Warga Mengeluh, Daftar BPJS Harus 1 KK

2180625TEMBILAHAN (detikriau.org) – Untuk menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan harus mendaftarkan seluruh keluarga yang tercantum dalam 1 KK.

“Masak untuk membuat kartu BPJS tidak bisa jika hanya membuat satu kartu saja, kamikan rencananya mendaftarkan diri secara berangsur,” ungkap salah satu warga Sungai Beringin Tembilahan, Helmi kepada detikriau.org, Jum’at (20/3/2015).

Menurutnya, kebijakan tersebut sangat membebani masyarakat yang igin menjadi peserta BPJS Kesehatan. Ia menilai persyaratan tersebut tidak sepantasnya diperlakukan.

“Satu keluarga kami sangat banyak, sedangkan saya ingin cepat memiliki sendiri sendiri terlebih dahulu untuk berobat. Mestinya BPJS ini menerima dan membantu, bukannya menolak orang mau daftar,” kesalnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tembilahan, Yessy saat dikonfirmasi menerangkan, untuk kategori masyarakat umum atau bukan penerima upah memang harus didaftarkan satu keluarga oleh kepala keluarganya.

Apalagi syarat tersebut merupakan persyaratan pada item pertama dari sejumlah persyaratan lainnya. Artinya, mendaftarkan diri dan anggota keluarganya itu sangat penting agar dalam satu keluarga terlindungi dan mudah didata oleh BPJS.

“Kepala keluarga itu yang bertanggung jawab untuk mendaftarkan anggota keluarganya, maksudnya sekali daftar menjadi peserta BPJS ini langsung full semua masuk dalam satu Kartu Keluarga (KK),” papar Yessy.(mirwan)




Fajar Husen Jabat Plt Kepala DTPHP Inhil

Plt DTPHP Inhil, Fajar Husen
Plt DTPHP Inhil, Fajar Husen

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) telah menetapkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan, Pertanian, Holtikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Inhil.

“Yang ditunjuk sebagai Plt Kepala dinas itu Fazar Husen. Saat ini ianya sedang menjabat sebagai Staf Ahli Bupati,” sampaikan Kepala BKD Kabupaten Inhil, Syaifuddin, kemaren.

Dari penunjukan Staf Ahli Bupati sebagai Plt ini berdasarkan surat perintah Bupati nomor: 808/BKD-MP/84 pertanggal 18 Maret 2015.

Diakuinya untuk saat ini BKD Inhil memang belum bisa memastikan kapan mendudukkan kepala dinas definitif. Sebab untuk mendefinitifkan kadis tersebut harus dilakukan lelang terbuka, dan ini katanya salah satu proses yang harus dilalui sesuai dengan ASN  dan Permenpan-RB nomor 13 tahun 2014 tentang pengisian jabatan.

“Meski jabatan Plt, namun kita tetap berharap upayanya dalam mengembangakan daerah, terkhusus untuk dinas yang bergerak disektor pertanian itu,” harapnya.(mirwan)




Jika Benar Tim Sukses Warohmah, Jangan Hanya Umbar Bicara dibelakang

Bupati disebut Bak Kacang Lupa Kulitnya

Bupati Inhil, HM Wardan
Bupati Inhil, HM Wardan

Tembilahan (detikriau.org) – Sebagai putra daerah, Bupati Inhil, HM Wardan menyatakan tetap optimis akan membangun inhil dengan menggandeng SDM yang berkualitas, terlepas apakah SDM yang digandengnya itu sebagai pendukung atau tidak tim Warohmah dalam Pilkada Inhil beberapa waktu yang lalu.

Pernyataan ini dilontarkan Bupati kepada sejumlah awak media menyikapi berkembangnya isu sejumlah oknum yang mengaku tim Sukses Warohmah yang menebar pernyataan bahwa “Bupati Inhil seumpama kacang lupa kulitnya

“Jangan pandainya hanya bermain dibelakang. Jika saya ada salah tolong tegur saya, jika keputusan dalam kepemimpinan saya kurang benar tolong diingatkan,” Ujar Bupati, rabu (18/3) kemaren

Sejak awal kepemimpinannya di bumi seribu parit, selain tim suksesnya, Bupati dengan tegas menyatakan bahwa baik itu masyarakat Inhil maupun pejabat di instansi tertentu, baik yang mendukungnya pada Pilkada Inhil atau tidak, semua dirangkulnya.

“Apalagi kalau memang ianya adalah tim sukses saya sendiri, jelaslah saya rangkul. Sekarang sajalah, masih banyak tim sukses saya berkunjung di kediaman saya, ke kantor juga. Minimal mereka sampai hari ini masih ada yang berkomunikasi via telpon selular,” ujar Wardan.

Atas persoalan itu, Bupati malah mempertanyakan apakah benar yang berbicara dibelakang layar itu tim sukses Warohmah. Kalau memang betul katanya, ia mempersilahkan bersilaturrahmi ke kediamannya.

