Masyarakat Tanam Kelapa dan Gantung Pakaian Dalam di Tengah Jalan Penghubung GAS-Batang Tuaka

“Kesal Kerusakan Jalan Tak Kunjung Diperbaiki”

Protes tak kunjung diperbaiki, Terlihat warga sedang menanam kelapa dan meletakkan pakaian dalam di tengah jalan lintas Kecamatan GAS-Batang Tuaka
Protes tak kunjung diperbaiki, Terlihat warga sedang menanam kelapa dan meletakkan pakaian dalam di tengah jalan lintas Kecamatan GAS-Batang Tuaka

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kesal karena kerusakan ruas jalan penghubung dari Kelurahan Teluk Pinang, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) menuju Sungai Piring, Kecamatan Batang Tuaka tidak kunjung diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil), sejumlah masyarakat melakukan penanaman pohon kelapa dan menggantung pakaian dalam di tengan jalan tersebut sebagai bentuk protes.

Pemandangan yang tidak biasa tersebut, tentunya mengundang perhatian para pengguna jalan lainnya. Apalagi, ruang jalan penghubung antar kecamatan ini memang selalu ramai dilewati para pengguna jalan setiap harinya, mulai dari siswa sekolah, PNS, masyarakat hingga para pedagang dan petani.

“Kami sudah kesal, bertahun-tahun jalan ini tidak kunjung diperbaiki. Padahal, ini jalan lintas antar kecamatan,” tutur Marsal, salah seorang sopir mobil, Selasa (21/4/2015).

Keluhan senada juga disampaikan masyarakat lainnya, menurut masyarakat kondisi jalan lintas kecamatan ini sungguh sangat memprihatinkan. Hampir disepanjang badan jalan banyak terdapat lubang-lubang besar yang menganga dan dalam. Belum lagi kalau hari hujan, jalan yang berlubang itu akan menjadi sangat licin seperti kubangan.

Kerusakan jalan tersebut mulai terasa dari Desa Gemilang, Kecamatan Batang Tuaka hinga memasuki Kelurahan Teluk Pinang, Kecamatan GAS. Dimana-mana banyak terdapat lubang yang besar dan sulit dilalui oleh para pengendara, sehingga bagi para pengguna jalan harus sangat berhati-hati agar tidak terjatuh dan terperosok di dalam lubang.

“Sekarang sudah tidak bisa lagi memilih jalan mana yang bagus, sebelah kiri lubang dan sebelah kanannya juga berlubang. Jadi terpaksa kita hantam saja, yang penting harus hati-hati karena lubangnya ada yang dalam dan tak kelihatan,” kata Rahmat.

Menurutnya, jalan berlubang yang ada disepanjang jalan tersebut sudah banyak memakan korban pengendara yang melintas, baik sepeda motor ataupun mobil angkutan penumpang dan barang. Para pengendara, terutama sepeda motor banyak yang jatuh akibat terperosok ke dalam lubang yang tertutup dan tergenang air, sehingga menyebabkan jalanan tersebut licin.

“Pokoknya kondisi jalan ini sudah sangat memprihatinkan dan mengkhawatirkan para pengguna jalan. Apalagi kalau hujan turun, jalan yang berlubang akan tertutup genangan air dan menjadi licin, sehingga mirip seperti kubangan saja,” keluhnya.

Oleh karena itu, masyarakat berharap agar kerusakan jalan ini cepat diperbaiki oleh pemerintah, karena keberadaan jalan sebagai sarana transportasi merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat, baik untuk lalu lintas pengangkutan hasil-hasil pertanian dan perkebunan ataupun kegiatan ekonomi masyarakat lainnya.(adi)




Sejumlah OPK dan PK Desak Musda KNPI Tetap Sesuai Jadwal

indexTEMBILAHAN (detikriau.org) – Organisasi Kepemudaan (OKP) dan Pengurus Kecamatan (PK) meminta pelaksanaan Musda Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Indragiri Hilir tetap dilaksanakan sesuai jadwal pada 24 – 26 April 2015 nanti.

Menurut salah seorang tokoh muda OKP di Kabupaten Inhil, Saputra, KNPI Inhil sudah lama mengalami kevakuman yang cukup memprihatinkan. Jika semuanya dilakukan sesuai harapan, ia berkeyakinan ketua KNPI baru yang terpilih nantinya tidak lagi mengecewakan salah satu pihak.

“Seharusnya tetap dilaksanakan sesuai jadwal awal pada tanggal 24-26 April ini. Jangan sampai membuat kawan-kawan OPK dan PK berprasangka buruk jika pelaksanaannya harus ditunda lagi,” katanya.

