Karyawan PT ISK Rumbai Ditemukan Tak Bernyawa di Kanal

Gbr Ilustrasi
Gbr Ilustrasi

KEMPAS (detikriau.org) – Warga Kecamatan Kempas mendadak heboh, Nardi (24), seorang karyawan PT ISK ditemukan warga setempat sudah dalam keadaaan tidak bernyawa di kanal RT 017 RW 009 Rumbai Jaya Kecamatan Kempas, Senin (11/5/2015) sekitar pukul 14.45 WIB.

Berdasarkan keterangan Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Suwoyo SIk Msi melalui Kapolsek Kempas AKP A R Tarigan S Sos, saat ditemukan, korban tergeletak didalam kanal dengan tubuh diselimuti lumpur. Setelahnya, saksi segera memberi tau warga sekitarnya dan tak lama kemudian datang salah satu saudara korban dan lmengakui kalau mayat itu adalah adiknya.

“Menurut keterangkan istri korban, sebelumnya sekitar pukul 23.00 WIB korban sempat pulang ke rumah namun hanya mengantarkan sepeda motor, setelah itu korban keluar lagi hingga ditemukan sudah menjadi mayat,” kata Tarigan.

mendapat informasi, jajaran Polsek Kempas dipimpin Kapolsek langsung menuju ke TKP dan melakukan pemeriksaan terhadap korban. Berdasarkan hasil Visum dokter, ditubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda adanya kekerasan, dan saat ini mayat telah disemayamkan oleh pihak keluarga. (mirwan)




Masyarakat Inhil Harapkan Pemprov Riau Segera Perbaiki Kerusakan Jalan Penghubung

“Harusnya pemerintah Provinsi Riau malu dengan kondisi badan jalan seperti ini, Negri kaya tapi fasilitas umum bagi masyarakatnya saja tidak terpenuhi dengan baik.”

PhotoGrid_1431068027821 copyTembilahan (detikriau.org) – Masyarakat Kabupaten Indragiri Hilir berharap agar Pemerintah Provinsi Riau untuk segera melakukan perbaikan sejumlah ruas jalan Provinsi khususnya yang berada di dalam kota Tembilahan. Saat ini, kondisi ruas jalan itu sudah sangat memprihatinkan dan semkin rawan menjadi penyebab timbulnya kecelakaan.

Disampaikan warga Tembilahan, Arif, kerusakan badan jalan, salah satunya disebutkan berada di jalan provinsi, jalan Baharuddin Jusuf parit XI di Kecamatan Tembilahan Hulu, Badan jalan selebar kurang lebih 10 meteran itu sudah sangat mengkhawatirkan. Hampir seluruh ruas jalan berlubang dan akan digenangi air saat musim penghujan seperti saat ini.

“Agar pengguna jalan tidak sampai terperosok, masyarakat terpaksa memberi tanda dengan barang seadanya,” Sampaikan Arif

Menurut Arif, kerusakan badan jalan ini terjadi sudah cukup lama. Ia cukup menyayangkan hingga saat ini kesannya pemerintah Provinsi hanya tutup mata dengan rusaknya sejumlah ruas jalan terutama yang berada di kab Inhil.

Senada, Ramli, warga Kecamatan Tembilahan Hulu juga meminta perhatian segera dari pemerintah Provinsi. Ia mengungkapkan rasa kekesalan karena menurutnya akibat kondisi jalan seperti ini, ia pernah mengalami kecelakaan dan tulang kakinya sempat patah.

“saat itu malam hari, karena memang ruas jalan provinsi ini di parit VI Tembilahan Hulu tidak cukup penerangan, saya tak sempat mengelak lubang. Akibatnya roda kendaraan terperosok membuat saya terjatuh. Bagian kaki saja terhimpit kendaraan dan patah,” Cerita Arief

Dikatakan Arif juga, harusnya pemerintah Provinsi Riau malu dengan kondisi badan jalan seperti ini, Negri kaya tapi fasilitas umum bagi masyarakatnya saja tidak terpenuhi dengan baik.

