Satpol PP Sidak Pengusaha Permainan di Lokasi Taman Kota

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) permainan anak di Taman Kota Jalan Gadjah Mada Tembilahan, Selasa (17/3/2015) sore.

Pada sidak perdana ini, petugas Satpol PP langsung mendata dan memberi surat teguran kepada para pengusaha permaian anak untuk tidak lagi melakukan kegiatan permainan anak di arena taman.

“Jika surat teguran ini diabaikan, maka kami dari petugas akan menindaklanjuti lebih tegas lagi,” kata Kasi Ops Satpol PP Budi Utomo saat dikonfirmasi awak media dilokasi.

Ia menjelaskan, Sidak ini dilakukan karena memenuhi laporan dari Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kabupaten Inhil. Berdasarkan laporan dari dinas tersebut, bahwa taman ini tidak dibenarkan untuk melakukan kegiatan selain untuk bersantai.

“Tidak hanya pada permainan anak, tetapi kegiatan dagang juga tidak dibenarkan. Dinas terkait memelihara taman ini khusus untuk tempat masyarakat bersantai saja,” tambahnya.

Ditambahkan, tidak hanya kali ini, petugas Satpol PP menyatakan akan terus memantau kegiatan tersebut hingga diyakini aman dari kegiatan yang menyimpang dari aturan yang telah ditetapkan oleh Pemkab.(mirwan)




Awasi Pasar Gading, Disperindag Turunkan 5 Petugas Trantib Secara Bergilir

“Juga Bekerjasama dengan Kepolisian Polsek Tembilahan Kota”

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) berjanji akan terus memantau segala aktivitas di Pasar Kuliner Kelapa Gading (PKKG) yang ada di Jalan Soebrantas Tembilahan.

“Kami terus pantau PKKG itu, karena banyak isu yang kami dapatkan dari masyarakat bahwa operasional di PKKG tidak sesuai dengan aturan yang kita tentukan,” ungkap Kepala Disperindag Kabupaten Inhil H Fahrolrozy pada rapat koordinasi Forkopimda, Selasa (17/3/2015).

Dijelaskan, dari pengaduan beberapa masyarakat tentang adanya kegiatan menyimpang di PKKG tersebut benar adanya, seperti mengeluarkan bunyi musik sangat keras, orang mabuk dan lainnya.

Dari persoalan tersebut, Disperindag telah mengeluarkan surat edaran untuk tidak lagi mengulangi dari beberapa kegiatan yang menyimpang itu. Bahkan tegasnya lagi, saat pemantauan langsung, Disperindag sempat mengusir bagi pengunjung yang sedang mabuk.

“Kita pastikan PKKG disitu tidak menyediakan Miras, tapi pengunjung itu datangnya memang sudah dalam kondisi mabuk. Bahkan, perempuan berpakaian seksipun kita usir, mereka bukan dari PKKG, namun para sales rokok yang aktif ke lokasi,” terangnya.

Atas persoalan inilah Disperindag menyikapi untuk menurunkan 5 petugas trantip setiap hari secara bergiliran yang bekerjasama dengan Polsek Tembilahan kota guna pemantauan langsung adanya kegiatan menyimpang di lokasi.(mirwan)




Dinilai Sudah tak Layak, Desa Sungai Iliran Butuh Perbaikan Jalan Penghubung

imagesTEMBILAHAN (detikriau.org) – Kondisi infrastruktur yang tidak memadai sejak dulu memang menjadi permasalahan serius di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), serta harus segera dicari solusi dan jalan keluarnya oleh Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.

Ini dapat dilihat dari cukup banyaknya keberadaan jalan penghubung, baik antar desa dan kelurahan, serta antar kecamatan di Negeri Seribu Parit, yang kondisinya rusak parah dan sangat memprihatinkan.

Seperti keberadaan jalan penghubung di Desa Sungai Iliran, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), yang dinilai oleh Kepala Desa (Kades), Ahmad Sukri sudah tidak layak untuk digunakan serta dilalui oleh para pengendara dan pengguna jalan.

Padahal, lanjut Ahmad Sukri, jalan penghubung di desa setempat merupakan akses terdekat dan sering digunakan oleh masyarakat, khususnya bagi mereka yang akan berkunjung ke Kecamatan Gaung dan Mandah ataupun sebaliknya.