Pengurus Kecamatan, Zulkifli pun berpendapat senada. Menurutnya tidak ada alasan untuk melakukan penundaan, apalagi sepengetahuannya, pendanaan Musda KNPI Kabupaten Inhil ini telah mendapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten pada anggaran pada tahun 2013 lalu, tapi ia mengaku tidak mendapatkan informasi jelas penggunaan dana itu apa memang untuk pelaksanaan musda atau keperluan lainnya.

“Sebab itu kami mendesak untuk mensegerakan Musda ini, jangan lagi ditunda-tunda, apalagi jadwal awal itu telah disepakati sebelumnya. Terkait masalah dana, kita minta agar dapat dipertanggungjawabkan saat pelaksanaan musda nantinya. ” tukas Zulkifli.

Sebelumnya, hasil Rapat Pleno Pengurus Harian DPD KNPI Indragiri Hilir (Inhil), Selasa (14/4) lalu di Hotel Telaga Puri, Tembilahan, disepakati jadwal pelaksanaan Musda KNPI Inhil diundur menjadi tanggal 29-31 Mei 2015.

Menurut Ketua DPD KNPI Inhil Hj Sulastri penundaan jadwal yang sedianya akan dilaksanakan pada tanggal 24 April 2015 itu disebabkan ada sesuatu halangan.

Atas diundurnya Musda kata Sulastri maka pendaftaran calon Ketua dibuka kembali dan diperpanjang hingga tanggal 20 Mei 2015 nanti.

Sejauh ini sudah ada tiga calon yang mendaftar yakni Iwan Taruna, Hidayat hamid dan Syahroni. (mirwan)

 




Anak Korban Pinta Polisi Jatuhkan Hukum Seadilnya Kepada Pembunuh Kedua Orang Tuanya

Kedua pelaku memperagakan saat melarikan diri mempergunakan kendaraan roda dua milik korbannya. Foto: Mirwan
Kedua pelaku memperagakan saat melarikan diri mempergunakan kendaraan roda dua milik korbannya. Foto: Mirwan

Tembilahan (detikriau.org) – Anak korban tindak kekerasan, Idris (36) meminta kepada pihak kepolisian untuk menjatuhkan hukuman yang seadil-adilnya kepada kedua pelaku yang telah tega menghabisi nyawa kedua orang tuanya, Ha (70) dan Al (55)

Menurut putra pertama dari 5 bersaudara ini usai menyaksikan rekontruksi ulang yang dilakukan penyidik di Mapolres Inhil, senin (20/4/2015), dari 17 adengan rekontruksi, terdakwa terbukti dengan sengaja melakukan tindak kejahatan hingga pembunuhan kepada orang tua mereka.

“Kita minta jatuhkan hukum seadil-adilnya, namun semuanya kami serahkan kepada pihak kepolisian,” Sampaikan Idris

Pantau detikriau.org, pada Rekontruksi ini terjadi 3 kasus tindak pidana, yakni Perencanaan, Penganiayaan Keras dan Perampokan yang berujung kepada hilangnya nyawa pasangan suami istri.

Dari 17 adegan Rekontruksi ini dimulai saat pelaku bertamu, dimana waktu itu pelaku sempat nonton TV bareng di TKP bersama kedua korban, kemudian melakukan kekerasan menggunakan seuntai tali yang dijerakan ke leher korban dan membawa harta benda korban dan melarikan diri

Sementara itu, Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Suwoyo Sik Msi melalui Kasat Reskrim AKP Ade Zamrah menyampaikan bahwa menurut pengakuan pelaku, ia tega melakukan Curas karena didorong rasa sakit hati akibat sering di caci maki oleh korban.

Untuk sekedar mengingatkan, kasus kekerasan yang menimpa pasangan suami isteri (pasutri) ini terjadi di Desa Teluk Pantaian, Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS), Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) pada Sabtu (28/3/2015) yang lalu,

Selain menghabisi nyawa kedua korbannya, pelaku juga membawa kabur harta benda milik korbannya berupa sepeda motor Supra Fit dengan BM 3394 GK, Handphone Samsung, uang tunai Rp 23,5 juta dan cincin emas seberat 5 mayam.

Kedua pelaku, SU (suami) dan KH (Istri) yang sempat menghilang selama sepekan akhirnya berhasil ditangkap di Kampung Lhook Puuk, Kecamatan Reja, Kabupaten Pidi Jaya, Provinsi Aceh, sekitar pukul 01.30 WIB, Sabtu (4/4/2015) yang lalu. (mirwan)




Tengku Eddy: 2016, Jembatan Getek Akan Terang

Suasan jembatan getek disiang hari
Suasan jembatan getek disiang hari

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Tengku Edy Efrizal sebut pada tahun 2016 mendatang jembatan Getek desa Sungai Luar akan dialokasikan dana untuk penerangan.