Pantauan l;apangan, kerusakan ruas jalan Provinsi di jalan Baharuddin Jusuf parit XI Kecamatan Tembilahan Hulu ini memang sudah sangat parah. Badan jalan yang dibangun mempergunakan aspal hotmix itu sudah dipenuhi lubang. Jika tidak berhati-hati sangat mungkin siapapun pengendara akan terperosok dan terjatuh.

Disamping kerusakan jalan Provinsi di ruas jalan ini, juga tidak terhitung lagi kerusakan ruas jalan Provinsi sebagai jalan penghubung antara Kabupaten Indragiri Hilir dengan kabupaten tetangganya, Inhu.(dro)




Begal Cegat Warga Mumpa di Sungai Sirih. Sepeda Motor dan HP disikat

imagesTEMPULING (detikriau.org) – Warga Desa Mumpa Kecamatan Tempuling Mistar (24) bersama dua rekannya Irian dan Tasniah dicegat begal di Jalan Provinsi, Parit Sungai Sirih Kecamatan Tempuling dalam perjalanan pulang dari Tembilahan menuju Mumpa, Kamis (7/5/2015) dini hari.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, pada tanggal 6 Mei sekitar pukul 23.30 WIB Mistar bersama Irian beranjak ke kota Tembilahan dari desa Mumpa dengan maksud menjemput rekannya Tasniah. Setelah menjemput Tasniah, sekitar pukul 00.30 WIB dengan berbonceng 3 merekapun berangkat kembali ke Mumpa.

“Sesampainya di TKP sekitar pukul 01.30 WIB, korban dihampiri 4 otk menggunakan 2 sepeda motor, kemudian salah satu pelaku mengeluarkan sebilah pedang samurai dan mengarahkan kepada korban,” kata Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Suwoyo Sik Msi melalui PAUR Humas, Iptu Warno Akman, Jum’at (8/5/2015).

Karena merasa terancam, lanjut Warno, ketiga korban ini melarikan diri dan meninggalkan sepeda motor di TKP. Dikesempatan itu pelaku langsung membawa sepeda motor milik korban serta sebuah Handphone merk Cross milik Tasniah yang ketinggalan.

Atas kejadian itu, karena korban mengalami kerugian besar hingga Rp 17 juta dan korban melaporkan kejadian ini kepihak kepolisian untuk dilakukan pengusutan lebih lanjut. Sampai saat ini, pelaku masih dalam lidik oleh jajaran Polres Inhil.(mirwan)




Hati-hati, di Tembilahan Ada Jalan Maut

Lobang besar yang ditutupi warga dengan berbagai bahanTEMBILAHAN (detikriau.org) – di Tembilahan yang dikenal sebagai kota Ibadah ini sekarang ada yang namanya jalan Maut, nama tersebut dibuat warga jalan Baharuddin Yusuf parit 11 Tembilahan, Jum’at (8/5/2015).

Berdasarkan pantauan awak media, wajar warga membuat nama tersebut di badan jalan dengan menggunakan berbagai bahan seperti ban bekas, pohon dan papan tipis. Karena, di badan jalan tersebut terdapat lubang besar yang cukup membahayakan para pengendara.

Apalagi lubang itu tak tampak oleh para pengedara roda dua maupun roda 4, sebab tertutup oleh genangan air. Jika tidak diberi tanda, menurut warga setempat, sering kali para pengendara terjebak dan terjatuh.

“Memang sering terjadi, kan cukup berbahaya,” ujar salah satu warga setempat.

Sementara itu, salah satu pengendara sepeda motor di Tembilahan, Udi (24) mengaku kesulitan melintasi jalan tersebut. Kenapa tidak, jika disiram hujan maka akan tergenang air.

“Kok begini ya kondisi jalan di perkotaan, cukup memprihatinkan,” katanya dengan heran.