“Jalan kita ini sudah tidak layak pakai lagi, karena lebih banyak yang rusak. Padahal, setiap hari banyak pengendara roda dua yang lewat disini untuk pergi ke daerah lain dan melakukan aktifitas sehari-hari,” tutur Ahmad Sukri saat berbincang dengan detikriau.org di ruang kerjanya, Selasa (17/3/2015).

Dijelaskan, seringnya para pengendara sepeda motor melewati jalan tersebut, dikarenakan jembatan penyeberangan sungai, baik menuju Kecamatan Gaung maupun Mandah, hanya ada satu-satunya di Desa Sungai Iliran.

“Jadi, kami harapkan kondisi jalan penghubung ini cepat diperbaiki oleh Pemda melalui instansi terkait, sehingga aktifitas sehari-hari masyarakat bisa berjalan lancar dan tidak terganggu. Ini juga dalam upaya meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.(adi)




Sempat Dipukul dan Dilukai, OTK Juga Bawa Lari Emas dan Uang Senilai Rp 295 Juta Milik Pedagang di Pasar Teluk Kiambang

TEMPULING (detikriau.org) – Dewi (38), salah seorang pedagang emas di Pasar Teluk Kiambang, Kecamatan Tempuling harus mengalami kerugian yang cukup besar, setelah emas dan uang dagangannya senilai Rp 295 juta dibawa lari oleh Orang Tak Kenal (OTK), Selasa (17/3/2015).

 

Pada peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.00 WIB ini, korban dicegat di Tempat Kejadian Perkara (TKP), Jalan Utama Arah Pelabuhan Teluk Kiambang Kempas Jaya, Kecamatan Kempas.

 

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari pihak kepolisian, kronologis terjadinya tindak pidana pencurian dengan kekerasan ini berawal ketika korban pulang dari berjualan emas dari Pasar Teluk Kiambang dengan menggunakan pompong (kapal motor, red).

 

“Setiba di Pelabuhan Kempas, korban kemudian turun dan berjalan kaki melintasi TKP. Saat itu, korban yang sedang berjalan kaki tidak merasa curiga diikuti oleh dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor,” tutur Kapolres Inhil, AKBP Suwoyo melalui Paur Humas, IPTU Warno Akman.

 

Kemudian, pelaku yang setelahnya diketahui berciri-ciri tinggi, kurus dan memakai sepeda motor warna hitam tanpa nomor Polisi langsung mencegat korban dan menyuruh korban memberikan tasnya dengan ancaman akan menembak korban.

 

“Dikarenakan korban tidak memberikan barang yang diminta oleh pelaku, pelaku pun memukul bagian kepala korban dengan sebatang kayu, serta melukai korban menggunakan senjata tajam, yang mengenai bagian telinga dan lengan korban,” terangnya.

 

Setelah itu, pelaku langsung merampas tas sandang dari tangan korban, yang berisikan emas berbagai ukuran dengan nilai jual sekitar Rp 245 juta dan uang tunai sebesar Rp 40 juta, untuk selanjutnya melarikan diri.

 

“Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp 295 juta. Dan saat ini, kasusnya dalam pengusutan lebih lanjut oleh Polsek Kempas,” imbuhnya.(adi)




PLN Tembilahan diperkirakan Baru Normal pada 15 April Mendatang

Manajaer PLN Rayon Tembilahan, Budi Warman
Manajaer PLN Rayon Tembilahan, Budi Warman

Tembilahan (detikriau.org) – Manager PLN Rayon Tembilahan, Budi Warman memprediksi penghentian pemberlakuan pemadaman listrik bergilir baru bisa dilaksanakan pada tanggal 15 Maret 2015 mendatang. Diakuinya terjadi pemunduran janji GM PLN wilayah Medan yang akan menghentikan pemadaman bergilir pada 1 April 2015 disebkan masih diperlukan beberapa persiapan terutama masalah tempat kedudukan 4 unit mesin sewa baru yang masing-masingnya berkapasitas 1 MW.

“Kita masih memerlukan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan pembuatan tempat kedudukan mesin-mesin tersebut. Setelah terpasang, setidaknya masih diperlukan waktu untuk menginput ke dalam system. Kami prediksi, tgl 15 Maret 2015 pemadaman bergilir baru bisa dihentikan,” Terang Budi Warman dalam rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daeran (Forkompinda) bertempat diruang rapat Paripurna Gedung DPRD Inhil, selasa (17/3)

Ditambahkan Budi, berdasarkan informasi terakhir, ke 4 unit mesin sewa dari WIC itu kini sudah berada di Provinsi Jambi untuk selanjutnya akan meneruskan perjalanan ke Kota Tembilahan.

