Jalan Santai Subuh, Aktifis Kampus Kaget Temukan Kondom Berisikan Cairan Sperma

11075301_962595180419155_4381427939221146700_nTEMBILAHAN (detikriau.org) – Mantan aktivis kampus disalah satu Universitas ternama di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Taufiq merasa kaget melihat kondom penuh sperma di jalan Pendidikan Tembilahan, Minggu (22/3/2015) pagi.

Saat itu, ia mengaku sedang melakukan jalan santai usai melaksanakan shalat subuh bersama temannya Khairul. Sekitar pukul 6 saat melintasi jalan pendidikan, tetapnya di seputaran gedung Unisi, tanpa disengaja ia menemukan dua buah kondom penuh dengan sperma yang kelihatan masih baru.

“Kami berdua rasa mau muntah liatnya, kalau kami perhatikan kedua kondom itu tampak masih baru, spermanyapun masih segar, berarti kalau tidak tadi subuh, malam tadi ada yang berbuat mesum,” kata Taufiq kepada detikriau.org melalui telpon selularnya.

Dijelaskannya, bahwa kondom itu tampak jelas merk edaran dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Ia mengaku sangat resah dan mempertanyakan bagaimana sistem yang dilakukan BKKBN dalam mendistribusikannya.

“Saya jadi bertanya-tanya, kok bisa memiliki barang dari BKKBN, padahal sepengetahuan saya barang itu hanya bisa dimiliki oleh orang tertentu, bukan orang asal-asalan yang hanya gemar mesum di tempat seperti ini,” pertanyakannya. (mirwan)




Sambutan Ketua PGRI Riau Terkesan Dicueki

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Penyampaian Kata sambutan Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Riau Prof Dr H Isjoni Msi pada acara pengukuhan pengurus PGRI Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) di Gedung Engku Kelana Tembilahan, Sabtu (21/3/2015) kemaren terkesan dicueki.

Kenapa tidak, ketika ia sedang berkicau, sejumlah anggota PGRI Kabupaten Inhil yang hadir malam itu sibuk berbincang tak menentu dengan teman seprofesinya.

Padahal, secara tidak langsung Ketua PGRI Riau dalam sambutannya sempat menyinggung bahwa seorang guru itu harus jadi panutan, tidak hanya pada murid, namun juga menjadi percontohan oleh sejumlah kalangan yang berkompeten.

“Jangankan anggota PGRI, guru secara umum itu juga harus tanggap, minimal memperhatikan dari segala aspek yang berkenaan dengan bahasan kemajuan pendidikan, apalagi kita sebagai anggota yang tercatat resmi,” katanya.

Meski begitu, perbincangan sesama anggota tersebut tetap berlanjut tanpa henti hingga akhir sambutan Ketua PGRI Provinsi Riau.

Mirisnya lagi, dari pantauan awak media di lapangan, ketika giliran sambutan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil, sejumlah guru yang duduk di barisan kanan ruangan dan belakang itu malah meninggalkan ruangan acara dan memilih untuk pulang langsung.(mirwan)




Disdik Inhil Belum Temukan Buku Pelajaran Mirip Paham ISIS

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Disdik Ihhil mengaku belum menemukan adanya buku mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat SMA yang di beberapa judulnya mirip dengan paham Negara Islam Irak dan Suriah atau lebih dikenal dengan kata Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

“Tim Pengembangan Kurikulum kita sedang melacak, sampai detik ini kita belum terima laporan adanya buku itu,” sampaikan Kepala Disdik Inhil Helmi D melalui Sekretarisnya, Ahmad Ramani kepada detikriau.org, Sabtu (21/3/2015) malam.

Ditambahkan, meski ini berupa isu nasional dan telah ditemukan di beberapa daerah di Indonesia, namun untuk Sekolah-sekolah di Kabupaten Inhil diyakininya tidak ada. Sebab, sejak awal tahun ini Disdik Inhil tidak ada mengambil buku pelajaran terbitan baru.

Menurut mantan Camat ini, mayoritas buku yang beredar mirip paham militan ISIS tersebut berupa mata pelajaran Kurikulum-13 yakni buku mata pelajaran terbitan baru.

“Namun kita tetap mewaspadai, jika nanti ditemukan maka kami segera mengkoordinasikan kepala Disdik Provinsi Riau dan selanjutnya akan disampaikan ke Kemendikbud RI,” ujarnya.

Sementara ini, Disdik Inhil belum melakukan sosialisasi terhadap sejumlah SMA dan SMK di Inhil bahwa adanya kabar kurang baik tersebut, disengajanya karena isu ini dinilai masih baru. Namun jika memang ditemukan oleh sekolah, dimintanya langsung laporkan ke Diskdik Inhil.(mirwan)




Majukan PGRI, Pengurus Baru Diminta Dahulukan PR

DSC_2671 copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) meminta pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Inhil untuk mendahulukan pekerjaan pengurus lama yang belum terselesaikan.

Pernyataan ini disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Inhil, Ahmad Ramani dalam sambutannya saat pengukuhan pengurus baru PGRI Kabupaten Inhil di gedung Engku Kelana Tembilahan, Sabtu (21/3/2015) malam.

“Ada 20 item yang perlu dicatat oleh pengurus baru ini bahwa masih ada PR yang perlu didahulukan pekerjaannya dibanding program kedepan,” pesannya.

Hal tersebut dijelaskannya, jika sejumlah PR dari pengurus lama itu terselesaikan, maka PGRI Inhil akan lebih mudah menjalankan program-program terbarunya. Salah satu PR bagi pengurus baru ini disebutkannya seperti, mendata guru se-Inhil secara detail.

