan kontrak sewa mesin baru di tahun 2016,” Syukuri Iwan. (mirwan)