Disdik Diminta Lebih Tegas Larang Konvoi Rayakan Kelulusan
“Ini 4 Cara Umum-kan Hasil UN Saran MPI”
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Masyarakat Peduli Inhil (MPI) meminta kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Inhil untuk lebih tegas memberi himbauan, terlebih larangan pada pelajar yang merayakan kelulusan dengan cara konvoi.
“Karena merayakan kelulusan dengan cara konvoi itu merupakan prilaku tak terpuji, sebab pelajar itu melakukan coret-coret seragam dan memenuhi badan jalan dengan sepeda motornya,” nilai salah satu aktivis MPI, Oyonk Maldini.
Untuk itu, MPI memberi saran kepada Disdik Inhil untuk menerima 4 pilihan pada mekanisme pengumuman hasil kelulusan UN. Yang pertama, hasil kelulusan dikirim melalui kurir. Kedua, diumumkan secara online. Ketiga, dikirim melalui pos. Dan terakhir, yang keempat dengan cara memanggil orang tua untuk menerima hasil kelulusan.
Yang terpenting kata Oyonk, cara yang dilakukan tidak mengundang siswa ke Sekolah. Apalagi dalam waktu dekat ini, akan ada pengumuman hasil UN tingkat SMP se-derajat. Tentu jumlah siswanya lebih banyak dibanding tingkat SMA.
“Kalau banyak, bisa jadi konvoi yang dilakukan akan lebih mengganggu ketertiban dan bahkan, tidak mustahil terjadi tawuran,” tandasnya.(mirwan)
Pulang Konvoi, Siswa Lulusan SMK N 2 Tembilahan Ini Ditikam
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Usai melakukan konvoi perayaan kelulusan UN tahun 2015, siswa lulusan SMK Negeri 2 Tembilahan kota, Ari Andika (18) malah ditikam mantan adik kelasnya sendiri dibagian punggung di jalan HR Soebrantas Tembilahan, persisnya didepan Gedung DPRD Kabupaten Inhil, Jum’at (15/5/2015) malam, sekitar pukul 22.15 WIB.
Berdasarkan keterangan ayah korban, Yul Abral kepada detikriau.org di RSUD, Sabtu (16/5/2015). Sebelumnya, anaknya itu sedang melakukan konvoi disiang hari hingga malam. Sepengetahuan warga jalan M Siap gang Cempaka itu anaknya tidak menyimpan masalah dengan teman-temannya.
“Syukur anak saya masih terselamatkan dan masih sadar, kata anak saya tadi dia tidak ada punya masalah dengan siapapun, terlebih pada pelaku,” sampaikannya.
Ari Andika ini lanjut sang ayah, saat ditikam, sempat melihat bahkan mengenali siapa pelaku penikaman tersebut. Dimana waktu itu, pelaku sedang berkendara dengan arus yang sama menuju jalan Prof M Yamin dari jalan Trimas Tembilahan.
“Waktu kejadian, anak saya sedang dalam perjalanan berbonceng dengan temannya menuju pulang ke rumah,” tambah sang ayah.
Terkait pelaku mantan adik kelas, Yul Abral menyampaikan dari keterangan anaknya bahwa dulunya pelaku tersebut adik kelas korban di SMK Negeri 2 Tembilahan. Namun saat ini, pelaku pindah sekolah di salah satu SMA di Tembilahan lainnya.
Sementara itu, Kapolres Indragiri Hilir (Inhil) AKBP Suwoyo Sik Msi melalui PAUR Humas Polres, Iptu Warno Akman mengaku telah menerima laporan peristiwa tersebut dengan nomor: LP/ 55 / V/ 2015/ RIAU/ RES INHIL tentang Tindak Pidana ANIRAT tertanggal 15 Mei 2015 sekitar pukul 23.00 WIB.
“Setelah menerima laporan, Polres Inhil telah mencatat nama korban berinisial Iz, keberadaan pelaku tersebut masih dalam lidik oleh petugas kepolisian,” ungkap Warno.
Untuk diketahui, korban saat ini sedang dirawat di ruang bedah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan, tepatnya di ruang Cermai. (mirwan)
Peserta UN SLTA di Inhil Lulus 100 Persen
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Seluruh peserta Ujian Nasional (UN) Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) sederajat di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) dinyatakan lulus 100 persen.