“Saya tidak ingin hanya berani dibelakang saja, jika memang gentelman, saya welcome untuk berjumpa langsung,” tutupnya. (mirwan)




Listrik Padam, Bocah Laki-laki 19 Bulan Terbakar

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pasangan suami istri Basir (40) dan Wirdayani (24) warga Jalan Sederhana Tembilahan terpaksa harus tabah, karena putra ketiganya Gusti M Yamin, sibungsu dari tiga bersaudara yang baru berumur 1 tahun 7 bulan ini terpaksa dirawat di Ruang Perawatan Bedang Kamar Isolasi RSUD Puri Husada Tembilahan akibat luka bakar yang cukup parah disekujur tubuhnya, Selasa (17/3/2015) malam.

Menurut keterangan ayah korban, Basir, saat kejadian ia mengaku sedang berada di depan rumah. Saat itu listrik sedang padam sekitar jam 19.00 WIB. Tiba-tiba saja ia mendengar istrinya memanggil dengan berteriak mengatakan bahwa tubuh putranya terbakar.

Berdasarkan keterangan istrinya lanjut Basir, seblum kejadian putra bungsunya itu ditinggal dekat lampu ceplok yang dalam keadaan menyala, tepatnya di dapur rumah karena mau mengisi minyak lampu ceplok lainnya. Tak lama, ketika istrinya mendekati, tubuh putranya sudah diselimuti api.

“Istri saya langsung angkat Gusti ke penampungan air dan disiram 1 ember air sumur, setelah saya dipanggil, apipun sudah padam. Tak lama kami bersama tetangga langung ke Rumah Sakit mengguanakan Sepeda Motor,” Akuinya, Kamis (19/3/2015).

Ia menyampaikan, hingga hari ini pasangan suami-istri tersebut masih belum tau bagaimana asal kejadian yang telah menimpa putranya itu, memang diakuinya, si bocah laki-laki ini kesehariannya suka main dan cukup aktif.

Meski begitu, tetap ia tidak menyangka kenapa dalam waktu sekejab bisa menghanguskan sekujur tubuh putranya. “Aneh saja, ibundanya hanya meninggalkan sebentar untuk mengisi minyak lampu,” katanya dengan paras sedih.

Namun ia tetap bersyukur kejadian ini tidak sampai merunggut nyawa putranya, setelah beberapa malam dirawat di RSUD, diakuinya kondisi tubuh Gusti sudah mulai membaik.

“Sebelumnya nangis terus, mulai tadi pagi sudah tidak banyak menangis lagi, sudah mau makan dan minum, bengkaknyapun mulai berkurang,”tandasnya.(mirwan)




DKP Inhil Ajak Masyarakat Jaga Kelestarian Hutan Mangrove

DSC_0057 copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mengajak kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian kawasan hutan mangrove, khususnya kepada masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir.

“Kita harus tetap menjaga kelestarian mangrove karena mangrove ini merupakan habitat biota laut,” kata Kepala DKP Kabupaten Inhil, Wiryadi usai menghadiri kunker Komisi B DPRD Provinsi Riau, Rabu (18/3/2015).

Ia menjelaskan, dari luasan pesisir di Kabupaten Inhil yang kurang lebih seluas 60 ribu Kilometer tersebut, semuanya termasuk dalam potensi meningkatkan perikanan, dan kelanjutannya hanya pada pengelolaannya saja lagi.

“Apabila kita dapat menjaga kelestarian mangrove dengan luasan tersebut maka tentunya akan dapat meningkatkan potensi perikanan, karena magrove itu sebagai ekosistem  habitat biota laut, seperti ikan dan udang,” Ujarnya

Diterangkannya, saat ini DKP Inhil terus mengupayakan untuk meningkatkan kesadaran nelayan kecil guna menjaga kelestarian lingkungan mangrove terlebih pada pemahaman lingkungan mangrove bagi kelangsungan hidup biota laut.(mirwan)




Beras di Inhil Stabil, Kadisperindag Sebut Ini 2 Penyebabnya

foto0822TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Fahrolrozy sebut ada 2 penyebab harga beras di Inhil hingga kini tidak mengalami kenaikan.

“Yang pertama ketersedian stok Bulog masih cukup, dan kedua kebanyakan masyarakat kita masih mengkonsumsi beras hasil tani sendiri,” katanya kepada detikriau.org, Rabu (18/3/2015).

Lanjutnya, karena 2 sebab inilah yang mempertahankan harga beras di Kabupaten Inhil masih stabil, meskipun dibeberapa wilayah  lain telah mengalami kenaikan. Bahkan katanya, jika kedua penyebab tersebut terus bertahan maka hargapun tidak akan berubah.

Sebenarnya kata Fahrolrozy, tetap bertahannya harga beras ini tidak hanya karena 2 sebab itu, namun juga ada beberapa sebab lainnya. Tapi ia menegaskan, penyebab yang dominan itu ada pada 2 hal itu.

“Kita berharap agar harga beras ini tetap bertahan, supaya masyarakat kita tidak merasa keberatan untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok,” imbuhnya.(mirwan)