Jeda 30 Menit, Sepeda Motor Telah Raib

gbr ilustrasi. net
gbr ilustrasi. net

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Malang tak dapat ditolak untung tak dapat diraih, mungkin pepatah ini bisa mewakili nasib apes yang dialami seorang warga pelangiran, Apriliyanto (21). Bagaiman tidak, hanya berselang 30 menit, kendaraan roda dua miliknya yang diparkir didepan pertokoan jalan jendral sudirman Tembilahan raib.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, jum’at (10/4), sebelumnya sekitar pukul 07.00 WIB, sebagaimana biasanya si korban berangkat kerja di toko sinar pagi jalan Sudirman, dan kemudian sekitar pukul 19.00 WIB sebelum pulang ke kediamannya terlebih dahulu korban mampir di salah satu toko terdekat dari tempat ia kerja dan memarkirkan motornya.

Namun setelah 30 menit kemudian, sekitar pukul 19.30 WIB ia berniat ingin pulang ke rumah, ia kaget, sepeda motor miliknya dengan nomor polisi BM 3725 GU merk Suzuki FU tersebut sudah tidak lagi berada ditempatnya.

“Saat itu si korban sempat melihat dari kejauhan sepeda motornya dibawa lari oleh pelaku, dan korban bersama saksi di TKP sempat mengejar hingga parit 11 Tembilahan, namun tetap tidak berhasil,” kata Kapolres Inhil AKBP Suwoyo Sik Msi melalui PAUR Humas Iptu Warno Akman, Sabtu (11/4/2015).

Disampaikan Warno, pelaku masih dalam penyelidikan oleh petugas kepolisian Polres Inhil. Atas kejadian tersebut, korban mengalami kerugian kurang lebih Rp 22 juta.(mirwan)




Camat Sungai Batang Sampaikan MTQ Tingkat Kabupaten 2015 Didukung Warganya

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Terkait ditunjuknya kecamatan Sungai Batang sebagai tuan rumah pada pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kabupaten Inhil tahun 2015 ini disampaikan camat Sungai Batang Nawawi bahwa warganya sangat mendukung.

“Mereka (warga Sungai Batang, red) sangat mendukung pelaksanaan MTQ di kecamatan kami, tapi perlu diingat, jangan sampai tahun ini kembali dikecewakan,” paparnya saat mengikuti rapat perdana MTQ tingkat kabupaten di Balai Kantor Bupati Inhil, kemaren

Pernyataan tersebut dilontarkannya sebab, pada tahun 2014 lalu Pemda membatalkan kecamatan Sungai Batang sebagai tuan rumah, padahal waktu itu, menurutnya warga setempat sudah mempersiapkan diri menerima tamu dari 19 kecamatan lainnya di Inhil.

Pada kesempatan itu, Nawawi juga menyampaikan kalau warga Sungai Batang memiliki kegiatan rutinitas tahunan berupa turnamen sepak bola. Namun tahun lalu, warga setempat rela tidak menggelar karena arena lapangan bola akan difungsikan untuk MTQ ke-44 tingkat Kabupaten.

“Waktu itu mereka memaklumi karena ada beberapa persoalan yang menjadi hambatan disana, namun jika tahun ini gagal lagi, saya tidak bisa menebak apa yang mereka rasakan, dan saya sampaikan lapangan itu mereka akan memfungsikan bulan Agustus mendatang,” katanya lagi.

Hal tersebut diungkapkan camat Sungai Batang ini karena sebatas mengingatkan kepada panitia pelaksana khususnya, untuk tidak terlalu menunda pelaksanaan MTQ dan jangan sampai kembali mengganggu aktivitas rutin warganya.(mirwan)




2 Rumah Abang – Adek Ludes, Seorang Korban Nyaris Terbakar

“Saya tetap bersyukur karena sepeda motor saya saat itu sedang di halaman, jadi tak kena api”

Foto: Mirwan
Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Hampir seluruh harta benda milik kakak beradik, Asip (50) dan Rokim (30) Jalan Baharuddin Yusuf Gang Tanjung Pandan Tembilahan, ludes dilalap sijago merah. Peristiwa inipun nyaris merengut nyawa Rokim yang saat kejadian dalam kondisi lelap tertidur. Jum’at (10/4/2015) dini hari tadi.

“Tak biasanya saya tidur cepat, namun tadi malam itu saya kelelahan dan tertidur sangat lelap,” ujarnya kepada detikriau.org.

Lebih lanjut ia menceritakan, sekitar pukul 00.15 WIB, ia kaget mendengar teriakan dari tetangganya yang menyebutkan ada api di atas rumah. Ia pun langsung keluar rumah membawa istri dan ketiga anaknya yang masih kecil.

Setiba diluar rumah, ia menyaksikan api sudah membesar di samping rumahnya, yakni rumah abangnya sendiri. Dan diakuinya bahwa ia tak sempat membawa segala harta yang ada di dalam rumah, melainkan sehelai celana pendek yang dikenakannya malam itu, begitu juga anak dan istrinya.

“Kalau abang saya masih sempat mengeluarkan sedikit barangnya, seperti Televisi dan barang elektronik lainnya. Namun saya tetap bersyukur karena sepeda motor saya saat itu sedang di halaman, jadi tak kena api,” ceritanya.