“Kita dapatkan peringkat ke-5 di Provinsi Riau,” sampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Inhil Helmi D melalui Sekretaris Dinas, HM Hatta Mas’ud, Jum’at (15/5/2015).
Keberhasilan ini menurutnya tentu menjadi kebanggaan. Hanya saja ia tetap berpesan kepada seluruh siswa yang baru menyelesaikan pendidikan ditingkat lanjutan atas ini untuk tidak merayakan secara berlebihan.
Pantauan lapangan, seperti sudah menjadi tradisi, mengungkapkan rasa kegembiraan, aksi konvoi dan corat-coret baju seragam juga tak bisa terhindarkan.
Tampak ratusan pelajar melakukan konvoi berkeliling kota Tembilahan dengan seragam penuh coretan dan suara hingar bingar dari kenalpot kendaraan.
Hampir disetiap persimpangan jalan juga tampak petugas kepolisian untuk menjaga ketertiban.
“Hampir setiap usai pengumuman kelulusan kita menyaksikan konvoi seperti ini. Mungkin wajarlah sebagai ungkapan kegembiraan. Tapi ya tentu dalam batas yang wajar.” Ujar Wandi salah seorang warga Tembilahan. (mirwan/adv)
Tembilahan Giliran Pemadaman 2:1, Pelangiran, Sudah 2 Pekan Bergelap Gulita
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Jika di kota Tembilahan durasi pemadaman bergilir PLN diberlakukan 2 : 1, di Kecamatan kondisinya jauh lebih memprihatinkan. seperti di Kecamatan Pelangiran. Masyarakat di Kecamatan Inhil bagian Utara ini bahkan sudah bergelap-gulita selama dua pekan.
“Iya, sekitar 2 minggu belakang ini kota kami gelap gulita,” sampaikan Camat Pelangiran Sutarno Wandoyo kepada detikriau.org, Rabu (13/5/2015).
Disampaikannya juga, kondisi penerangan seperti ini pastinya akan sangat mengganggu aktivitas masyarakat setempat, terlebih bagi pengusaha yang membutuhkan aliran listrik.
“Memang ada juga masyarakat yang memiliki mesin genset tapi tentunya hanya sebagian kecil, itupun mereka sudah kesulitan karena biasanya bergantung pada tenaga mesin PLN. apalagi bagi warga yang murni bergantung dengan PLN,” katanya lagi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhi) H Tengku Eddy Efrizal saat dikonfirmasi mengaku belum menerima laporan secara tertulis adanya gangguan pembangkit listrik PLN di Pelangiran.
Seharusnya katanya, pihak PLN ini jika ada persoalan mensegerakan melakukan koordinasi kepada pemerintah daerah melalui dinas terkait, dalam hal ini adalah Distamben.
“Saya memang ada dengar info secara lisan, tapi saya belum menerima laporan secara tertulis. Kalau begini akan saya hubungi secepatnya pihak PLN,” Ujar Tengku Eddy.
Dikarenakan PLN Kecamatan Pelangiran masih dibawah naungan PLN Rayon Tembilahan, maka katanya, Distamben akan melakukan titik koordinasi dengan Manajer PLN Rayon Tembilahan, dan ini akan dilakukannya dalam waktu dekat.
Terkait hal ini, Manajer PLN Rayon Tembilahan Budi Warman saat dihubungi awak media membenarkan kalau PLN di Pelangiran itu masih dibawah naungannya. Untuk kondisi mesin saat ini, ia telah mengirimkan para pekerja yang akan memperbaiki gangguan mesin tersebut.
“Kita sedang mengupayakan dan sekarang sudah satu mesin kita sediakan untuk di sana, tinggal satu mesin lagi. Karena di Pelangiran itu membutuhkan dua mesin untuk normal kembali,” jelasnya.
Untuk target penormalan pembangkit listrik, Budi belum bisa memastikan kasih masih menunggu selesainya pekerjaan perbaikan. “ Kita akan upayakan secepatnya.” Pungkas Budi. (mirwan)
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) H Syaifuddin siap menerima laporan dari siapa saja terkait kedisipinan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Inhil.
“Kita terbuka, siapa saja yang mengetahui secara langsung ada seorang PNS melanggar peraturan silahkan laporkan ke BKD,” ungkapnya kepada sejumlah awak media usai penyerahan SK CPNS kepada tenaga honorer K2 di gedung Engku Kelana, kemaren.