Menjelang menunggu kedatangan ke 4 unit mesin sewa tersebut, lanjut Budi, perusahaan penyedia daya Bima Golden yang sebelumnya mengalami defisit daya sebesar 800 Kw, 2 hari yang lalu mesin pembangkitnya sudah rampung diperbaiki dan sudah masuk ke sistem. Dengan baiknya mesin ini, jadwal pemadaman yang sebelumnya dengan durasi 8 jam hidup dan 8 jam mati kini sudah bergeser menjadi 16 jam hidup dan 8 jam mati.

“hanya saja tadi subuh mesin BG itu kembali terjadi gangguan pada system turbonya dan hari ini (selasa. 17/3. red) teknisi mereka masih mengupayakan untuk mengaktifkannya kembali,”perjelas Budi

Untuk mesin sewa Mega Power, 1 unit mesin barunya dengan kapasitas 350 Kw sudah selesai terpasang. Jika tidak ada halangan, besok (rabu, 18/3. red) sudah masuk ke system. Dengan penambahan daya ini, mulai rabu, pemadaman sudah bisa kembali bergeser menjadi 2 hari hidup dan 1 hari mati dengan durasi pemadaman selama 8 jam.

Kemudian untuk mesin sewa Tiga Bintang, material yang dibutuhkan untuk perbaikan mesin hari ini sudah berada di Batam. Dan esok (rabu 7/3) sudah mulai dikerjakan dengan masa perbaikan selama 7 hari. Jika pekerjaan perbaikan ini mampu diselesaikan tepat waktu maka akann ada penambahan daya sebesar 1 MW.

“Jadi kita prediksi pada tanggal 25 Maret 2015 giliran pemadaman bisa berubah menjadi 4 hari hidup dan 1 hari mati dengan durasi pemadaman selama 8 jam,” Tandas Budi Warman.

Rapat forkompinda Inhil yang dilaksanakan tanggal 17 setiap bulannya kalli ini disamping membahas masalah listrik juga membicarakan berbagai persoalan lainnya yang saat ini sedang terjadi.

Rapat ini juga di hadiri oleh Bupati Inhil, HM Wardan, Ketua DPRD Inhil, Dani M Nursalam beserta 4 ketua Komisi, Unsur Porkompimda, Sekda kabupaten Inhil, H Alimuddin RM, Sekretaris DPRD Inhil, H Fauzan Hamid beserta beberapa pejabat dilingkungan Pemkab Inhil. (dro)




Pemadaman 8:8 diperkirakan Masih Berlanjut dalam 1 atau 2 Hari Kedepan

Hearing Komisi III DPRD Inhil bersama manajer PLN Rayon Tembilahan belum lama ini. Foto: detikriau.org/mirwan)
Hearing Komisi III DPRD Inhil bersama manajer PLN Rayon Tembilahan belum lama ini. Foto: detikriau.org/mirwan)

Tembilahan (detikriau.org) – Durasi pemadaman bergilir 8 jam hidup dan 8 jam mati semakin memperburuk citra pelayanan PLN dimata pelanggannya. Diperkirakan, Pemadaman dengan durasi ini masih tetap berlanjut hingga 1 atau 2 hari kedepan.

“Mesin sewa kapasitas kecil (400kw. Red) milik mega power sudah masuk di PLTD parit 4. sekarang sedang kita pasang. Insyaallah selesainya, dalam 1 atau 2 hari kedepan durasi pemadaman kita sudah bisa kembali 2 hari hidup dan 1 hari mati,” Ujar Manajer PLN Rayon Tembilahan, Budi Warman melalui sambungan selularnya, minggu (15/3) malam

Perbaikan mesin-mesin sewa lainnya seperti tiga bintang menurutnya masih menunggu material. Namun diyakini dalam bulan ini juga sudah bisa dirampungkan.

“jika perbaikan sudah tuntas ditambah mesin sewa baru kapasitas 4 Mw, insyaallah april mendatang pasokan daya kita sudah dapat kembali normal.” Tambah Budi

Dalam kesempatan itu, Budi kembali memintakan pengertian dan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan PLN atas kondisi yang terjadi saat ini. (aam)