Untuk saat ini, menurut data yang ada, jumlah guru di 20 kecamatan tercatat kurang lebih 9 ribuan, namun jika digabungkan dengan guru dibawah naungan Kemenag, maka angka keseluruhan guru yang ada berjumlah kurang lebih 13 sampai 14 ribuan.

“Itu data kemaren, sejaland dengan bergantinya waktu, kemungkinan jumlah guru baru akan bertambah, begitu juga jumlah guru yang pensiun,” tuturnya.

Selain itu, ia juga menyebutkan salah satu tugas utama dari pengurus PGRI Inhil untuk mensegerakan membenahi pengurus-pengurus PGRI yang ada di kecamatan.

Mewakili pimpinan daerah, Sekretaris Disdik Inhil ini juga menyampaikan dari hasil koordinasi, Bupati, HM Wardan meminta agar pengurus PGRI lebih kepada keprofesionalan yakni seluruh pengurusnya murni dari guru itu sendiri.

“Alhamdulillah, keinginan Bupati telah terwujud, semua nama yang tercantum dalam pengurus periode ini semuanya berprofesi guru,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Inhil yang baru dilantik, Yaswar Aprilian SE MM saat dikonfirmasi mengatakan, dari 20 item PR tersebut akan dicobanya penyelesaiannya semaksimal mungkin, namun diakuinya hal itu menjadi tantangan yang cukup berat.

Apalagi atas persoalan pendataan guru secara detail, karena ini juga menyangkut dengan kesejahteraan guru hingga hari ini yang masih perlu perjuangan.

“Jika didukung semua pihak, saya yakin kami akan mampu menyelesaikannya. Mulai hari ini kami akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait,” tandasnya.(mirwan)




Upaya Peningkatan Potensi Kelapa, Masyarakat Minta Cukup Perbaikan Parit

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) dalam meningkatkan potensi kelapa, masyarakat minta cukup diupayakan perbaikan sarana parit sebagai aliran air perkebunan.

“Jika parit bagus, maka hasil panen kelapa kitapun juga akan bagus. Tapi jika parit tidak bagus maka akan berimbas pada buah kelapa yang kami panen,” ungkap salah seorang perwakilan kelompok tani Desa Sungai Luar Kecamatan Batang Tuaka, Mohrani (58) saat dikunjungi jajaran Pemkab dan DPRD Inhil, pengurus PWI Provinsi Riau dan Inhil serta sejumlah wartawan, Sabtu (21/3/2015).

Pada uraiannya, sejak beberapa tahun lalu hingga hari ini, mereka kerap merasa resah atas kerusakan perkebunan kelapa. Berbagai upaya yang mereka lakukan untuk memperbaiki perkebunan tersebut, hasilnya selalu nihil.

Dijelaskan, kesulitan yang mereka rasakan saat ini ada pada genangan air di parit yang tidak stabil. Artinya, aliran air parit perkebunan kelapa itu semakin hari semakin memburuk dan berimbas pada penurunan hasil panen.

“Dulunya buah kelapa ini besar, sekarang tampak kecil. Dulunya lebat namun sekarang hasil panen kami sedikit. Semua itu karena kondisi parit. Kami tidak mampu lagi memperbaiki parit yang ada ini,” resahnya.

Oleh sebab itu, mewakili kelompok tani setempat, ia sangat mengharapkan kepada Pemerintah untuk segera membuat tanggul, realisasi parit dan lainya. Bahkan petani tersebut sempat meminta disediakanya suatu alat yang mampu untuk menyedot lumpur.

“Karena lumpur parit disini terlalu banyak, kami tidak sanggup lagi menggali secara manual. Jika pemerintah bersedia membantu kami, maka kami juga bersedia memelihara dan mengelola kelapa dengan baik,” imbuhnya. (mirwan)




Taman Kota Bukan Tempat Mencari Nafkah

tampak-anak-anak-sedang-bersenang-senang-bermain-di-taman-jalan-gadjah-mada-tembilahan copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) TM Syaifullah menegaskan bahwa taman kota di Jalan Gadjah Mada Tembilahan bukan tempat untuk mencari nafkah.

“Sesuai Perda nomor 7 point 1 tahun 2008 tercantum secara jelas kalau taman itu tidak dibenarkan untuk penampungan barang, berjualan maupun usaha-usaha lainnya,” ungkap TM Syaifullah kepada detikriau.org, Jum’at (20/3/2015).

Ia menerangkan, taman tersebut disediakan oleh Pemkab Inhil dikhususkan hanya untuk tempat masyarakat bersantai, bukan tempat usaha. Jikapun mau buka usaha dipersilahkan di luar arena taman, dan itupun ada kriterianya.

Terkait pelarangan penjual maupun permainan anak di taman anak, ia mengaku menerima surat dari Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kabupaten Inhil untuk menindak tegas kepada pengusaha yang membuka lapak di taman tersebut.

Setelah dilakukannya Inspeksi Mendadak (Sidak) perdana beberapa waktu lalu, diakuinya juga belum memperoleh hasil yang maksimal, sebab para pengusaha yang telah diperingatinya waktu itu, hingga kini masih terlihat tetap berjalan seperti biasa.

“Pekan depan kita kembali menurunkan personil ke lokasi, jika peringatan kami terus diabaikan, maka barang mereka akan kami sita,” Ancam mantan sekretaris Dinas Pehubungan Inhil ini. (mirwan)