“Tahun ini tidak ada anggarannya, jadi tahun 2016 kita akan anggarkan aliran pasokan listrik sepanjang jembatan Getek,” sampaikannya melalui telpon selularnya, Senin (20/4/2015).

Menurut mantan Kadisdukcapil Inhil ini, pemberian penerangan disepanjang jembatan yang menghubungkan kawasan pesisir Inhil bagian utara dengan Ibukota Kabupaten Tembilahan ini dirasakan penting untuk disegerakan mengingat dilokasi tersebut selama ini cukup rawan terjadinya tindak kriminal.

“Tanpa penerangan kawasan jembatan menjadi gelap dan pastinya rawan terjadinya tindak kriminal. “ Tandasnya, (mirwan)




Salmi: Kalau Ada Anggota Saya Minta Uang Tilang di Pos, Telpon Saya

Kasatlantas Polres Inhil, AKP Salmi. Foto: net
Kasatlantas Polres Inhil, AKP A Salmi. Foto: net

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Sat Lantas Polres Indragiri Hilir (Inhi) AKP A Salmi menegaskan kepada pengguna sepeda motor yang ditilang anggotanya untuk tidak melakukan transaksi uang tilang di Pos Sat Lantas.

“Kalau ada anggota saya meminta uang tilang motor di Pos, telpon saya, dan akan kita cuci kepalanya,” kata Salmi kepada detikriau.org, Senin (20/4/2015).

Seharusnya kata Salmi, jika ditilang, apapun bentuknya, salah satunya seperti tak memiliki SIM, bukan bayar di Pos. Sebab, hal tersebut menyalahi prosedur.

Ia menerangkan, fungsi Pos Sat Lantas tersebut untuk mengawasi arus lalu lintas, pengaturan wilayah kota, bertindak cepat jika ada kesemrautan maupun kecelakaan di wilayah sekitar Pos, secara umum pengawasan pada aturan berlalulintas di kota. (mirwan)




Niat Membantu Teman, 2 Pria Ini Ditusuk OTK

foto: Mirwan
foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dua orang pria warga jalan sungai beringin Tembilahan, Agus (18) dan Rizal (20) terpaksa dilarikan ke RSUD karena mengalami luka tusuk oleh Orang Tak Dikenal (OTK). Peristiwa naas itu terjadi di sekitar perumahan H Amir jalan Sungai Beringin Tembilahan, Sabtu (18/4/2015) malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, kedua korban ini berniat hendak membantu temannya, Noval (18) yang ingin menjumpai pelaku yang telah melakukan penganiayaan terhadap Noval sebelumnya.

Malam kejadian, sebelum peristiwa tersebut, teman korban Noval sedang berduaan dengan seorang perempuan,Dela (16) warga Jalan HR Soebrantas Tembilahan di Jembatan Getek desa Sungai Luar, mereka dihampiri 3 OTK dan minta duit, namun ia bersi keras tidak mau memberi, akhirnya Noval pun ditampar salah satu pelaku dan meninggalkan lokasi ia bersantai.

“Karena tak senang ditampar, Novalpun meminta bantuan kepada temannya melalui Hp. Waktu itu, si Noval sedang di jalan dan melihat ketiga pelaku sedang santai di Bangsal samping perumahan Sungai Beringin,” kata Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Suwoyo Sik Msi melalui Kapolsek Tembilahan Kota, Ipda Agus Susanto kepada detikriau.org melalui telpon selularnya, Minggu (19/4/2015).

Lebih lanjut ia menerangkan, kedua korbanpun langsung menuju TKP dan langsung bertemu dengan Noval. Tak banyak basa-basi, si noval langsung memukul salah satu pelaku, waktu itu juga terjadi perkelahian kedua kelompok tersebut.

Akibat perkelahian ini, kedua korban, Agus mengalami luka tusuk pada punggung tengah, sedangkan Rizal mengalami luka tusuk pada punggung atas sebelah kiri, bahkan luka tusukan yang dialami Rizal ini lebih parah hingga tembus ke dada atas kiri samping leher.

“Agus hanya luka sedikit dan sudah pulang dari Rumah Sakit. Sedangkan Rizal, sampai saat ini masih di rawat di ruang perawatan bedah RSUD Puri Husada Tembilahan,” katanya.

Untuk diketahui, saat kejadian di TKP, diketahui pihak kepolisian bahwa ketiga pelaku saat itu melarikan diri ke arah Tembilahan Kota dan meninggalkan barang bukti sebilah pisau tajam. Dan sampai saat ini, pelaku masih dalam penyelidikan oleh petugas kepolisian Tembilahan Kota.(mirwan)