Untuk diketahui, Jalan Baharuddin Yusuf tersebut merupakan jalan Provinsi dan menjadi tanggung jawab pihak Pemerintah Provinsi Riau. Namun demikian, tetap saja Pemkab Inhil yang menjadi sasaran masyarakat.

Seperti yang disampaikan wakil rakyat pada tanggapan Fraksi pada rapat paripurna beberapa waktu lalu menilai pemerintah kabupaten Inhil ini kurang berkoordinasi dengan pemerintah Provinsi Riau terkait kondisi jalan Provinsi yang ada di Inhil.

“Jika hanya pasrah menunggu kapan masyarakat bisa menikmati jalan Provinsi yang baik disini,” ujar Surya Lesmana, juru bicara dari Fraksi PDI-P. (mirwan)




Kepala BP2MPD Inhil Sebut Pola Kemitraan PT Bos Masih Diragukan

“Kalau seperti ini, bukankah petani ini seumpama sudah jatuh tertimpa tangga”

Kepala BP2MPD Inhil Junaidi saat menyampaikan tanggapan. Foto: Mirwan
Kepala BP2MPD Inhil Junaidi saat menyampaikan tanggapan. Foto: Mirwan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Badan Perizinan Penanam Modal dan Promosi Daerah (BP2MPD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Junaidi mengatakan bahwa pola kemitraan perkebunan plasma yang dijalin oleh PT Bumi Orion Sukses (BOS) dengan masyarakat masih perlu direvisi ulang.

Hal tersebut dilontarkannya saat menghadiri ekspos oleh PT BOS kepada anggota DPRD Kabupaten Inhil, Rabu (6/5/2015) dini hari. Menurutnya ada beberapa poin yang masih merugikan kepada masyarakat.

“Terutama tentang beban hutang yang ditanggung oleh masyarakat. Maka kedepan, kami dari Badan terkait akan mendalami ini lebih lanjut agar masyarakat kita tidak dirugikan,” tukasnya.

Ia berharap perusahaan yang melakukan investasi di Bumi Seribu Parit ini harus memikirkan juga kepentingan masyarakat. Artinya, jangan hanya memikirkan untuk mengambil keuntungan semata.

Jika dilihat katanya lagi, pola kemitraan yang dijalin oleh PT BOS saat ini, masyarakat sangat dirugikan. Bukan hanya lahan mereka dibagi setengahnya kepada perusahaan, petani juga dibebani hutang atas pembangunan perkebunan oleh perusahaan di lahan mereka.

“Kalau seperti ini, bukankah petani ini seumpama sudah jatuh tertimpa tangga. Sudah lahan mereka dibagi dengan perusahaan, mereka harus membayar hutang pula,” pungkasnya.(mirwan)




OKP dan PK Harap Musda KNPI Tak Diundur Lagi

indexTEMBILAHAN (detikriau.org) – Organisasi Kepemudaan (OKP) dan Pengurus Kecamatan (PK) mengharapkan jadwal Musda KNPI Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tidak diundur lagi, seperti yang disampaikan salah satu perwakilan OKP M Zainal Redo kepada awak media, Rabu (6/5/2015).

“Cukup satu kali ini saja diundur, jangan sampai diundur untuk kedua kalinya dan ini merupakan harapan kami yang peduli,” ungkap Redo.

Yang jelas, perwakilan OPK ini menyatakan sekedar mengingatkan agar tidak ada lagi putusan yang membuat kekecewaan para pengurus OPK dan PK yang ada di Inhil. Ia menyampaikan, pihak panitia telah menetapkan tanggal 22 Mei mendatang dimulai Musda KNPI Inhil, dan ini dinilainya tenggang waktu yang cukup lama.

Artinya, kesiapan panitiapun berkemungkinan lebih maksimal dengan harapan tidak membuat masalah baru seperti pengunduran jadwal Musda lagi seperti sebelumnya.

“Itu sebenarnya yang kami inginkan, komitmen pihak panitia dalam menetapkan jadwal jangan sampai berubah lagi, jadi kami sarankan persiapkanlah secara matang,” harapnya.(mirwan)