Ia memperkirakan akibat kejadian ini mereka kakak adik mengalami kerugian sekitar Rp 100 juta-an

Sementara itu, menurut keterangan pihak kepolisian, api berawal dari rumah Asip. Api berhasil dipadamkan setelah dapat pertolongan Damkar BPBD Kabupaten Inhil sekitar pukul 00.30 WIB. Untuk musibah malam itu, tidak sampai menelan korban jiwa.

“Waktu kejadian di TKP, kondisi listrik sedang hidup dan dugaan sementara munculnya api disebabkan akibat konsleting listrik,” kata Kapolres Inhil AKBP Suwoyo Sik Msi melalui PAUR Humas Polres, Iptu Warno Akman.(mirwan)




Kesal, Warga Parit 6 Cuekin Teguran Pemerintah Kecamatan

IMG_20150410_162823 copyTEMBILAHAN (detikriau.org) – Ditegur pihak Kecamatan, warga RT 01 RW 04 parit 6 Tembilahan Hulu tampaknya tak ambil pusing. Sebelum ditegur hanya letak 1 bibit pohon kelapa, setelahnya menjadi empat. Tindakan itu menurut mereka sebagai bentuk ungkapan kekesalan.

“Baru pagi tadi saya lihat bibit pohon kelapa itu bertambah, saya biarkan saja meskipun warga saya tidak ada berkoordinasi,” kata Sulaiman.

Ia menambahkan, jika memang aksi warganya itu sampai menggangu arus lalu lintas, tanpa diimbau pemerintahpun tentu lebih dahulu akan ia tegur. Namun kali ini dinilainya tidak mengganggu arus lalu lintas karena bibit kelapa diletakkan di tengah badan jalan.

Bahkan kata Sulaiman, kondisi jalan seperti saat ini yang menjadi kendala dalam kelancaran arus lalu lintas. Hampir tiap hari terjadi kecelakaan kecil sepanjang jalan berdebu itu.

“Hanya 200 meter saja bertahun-tahun perbaikan tak juga dilakukan,” sampaikannya dengan penuh kekecewaan.

Dulu, di tahun 2014, dinas terkait pernah menyampaikan kepada warga setempat akan memperbaiki ruas jalan ini ditahun 2015. Namun kita belum meyaksikan belum ada juga perbaikan.” Ujar Sulaiman sambil mengakui bahwa pihak Kecamatan memang sudah menyampaikan kepadanya bahwa perbaikan akan segera dilakukan sekitar 2 bulan kedepan. (mirwan)




13 Anggota Pramuka Unisi Ikuti Perkemahan Bhakti Se-Riau

DSC_3042TEMBILAHAN (detikriau.org) – Sebanyak 13 anggota Gerakan Pramuka Gugus Depan 02.001-02.002 Universitas Islam Indragiri (Unisi) mengikuti perkemahan bhakti se-Provinsi Riau di Universitas Islam Riau (UIN) Suska Pekanbaru.

Partisipasi sejumlah mahasiswa Unisi ini merupakan undangan khusus untuk anggota Gerakan Pramuka Unisi. Dan kegiatan ini berlangsung selama lima hari, mulai tanggal 11 April sampai tanggal 15 April 2015.

“Saya tetap mensuport selagi tujuannya bagus, apalagi ini berupa undangan, berarti kampus kita sudah dikenal,” kata Wakil Rektor III Unisi bidang Kemahasiswaan, Junaidi SH M Hum saat melepas mahasiswanya di halaman Kampus Unisi Parit 1 Tembilahan Hulu, Jum’at (10/4/2015) sore.

Dari kegiatan ini diharapkannya peserta dapat mengharumkan nama kampus menjadi mahasiswa yang membanggakan Unisi maupun daerah. “Semoga mahasiswa kami ini sukses dan selamat hingga pulang nanti,” tutupnya.(mirwan)




Bukan Hanya Mesin Pembangkit, Gangguan Listrik PLN Juga Terjadi Pada Sistem Proteksi

Kabid Kelistrikan Distamben Inhil, Yusnaldi. Foto: Mirwan
Kabid Kelistrikan Distamben Inhil, Yusnaldi. Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sampaikan bahwa gangguan listrik yang dikelola PLN Rayon Tembilahan ini tidak sebatas pada mesin pembangkit namun juga terjadi pada sistem proteksi yang dilakukan pada PLN.

Penyataan ini diungkapkan Kepala Bidang Kelistrikan Distamben Kabupaten Inhil Yusnaldi saat menghadiri hearing Komisi III DPRD Inhil bersama perwakilan PLN area Rengat dan PLN Rayon Tembilahan di kantor DPRD Inhil jalan HR Soebrantas Tembilahan, Selasa (7/4/2015) kemaren.

“Kalau sistem proteksi yang dilakukan PLN bagus, mungkin tidak separah ini kondisi listrik kota Tembilahan,” katanya dengan tegas.

Dijelaskan, jika memang gangguan tersebut hanya sebatas pada mesin saja. Mungkin listrik Tembilahan sudah bisa difungsikan secara maksimal. Sebab dinilainya, sampai saat ini PLN belum berbenah maksimal pada sistem.

“Proteksi itukan secara umum ada pada mesin. Pada intinya, sistem pembangkit listrik kurang diperhatikan sepenuhnya oleh PLN,” katanya.

Dan ini lanjutnya, menjadi satu beban tambahan pada pemerintah daerah, khususnya pada dinas terkait yakni Distamben.

“Jika pengaman pembangkit listrik itu bermasalah, maka akan merambah ke travo dan aliran listrik ketempat pelanggan. Apalagi beban listrik melebihi kapasitas” pungkasnya.(mirwan)