Jika ada pengaduan yang diterima nantinya, maka BKD Inhil berjanji akan segera memproses untuk menindak lanjuti penyelewengan oknum PNS tersebut, sebab insan yang berstatus PNS itu katanya telah menyandang beberapa aturan.
Salah satunya persoalan kedesiplinan. ini sesuai dengan PP 53 tahun 2010. Dimana di dalamnya, telah tercantum beberapa kriteria tentang kedisiplinan seorang PNS.
“BKD akan menindaklanjuti kesalahan PNS itu sesuai dengan aturan yang ada, jika kesalahannya sampai pemberhentian, maka terpaksa kami berhentikan dari PNS,” kata Syaifuddin dengan tegas.
Namun demikian, sampai hari ini, PNS di Kabupaten Inhil menurutnya belum ada yang diberikan sanksi hingga pemberhentian.
“Jika pelanggarannya hanya sarapan di warung pada jam kerja, itu hanya pendataan sampai berapa kali ia melanggar, kalau keseringan baru kita beri sanksi berupa sanksi administrasi, namun sampai sekarang belum ada yang terima sanksi itu, karena mayoritas hanya melakukan satu kali saja,” jelasnya.(mirwan)
Pertemuan Distamben Dengan AKLI dan Aklindo Sekpakati 6 Point
Kepala Distamben Inhil H Tengku Edy Efrizal (kanan). Foto: Mirwan mendengarkan pemaparan salah seorang anggota AKLI Fendi Madas copy
TEMBILAHAN (detikriau.org) – Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melakukan pertemuan dengan pihak asosiasi kontraktor yang tergabung dalam Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (AKLI) dan Asosiasi Kontraktor Ketenagalistrikan Indonesia (Aklindo) di kantor Distamben Inhil jalan Veteran Tembilahan, Selasa (12/5/2015).
Kepala Distamben Inhil, H Tengku Eddy Efrizal saat dikonfirmsi usai melakukan pertemuan menjelaskan, maksud dari pertemuan tersebut untuk menyatukan persepsi dalam membangun mekanikal dan elektronikal di Kabupaten Inhil.
“Kita juga banyak dapat masukan dari para asosiasi ini, yang jelas saling memberi masukan untuk manyamakan pemikiran yang sifatnya untuk membangun. Alhasil, kita dari Distamben dan para asosiasi bersepakat terhadap 6 point,” kata Tengku Eddy.
Dari 6 poit tersebut disebutkannya, yang pertama bersepakat melakukan pertemuan 3 kali dalam setahun dengan maksud untuk mengevaluasi kinerja. Kedua, menyesuaikan harga satuan upah dengan wilayah pekerjaan, artinya akan dievaluasi kembali ketetapan upah pada tahun 2014 lalu dan ditampung hari ini untuk tahun 2016 mendatang.
Selanjutnya poit ketiga, untuk tahun anggaran 2015 ini karena pekerjaan elektrikal dan metalikal tersebut sangat spesifik, maka Distamben mengambil kebijakan pada penanganan kontrak kerja dan harus dilaksanakan oleh direktur milik perusahaan terkait yang tercatat telah sesuai akte notaris.
Untuk point keempat, Distamben meminta kepada seluruh asosiasi harus bekerja secara profesional. Dan terakhir, dimintanya juga terhadap asosiasi memberi laporan secara berkala kepada Distamben dengan tujuan agar pemerintah juga dapat data-data terbaru yang valid.
“Dari semua yang telah disepakati ini, pada intinya untuk masyarakat kita juga,” pungkas Kadistamben Inhil.
Sementara itu, salah satu koordinator asosiasi tenaga listrik yang tergabung dalam AKLI, Fendi Madas saat dikonfirmasi berjanji akan mengutamakan mutu dan menjamin memberi hasil yang terbaik. Tidak hanya itu, jika terdapat mengganjal dibelakang hari nanti, ia mengungkapkan secara tegas siap untuk diblacklist.
“Namun kami ingatkan, para kontraktor kita memiliki surat tugas, jadi jika ada mengatasnamakan anggota asosiasi kita dan tidak mengantongi tanda pengenal maka diluar tanggung jawab kami. Sebab para anggota kita sudah dipercaya dan sudah berkompoten dibidangnya dan mereka siap kami beri sanksi jika salah,” sampaikannya.(mirwan)